Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 90


__ADS_3

tim samudera keluar dari persembunyian dan mendekati rumah mbah Surip. mereka akan menjadi tamu di rumah itu untuk membuat mbah Surip fokus kepada mereka dan Adam bisa masuk ke dalam rumah.


tok tok tok


"assalamu'alaikum" salam El namun tidak ada jawaban salam dari dalam


"assalamu'alaikum" El kembali mengucap salam


"wa alaikumsalam" suara jawaban salam terdengar dari dalam


mbah Surip membuka pintu dan ia melihat para anak remaja sedang berkumpul di depan rumahnya.


"ada apa, siapa kalian...?" tanya mbah Surip


"kek tolong teman kami, dia pingsan" ucap El, ia menunjuk ke jalan raya dimana Starla pura-pura pingsan dan di pangku oleh Nisda di pinggir jalan


"kenapa dengan teman kalian...?" tanya mbah Surip


"nggak tau kek, Tiba-tiba saja pingsan. kami tidak punya tujuan selain di rumah kakek karena di sini tidak ada rumah yang lain" jawab Vino memasang wajah raut khawatir


mbah Surip menelisik mereka satu persatu dan ia berjalan mendekati Nisda yang sedang memangku Starla. wajah gadis itu pucat pasi, entah apa yang dilakukan Adam padanya agar keadaan Starla dapat meyakinkan mbah Surip kalau dia benar-benar sakit.


sementara mbah Surip sibuk dengan anak-anak itu, Adam dan Leo segera masuk ke dalam rumah mbah Surip. mereka mencari-cari keberadaan bayi tadi. di periksanya kamar satu persatu dan mereka melihat bayi itu sedang tertidur pulas di ranjang dengan selimut bayi yang digunakannya.


"sungguh tamak manusia yang menumbalkanmu" ucap Adam menatap bayi tampan itu


"apa yang harus kita lakukan sekarang...?" tanya Leo


"menyelamatkan bayi ini" jawab Adam


"gendong bayi ini dan kita keluar" lanjut Adam


Leo segera menggendong bayi anteng yang tidak menangis itu. sedari tadi bayi itu terlelap pulas, mungkin telah diberi makan oleh mbah Surip dengan memberinya susu karena ada botol susu di meja dekat ranjang.


saat keluar kamar ternyata tidak semudah saat mereka masuk. keduanya dihadang oleh makhluk mengerikan di depan pintu. makhluk besar dengan penuh bulu di tubuhnya, giginya tajam dan bermata merah. makhluk itu menatap Adam Leo dengan tajamnya.


"bagaimana ini dam...?" Leo ketakutan


"aku tidak punya urusan denganmu, jadi minggirlah" Adam memperingatkan makhluk itu


"kalian masuk tanpa permisi dan menculik bayi itu, tidak akan aku biarkan kalian pergi begitu saja. kembalikan bayi itu pada tempatnya" ucap makhluk itu dengan suara berat menakutkan


"justru karena aku menculiknya untuk menyelamatkan bayi ini dari perbuatan biadab kakek tua bangka itu" timpal Adam


"beraninya kamu menghina tuanku. grrrrrrrr"


makhluk itu menyerang Adam, dan saat itu juga Leo mengambil kesempatan untuk keluar dari kamar dan langsung menuju pintu yang berada di belakang.


sayangnya tidak semudah dugaannya untuk keluar dari rumah itu. Leo dihadang oleh tiga makhluk yang sepertinya sudah menunggunya di pintu dapur itu.


(mampus gue) batin Leo melihat ketiga makhluk itu sedang menatapnya tajam


lain keadaan di dalam rumah lain juga keadaan di luar rumah. mbah Surip tengah memeriksa Starla yang keadaannya tidak sadarkan diri. saat tangan pria tua itu memegang kepala Starla, seketika itu Starla membuka mata dan menatap tajam mbah Surip. gadis itu mencekal tangan mbah Surip yang ingin memegang kepalanya.


"hihihihihihi, sayangnya aku" di luar dugaan Starla merangkul manja lengan mbah Surip


(haduuuh kak Dirga, kok kunti centil begini sih yang rasuki Starla) batin El melihat tingkah Starla yang kegenitan terhadap mbah Surip


(oh my god oh emji hellooooooo...... awas aja lu dam, beraninya nyuruh kunti ganjen merasuki ayang bebku. sekarang dia malah kecentilan sama kakek tua itu. ish adaaaaaaaaaam) Vino teriak dalam hati dengan kekesalan


Bara menahan tawa melihat tingkah Starla dan juga melihat wajah Vino yang sudah merah padam merasakan api kecemburuan yang membara.


"sayangnya aku kok baru datang sih, aku kan sudah menunggu lama" Starla bangun dan bermanja di lengan mbah Surip


"sepertinya pacar kamu benaran kecentol sama kakek ini" bisik Bara di telinga Vino


"sembarangan kalau ngomong. amit-amit jabang bayi" Vino menggeleng cepat


"apa yang telah dia lakukan sampai bernasib seperti ini...?" tanya mbah Surip


"dia tadi pamit buang kecil kek tapi setelah datang tingkahnya aneh dan akhirnya pingsan kemudian jadi seperti itu" jawab El


"dia kerasukan" ucap mbah Surip

__ADS_1


"aku kerasukan panas api cintamu sayang. hihihihihihi" ucap Starla begitu ganjen


"sayang, ayo kita menikah. kamu pernah bilang akan menikahiku. sekarang saja ya kita menikahnya" ucap Starla bermanja di dada mba Surip


"what.....?" Vino teriak kaget mendengar ucapan Starla


"buahahahaha" bara dan El tidak dapat menahan tawa, Nisda menggigit bibirnya agar tawanya tidak pecah


"aku akan menikahimu tapi keluar dari tubuh anak ini" mbah Surip mendorong tubuh Starla yang selalu ingin menempel padanya


"nggak mau, aku suka anak ini. dia cantik dan manis. aku mau tubuhnya" jawab Starla menggeleng


"keluar atau aku paksa" ucap mbah Surip


"hihihihihihi..... jangankan main paksa, nggak dipaksa juga aku rela asal sama kamu terus" Starla begitu lain dari tingkah lakunya. sepertinya mba kun yang merasukinya benar-benar kunti keganjenan


"sayang" Vino merengek karena tidak suka melihat pacarnya kecentilan oleh mbah Surip


"heh anak edan. sayangnya aku itu yang ini, bukan kamu" Starla membentak Vino


mbah Surip akan memegang kepala Starla berniat mengeluarkan mba kun yang merasuki tubuh gadis itu. namun Starla malah mendorong mbah Surip dan gadis itu berlari melompat-lompat di tengah jalan. itu adalah bagian dari rencana mereka seperti yang Adam katakan.


"ingat mba kun, jangan biarkan kakek tua itu mengeluarkan mu dari tubuh gadis ini sebelum aku dan dia keluar" Adam menunjuk Leo


"hihihihihihi" mba kun hanya cekikikan dan mengangguk


"elu serius buat Starla kesurupan. nanti kalau terjadi apa-apa dengannya gimana...?" tanya Leo


"memangnya kalian punya ide selain itu...?" tanya Adam dan mereka semua menggeleng


"kita mungkin akan ketahuan tapi sebelum ketahuan kita harus mendapatkan bayi itu dan kalian membawanya. urusan mbah Surip biar menjadi urusanku nanti"


"kenapa kamu berasumsi kita akan ketahuan. kalau ketahuan lebih baik langsung serang saja nggak usah pakai rencana" timpal Vino


"ya udah elu aja sana yang pergi, serang mbah Surip dengan kekuatanmu. paling juga elu K. O" ucap Bara


"ya nggak maulah, enak aja gue sendirian" jawab Vino


"seorang pencuri pastinya akan mengendap-endap masuk ke dalam rumah targetnya. kalau langsung masuk aja tanpa perencanaan bisa babak belur dia. meskipun ketahuan kadang dia bisa melarikan diri. sama yang seperti kita lakukan. kalau langsung serang, tenaga kita akan terkuras dan belum tentu kita mendapatkan bayi itu. makanya kita menyusun rencana. andai ketahuan setidaknya bayi itu sudah kita dapatkan" Adam menjelaskan


"sebelum aku dan Leo keluar, tetap alihkan perhatian mbah Surip"


di alam lain, Adam masih bertempur dengan makhluk berbulu itu. Adam sengaja ke di alam gaib karena dia tidak ingin makhluk itu memberitahu tuannya kalau ada penyusup di rumahnya.


lain Adam lain juga dengan Leo. dia yang tidak mempunyai kekuatan seperti Adam hanya bisa terus menghindar saat ketiga makhluk itu menyerangnya.


"lepasin makhluk jelek" Leo memberontak karena lidah panjang makhluk itu melilit tubuhnya


bughhh


Leo di lempar ke dinding, bayi itu juga ikut terlempar jauh dan


hap


makhluk yang satunya menangkap bayi itu dan berlari ke luar namun Leo menyandung kakinya dan makhluk itu terjatuh dan lagi bayi itu terlempar. dengan cepat Leo berlari dan menangkapnya sehingga bayi itu tidak mendarat di lantai.


Leo sudah tidak sanggup lagi melawan mereka bertiga. dirinya di kepung dan ia pasrah dengan apa yang akan ketiga makhluk itu lakukan.


braaaaaaaak


pintu terbuka, mbah Surip masuk ke dalam rumah dengan amarah yang membuncah. rupanya benar apa yang Adam katakan, mbah Surip bukan orang yang mudah dikelabui, mereka pasti akan ketahuan.


mba kun yang tidak bisa lagi menghindari mbah Surip, langsung dikeluarkan dari tubuh Starla. saat itu juga Starla langsung pingsan. awalnya mbah Surip tidak curiga namun ia melihat tingkah Vino yang selalu memeriksa handphonenya dan terus melihat ke arah belakang rumahnya membuat mbah Surip seketika bangun dan langsung menuju rumahnya.


"kek... kakek jangan masuk" teriak Vino spontan


"apa yang kalian rencanakan...?" mbah Surip menatap mereka tajam


"maksud kakek...?" El-Syakir tetap bersikap tenang


tanpa menjawab mbah Surip masuk ke dalam rumah dan ia langsung melihat Leo yang sedang menggendong bayi mungil itu dan bersandar di dinding karena dirinya sudah di kepung oleh makhluk peliharaan mbah Surip.


"Anak-anak ingusan. beraninya mempermainkanku" ucapnya penuh amarah

__ADS_1


tubuh Leo tiba-tiba saja melayang mendekat ke arah mbah Surip. Leo bahkan berpegang di meja namun mbah Surip seakan magnet yang menarik paksa dirinya sehingga Leo melayang begitu cepat ke arah kakek tua itu. mbah Surip mengambil paksa bayi mungil dalam gendongan Leo.


pria tua itu bersiap melakukan serangan kepada tubuh remaja itu. El-Syakir berlari cepat untuk menangkis pukulan mbah Surip, karena sepertinya kakek tua itu melakukan tenaga dalam untuk menghajar Leo.


Leo menutup mata, dalam pikirannya dia akan terluka akibat pukulan itu dan mungkin bahkan saja dirinya mati. lama menutup mata pukulan tangan mbah Surip tidak juga mendarat di perutnya. saat Leo membuka matanya, Adam telah menahan tangan pria tua itu dan ia memukul dada mbah Surip sehingga pria tua itu mundur beberapa langkah.


"kak Dirga"


"kak Dirga"


"Adam"


"huffftt.... untung pahlawan kita datang"


yang tadinya tim samudera tegang, kini mereka bisa bernafas lega karena Leo di selamatkan oleh Adam.


"kurang ajar. siapa kalian sebenarnya. kenapa datang menggangguku" teriak mbah Surip


"tidak perlu tau siapa kami pak tua. sekarang serahkan bayi itu kepada kami" jawab Adam


"cih, bocah ingusan dan arwah gentayangan seperti kamu yang mengancamku. hahahaha" mbah Surip tertawa keras


"hei kalian bertiga, serang dia" mbah Surip memerintah makhluk peliharaannya untuk menyerang Adam


Adam hanya tersenyum tipis, ia menyuruh Leo untuk mundur. dengan wajah bringas ketiga makhluk itu menyerang Adam namun sepertinya makhluk seperti mereka bukan tandingannya. hanya dalam beberapa detik saja ketiga makhluk itu lenyap menyusul makhluk berbulu yang telah Adam musnahkan di alam gaib tadi.


"kurang ajar" mbah Surip menyerang Adam masih dengan menggendong bayi itu


keduanya terlibat pertempuran sengit, bahkan Adam terlihat kewalahan menghadapi pria tua itu.


"hahahaha. kamu itu hanya arwah sampah yang bukan tandinganku" mbah Surip tertawa sombong


"kak Dirga" El-Syakir mendekati Adam yang memegang dadanya karena terkena pukulan mbah Surip


"menghadapi kalian hanya membuat tenagaku habis sia-sia"


mbah Surip tiba-tiba saja menghilang menyisakan kepulan asap putih. tim samudera berlari ke tempat pria itu berdiri, pria tua itu sudah tidak ada di sana.


"bayinya dibawa dam" ucap Vino


"bagaimana dong ini...?" tanya Starla


"sayang, kamu kok kesini. kepalamu kan masih sakit" Vino mendekat ke arah Starla


"udah baikan yank, pusingnya udah mulai hilang" jawab Starla


"sekarang apa yang harus kita lakukan...?" tanya Nisda


"kita susul dia. aku tau dia kemana" jawab Adam


"memangnya kita mau susul dia kemana...?" tanya Bara


"kuburan. malam jam 12 nanti, mereka akan menumbalkan bayi itu. kita harus menghentikannya. tapi sepertinya mereka akan melakukan dengan cepat magrib nanti" jawab Adam


"kamu nggak apa-apa kak. sepertinya mbah Surip ilmunya lebih tinggi. kita nggak mungkin mengalahkan dia" ucap El


"bukankah kamu juga mempunyai ilmu tinggi dalam dirimu" Adam menatap El


"maksud kak Dirga...?" El bingung


"keris larangapati ada di dalam tubuhmu. keris itu mempunyai kesaktian luar biasa. bukan hanya menumpaskan makhluk gaib namun juga keris itu dapat kamu pergunakan kekuatannya untuk melawan makhluk gaib dan juga manusia seperti mbah Surip" ucap Adam


"apa iya. tapi aku nggak merasakan apa-apa kak" timpal El


"mungkin karena kamu tidak tertarik pada keris itu dan bahkan mungkin kamu lupa kalau keris itu ada dalam tubuhmu kalau bukan aku yang mengingatkan mu tadi" ucap Adam


El mengangguk karena apa yang dikatakan Adam memang benar. ia bahkan lupa kalau keris sakti itu ada di dalam tubuhnya, menyatu dengan dirinya karena Laksmi yang menginginkan keris itu untuk bersamanya.


"kita harus ke kuburan sekarang. disana nantinya yang akan kita lawan bukan hanya mbah Surip namun juga ratu penguasa kegelapan. ratu Sri Dewi" ucap Adam


"mbah Surip aja kita nggak bisa lawan apalagi ratu Sri Dewi, bisa metong benaran kita nantinya" ucap Vino


"hush ayang ih. jangan pesimis napa. ada Tuhan yang dapat mengalahkan mereka. kita hanya perlu bantuan Allah yang maha Kuasa" timpal Starla

__ADS_1


"hanya ada satu yang dapat mengalahkan ratu Sri Dewi" ucap Adam serius


"siapa dia...?" tanya mereka serentak dengan rasa penasaran


__ADS_2