Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 79


__ADS_3

sahabat rasa saudara. tidak terlahir dari rahim yang sama namun kedekatan tim samudera seperti dekatnya saudara kandung.


mereka semua melempar Adam dengan ranting pohon yang kecil membuat hantu itu bersembunyi dibalik punggung El-Syakir.


"wah ini sih namanya pembulian. aku lapor sama mba Kun dan mas poci nanti ya, kalian menganiaya adik mereka" ucap Adam


"lapor sana, sekalian gue sembur dengan ayat kursi" timpal Vino


"sungguh jahara dirimu" ucap Adam mencebik


"abisnya, kita udah serius dari tadi ternyata yang elu maksud Kity itu kucing. dasar" ucap starla


"kalian saja yang otaknya mesum. aku kan nggak cerita yang fulgar, otak kalian saja yang melalang buana" timpal Adam


"udah ah, lebih baik kita pulang. tuh pak Lisman sama pak Ali menyuruh kita semua untuk kembali ke tenda" ucap El yang beranjak berdiri namun Adam tetap mengapit lengannya


"El" panggil Adam


"apa...?"


"lapar" rengeknya. manjanya hantu itu mulai kambuh kembali


El-Syakir tersenyum, hal ini yang ia rindukan dari hantu itu. sikapnya yang manja padahal usianya lebih tua darinya.


"nanti ditenda, di sini nggak ada makananmu" jawab El


"melati di tenda habis" jawabnya lirih


"tiga kantung kita bawa udah elu habiskan semua. benar-benar daaaah" Leo geleng kepala


"ya habisnya kan aku lapar, jadi aku makanlah" timpal Adam manyun


"masih ada di tas, aku siapkan cadangan. gue tau kalau hal seperti pasti akan terjadi" ucap El


"benaran masih ada...?" mata Adam berbinar


"iya, ayo pulang. kita udah ditinggal noh" jawab El


"hehehehe, sayang kamu banyak-banyak tumpah-tumpah lumer-lumer" Adam memeluk El-Syakir sambil melompat-lompat


ibu Rina yang melihat Nisda berada di tenda dapur langsung mendekatinya dan menanyakan perkembangan Dian.


"Nisda, bagaimana dengan Dian. dia sudah membaik...?" tanya ibu Rina


"sudah Bu, tadi dia lagi tidur di dalam tenda" jawab Nisda


"syukurlah. nanti kamu berikan obat ini kepadanya ya untuk dia minum. itu obat agar perutnya tidak bermasalah setelah tadi dia memakan yang tidak pantas untuk dimakan" ibu Rina memberikan tablet obat kepada Nisda


"baik Bu" Nisda mengambil obat itu


senja berganti malam dengan sinar bulan yang menerangi. kayu yang dicari di hutan tadi telah disusun untuk di bakar nantinya. acara api unggun akan dilakukan setelah sholat isya. saat ini mereka sedang menikmati makan malam.


"kalau udah makan minum obat ini ya" Nisda memberikan obat yang diberikan ibu Rina tadi kepada Dian


"obat apa ini...?" tanya Dian


"itu dari ibu Rina. itu obat agar perutmu tidak bermasalah karena makananmu tadi" jawab Nisda


"makasih ya Nis"


"sama-sama"


starla dan Indri baru saja datang mengambil air minum untuk mereka, keduanya ikut makan bersama.


"El handphone mu mana...?" tanya Adam yang berbaring berbantalkan tas El-Syakir


"di tas" jawab El yang mengunyah makanannya


Adam bangun dan membuka tas El-Syakir untuk mengambil handphone yang ditanyakannya.


"yaaah nggak ada signal" keluh Adam melihat layar handphone di tangannya


"kita di hutan Maemunah, mana ada signal" ucap Leo


"padahal aku ingin memeriksa barang yang aku pesan. kira-kira udah sampai belum ya" ucapnya kembali berbaring


"elu pesan baju lagi...?" El melihat hantu itu


"ho.oh" jawabnya santai


"baju dilemari elu mau apain Adam, udah penuh dengan semua pesanan mu. heran banget gue, hobi belanja dipakai enggak" kesal El


"wah, korban aplikasi belanja online juga lu kayaknya" ucap Vino


"kak Dirga emang paling suka belanja. heran juga aku, hobinya melebihi cewek" timpal Bara membuka penutup botol minumannya


"heran gue ya, hantu bisa pakai baju apapun" ucap Leo


"aku kan hantu jaman now. lagian aku nggak pesan baju" ucap Adam


"terus pesan apa...?" tanya El


"nanti juga kamu tau kalau paket sudah mendarat cantik di rumah" jawabnya

__ADS_1


"elu bayar sendiri ya, gue nggak mau bayar" ucap El makin kesal


"pelit" ucapnya cemberut dan berbaring membelakangi mereka


"ngambek dia tuh" ucap Leo pelan


"tanggung jawab lu El" ucap Vino


"kayak cewek aja kak Dirga, kelakuannya nggak pernah berubah dari dulu" ucap Bara geleng kepala


"tau ah, aku ngambek" Adam bangun dan merapatkan kedua tangannya namun dengan cepat El menariknya dan Adam terjatuh di dekatnya


El sengaja menarik hantu itu karena ia tahu kalau Adam akan menghilang dan entah akan kemana lagi perginya.


"huh" ia membuang muka ke tempat lain


"iya iya, nanti gue bayar. nggak usah ngambek Napa" ucap El


"benar ya, nggak bohong kan...?" Adam kembali menatap El


"iya Adam, iya"


"hehehehe" kembali hantu itu cengengesan dan mengedip-ngedipkan matanya


"idih genit" ucap El


ke empat remaja itu hanya geleng-geleng kepala dan memutar bola mata.


(hihihihi, drama ku berhasil lagi) batin Adam dengan senangnya


selepas shalat isya, semuanya ke tengah lapangan dan duduk mengelilingi api unggun. para pembina dan empat orang guru yang mengawal perkemahan itu berada di tengah-tengah. seseorang datang membawa jergen minyak tanah dan dituang ke tumpukan kayu kemudian dibakar sehingga api menyala membuat di sekitar itu menjadi lebih terang.


"assalamualaikum" salam Wandi Kakak senior selaku pembina dan juga ketua OSIS di SMA xxx. di sampingnya ada Nabila sebagai wakil ketua OSIS


"wa alaikumsalam" jawab semuanya


"syukur Alhamdulillah malam ini adalah malam kedua kita semua dalam mengikuti perkemahan ini. in shaa Allah besok sore kita semua akan kembali ke rumah masing-masing"


"sebelum lanjut ke acara selanjutnya, aku hanya ingin menyampaikan bahwa besok adalah kegiatan dimana kalian semua akan memasuki hutan, menjelajah. untuk lebih jelasnya nanti besok akan disampaikan secara detail"


Wandi menunjuk salah satu dari peserta untuk menyampaikan kesan pesannya selama mengikuti perkemahan.


banyak yang unjuk tangan, dan dengan sigap Wandi menyerahkan microfon kepada peserta yang ingin menyampaikan kesan dan pesan.


Adam sangat antusias mengikuti acara api unggun itu. bahkan nyanyian tadi terus ia nyanyikan berulang-ulang.


Nabila sesekali melirik ke arah Bara dan itu dilihat oleh Nisda karena sejak tadi Nisda terus memperhatikan gadis yang menyukai mantan pacarnya itu.


acara api unggun terus berlanjut dari acara satu ke acara yang lainnya. kini saatnya semua kelompok memilih salah satu atau dua orang yang akan menampilkan sesuatu di depan semua orang, entah menyanyi, drama, atau bahkan tarian.


"kamu El, kan kamu pintar nyanyi" ucap Adam


"nggak ah, gue malas" jawab El


"ayolah, dari sekian kita berempat ini hanya elu yang suaranya bagus. kalau gue mah nggak ada bakat, paling main gitar doang" ucap Vino


"Bara aja deh, Bara juga kan pintar nyanyi" ucap El


"kalian berdua aja kalau gitu, kita mah pendukung dari belakang layar" ucap Leo


"gimana El...?" tanya Bara


"hummm... okelah. tapi gue yang main gitar elu yang nyanyi ya" ucap El


"ok siiip" jawab Bara


"cemungut Bael" teriak Adam bertepuk tangan


"Bael...?" keempatnya memandang hantu itu dengan bingung


"Bara El maksud aku, dasar norak. gitu aja nggak tau"


"sekalian aja Be'ol" timpal Vino menahan tawa


"ck, lu kira kita mau boker" cebik El membuat tawa Vino pecah


semuanya mendapatkan giliran dan kini giliran kelompok tim samudera dari para laki-laki. Bara dan El maju ke depan dengan sorak tepuk tangan semua peserta. mereka berdua duduk di kursi yang telah di sediakan.


Nabila memberikan microfon kepada Bara dan tersenyum manis, senyuman itu dibalas oleh Bara.


"sabar....sabar. tenangkan hatimu, keraskan ototmu" ucap Adam di telinga Nisda


"ingat harus main elegan, jangan ngamuk. entar orang pada kabur disangkanya kamu kesurupan" lanjut Adam


"tapi hati gue panas tau dam" timpal Nisda


"aku buang kamu ke dalam sungai mau, supaya nggak panas lagi" ucap Adam tanpa dosa


plaaaaak


"aduuuhh, perempuan memang makhluk paling kejam sedunia" ringis Adam mengelus lengannya karena Nisda memukulnya


"sukurin" ucap Nisda kesal dan starla menutup mulut agar tawanya tidak pecah

__ADS_1


El dan Bara menampilkan sebuah lagu khusus untuk semua yang ada di tempat itu. semuanya terbawa suasana dan mengikuti lirik lagu yang dibawakan oleh Bara, sedang El sebagai pemain gitarnya.


Nisda yang menghayati lagu itu nampak berkacak. teringat kembali kebersamaannya bersama Bara yang tidak akan bisa ia ulang kembali.


"Nis, elu nggak apa-apa...?" tanya starla melihat Nisda menghapus air matanya


"gue ok kok La" jawab Nisda memaksakan senyumnya


"gue nggak tau apa yang sedang kalian hadapi, tapi gue berharap elu dan Bara akan baik-baik saja entah masih bersama atau nggak" starla mengelus lengan Nisda


"gue memang cewek bodoh La. gue nyesal banget. andai Bara bisa maafin gue" Nisda menatap sendu ke arah Bara yang sedang bernyanyi


"usaha dan jangan menyerah. perlihatkan kalau elu benar-benar nyesal dan mau kembali padanya" ucap Adam yang mendengar percakapan mereka


"tapi apa gue bisa bersaing dengan kak Nabila yang begitu cantik dibandingkan gue" ucap Nisda lirih


"cantik nggak menjamin untuk kami para laki-laki menyukai seseorang. jangan patah semangat dong. belum berjuang udah kalah aja kamu" timpal Adam


"iya, benar kata Adam. harus semangat, kami dukung elu selalu" ucap starla


"makasih La, dam. kalian memang paling ngerti"


"sama-sama" jawab starla tersenyum


"kamsamidha" Adam merapatkan tangan dan menunduk hormat


"ck, dasar" Nisda tersenyum


prok prok prok prok prok


"Bael.....kalian hebat" teriak Adam bertepuk tangan dengan antusias begitu juga Vino dan Leo


El-Syakir dan Bara kembali ke tempat mereka semula. Bara memberikan microfon kepada Nabila yang sedang tersenyum-senyum memandanginya.


"suaramu bagus" puji Nabila


"makasih kak" jawab Bara


"emmm boleh aku minta nomor handphone mu...?" tanya Nabila ragu-ragu


"tentu saja. mana handphone kakak"


Nabila dengan cepat memberikan handphonenya ke tangan Bara. laki-laki itu mengetik nomornya di handphone itu dan memberikannya kembali kepada Nabila.


"terimakasih" ucap Nabila tersenyum senang


"sama-sama"


Bara meninggalkan Nabila yang meloncat kegirangan. Dika dan Erlan hanya tersenyum penuh arti saat melihat ekspresi Nisda yang nampak tidak suka dengan pemandangan yang ia lihat tadi.


"dia kelihatannya kesal banget" ucap Erlan menatap Nisda


"biarkan saja, gue lebih respek ke Nabila daripada dia yang suka semaunya" timpal Dika


"dulu ngejar Vino sekarang mau kembali ke Bara. cewek kayak gitu paling gue jijik" lanjut Dika


"tapi sebenarnya dia baik juga kok. kalau Bara dan dia balikan, menurutmu bagaimana...?" tanya Erlan


"itu tergantung Bara, kalau pun mereka balikan, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik buat teman kita" Dika menatap Erlan dan tersenyum


El dan Bara saling tos dengan ketiga temannya. Adam merangkul bahu keduanya dan melompat-lompat kegirangan.


acar tetap berlanjut dan kini kelompok Nisda dan starla yang akan tampil. mereka menampilkan tarian kreasi, tarian dadakan yang mereka buat karena mereka tidak tau akan menampilkan apa.


"Nisda hebat kan" ucap Adam


"hummm" jawab Bara yang fokus menatap gadis itu


"kedip juga kali Bara, sampai segitunya kamu perhatikan dia" goda Adam


"ck, apaan sih kak" elak Bara


"aku jatuh cinta lagi, cinta pada mantan kekasihku" Adam bersiul dan bernyanyi, hantu itu suka sekali menggoda mereka


prok prok prok


tepuk tangan terdengar lagi saat ke empat remaja itu selesai dengan tarian mereka.


"starla, Nisda....i love you" teriak Adam


"love you too" jawab Nisda dan starla yang bergabung bersama mereka


"sayang" Vino merajuk tidak suka


"siying" Adam bergelayut manja di lengan starla membuat Vino naik darah


"pacar gue woi, main pegang pegang aja lu" Vino menarik starla menjauhi Adam


"pelit" cebik Adam mendekati El dengan bibir manyun


pukul 00.00, acara dihentikan dan semuanya di arahkan untuk beristirahat di dalam tenda masing-masing.


Nisda, starla, Dian dan Indri langsung ke tenda mereka karena sudah tidak bisa menahan kantuk. begitu juga dengan para lelaki tim samudera, mereka semua menuju tenda untuk berlabuh ke alam mimpi.

__ADS_1


sepi dan sunyi tanpa suara, hanya suara burung hantu dan jangkrik yang terdengar. di tengah malam itu seorang gadis kejang-kejang dengan tubuh bergetar, sampai akhirnya ia tidak sadarkan diri namun kemudian ia membuka mata, mata dengan tatapan tajam.


gadis itu bangun dari tidurnya, dan keluar dari tenda menyusuri jalan menuju sungai sampai akhirnya ia hilang di gelapnya malam tanpa seorangpun yang tau. manusia memang tidak mengetahui itu namun dia yang sedari tadi mengintai disekitarnya dapat melihat dan mengikuti gadis itu sampai hilang di gelapnya malam di dalam hutan.


__ADS_2