
"bagaimana bisa kamu kenal dengan ratu Sri Dewi...?" tanya ratu Sundari
"saya tidak begitu tau tentang dirinya ratu. saya hanya tau namanya saja karena seperti itu pengabdinya memanggil namanya. dia adalah ratu kegelapan yang sekarang memiliki dua abdi manusia yang menyembah padanya. meminta sesuatu padanya namun dengan imbalan mereka harus memberikannya tumbal bayi laki-laki" jawab Adam
"kamu tidak pernah berubah Dewi, masih saja seperti dulu" gumam ratu Sundari
"lalu, kenapa itu semua menjadi urusanmu...?" tanya ratu Sundari
"saya tidak akan pernah membiarkan seseorang yang tidak bersalah teraniaya, terancam bahkan dibunuh oleh manusia maupun makhluk gaib. bayi yang baru saja lahir tidak memiliki dosa dijadikan tumbal oleh manusia biadab, itu adalah perbuatan yang sangat keji. saya tidak bisa membiarkan itu. sayangnya lawan ku kali ini sangat tangguh dan yang bisa mengalahkannya hanyalah ratu sendiri" jawab Adam
"bagaimana bisa terpikirkan olehmu kalau saya dapat mengalahkan ratu Sri Dewi...?"
"kalian saudara kembar, pastinya ratu tau kelemahan dari saudara ratu sendiri"
ratu Sundari tidak menjawab, ia hanya termenung mengingat saudarinya itu. setelah sekian lama tidak bertemu karena suatu kesalahpahaman hingga akhirnya mereka berpisah dengan dendam yang membara di hati ratu Sri Dewi.
"ikut denganku" ucap ratu Sundari
Adam berdiri mengikuti ratu Sundari hingga akhirnya mereka menghilang dan sekarang mereka telah berada di alam wanita cantik itu. alam yang pernah di datangi Adam sebelumnya.
istana ratu Sundari masih sama seperti dulu, asri dan sangat membuat mata merasa termanjakan oleh pemandangan yang sangat indah.
masih sama seperti pertama kali dirinya datang, setiap jin yang berpapasan dengan mereka, para jin itu akan menunduk hormat karena sang ratu.
pintu istana terbuka, ratu Sundari berjalan ke singgasananya sedang Adam berdiri di bawah bersama abdi ratu Sundari yang lain.
"maaf ratu, bukankah dia adalah pemuda yang waktu itu melarikan diri. sedang apa dia kesini lagi" Senggi yang menjadi jin kepercayaan ratu Sundari melihat ke arah Adam dengan tatapan tidak suka
"dia tamu kita Senggi, bersikap baik kepadanya" ucap ratu Sundari
"tapi ratu, karena dia ratu diejek oleh penguasa jin yang lain karena gagal dalam menikah" ucap Senggi
"benar ratu, untuk apa membawanya kembali. dia pembawa sial untuk kerajaan kita" jin yang lain menimpali
"hukum saja ratu. dia pantas dihukum karena tindakan bodohnya yang mempermainkan ratu" ucap jin yang lainnya lagi
semua jin abdi ratu Sundari sangat tidak suka dengan kehadiran Adam. mereka menatap hantu itu dengan tatapan tajam dan sengit. jika mungkin tidak ada ratu Sundari, sepertinya Adam sudah lama diserang oleh mereka.
"kalian tidak perlu cemas karena kali ini dia tidak akan melakukan tindakan seperti kemarin" ucap ratu Sundari
"bagaimana ratu bisa seyakin itu...?" tanya Senggi
"aku tau apa yang kamu tidak tau Senggi, jadi berhenti menyudutkan Adam" ratu Sundari menatap Senggi memberi peringatan
"maaf ratu" tunduk Senggi
"perintahkan pelayan untuk menyiapkan kamar yang akan di tempati Adam"
"baik ratu" degan berat hati Senggi melakukan perintah ratunya
Adam tidak banyak bicara, hantu itu hanya diam tanpa terbuka mulutnya sedikitpun. karena ia tau, bicara sedikit saja dia akan di sorak oleh para jin itu karena tindakannya yang pernah kabur waktu lalu.
"tinggalkan kami berdua" ratu Sundari memerintahkan kepada para jin yang ada di tempat itu
"baik ratu" setelah mengucapkan itu, semuanya menghilang dan kini hanya tersisa Adam dan ratu Sundari
"kemari" ucap ratu Sundari
Adam berjalan menaiki setiap anak tangga untuk menuju ke singgasana sangat ratu. ratu Sundari memerintahkan dirinya untuk duduk di kursi bulat tidak jauh darinya, persis di samping namun tidak berdekatan.
"kamu akan tinggal sehari di sini sebelum kamu kembali"
"apa harus ratu...?" tanya Adam
"kenapa, kamu keberatan...?"
"kalau saya tinggal, saya tidak akan bisa menyelamatkan bayi saat ini yang akan dijadikan tumbal oleh dua orang biadab itu
" kamu akan menyelamatkannya nanti "
"maksud ratu, saya tidak mengerti" Adam bingung
"nanti kamu juga akan mengerti. bukankah kamu pemuda yang banyak tau dan tidak bisa di remehkan"
"ratu terlalu memuji"
"bukan memuji tapi memang itu yang aku lihat saat berada di dekatmu"
"apa ratu bisa melihat masa depan...?"
"saya akan mengatakan sekali lagi dengan perjanjian kita. bahwa kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku karena ikatan perjanjian yang telah kamu setujui. perjanjian akan batal jika aku sendiri yang membatalkannya dan jika kamu melakukan tindakan seperti kemarin maka bersiap kamu menanggung akibatnya" bukan menjawab pertanyaan Adam, ratu Sundari malah memberikan peringatan
"jangan kamu pikir aku tidak tau siapa yang membantumu untuk kabur dariku"
perkataan ratu Sundari itu membuat Adam seketika mengangkat kepalanya dan melihat ratu Sundari yang sedang menatapnya dengan tatapan tegas.
"jangan hukum dia ratu, saya yang bersalah telah memaksanya untuk membantuku" Adam memohon
"sayangnya saya tidak bisa mengabulkan permintaan mu. saya sangat membenci penghianat dan dia pantas mendapatkan hukuman" jawab ratu Sundari
"dan jangan pernah bermimpi untuk membebaskannya jika kamu tidak ingin menerima akibatnya" lanjut ratu Sundari
(Melati, maafkan aku) batin Adam yang sangat merasa bersalah
"kamarnya sudah siap ratu" Senggi datang memberitahu
"terimakasih Senggi, kamu boleh pergi"
__ADS_1
"baik ratu" Senggi pun menghilang
"istirahatlah di kamarmu"
"maaf ratu, bisakah saya menemui Melati sebentar saja...?" tanya Adam penuh harap
ratu Sundari nampak berpikir dan kemudian mengizinkan Adam untuk bertemu dengan Melati. ia memerintahkan pengawal istana untuk membawa Adam ke sel tahanan.
saat tiba di sel tahanan, Adam dapat melihat seorang wanita yang kedua tangannya di ikat bahkan kakinya di pasung agar tidak dapat melarikan diri. wanita itu sangat lemah dan bahkan ada darah di lantai yang sudah kering, jelas itu adalah darah dari wanita itu.
hati Adam sangat terisis melihatnya. tanpa sadar air matanya jatuh, semua yang di alami wanita itu adalah karena dirinya yang telah membantunya untuk kabur dari pernikahan.
"Melati" panggil Adam dengan lirih
merasa namanya disebut, Melati mengangkat kepalanya. terlihat dari sudut bibirnya berdarah dan wajahnya penuh lebam. melihat Adam, wanita itu tersenyum hangat.
"Adam" panggilnya
"maafkan aku Melati, maafkan aku" Adam tidak dapat lagi menahan air matanya yang lolos begitu saja
"bukan salahmu. tapi kenapa kamu bisa berada di sini lagi. bagaimana bisa kamu bisa datang ke alam ini lagi...?"
"aku datang sendiri" jawab Adam yang sungguh tidak kuasa menahan air matanya
"sebaiknya kamu pergi. kamu bisa ditangkap oleh ratu Sundari jika kamu tetap di sini" Melati mulai khawatir
tanpa berkata-kata Adam langsung memeluk wanita itu. tangisnya pecah memeluk tubuh lemah Melati yang tidak terurus. Adam merasa sangan begitu jahat telah membiarkan wanita yang telah menolongnya melalui penderitaan yang begitu pedih seorang diri.
"jangan menangis, aku tidak apa-apa" ucapnya lembut
"aku akan meminta ratu Sundari untuk membebaskanmu" Adam melepas pelukannya
"jangan. sebaiknya kamu pergi saja sebelum dia tau keberadaan mu di sini. pergilah Adam"
"tidak. aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini. lagi pula ratu sudah tau kalau aku di sini"
Melati menatap bingung laki-laki yang ada di depannya itu.
"apa maksudmu...?" tanya Melati
"aku tidak punya maksud apapun. sekarang tenanglah di sini, aku akan menghadap ratu untuk membebaskanmu" Adam berdiri
"jangan Adam"
"kenapa, aku tidak bisa melihat kamu tersiksa seperti"
"kalau kamu meminta ratu membebaskanku, dia pasti meminta pertukaran. pertukaran kalau kamu harus bersedia menjadi suaminya jika tidak dia tidak akan mau"
"maka aku akan lakukan itu. lagipula aku memang akan menjadi suaminya nanti"
"kamu akan menikah dengannya...?" Melati tidak percaya apa yang telah ia dengar
"kalau kamu melakukan itu karena aku maka batalkan saja. aku tidak apa-apa seperti ini"
"aku melakukannya bukan karena hanya kamu tapi karena nyawa yang ingin aku tolong. aku membutuhkan bantuan ratu Sundari dan sebagai balasannya aku harus menikah dengannya"
"jangan bilang kamu telah melakukan perjanjian dengannya" Melati menelisik wajah Adam
"darimana kamu tau...?" tanya Adam
"kamu gila Adam. kamu tidak akan bisa lepas darinya, dia tidak akan pernah melepaskan mu lagi" Melati sangat kaget bahkan tidak percaya Adam mengorbankan dirinya
"aku tidak punya pilihan lain, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan nyawa bayi yang tidak berdosa dan akan dijadikan tumbal"
"Adam" Melati menatap sendu hantu itu
"aku...... aku..... "
"ada apa....?" Adam menunggu kata yang akan keluar dari bibir Melati
belum sempat bicara, pengawal datang memberitahu bahwa Adam harus segera pergi karena ia sudah terlalu lama mengunjungi Melati.
sebelum pergi Adam menenangkan Melati dan meminta ratu Sundari agar ia melepaskan Melati, wanita yang telah menolongnya. sementara Melati menatap punggung Adam sampai hantu itu tidak terlihat lagi.
"saya meminta agar ratu membebaskan Melati" ucap Adam saat dirinya dan ratu Sundari berada di taman indah dekat istana
"apa yang begitu membuatmu ingin membebaskannya...?" ratu Sundari menatap Adam sekilas
"dia tidak bersalah, saya yang seharusnya berada di sana bukan dia"
"tapi dia ikut andil dan menghinanatiku. sudah saya bilang, saya paling benci yang namanya penghianat" jawab ratu Sundari
"saya akan melakukan apapun, tapi tolong lepaskan dia" Adam duduk dan bersimpuh di kaki wanita itu
"kamu menyukainya...?"
pertanyaan ratu Sundari membuat Adam seketika mengangkat kepalanya dan melihat sang ratu yang juga sedang menatapnya.
"ingat Adam, sekali lagi kamu melakukan hal yang membuat saya marah, aku akan melakukan hal yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya" ancam ratu Sundari dengan wajah anggunnya
di tempat lain, tim samudera melawan para kuntilanak yang sedang menyerang mereka. dengan ganasnya semua kuntilanak itu menyerang dengan kuku tajam yang panjang dan hitam.
bughh
bughh
mereka yang tidak mempunyai kesakitan seperti Adam hanya dapat mengandalkan tenaga otot untuk menghajar para mba kun itu.
__ADS_1
"El, gunakan keris dalam tubuhmu" teriak Leo yang sudah kewalahan
"gue nggak tau cara mengeluarkannya dalam tubuhku" jawab El yang juga berusaha melawan para makhluk itu
"gue udah nggak sanggup lagi, mereka terlalu banyak" teriak Vino yang mulai kelelahan
sraaaaak
Vino terkena cakaran kuku tajam kuntilanak membuat bajunya sobek dan lengannya terluka. saat kuntilanak itu menyerang kembali Vino, El berlari cepat dan menendang kuntilanak itu untuk menjauh dari Vino.
"elu nggak apa-apa Vin...?"
"sakit banget" Vino meringis, lengannya mulai mengeluarkan darah
tanpa banyak pikir, El membuka tasnya dan mengambil baju sekolahnya kemudian dengan baju itu El mengikat luka Vino.
"aaaaaaa tolong" Nisda berteriak karena salah satu kuntilanak membawanya pergi dengan cara terbang
"Nisda"
Starla memegang kaki gadis itu agar Nisda tidak dibawa pergi. sayangnya pegangan Starla terlepas sehingga Nisda di bawa terbang oleh kuntilanak.
Bara tidak tinggal diam. ia berlari mengerjar kuntilanak yang membawa Nisda pergi.
"keris larangapati, keluar" teriak El-Syakir namun teriakannya tidak membuat keris itu memunculkan dirinya
"mungkin pakai mantra El, mantra yang pernah diucapkan oleh Laksmi waktu itu" ucap Leo
"cepat El sebelum Nisda dibawa jauh" Starla mulai panik
El-Syakir menutup matanya mengingat mantra yang pernah diucapkan oleh Laksmi saat akan menyelamatkan Adam dari racun keris larangapati.
"jan sarikan lungurtum kris larangapati" El-Syakir merapalkan mantra
seketika keris yang bersemayam di dalam tubuh El-Syakir keluar dan mengeluarkan cahaya yang berkilauan. semua makhluk di tempat itu menutup mata karena tidak sanggup dengan cahaya yang keluar dari keris sakti itu.
El-Syakir melempar keris itu ke arah kuntilanak yang membawa pergi Nisda dan
jleb......
keris itu tertancap di perut kuntilanak itu dan akhirnya pegangannya terlepas. Nisda terjatuh namun Bara yang mengejarnya langsung menangkap gadis itu.
kuntilanak itu ambruk di tanah dan kemudian lenyap seperti debu. makhluk lain yang melihat keris itu langsung lari kalang kabut, takut mereka akan menjadi korban selanjutnya dari keris itu.
"elu baik-baik saja...?" tanya Bara
"iya, terimakasih" jawab Nisda yang berdiri dibantu oleh Bara
keris itu kembali ke tuannya. El-Syakir segera menangkap keris itu yang melayang ke arahnya. Ardi yang selama ini tidak melihat hal semacam itu dibuat terangan oleh kejadian tadi.
"keris itu benar-benar ada dalam tubuhmu...?" Ardi masih tidak percaya. meski waktu lalu ia melihat sendiri keris itu masuk ke dalam tubuh El-Syakir saat di gubuk di dalam hutan, namun ia tidak benar-benar berpikir bahwa keris itu memang ada dalam tubuh remaja itu
"kamu masih belum percaya...?" tanya Furqon
"tidak. aku percaya sekarang" jawab Ardi
"bisakah keris itu membawa kita keluar dari tempat ini...?" tanya Bara yang datang menghampiri mereka bersama Nisda
"gue nggak tau tapi bisa kita coba" jawab El
ia kembali merapalkan mantra yang di ucapnya tadi. keris yang ada di tangannya itu perlahan terangkat dan melayang layang di depannya.
"tunjukkan jalan keluar dari hutan ini" ucap El
keris itu kembali mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. mereka semua menutup mata karena tidak sanggup dengan cahaya terang itu. hingga akhirnya cahaya itu kembali redup masuk ke dalam keris larangapati.
mereka semua membuka mata dan saat itu juga mereka telah berada di pinggir jalan tempat mereka sebelumnya sehingga akhirnya mereka tersesat.
"kita kembali" Starla begitu senang
mereka semua lega bisa kembali ke alam yang seharusnya mereka berada. dengan cepat mereka menyalakan kendaraan dan melaju untuk ke kuburan.
tiba di sana mbah Surip dan samsul tengah melakukan ritual penumbalan. bayi mungil nan tampan itu berada di depan mbah Surip dengan dikelilingi bunga melati.
"terima persembahan ku ratu kegelapan" ucap mbah Surip dengan lantang
angin bertiup begitu kencang. seorang wanita datang dengan gelang yang bergerincing di kakinya. ia berkebaya hitam dengan rambut panjang dan mahkotanya serta ular yang melilit di tubuhnya.
"astaghfirullahalazim, dia benar-benar mempunyai ular" Nisda menutup mulutnya takut
"kalian menepati janji" ucap ratu Sri Dewi tersenyum senang
El-Syakir ingin berlari menggagalkan penumbalan itu namun entah mengapa ia tidak bisa masuk ke dalam sana. begitu juga yang lain mereka ingin menghampiri kedua pria dan ratu Sri Dewi namun mereka terhalang seperti dinding yang tidak terlihat.
"sial" umpat El-Syakir
jan sarikan lungurtum kris larangapati
"hancurkan dinding ini" ucap El
keris sakti itu langsung menghancurkan pagar gaib yang dibuat oleh mbah Surip. setelah pagar gaib terbuka mereka semua berlari masuk ke area kuburan.
mbah Surip sedang bersiap menusuk bayi itu dengan keris yang ada ditangannya namun yang terjadi adalah
sreeeeet...
tangannya di sayat oleh keris larangapati yang dilempar oleh El kepadanya sehingga mbah Surip teriak kesakitan dan menjatuhkan kerisnya.
__ADS_1
"siapa yang berani menggangu penumbalan ku" ratu Sri Dewi begitu marah
"aku" jawab El yang sudah berdiri di dekat mereka bertiga