Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 214


__ADS_3

tidak ada yang abadi di dunia ini selain Tuhan Yang Maha Kuasa. setan dan iblis apapun yang kamu sembah, dia akan hancur setelah harinya tiba dan kamu akan ikut terseret ke dalam neraka bersama dengannya.


nauzubillah minzalik....


hanya karena kesenangan dunia, kita rela menukar tauhid menyembah iblis yang terkutuk. seperti halnya dengan apa yang dilakukan Baharuddin sekarang, sungguhlah tamak dirinya dan celakalah ia.


masih dengan angin kencang yang menghantam pulau itu, semua orang berusaha untuk mencari tempat perlindungan. tim samudera kesulitan melawan para makhluk gaib karena tubuh mereka selalu terseret oleh angin badai itu.


"kak Deva, bawa semua orang ke tempat yang aman dengan kekuatan anginmu" teriak Adam yang berusaha menghindar tatkala tangan besar Baharuddin akan menyapu dirinya


"aku nggak bisa, ditambah dengan angin yang aku panggil, bisa terbang semua orang" Deva ikut berteriak


akhirnya El-Syakir berlari ke arah Zidan dan para pengawalnya serta masih ada anak buah Jacob yang bersama dengan mereka. El-Syakir membuat pagar gaib untuk menghalangi angin tornado itu menerbangkan semua orang. bahkan tim samudera ikut berlindung di pagar gaib itu. mereka tidak dapat bertarung.


kini tinggallah Senggi yang melawan semua lelembut itu. tanpa ampun wanita abdi setia ratu Sundari menghabisi satu persatu makhluk gaib yang berwajah mengerikan itu.


El-Syakir bangkit kembali setelah membuat pagar gaib, ia kembali untuk membantu Adam yang kini sedang berhadapan dengan Baharuddin yang telah bertubuh raksasa dan begitu mengerikan.


tangan besarnya berusaha menangkap keduanya namun baik El-Syakir maupun Adam terus menghindar. mereka juga melesatkan serangan kepada Baharuddin yang telah menyerupai iblis sebenarnya, namun seakan tidak mempan sama sekali bahkan tidak melukai segorespun tubuh besar iblis itu.


"kita tidak bisa seperti ini, yang ada nanti kita yang akan di lahap olehnya karena semakin lelah menyerang. kita harus melakukan sesuatu kak" El-Syakir bertahan agar tidak terbawa angin dengan keris larangapati miliknya


"El, kamu tau kan apa fungsi dari kerismu itu...?" Adam menatap El-Syakir


"tentu saja untuk melenyapkan makhluk gaib bahkan hanya dalam sekali tusuk"


"meskipun iblis sekalipun bukan...?"


"iya, memangnya kenapa...?"


Adam tersenyum licik, ia kini mempunyai cara untuk mengembalikan bobot tubuh Baharuddin seperti semula.


"kita serang dari berbagai arah, jangan melalui bawah namun kita panjat tubuhnya. lukai setiap tubuhnya yang kita panjat. tepat di jantungnya nanti, hunuskan keris larangapati itu"


"bagaimana caranya, dia bahkan bisa menangkap kita nanti. bisa mati kita kalau dengan tangan besarnya itu dia meremukkan tulang belulang kita berdua"


"maka usahakan jangan sampai kamu tertangkap. ayo bersiaplah"


GRUAARR


Baharuddin menginjak tanah dengan satu kakinya membuat tanah seketika bergetar hebat seperti gempa bumi. ia bahkan mencabut pohon-pohon di sekitarnya dan melempar ke arah El-Syakir dan Adam. mereka berdua melesit ke berbagai arah sehingga tidak terkena lemparan Baharuddin.


"sekarang El" teriak Adam


El-Syakir mengangguk paham dan keduanya mulai melancarkan rencana. mereka mulai melompat menggelantung di tubuh besar itu, Baharuddin dengan tangan besarnya menangkap keduanya namun keduanya begitu lincah tanpa bisa di tangkap olehnya.


"kita bantu mereka" ucap Leo


"jangan keluar dari pagar gaib ini, kalian bisa celaka" Helmi menahan mereka


"kami lebih celaka daripada harus berdiam diri di sini paman. tim samudera itu harus bersatu bukan melawan dengan cara maju satu persatu" timpal Leo


"benar, kita harus membantu mereka" Bara bersuara


"kalian semua siap kan...?" Bara melihat semua tim samudera


"siap" teriak semuanya


"pantang mundur mati tak gentar" Vino berteriak kemudian melesat keluar dari pagar gaib


semua tim samudera berlari ke arah El-Syakir dan Adam. meskipun angin masih memporak-porandakan tempat itu, dengan gigihnya mereka terus berjuang untuk sampai di tempat. Senggi masih melawan makhluk gaib yang berjumlah ratusan itu. namun dirinya tidak memerlukan bantuan, hanya satu kali serangan saja sudah dapat melenyapkan tiga sampai empat makhluk gaib itu.


El-Syakir terjatuh saat sudah mencapai di pundak Baharuddin karena ia terkena sapuan tangan besar iblis itu. melihat adiknya terjatuh, Adam melesat cepat dan menangkap El-Syakir sehingga mereka mendarat di tanah dimana tubuh Adam berada di bawah. ia menjadikan tubuhnya sebagai tempat pendaratan El-Syakir.

__ADS_1


Baharuddin hendak menginjak keduanya. Adam yang masih memeluk El-Syakir menggulingkan tubuh mereka ke arah kanan sehingga kaki besar raksasa itu tidak mengenai keduanya. hanya debu yang berterbangan karena injakan keras iblis itu.


kembali Baharuddin akan menangkap keduanya dengan dengan tangan besarnya, saat itu juga sebuah pedang samurai melesat melukai tangannya. jari jempol Baharuddin terpotong oleh pedang milik Leo.


GRUAARR


Baharuddin kesakitan, karena sekarang bukan hanya tangannya yang terluka namun juga ternyata tim samudera melukai setiap tubuhnya yang berada di bawah sana. Bara terus menusuk kaki besar itu dengan tombak miliknya, Melati dengan kapaknya dan Alana dengan keris mininya. semua orang bersatu untuk menumbangkan iblis itu. meskipun Baharuddin mempunyai kekuatan besar namun gerakannya yang lambat membuat tim samudera dapat menghindar dengan cepat sebelum terkena pukulan.


Starla dan Nisda melesatkan selendang mereka mengikat kedua tangan Baharuddin. setelah itu mereka melilit selendang itu di pohon agar keduanya tidak terseret saat Baharuddin mencoba membebaskan ikatan tangannya.


kesempatan yang bagus untuk El-Syakir dan Adam. melihat kedua tangan Baharuddin terikat, keduanya mulai kembali memanjat tubuh besar itu. Baharuddin semakin terjepit, ternyata meskipun berubah menjadi tubuh iblisnya, masih belum bisa mengalahkan tim samudera.


tepat di bahu iblis itu, Adam mengeluarkan kuku tajamnya dan menusuk mata Baharuddin. Baharuddin berteriak keras karena satu matanya kini menjadi buta, setelahnya Adam kembali menusuk mata yang satunya hingga ini Baharuddin tidak lagi dapat melihat. kesempatan itu digunakan oleh El-Syakir untuk melancarkan aksinya.


El-Syakir melompat ke dada Baharuddin dan menusukkan keris larangapati tepat di jantung iblis itu. setelahnya ia menarik kerisnya dan kembali menusuk hingga tiga kali.


Baharuddin langsung tumbang seketika, jatuh tersungkur di tanah. tubuhnya kembali seperti semula menjadi manusia kembali.


bersamaan dengan tewasnya Baharuddin, kondisi alam kini kembali seperti sebelumnya. angin kencang mulai berhenti, awan hitam yang menghalangi cahaya matahari telah menghilang. kini pulau itu telah terang kembali. air laut yang tadinya begitu ganas kembali teduh seperti sediakala.


Sri Dewi begitu marah melihat Baharuddin telah dibunuh oleh tim samudera. dengan membabi buta ia melesat dan menyerang tim samudera. ratu Sundari tidak tinggal diam. meskipun kini ia terluka parah, ratu Sundari menghalangi sihir Sri Dewi dengan tongkat emas miliknya.


ddduuuaaaar


serangan Sri Dewi berhasil ditampik oleh ratu Sundari dan mengenai dahan pohon. tepat di depan Adam, ratu Sundari jatuh tersungkur ke tanah. mulutnya sudah dipenuhi darah, entah sudah berapa kali wanita itu terkena serangan Sri Dewi.


"ratu" Adam menangkap tubuh ratu Sundari


emosinya memuncak melihat wanita yang ia cintai sudah tidak berdaya di pelukannya. Senggi datang dan duduk di samping ratu Sundari.


"ratu" Senggi menahan tangis


"wanita iblis, akan aku bunuh kamu" Adam beranjak namun ratu Sundari menahannya


Sri Dewi meletakkan tubuh Baharuddin di tanah setelah ia memeluknya tadi


wanita itu bangkit dan mulai membaca mantra, detik berikutnya sebuah batu besar telah berada di dekatnya dan seorang wanita terbaring di atasnya. semua orang kaget, mereka begitu terkejut melihat siapa wanita itu.


"itu kan... tubuh ratu Sundari" ucap Melati


"iya benar...itu tubuh ratu Sundari" timpal Alana


melihat tubuhnya berada di depan matanya. ratu Sundari perlahan berdiri dibantu oleh Adam. Adam merengkuh pinggang wanita itu agar tidak terjatuh nantinya meskipun sebenarnya hal itu tidak mungkin namun Adam waspada tetap tidak ingin jauh dari wanitanya.


"sebentar lagi kamu akan mati Sundari jika kamu tidak bersatu dengan tubuhmu ini. kamu tau, jiwamu perlahan-lahan akan aku musnahkan dan kalian berdua tidak akan pernah bisa bersatu" Sri Dewi menatap nyalang ke arah Adam dan ratu Sundari


"apa maumu Dewi...?" tanya ratu Sundari


"kamu tau apa yang aku mau. kerajaan karing-karing dan semua wilayah kekuasaan mu. tapi itu dulu sekarang yang aku mau adalah nyawa kalian semua karena kalian telah melenyapkan nyawa kekasihku"


"dia pantas mati" Zidan datang bersama pengawal


mereka dapat melihat Senggi dan ratu Sundari karena keduanya menampakkan wujud kepada mereka.


"dan sekarang kamu yang akan mati"


Sri Dewi melesatkan serangannya ke arah Zidan, El-Syakir berlari dan menangkis serangan itu dengan keris miliknya.


"kalian pikir dengan jumlah kalian yang banyak dapat mengalahkan aku...? hhh jangan mimpi, akulah yang akan menghabisi kalian semua"


Sri Dewi duduk bersila dan bibirnya bergerak membaca mantra. seketika tubuh ratu Sundari menegang dan melesat cepat ke arahnya. Adam begitu kaget dan ingin menghampiri ratu Sundari namun pagar gaib menghalangi dirinya.


"LEPASKAN DIA WANITA TERKUTUK"

__ADS_1


Adam membabi buta menyerang pagar gaib yang dibuat oleh Sri Dewi namun percuma saja, sama sekali tidak dapat dihancurkan.


"LEPASKAN DIA"


tim samudera berlari dan membantu Adam namun kekuatan mereka tidak seberapa dengan kekuatan yang dimiliki oleh Sri Dewi.


"hahahaha"


"kekasihmu akan mati di tanganku seperti kamu membunuh kekasihku"


ratu Sundari begitu kesakitan, bahkan tongkat miliknya telah jatuh ke tanah. Sri Dewi mengarahkan telapak tangannya ke arah ratu Sundari menyerap semua energi yang jiwa ratu Sundari. meskipun kesakitan, ratu Sundari tidak membuka mulut untuk berteriak, ia hanya menggigit bibir menahan sakit yang luar biasa.


"aaaggghh...KURANG AJAR"


emosi yang menggebu-gebu bahkan sudah sampai di ubun-ubun membuat Adam berubah wujud. kuku tajamnya kembali terlihat, matanya kian merah menyala dan dua tanduk kecil muncul di kepalanya. itu adalah puncak kemarahan yang ada dalam diri Adam.


tim samudera tentu tidak terkejut namun berbeda dengan Zidan dan semua orang. mereka begitu kaget melihat perubahan wujud Adam.


"astaga, apa tuan muda sebenarnya adalah iblis" Helmi menganga tidak percaya


"astaghfirullah" Zidan sungguh sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat. bukan hanya dirinya bahkan anak buah Jacob pun merinding dan ketakutan melihat Adam


semakin lama jiwa ratu Sundari semakin melemah. sementara Adam memusatkan semua energi miliknya di telapak tangannya dan ia menghantam pagar gaib itu hingga berhasil ia hancurkan.


ddduuuaaaar


ddduuuaaaar


ledakan keras terjadi saat Adam berhasil menghancurkan pagar gaib itu.


swing


swing


tanpa aba-aba Adam melesatkan serangan ke arah Sri Dewi. wanita itu berputar agar tidak terkena serangan Adam. Adam berlari untuk menyelamatkan ratu Sundari namun tubuhnya tidak bisa bergerak. ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya selangkah pun. tim samudera mencoba membantu namun Sri Dewi menyerang mereka sehingga mereka terpental jauh.


El-Syakir melempar keris larangapati ke arah Sri Dewi, sia-sia saja karena keris itu berbalik ke arah tuannya. El-Syakir menangkap kerisnya dan melesatkan cahaya putih untuk menyerang wanita itu. Sri Dewi menangkis dengan sihirnya sehingga dua kekuatan yang saling bertemu menimbulkan ledakan yang begitu keras.


Senggi melesat untuk melawan Sri Dewi, namun seperti yang lainnya ia terpental terkena serangan Sri Dewi.


"aaaggghh"


"hahaha, lihatlah kekasihmu ini.... sebentar lagi dia akan musnah"


Adam sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa. ia hanya dapat menangis melihat ratu Sundari begitu tersiksa. air matanya terus tumpah tanpa hentinya.


perlahan jiwa ratu Sundari mulai menghilang. mulai dari kaki dan terus naik ke atas. wanita itu menyunggingkan senyum teduh ke arah Adam. air matanya ikut jatuh dan ia mengatakan sesuatu tanpa suara dan hanya gerakan bibir saja.


"aku mencintaimu"


setelah mengatakan itu jiwa ratu Sundari menghilang lenyap seperti debu.


"TIDAAAAAAK"


_________________________________________


catatan :


sebenarnya aku belum akan up karena ada keluarga yang meninggal. namun karena aku sudah terlanjur tulis dan tinggal beberapa kalimat lagi maka aku selesaikan satu episode ini.


terimakasih untuk kalian semua yang telah membaca petualangan mistis. semoga kita semua dalam lindungan Allah yang Maha Kuasa. Kematian memang nyata dan akan kita alami setiap yang bernyawa.


aku benar-benar tidak menyangka beliau akan pergi secepat itu. baru kemarin kami bertemu di tempat tugas, bahkan duduk cerita bersama namun sekarang beliau telah pergi lebih dulu.

__ADS_1


semoga kita semua dipanggil Tuhan dalam keadaan Husnul khatimah.


__ADS_2