
El-Syakir memeluk dengan erat tubuh Adam. El-Syakir bahkan sudah mendekati gila karena kehilangan kakaknya itu. di pelukan Adam, El-Syakir menangis sesegukan.
Adam mengelus lembut punggung adiknya itu. hanya itu yang bisa ia lakukan untuk menenangkannya. setelahnya ia melepaskan pelukannya dan menangkup wajah El-Syakir.
"berhenti menangis, aku sudah di sini" Adam menghapus air mata El-Syakir. mata adiknya itu sudah sembab dan memerah menangis seharian
ayah Adnan dan ibu Arini langsung memeluk keduanya. Alana pun ikut dipeluk oleh mereka.
ibu Arini menciumi seluruh wajah Adam, ia bersyukur putranya itu ternyata masih hidup.
sementara itu Adam melihat Deva yang masih mematung di tempatnya. ia mendekati kakaknya itu dan tersenyum membuka tangan lebar-lebar agar Deva memeluknya.
hal itu membuat Deva tidak dapat menahan air matanya. ia langsung memeluk Adam dengan perasaan haru dan bahagia. kejadian empat tahun lalu membuat Deva begitu trauma. ia takut Adam akan benar-benar pergi.
setelahnya mereka kini merasa tenang karena Adam masih hidup. namun kini tanda tanya besar ada di dalam kepala mereka. tubuh siapa yang hancur dan berada di dalam peti tersebut.
"terus kalau bukan Adam, lalu yang ada di dalam peti ini, siapa...?" Leo bertanya
"padahal DNA-nya sama dengan Dirga sehingga kita semua mengira tubuh yang hancur ini adalah Dirga" ucap Randi
"itu semua tidak penting. tubuh siapapun itu, sebaiknya kita makamkan besok pagi agar tidak membusuk di dalam" ayah Adnan menimpali
"lalu bagaimana bisa tuan muda selamat, padahal jelas-jelas saat itu kami melihat tuan muda meledak bersama laki-laki itu" Helmi melihat ke arah Adam
(pasti ratu Sundari yang menyelamatkannya) batin Ardi menatap Adam
"aku kan jago paman, bisa melakukan sulap yang tidak kalian ketahui" Adam menjawab dan itu tentu tidak membuat Helmi puas begitu juga ayah Adnan dan yang lainnya
sementara tim samudera, mereka sudah menduga kalau Adam diselamatkan oleh sang ratu penguasa hutan timur, ratu Sundari.
"coba jelaskan yang benar Dirga, bagaimana kamu bisa selamat saat itu bahkan langsung menghilang. padahal jelas-jelas tubuhmu ayah lihat, ikut meledak" kali ini ayah Adnan yang mendesak Adam
"cukup ayah dan semuanya tanamkan dalam hati kalau yang menolong saya adalah Tuhan, kalau bukan karena Dia, aku tidak mungkin bisa selamat" Adam tidak ingin menceritakan yang sebenarnya. siapa yang akan percaya dengan ceritanya kalau dirinya ditolong oleh kekasihnya, sang ratu dari alam gaib
"tidak penting bagaimana Dirga selamat, yang terpenting sekarang dia kembali bersama kita saat ini. lebih baik sekarang kita istrahat, besok kita makamkan tubuh di dalam peti ini dan kalian harus melakukan pencarian lagi terhadap Vania" ibu Arini angkat bicara
mereka semua sepakat untuk istrahat. tapi tidak dengan para pengawal lainnya. penjagaan diperketat, mulai dari depan sampai halaman belakang rumah.
Lima pengawal kepercayaan Sanjaya grup, sedang berkumpul di ruang tempat biasanya mereka membahas yang hal yang penting dan genting seperti ini. malam itu mereka tidak bisa tidur. rencana harus di susun dengan cepat.
karena Zidan yang menjadi pemimpin tidak ada, maka mereka semua bekerja sama untuk merencanakan taktik yang akan mereka gunakan.
"aku sudah mencari semua data yang berkaitan dengan Baharuddin. saat ini dirinya mempunyai perusahaan di kota X, tapi dia tidak tinggal di sana melainkan dirinya tinggal di kota ini" Helmi menjelaskan data hasil pencariannya
"berarti selama ini dia sudah memata-matai keluarga Sanjaya" ucap Pram
"dan dia mencari waktu yang tepat untuk membuat keadaan gempar seperti sekarang. Zidan koma dan Vania mereka culik. sepertinya Vania akan dijadikan alat untuk menjebak pak Adnan karena sampai sekarang pak Adnan masih menjadi pimpinan Sanjaya grup" timpal Furqon
"apa sebaiknya kali ini Dirga mengambil alih pimpinan Sanjaya grup. bagaimanapun juga dia sudah berumur 20 tahun lebih" ucap Randi
"jangan sekarang. nyawa Dirga akan terancam jika dirinya mengambil alih perusahaan. Baharuddin akan mengincarnya seperti dulu dia mengincar pak Burhan dan membunuhnya" Pram tidak setuju dengan usulan yang dinyatakan Randi
"untuk sekarang ini, siapapun nyawanya sedang terancam Pram. baik kita maupun tuan muda Dirga, tuan muda El-Syakir, nona Alana dan semua yang berhubungan dengan keluarga Sanjaya, kita semua dalam keadaan terancam" ucap Ardi dengan serius
"benar apa yang dikatakan Ardi, kita semua dalam keadaan bahaya. Baharuddin bukan sembarang musuh yang mudah begitu saja kita taklukkan, bisa saja dia mempunyai mata-mata untuk memantau gerak gerik kita" Helmi membenarkan apa yang dikatakan oleh Ardi
"semuanya akan selesai jika kita sudah meringskus Baharuddin. tapi yang menjadi pertanyaan sekarang ini, dimana tempat dia tinggal" ucap Randi
mereka tidak dapat menduga-duga dan sama sekali tidak mengetahui dimana musuh mereka sekarang berada. hal yang dapat mereka lakukan adalah bersiap dengan setiap serangan yang akan dilakukan oleh musuh mereka.
sementara itu, tim samudera sedang berkumpul di kamar El-Syakir dan Adam. kedua saudara itu tinggal dalam satu kamar yang luas. itu karena Adam sendiri yang memintanya agar El-Syakir tidak jauh-jauh darinya.
"jadi, sekarang elu harus ceritakan bagaimana kamu bisa selamat. apakah ratu Sundari menyelamatkanmu...?" Vino bertanya sementara yang lain menunggu jawaban
"ratu Sundari siapa...?" tanya Seil yang memang tidak mengetahui wanita itu
"ada banyak rahasia yang kamu tidak tau Se, dan inilah jati diri kami sebenarnya. hal-hal gaib tidak pernah lepas dari kehidupan kami termasuk hubungan kami tentang ratu Sundari" Alana mengatakan yang sebenarnya
"ratu Sundari adalah sang ratu penguasa hutan timur, kerajaan gaib karing-karing. kamu percaya atau tidak tapi itu memang kebenarannya" El-Syakir memberitahu gadis itu
"aku percaya" ucap Seil
__ADS_1
"elu percaya...?" El-Syakir menaikkan satu alisnya. ia pikir gadis itu akan tertawa mendengar penjelasan darinya
"dari kejadian di desa Boneng sudah membuktikan kalau kalian memang berbeda. bukannya aku melihat sendiri bagaimana kalian bertarung. jelas aku percaya" ucap Seil lagi
"bagus kalau kamu percaya. sekarang katakan dam, siapa yang menyelamatkan mu...?" kali ini Nisda yang bertanya
"ratu Sundari, dia membawaku ke alamnya" jawab Adam
"sudah kami duga" ucap Starla
"dan dia memberitahu satu rahasia tentangnya padaku" ucap Adam begitu serius
"apa dia memberitahumu kalau dia sebenarnya manusia...?" Melati bersuara
"manusia...?" yang lain tercengang
"kamu sudah tau itu...?" Adam menatap Melati
"bukannya waktu di desa Boneng aku ingin memberitahumu namun kamu tidak ingin mendengar" jawab Melati
"tunggu... tunggu. maksud kakak apa kalau ratu Sundari adalah manusia...?" El-Syakir memotong pembicaraan Adam dan Melati
"dia sebenarnya sama seperti kita. hanya saja sekarang tubuhnya disembunyikan oleh ratu Sri Dewi" jawab Adam
"siapa lagi itu ratu Sri Dewi...?" Seil bertanya lagi
"saudara kembar ratu Sundari" jawab Bara
"haduh, lama-lama kepalaku jadi pusing" Seil tentu saja kebingungan
"tidak perlu memahami cukup diam dan dengarkan saja" ucap Deva kepada adik sepupunya itu
"jadi selama ini dia manusia. tapi kenapa dia tidak pernah mengatakan yang sebenarnya kepada kita, bahkan kepada Adam" ucap Vino
"karena ratu sudah tidak mempunyai harapan untuk menemukan kembali tubuhnya. ratu Sri Dewi menyembunyikan di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh ratu Sundari" Melati menjelaskan
"terus kenapa elu nggak memberitahu kami jik sejak awal elu tau" El-Syakir melihat Melati
"karena ratu tidak ingin gue memberitahu kalian" jawab Melati
"jadi musuh kita kali ini adalah orang yang sama lagi" timpal Bara
"berat ini. dulu saja dia buat kita hampir mati dan sekarang kita akan melawannya lagi. andai saja kita tau titik kelemahannya" ucap Vino
"mungkin ratu Sundari bisa membantu kita, dulu kan dia yang mengalahkan ratu ular itu" ucap Alana
"justru itu yang aku katakan tadi. ratu Sundari tidak bisa melacak keberadaan Baharuddin karena pagar yang dibuat ratu Sri Dewi begitu kuat. bahkan tubuhnya pun saja sampai sekarang tidak bisa ia tembus dengan penglihatannya sendiri" Adam menghela nafas
"kalau begitu mari kita buat rencana" Deva bersuara setelah tadi hanya mendengarkan
"rencana apa...?" mereka semua mengalihkan pandangan ke arah Deva
"rencananya adalah...."
Deva menjelaskan apa yang harus mereka lakukan.
pagi harinya mereka bersiap untuk memakamkan mayat yang tubuhnya telah hancur itu di dalam peti.
hanya pengawal saja yang melakukannya sementara yang lain tetap berada di rumah. tim samudera menemui kelima pengawal andalan Sanjaya grup.
"kalian yakin mau melakukan itu...?" tanya Randi kepada mereka semua
"yakin paman, maka dari itu bantu kami dan lindungi kami dari jauh" ucap Adam
"tapi itu sangat beresiko tuan muda. bisa-bisa kalian dibunuh jika ketahuan" Pram bersuara
"itu kan kalau ketahuan. maka kita buat agar kita tidak ketahuan. kalau kalian yang melakukannya, tentu akan ketahuan karena wajah kalian telah dikenali oleh mereka" timpal Adam lagi
"tidak, kami tidak setuju. Vania sekarang belum ditemukan dan kalian akan pergi masuk ke sarang musuh. itu namanya bunuh diri" Helmi geleng kepala tidak menyetujui rencana tim samudera
"kalau nggak seperti ini, kita nggak akan tau dimana markas mereka dan dimana tante Vania disembunyikan paman. ayolah, kami akan hati-hati" El-Syakir memohon
__ADS_1
"mereka ada benarnya juga Helmi" Edward yang ada di tempat itu menimpali
"maksudmu...?" tanya Pram kepada Edward
"hanya dengan masuk ke sarang musuh kita bisa mencari informasi dimana Baharuddin itu berada sekarang. bukankah sampai sekarang kita belum tau tempat tinggalnya di kota ini" jawab Edward
"tapi ini sangat berbahaya. mereka anak-anak Ed, Baharuddin itu licik dan jahat" ucap Randi
"kami hanya butuh kepercayaan paman. kami bisa melindungi diri. kami hanya meminta perlindungan dari jauh. pengawal yang selalu memantau kami" ucap Leo
"lalu bagaimana dengan rencana kita semalam...?" Furqon bertanya kepada rekan-rekannya
"tetap dijalankan. kamu dan Ardi belum dikenal wajahnya oleh Baharuddin itu. tinggal memilih kamu atau Furqon yang berkorban. tapi.....apa kalian yakin mau melakukan itu...?" Pram ragu untuk melakukan rencana mereka
"aku saja, biar aku yang jadi umpan" ucap Furqon
"rencana apa yang kalian jalankan kak Pram...?" tanya Bara
mereka memberitahu rencana yang mereka susun semalam.
"bukankah itu sama berbahaya juga dengan kami" ucap Vino setelah mendengar rencana para pengawal itu
"kalau begitu aku akan ikut kak Furqon, kami berdua yang akan masuk ke dalam kehidupan mereka" Deva bersuara
"kak" Seil menggeleng tidak setuju
"tenang saja, kakak akan baik-baik saja" Deva meyakinkan Seil untuk percaya padanya
"baiklah. rencana kalian dibatalkan, kita ambil rencana kami" Randi mengambil kesimpulan
"tapi paman"
"tidak ada tapi-tapi. kesimpulannya sudah bulat" Helmi membuat mereka semua diam
Helmi mengambil laptop dan mulai melakukan sesuatu. setelah itu ia memperlihatkan gambar seseorang kepada Furqon dan Deva.
"dia adalah Gibran, orang kepercayaan Baharuddin. yang harus kalian lakukan adalah mendekati orang ini setelah itu buat dia membawa kalian kepada bosnya" Helmi menjelaskan
mereka semua menatap layar laptop yang menampilkan seseorang yang berpakaian kemeja biru dengan celana katun hitam.
"tapi apakah mereka harus masuk secara bersamaan...?" tanya Ardi
"sepertinya masuk secara terpisah itu lebih baik. biar kak Furqon dulu yang mendekatinya" ucap Deva dengan usulannya
"tapi....kak Deva jelas akan di tau oleh Baharuddin, kalau kakak anak angkat ayah Burhan. bukankah lebih baik kak Deva diganti dengan orang lain" ucap Adam
"iya benar, berarti kak Deva tidak bisa ikut bersama kak Furqon" timpal Nisda
"sudah empat tahun kejadian itu dan tentu saja dia sudah tidak mengenalku. lagi pula aku bisa di make over agar tidak dikenal oleh mereka" timpal Deva
"bukannya kak Furqon juga pernah dilihat oleh ratu Sri Dewi. kalau wanita ular itu mengenal kak Furqon bagaimana...?" Starla berbisik di telinga El-Syakir
"kak Furqon juga haru di make over. kita buat penampilan mereka berbeda dan sangat jauh berbeda dari biasanya agar Baharuddin tidak mengenal mereka. bagaimana...?" El-Syakir memberikan ide
"baiklah, kami setuju. biar Thalita yang memanggil beberapa orang dari pekerja salon untuk mengubah penampilan mereka berdua" Randi setuju
mereka semua telah sepakat, Furqon dan Deva yang akan masuk ke sarang musuh. Thalita telah menghubungi dua orang yang berkerja di salon untuk datang ke kediaman Sanjaya grup.
hari itu Furqon dan Deva di make over, penampilan keduanya dirubah sekian derajat dari penampilan sebelumnya.
rambu Deva dibuat seperti anak muda kekinian dengan belahan ditengah, rambut trend yang ada di negara ginseng. setelah itu ia memakai soflen mata yang berwarna biru.
Adam menyarankan agar Deva dibuatkan tahi lalat di bibir kanan atasnya dan dipasangkan behel agar penampilannya begitu jauh berbeda dari sebelumnya.
sementara Furqon berpenampilan rambut acak-acakan namun tetap wajahnya terlihat tampan. rambutnya di warnai dengan warna coklat dan kemudian dibuat ikal sebagain. setelah itu ia memakai kacamata bulat yang transparan.
tim samudera serta yang lainnya menjadi juri dari hasil make over keduanya itu.
"mereka benar-benar berbeda dari sebelumnya" ucap ibu Arini yang datang melihat
"semoga saja mereka tidak ketahuan" ayah Adnan mengehela nafas
__ADS_1
"good, penampilan yang luar biasa. sekarang saatnya kalian beraksi" Helmi, Randi, Pram serta semua orang kagum dengan hasilnya
Furqon dan Deva saling tatap dan mengangguk. mereka akan melakukan rencana yang telah disepakati sebelumnya.