Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 119


__ADS_3

"Adam lama banget sih" keluh Leo


saat ini mereka berempat masih berada di dalam kawasan TPU, belum meninggalkan sama sekali tempat itu karena itu adalah perintah Adam.


"perasaan gue kok mulai nggak enak ya" ucap El mengusap tengkuknya


"jangan ngadi-ngadi deh El, elu kan tau kita dimana sekarang" Vino merapatkan tubuhnya ke arah Bara


"ngapain mepet sama gue sih Vin, geser ih" Bara mendorong tubuh Vino namun Vino malah memeluk Bara


"malah gelap banget lagi" mereka semua menggunakan senter handphone sebagai penerangan


"Adam kok lama banget, keburu Starla dan Nisda kenapa-kenapa" Vino mulai risau


"jangan berpikir negatif Vin, berdoa semoga mereka baik-baik saja. apapun yang terjadi kita harus menemukan mereka" El menenangkan meskipun dirinya juga sangat khawatir kepada kedua temannya itu


lama menunggu akhirnya Adam datang juga. dia datang bersama guru baru di sekolah SMA xxx, pak Aldiano. keduanya menghampiri El-Syakir dan yang lainnya.


"pak Al" sapa mereka semua


"bapak benar pak Aldiano yang asli kan...?" tanya Leo


"dia memang pak Aldiano, gue bisa mencium wangi melati" timpal El menatap Aldiano di depan mereka


"aku akan membantu untuk menemukan kedua teman kalian" ucap Aldiano menatap mereka berempat


"terimakasih pak. sekarang apa yang harus kita lakukan kak...?" tanya El melihat Adam


"ikuti saja aku" ucap Adam


mereka semua meninggalkan tempat itu dengan mengendarai kendaraan masing-masing. seperti biasa, Adam akan bonceng di motor El-Syakir.


saat mereka semua pergi, penghuni tempat itu mulai berkeliaran ke sana ke mari. tadinya mereka ingin mengganggu tim samudera namun Adam datang dan menatap tajam ke arah mereka, membuat nyali para lelembut itu ciut dan hanya bisa melihat dari kejauhan.


masih dengan menggunakan seragam sekolah tanpa berganti pakaian seperti sebelumnya, kali ini tim samudera tanpa kedua teman perempuan mereka, membelah jalan raya menuju tempat yang akan Adam tujui. selang beberapa menit, mereka sampai di tempat itu.


di sebuah tempat dimana terdapat rel kereta api. di sebrang sana terdapat penjual makanan yang dekat dengan transportasi berukuran panjang itu. sementara mereka sekarang berada di sebrang satunya.


"ngapain kita ke sini...?" tanya Aldiano bingung, kenapa Adam membawa mereka ke tempat itu


"tugas mu sekarang berdiri di tengah-tengah rel kereta api, beberapa menit lagi kereta api akan melalui jalan ini" Adam menunjuk tempat dimana Aldiano akan berdiri


"gila lu dam, elu mau bunuh pak Aldiano...?" tidak habis pikir bagi Vino kenapa sampai Adam menyuruh Aldiano untuk berdiri di tengah rel kereta 5


"kak, jangan karena pak Aldiano kembaran Albian lalu kakak mau membunuhnya. tidak harus seperti ini caranya kak, kita bisa masuk penjara" El kaget mendengar ucapan Adam


semuanya kaget tapi tidak dengan Aldiano, dia bersikap tenang dan rileks tanpa beban pikiran. seperti yang dikatakan Adam padanya saat masih berada di rumahnya, itu adalah salah satu cara untuk memancing Albian agar dia datang menemui mereka.


seperti penjelasan Aldiano bahwa kembarannya itu akan datang saat dirinya sedang dalam keadaan bahaya, maka saat itu Albian akan datang menyelamatkannya. mereka tidak bisa menemuinya karena tidak tau dimana dia berada namun mereka bisa membuat Albian datang sendiri dengan cara membahayakan kembarannya.


Aldiano menatap Adam, hantu itu mengangguk dan dengan menghela nafas lalu menghembuskannya, Aldiano melangkah ke tengah-tengah rel kereta api.


"pak mau kemana pak" Leo berteriak


"pak berhenti, jangan ke sana, bahaya" Bara memperingati


El-Syakir berlari dan menahan tangan Aldiano namun Adam menariknya agar menjauh dari pria itu.


"kakak kenapa sih, bisa-bisanya mau mengorbankan seseorang yang tidak bersalah" El membentak Adam


"hanya dengan cara itu kita bisa menyelamatkan Starla dan Nisda. kalian mau mereka berdua selamat kan" Adam menjawab. tidak ada waktu baginya untuk menjelaskan karena yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan kedua temannya dulu, untuk penjelasan akan ia urus belakangan


"ya tapi bukan berarti dengan cara membunuh orang lain kak. kakak tega banget mengorbankan pak Aldiano, kalau cara kakak seperti ini apa bedanya kakak sama Albian " nafas El memburu tidak setuju dengan rencana Adam


"dam gue nggak mau masuk penjara ya" Leo berucap


"lebih baik kalian diam, hanya ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan kedua teman kita"


"yang namanya makhluk halus ternyata memang tidak bisa dipercaya. aku nggak nyangka kakak bisa seperti ini mengorbankan nyawa orang lain demi menyelamatkan nyawa yang lain" El menatap dingin ke arah Adam


"kakak ternyata sama saja dengan makhluk lainnya yang derajatnya hina, sangat senang mengambil nyawa manusia" lanjut El


Adam terdiam di tempatnya, ia menatap El-Syakir tanpa berkedip sekalipun. lalu kemudian ia mendekat dan berhenti tepat di depan El-Syakir.


"maka setelah ini, jangan lagi kalian berteman dengan makhluk hina seperti ku" ucap Adam menatap mata El-Syakir dengan teduh


El terkesiap dengan ucapkan Adam, ia melihat mata Adam mulai merah menahan lahar yang akan turun membasahi wajahnya.

__ADS_1


"kalau aku bisa meminta, aku juga tidak ingin menjadi makhluk hina seperti ini" lanjut Adam


"dam"


"kak Dirga"


Leo, Vino dan Bara tidak bisa berkata apa-apa. sedang El-Syakir mematung tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun. ia dapat melihat kesedihan di mata Adam. tangannya terulur untuk menyentuh Adam namun Adam mundur selangkah agar El-Syakir tidak menyentuhnya.


"tidak pantas manusi seperti kalian yang derajatnya lebih tinggi, menyentuh makhluk hina sepeti ku"


deg...


jantung El-Syakir semakin berpacu, dia kaget mendengar ucapan Adam.


tuuuuuuuuuuuut...... tuuuuuuuuuuuut


bunyi kereta api mulai terdengar dari arah kanan. El-Syakir dan yang lainnya mulai panik bahkan lampu kereta tersebut telah menyenter tubuh Aldiano.


"pak Aldiano" teriak El-Syakir


mereka ingin berlari menyelamatkan guru itu namun tubuh mereka tidak bisa di gerakkan. bahkan untuk melangkah pun mereka seperti memakai sepatu yang berpuluh-puluh ton beratnya. itu semua karena Adam, meskipun keempatnya berteriak agar Adam menyelamatkan Aldiano namun hantu itu tidak bergerak sekalipun tapi matanya tetap fokus ke arah Aldiano.


kereta api semakin dekat, jantung Aldiano semakin berdetak cepat, nafasnya memburu dan keringat mulai mengucur di tubuhnya. bagaimana tidak, kali ini dia benar-benar dalam keadaan bahaya yang disengaja.


tuuuuuuuuuuuut......


"aaaaaaaaa"


"pak Aldiano"


Aldiano berteriak dan menutup matanya dengan tangannya, El-Syakir dan yang lainnya pun berteriak karena kereta itu melaju dan akan menabrak tubuh Aldiano.


wuuussshhh


satu kali tarikan membuat Aldiano terselamatkan dari kereta api. Adam menyunggingkan senyumnya, rencananya berhasil seperti yang direncanakan sebelumnya.


lambat laun kereta mulai menghilang dari tempat itu, dan di sana, di sebrang sana mereka dapat melihat dua orang yang berdiri sedang berhadapan dengan wajah yang sangat mirip.


"i-itu.... " Vino tergagap


"Albian" ucap El


"Albian" panggil Adam


saat Albian berbalik maka saat itu juga Adam langsung menarik pria itu dan membantingnya ke sudut jalan.


bughh


bughh


bughh


Adam terus menendang tubuh Albian. ia sengaja melakukan itu agar iblis dalam tubuh Albian menampakkan dirinya.


El-Syakir, Leo, Vino dan Bara berlari mendekat ke arah Aldiano, mereka berdiri di samping guru baru itu.


"pak, ini sudah direncanakan...?" tanya Leo


"iya, ini rencana Adam. Albian akan datang saat aku dalam keadaan bahaya, makanya itu Adam menggunakan kesempatan itu dengan membuat diriku dalam bahaya agar Albian datang menghampiri kita. bukan tanpa alasan Adam menyuruhku untuk berdiri ditengah rel kereta api" jawab Aldiano


seketika El-Syakir sangat merasa bersalah pada kakaknya, kenapa ia bisa meragukan Adam padahal dia tidak pernah membohongi mereka bahkan untuk menyakiti manusia saja, kecuali manusia itu yang menyakiti mereka maka Adam maju ke depan untuk melindungi mereka semua.


(bodohnya aku ya Allah) batin El penuh sesal


"tunjukkan dirimu iblis terkutuk" ucap Adam menatap tajam ke arah Albian


"jadi kamu menjebak ku...?" Albian menatap ke arah Aldiano


"hanya dengan seperti tadi kamu akan muncul" jawab Aldiano


"hahahaha, kalian pikir bisa mengalahkanku dan menyelamatkan teman kalian. asal kalian tau, dua gadis manis itu sudah menjadi tumbal ku" Albian tersenyum menyeringai


"brengsek" Bara tersulut emosi dan akan menghajar Albian namun Adam menahan


"tahan Bara. serahkan padaku. kamu percaya padaku kan...?" tanya Adam


"tentu kak, tentu aku percaya" jawab Bara

__ADS_1


"kalau begitu mundur" ucap Adam


bughh


Adam yang masih berbicara dengan Bara, keduanya langsung di serang oleh Albian sehingga membuat Adam dan Bara terpental dan jatuh ke tanah.


Albian berniat kabur namun Adam menggunakan kekuatannya. ia mengarahkan tangannya ke arah Albian sehingga pria itu terjatuh ke tanah dengan kasar.


"kalian benar-benar pengganggu" ucap Albian


kini mata pria itu mulai merah menyala, bahkan keluar tanduk di kepalanya. iblis tersebut mengambil alih tubuh Albian. Adam pun merubah wujudnya dengan kuku yang tajam dan mata yang merah seperti Albian. keduanya saling menatap tajam dan pertempuran pun terjadi.


melawan iblis membuat Adam kewalahan namun ia tidak menyerah begitu saja. pantang baginya untuk menyerah sebelum kedua temannya diselamatkan.


bughh


bughh


Adam beberapa kali terjatuh dan tersungkur, bahkan kini dirinya seakan susah untuk berdiri dan menopang dirinya.


"dam"


"kak Dirga"


bughh


"aaaagghhh" teriakan Adam menggema saat Albian menyerang dirinya dengan kekuatan penuh


"kak Dirga" El-Syakir berlari ke arah Adam


Adam tersungkur dan mengeluarkan cairan hitam pekat di mulutnya. ia terbatuk-batuk dan merasakan sakit dibagian dadanya.


"kak Dirga, bertahan kak" El mulai menangis


"pinjam senjatamu" ucap Adam pelan


"senjata apa...?" tanya El


melihat Adam yang terluka seperti itu membuat otak El-Syakir lambat untuk berpikir.


"kerismu"


"keris...?"


"cepat El" teriak Adam karena ia melihat Albian akan pergi menggunkan portal yang ia buat


El-Syakir membaca mantra dan keluarlah keris larangapati yang ada di dalam tubuhnya. Adam mengambil keris itu kemudian dengan cepat mengejar Albian dan


jleb....


keris itu bersarang di tubuh Albian, seketika iblis yang ada di dalam tubuh Albian keluar dan tubuh Albian jatuh ke tanah dalam keadaan pingsan.


iblis tersebut masuk ke dalam portal, tidak ingin kehilangan lagi, Adam mengejar iblis tersebut. ia mencabut pelan keris yang ada di bahu Albian kemudian ia melompat ke arah portal dan seketika mereka menghilang bersama dengan portal tersebut.


"Bi, Albian" Aldiano menepuk wajah Albian


"ke rumah sakit saja pak, kak Albian terluka parah" Leo menahan luka Albian dimana darahnya terus saja keluar


tanpa banyak kata, Aldiano menggendong Albian dan membawanya ke mobil. mereka semua meninggalkan tempat itu dan menuju rumah sakit.


tiba di rumah sakit Albian segera ditangani oleh dokter. mereka membawanya ke IGD untuk melakukan operasi karena lukanya yang begitu dalam.


Aldiano menangis pilu di ruang tunggu. air matanya tidak berhenti terus mengalir dan bahkan matanya kini mulai merah.


"bertahan Bi, kakak mohon. kasian mama kalau tau keadaan mu jadi seperti ini" ucap Aldiano dengan suara serak


"berdoa saja pak semoga kak Albian terselamatkan dan melewati masa kritisnya" El-Syakir yang duduk di samping Aldiano berusaha menenangkan


"terimakasih kalian mau datang menemaniku" ucap Aldiano


"Sama-sama Pak, kami tidak mungkin meninggalkan bapak begitu saja" jawab El-Syakir


"kir-kira Adam gimana ya. terus Starla sama Nisda juga mereka bagaimana. semoga mereka baik-baik saja" Vino begitu khawatir dengan keadaan Starla


"gue percaya sama kak Dirga. dia nggak sekalipun tidak berhasil meski harus mengorbankan dirinya" Bara menimpali


sementara El-Syakir begitu menyesal telah berkata kasar kepada kakaknya itu dan menuduhnya yang tidak sama sekali akan Adam lakukan. ia benar-benar menyesal telah membuat Adam sakit hati padanya.

__ADS_1


"semoga kamu baik-baik saja kak. aku ingin meminta maaf" gumam El-Syakir


"aku harap kakak nggak marah sama aku" lanjutnya


__ADS_2