
"A-Ainun....s-siapa Ainun, saya tidak kenal" ucap pak Mansyur mengelak
"oh jadi bapak tidak mengenal Ainun. baiklah, kita akan pulang ke kota S dan saya akan perkenalkan bapak dengan Ainun putri dari pak Kusman" ucap El
"tidak mungkin. bagaimana kalian bisa mengenal Ainun. dia kan sudah mati" ucap pak Mansyur berteriak
"kami tidak bilang kalau Ainun sudah mati loh pak" timpal Leo
"lah iya...tadi katanya nggak kenal sama Ainun, sekarang bilang Ainun udah mati. jadi yang benar yang mana nih...?" El menatap pak Mansyur dengan tajam
"s-saya...saya tidak kenal, saya tidak kenal Ainun, pak Kusman dan juga ibu windari" jawab pak Mansyur mulai terdesak
"nah kan, darimana bapak tau kalau nama istri pak Kusman adalah ibu windari. kami tidak sedang membahas istri pak Kusman loh" ejek Leo karena pak Mansyur malah membuka topengnya sendiri
pak Mansyur terdiam, dia merukuti kebodohannya karena telah keceplosan sendiri.
"udah jam berapa sih...?" tanya El
"21.00, kenapa emang...?" jawab Leo
"singgah di toko bunga dulu beli melati. liat tuh, di belakang mukanya udah kayak curut aja" ucap El melihat di kursi belakang dimana Adam duduk di sana dan sedang memasang wajah cemberut
"siapa yang berada di belakang, di situ tidak ada orang...?" pak Mansyur bersuara saat melihat ke kursi belakang yang tidak ada penumpangnya namun nyatanya ada hantu Adam di situ dan starla yang sedang berbaring bersembunyi namun sekarang gadis itu malah ketiduran
"ada kok pak" ucap El
El mendekati pak Mansyur dan berbisik di telinganya.
"arwah Ainun ada di kursi belakang itu" bisik El
mendengar itu, seketika tubuh pak Mansyur menegang. ia dengan susah menelan savilanya dan tubuhnya semakin merinding saat Adam meniup tengkuknya.
"hehehehe...."Adam terlihat senang mengerjai pak Mansyur
"aku kerjain sampai kencing di celana boleh...?" tanya Adam kepada El
El menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak mengizinkannya. apa jadinya coba, kalau sampai pak Mansyur kencing di celana.
"pak Doni, berhenti di depan" ucap El menunjuk toko bunga yang berada tidak jauh dari mereka
"siap den"
mobil berhenti, El keluar untuk membeli bunga melati dan Leo juga ikut bersamanya.
"jangan coba-coba kabur pak, kalau bapak tidak mau arwah Ainun menghantui bapak" bisik El sebelum keluar dari mobil
"saya tidak percaya dengan perkataan mu. kamu hanya menakut-nakuti saya kan. cih, bocah kemarin sore mau melawan saya" jawab pak Mansyur dengan sombongnya
"yaaah terserah bapak sih mau percaya apa nggak" El keluar tanpa memperdulikan pak Mansyur
"pak...jalan pak. saya akan membayar bapak dengan uang yang banyak" pak Mansyur mulai menghasut pak Doni
"aduh, tapi sayangnya saya sudah dibayar banyak oleh anak-anak ini" jawab pak Doni
"memangnya berapa mereka bayar kamu. kalau begitu saya bayar dua kali lipat dari bayaran mereka, gimana...?' ucap pak Mansyur
"gimana ya pak, saya sih mau saja tapi..."
"tapi apa lagi, ayo buruan jalan. saya akan bayar berapapun yang kamu minta" desak pak Mansyur
"tapi saya tidak tertarik pak. maaf ya"
"sopir songong"
pak Mansyur mulai emosi. ia ingin menyerang pak Doni namun dengan cepat Adam menahan tangannya dan membuat pak Mansyur menonjok wajahnya sendiri.
"aaaggghh... brengsek. siapa yang ngerjain saya" teriak pak Mansyur kesakitan akibat tonjokannya sendiri
"lah, siapa juga yang ngerjain bapak. di sini hanya ada bapak dan saya. dari tadi saya tidak melakukan apa-apa" ucap pak Doni heran
"banyak bacot kamu. rasakan ini"
pak Mansyur membuka tali pinggangnya dan berniat mengikatnya di leher pak Doni namun lagi-lagi Adam menggagalkan rencananya.
hantu itu menubrukkan kepala pak Mansyur di kaca mobil dan kemudian ia memukul tengkuk pria itu sehingga pak Mansyur akhirnya pingsan.
"alamaaa....metong dia" ucap Adam saat sadar pak Mansyur pingsan
"kabur ah" Adam seketika menghilang dari mobil
"lah, malah tidur dia. tadi ngamuk" ucap pak Doni saat melihat pak Mansyur pingsan yang dikiranya sedang tiduran
"udah...?" tanya Leo saat melihat El keluar dari toko
"udah. tapi gue cari toilet dulu ya, kebelet nih" jawab El
"noh, kesana aja" Leo menunjuk sebuah restoran yang tidak jauh dari mereka
"ayo, gue juga mau ke sana"
"elu kebelet juga...?"
"nggak, gue mau pesan makan. lapar soalnya"
"starla gimana, nggak diajak sekalian...?"
"ya sudahlah, elu duluan. gue mau bangunin starla dulu"
El dengan cepat ke restoran itu dan Leo kembali ke mobil untuk mengajak starla.
"lah, udah molor aja nih bapak" ucap Leo saat membuka pintu dan melihat pak Mansyur tidur padahal sebenarnya dia dalam keadaan pingsan
"ngantuk kali den, makanya molor" jawab pak Doni
"La...bangun La" Leo menggoyangkan bahu starla
"euhghhhh"
"udah sampe ya...?"
"belum...kita mau makan. mau ikut nggak...?"
"boleh deh, gue juga lapar lagi nih"
"ya udah ayo. pak Doni, tolong jaga dia ya pak" ucap Leo
"siap den"
Leo dan starla menyusul El ke restoran. sementara itu El yang telah membuang hajatnya berniat kembali namun tanpa sengaja ia melihat seseorang yang sangat dikenalnya.
"ayah" ucapnya
"itu kan ayah, ngapain ayah di sini terus pakaiannya beda banget dengan yang biasa ayah pakai"
"ayah" panggil El saat melihat orang yang mirip dengan ayah Adnan itu keluar dari restoran
El yang masih berdiri jauh, mengejar pria tersebut dan saat berada di luar El tidak melihat lagi sosok itu.
"apa gue salah lihat ya. perasaan tadi saat gue pamitan ayah akan berangkat ke toko. kayaknya gue salah orang deh" gumamnya
__ADS_1
"El, kok elu di luar sini. ngapain...?" tanya Leo yang baru datang bersama starla
"gue lihat ayah tadi di sini" jawab El
"maksud elu, om Adnan...?" tanya Leo memastikan
"iya, tapi gue kehilangan jejaknya. tapi masa iya sih ayah ada disini, ngapain coba" El masih melihat di sekitarnya
"salah liat kali" timpal starla
"ya udah, masuk yuk. keburu larut malam" ajal Leo
mereka berbalik dan berjalan menuju pintu masuk, namun saat dekat, seseorang yang mereka kenal sedang berdiri di dekat pintu dan sedang berbicara lewat telepon.
"persiapkan semuanya, aku mau semuanya berjalan sesuai rencana"
"bagus. lanjutkan pekerjaan mu"
klik...
pria itu menutup teleponnya dan berbalik namun ia langsung saling bertatapan dengan El dan juga kedua temannya.
"paman" panggil mereka bertiga
"loh kalian" pria itu menghampiri mereka bertiga
"kalian ngapain di kota ini, itu juga pakaian kalian berdua kenapa seperti orang kantoran seperti itu" ia menunjuk El dan Leo
"kami, sedang menjalankan misi paman. paman Zidan di sini juga...?" jawab El
"iya, paman sedang perjalanan bisnis di kota ini. kalian mau makan...?"
"iya, soalnya lapar banget" jawab starla
"sayang sekali ya, paman sedang buru-buru. kalau tidak, kita bisa makan bersama" ucap Zidan
"paman sibuk ya, jadi pengusaha memang selalu gitu. papa juga tiap hari sibuk terus sampai lupa kalau ada aku yang selalu menunggu pulang" ucap starla
"papa kamu sibuk pasti semuanya untuk kamu juga" Zidan membelai kepala starla
"ya sudah, kalau gitu paman pergi dulu ya. kalau kita sudah sama-sama di kota S, paman akan mengajak kalian makan bersama" ucap Zidan
"aku juga mau diajak makan" Adam muncul tiba-tiba
(dia lagi. aku seperti kenal ya dengan orang ini) batin Adam saat melihat Zidan untuk kedua kalinya
Zidan pergi meninggalkan para remaja itu, sedangkan mereka, langsung masuk ke dalam restoran memesan makanan.
"maaf mas menunggu lama" ucap Zidan masuk ke dalam mobilnya
"tidak apa-apa, saya hanya khawatir saja kamu kelamaan. apa terjadi sesuatu...?" tanya ayah Adnan
rupanya memang benar, ternyata El tidak salah lihat melainkan ia benar-benar melihat ayah Adnan yang keluar dari restoran tadi.
"ah tidak. aku bertemu anak-anak kenalanku di restoran tadi"
"anak-anak..?"
"iya, mereka remaja yang masih sekolah. kita berangkat sekarang...?"
"sekarang saja. Randi, Helmi dan Pram pasti sudah lama menunggu kita" ucap ayah Adnan
sementara itu, El dan kawanannya hanya memesan makanan saja kemudian kembali ke mobil.
"belum bangun juga dia" ucap Leo saat melihat pak Mansyur masih dalam keadaan tidur
"ngorok dia ya" ucap El
mereka memutuskan untuk pulang ke kota S. sebenarnya bisa saja mereka menginap satu malam namun jangan sampai pak Mansyur melarikan diri dan mereka sulit untuk menemukannya lagi.
Leo dan pak Doni bergantian menyetir mobil. sopir itu di berikan kesempatan untuk tidur sebelum akhirnya ia akan kembali menyetir lagi.
pak Mansyur sudah sadar dari pingsannya namun ia tidak dapat melakukan apa-apa karena aksinya selalu digagalkan oleh Adam.
mereka tiba di kota S pukul 03.00, tanpa singgah di tempat lain, mereka segera ke rumah pak Kusman.
sebelum itu, El sudah menghubungi pak Kusman bahwa mereka dalam perjalanan menuju rumahnya.
tok...tok...tok
"assalamualaikum"
"wa alaikumsalam"
cek lek
pak Kusman membuka pintu, nampaklah El dan yang lainnya berada di hadapannya. namun seketika amarahnya membuncah saat ia melihat wajah pak Mansyur.
"kamu" tunjuknya ke arah pak Mansyur yang sedang di tawan oleh pak Doni
buuuggh....
satu bogem mentah ia darat kan di wajah pak Mansyur membuat pria itu terhuyung dan bibirnya berdarah.
"laki-laki brengsek, pembunuh kamu. akan saya habisi kamu" pak Kusman mulai menghajar pak Mansyur namun istrinya datang melerai dan memeluk suaminya itu
"sabar pak sabar... istighfar pak" ibu windari menenangkan suaminya
"apa salah kami padamu Mansyur...apa. kalau Ainun tidak menerimamu itu karena kamu sudah beristri dan dia sudah Mempunyai calon suami. tapi bukan berarti penolakannya malah membuat hatimu buta dan membunuhnya. dia anakku satu-satunya Mansyur, dia putriku satu-satunya" pak Kusman terisak tidak dapat menahan emosinya
"maaf" satu kata itu keluar dari mulut pak Mansyur
"maaf kamu bilang. maaf mu tidak akan membuat Ainun bangkit lagi dari kuburnya" teriak ibu windari dengan tangis yang menyayat hati
ngiiiiiiiiiiiiiing....
telinga Adam berdengung lagi, ia tersentak dan menutup matanya.
"Ainun" ucapnya
"kenapa dam, apakah Ainun ada di sini...?" tanya El
"dia di jalan itu, dia akan mengambil korban lagi. kita harus menghentikannya sekarang" ucap Adam
"kita ke sana sekarang. bawa dia juga" tunjuk El ke arah pak Mansyur
"apakah saya harus ikut juga den...?" tanya pak Doni
"ikut pak. tapi bapak ingatkan perjanjian kita" ucap Leo
"ingat den. tenang saja, bapak akan menutup mulut rapat-rapat"
mereka segera ke jalan itu menggunakan mobil. sedangkan Adam, hantu itu telah menghilang cepat sebelum Ainun berhasil mendapatkan korbannya dan kabur lagi.
"aaaggghh"
wuuusshh
buuuggh....
__ADS_1
Adam datang tepat waktu. Ainun masih mencekik leher korbannya namun Adam datang dan menendangnya sehingga ia terjungkir jauh.
mereka yang baru saja tiba, Leo segera memapah pria yang jadi target korban Ainun dan membawanya ke tempat aman.
"cepat pergi dari sini" ucap Leo
"terimakasih... terimakasih banyak" jawabnya
pria itu menyalakan motornya dan meninggalkan tempat itu. sementara itu, Ainun sangatlah marah rencananya digagalkan lagi.
grrrrrrrr.....
"kalian lagi. manusia tidak berguna" wajah Ainun berubah menjadi mengerikan
"ya Allah Ainun" tangis pak Kusman pecah melihat anaknya
"kenapa dengan Ainun pak. apa yang terjadi" ibu windari yang tidak dapat melihat Ainun merasa khawatir
Ainun bersiap-siap menyerang Adam namun aksinya terhenti saat ia melihat pak Mansyur berjalan mendekatinya.
"Ainun...maafkan aku...aku menyesal" pak Mansyur menundukkan kepalanya tidak berani menatap Ainun
"kamu... pembunuh, ku bunuh kamu manusia sialan" Ainun semakin marah melihat orang yang telah membuat nyawanya melayang berada di depannya sekarang
wuuusshh...
dengan sangat cepat Ainun sudah berada di depan pak Mansyur. ia mencekik leher pak Mansyur sehingga kakinya tidak menginjak tanah.
"uuuggghhh" pak Mansyur kesakitan
"Ainun, lepaskan nak" teriak pak Kusman
"mati kau" Ainun dengan mata merah menyala terus mencekik pria yang telah membunuhnya
buuuggh...
bruukkk....
Adam kembali menendang Ainun membuat pak Mansyur jatuh mendarat di tanah.
"uhuk...uhuk" pria itu terbatuk-batuk, dengan air mata yang keluar
"kami tau apa yang membuat dirimu belum pulang dengan tenang. itu karena pembunuhmu masih bebas berkeliaran kan" ucap El saat melihat Ainun akan menyerang lagi
"tapi, tenanglah. sekarang pembunuhmu sudah kami tangkap dan akan kami jebloskan ke dalam penjara. jadi kamu tidak perlu lagi berbuat seperti itu. mereka yang kamu culik tidak bersalah sama sekali"
"lihatlah kedua orang tuamu. betapa mereka bersedih kamu berbuat seperti itu. anak yang mereka kenal adalah putri yang penurut dan baik, bukan Ainun yang berubah menjadi jahat. apa kamu tidak kasihan melihat mereka bersedih karena ulah mu"
mendengar perkataan El, Ainun yang wajahnya buruk kembali seperti semula. dengan tatapan teduh dan mata yang berkaca-kaca, Ainun menatap sayu kedua orang tuanya.
"ibu ingin melihat Ainun...? tanya El kepada ibu windari
"bagaimana caranya...?"
"pegang tanganku. niatkanlah dalam hati'
ibu windari memegang tangan El, dan seketika ia dapat melihat arwah anaknya itu.
"Ainun...putri ibu" tangis ibu windari pecah
"ibu...bapak" Ainun menghambur memeluk kedua orang tuanya
ketiganya menangisi pilu, perasaan orang tua mana yang tidak hancur, bisa melihat anaknya namun dalam wujud arwah karena nyatanya anak itu telah pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.
"hiks...hiks...maafkan Ainun, pak, Bu. maafkan Ainun"
"pulanglah dengan tenang nak, jangan menggangu lagi. di sini bukan lagi tempatmu" ibu windari menciumi seluruh wajah anaknya
"pak...Bu, mana Ainun...?" terdengar suara dari arah belakang
"mas Wisnu" gumam Ainun
"mana Ainun pak, aku ingin melihatnya untuk terakhir kalinya" Wisnu mendekati mereka
ternyata pak Kusman menghubungi Wisnu untuk datang melihat Ainun yang terakhir kalinya. walau awalnya pria itu tidak yakin, namun akhirnya dia datang juga.
El memegang tangan Wisnu dan saat itu juga, wujud Ainun ada di depannya.
"s-sayang...i-ini kamu...?" Wisnu memeganggi wajah kekasihnya itu
"mas Wisnu"
"ya Allah Ainun....ya Allah sayang" dengan tangis pecah Wisnu memeluk erat Ainun, ia tumpahkan semua kerinduannya selama ini
betapa hancurnya hati Wisnu, bisa melihat lagi kekasih hatinya namun setelah itu ia harus merelakan dirinya pergi untuk selamanya.
"mas merindukanmu" ucap Wisnu disela tangisnya
"Ai juga rindu mas. wanita itu membalas erat pelukan kekasihnya
"Ai harus pergi mas. aku mencintaimu" Ainun mencium bibir Wisnu sekilas
"pak... Bu...Ai pamit pergi."
"tenanglah di sana nak" ucap pak Kusman
"terimakasih" Ainun melihat ke arah El dan kawanannya
"sama-sama" jawab mereka
Ainun mundur perlahan, ia tersenyum dan perlahan tubuhnya menghilang seperti buih.
bughhh
bughhh
bughhh
setelah Ainun menghilang, suara benda jatuh sangat keras di dekat mereka.
"semua laki-laki yang diculiknya telah kembali" ucap Adam
"Vino, mana Vino" starla celingukan mencari laki-laki itu
"gue di sini" jawab seseorang
dengan cahaya lampu mobil, mereka dapat melihat Vino berjalan pelan ke arah mereka.
"Vino" teriak starla, gadis itu berlari dan menghambur memeluk Vino
"hiks...hiks...elu kembali, akhirnya elu kembali juga" Isak starla
"elu merindukan gue...?" Vino membalas pelukan gadis itu
"sangat...eh..nggak" starla mengangguk kemudian setelahnya ia menggelengkan kepalanya membuat Vino terkekeh lucu
semua laki-laki yang diculik Ainun akhirnya telah kembali. mereka pulang ke rumah masing-masing, dalam keadaan lemah karena penyiksaan yang dilakukan oleh Ainun.
pak Mansyur segera di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
__ADS_1
pak Kusman dan istrinya berterima kasih kepada El dan kawanannya. setelahnya, para remaja itu pulang ke rumah pak Kusman untuk beristirahat, apalagi Vino yang keadaannya masih lemah.