
pak Kusman, El, Leo dan starla masih menunggu kedatangan Adam. hantu itu setelah mengejar Ainun, sampai sekarang dia belum kembali juga.
malam semakin larut, El membuka jaketnya dan memakaikan di tubuh starla yang bersandar di bahunya.
"Adam kenapa belum datang juga, dia perginya sudah lama" ucap starla mengangkat kepalanya
"apa dia tidak bisa mengejar Ainun ya...? ucap Leo
"kita tunggu saja, berdoa semoga Vino baik-baik saja dan Adam membawanya pulang" timpal El
"selama Ainun menculik para pemuda, sampai sekarang mereka tidak ditemukan. kita tidak tau apa yang telah dilakukannya, tapi semoga saja mereka hanya dikurung di dunianya dan tidak membunuh mereka" ucap pak Kusman
"saat masih hidup, Ainun anak baik dan penurut. entah apa yang terjadi saat kematiannya sehingga arwahnya berubah jahat seperti ini" guratan kesedihan terlihat di wajah pria yang sudah tidak muda lagi itu
Wuuusshh....
angin bertiup, dan seketika asap putih menggempul di depan mereka. asap itu perlahan menjadi sosok yang mereka tunggu-tunggu.
"Adam" starla bangkit dan berlari menghampiri Adam
"gimana. Vino ketemu kan, Vino dimana, kenapa elu datang sendirian...? starla melihat kanan kiri hantu itu berharap Vino ada bersamanya
namun matanya tidak melihat sosok yang ia cari. starla mulai lesu, karena Adam tidak datang bersama Vino.
"Vino gimana, kenapa nggak elu bawa pulang" starla kembali menangis
Adam memeluk gadis itu, sementara El dan yang lain menghampiri mereka.
"Vino mana dam...?' tanya El
"dia berhasil kabur, aku tidak bisa mengejarnya. tapi tenang saja, semua pemuda yang dia culik tidak ia bunuh. dia hanya menyiksa mereka dan menjadikan mainannya" jawab Adam yang masih memeluk starla
"itu artinya Vino masih hidup...?" starla melepaskan pelukannya dan menatap Adam
"iya. aku sampai ke tempatnya namun dia dengan cepat menghilang dan membawa semua pemuda yang dia culik termasuk Vino" ucap Adam
"lalu bagaimana kita akan menemukannya lagi. dia sudah tau kalau pasti kita akan menunggunya terus di sini, dan tentu saja untuk sekarang dia tidak akan memunculkan dirinya" Leo ikut menimpali
"hanya ada satu cara untuk membuat dia muncul dengan sendirinya" ucap Adam
"caranya...?" tanya mereka semua menatap Adam
meski ragu namun Adam memberitahu bagaimana cara agar arwah Ainun muncul dengan sendirinya.
mendengar itu, pak Kusman pertama menolak usul dari Adam namun kemudian ia setuju karena tidak ada jalan lain selain mengikuti rencana hantu itu.
malam yang semakin larut membuat udara semakin dingin. mereka memutuskan untuk pulang ke rumah pak Kusman.
"kalian beristirahatlah terlebih dahulu. untuk dek starla bisa menempati kamar Ainun dan untuk para lelaki, kalian menempati kamar tamu saja" ucap pak Kusman
"saya mau satu kamar saja dengan mereka pak" ucap starla yang tidak ingin tidur sendirian
"apa tidak apa-apa, kamu kan perempuan" pak Kusman terlihat ragu
"tidak apa-apa pak. kami sering kok satu kamar, mereka sahabat saya yang baik. mereka lebih memilih tidur kedinginan daripada saya yang harus tidur kedinginan di lantai" starla mengerti keraguan pak Kusman
"baiklah kalau begitu. bapak akan ambil tikar untuk para lelaki yang tidur di lantai. tunggu sebentar ya, kalian masuklah di kamar" pak Kusman meninggalkan mereka
mereka masuk ke kamar yang telah disediakan, kemudian pak Kusman datang membawakan tikar yang ia maksud untuk alas El dan Leo jika mereka tidur nanti.
krruuuukkk.....
pak Kusman sudah di depan pintu kamar, mereka semua mendengar suara perut yang kelaparan.
"hehehehe" Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat semua mata tertuju padanya
"Masha Allah...bapak lupa, kalian belum makan. ya sudah, ayo kita ke dapur...kita makan terlebih dahulu sebelum kita istrahat. ibu tadi pasti sudah menyediakan makanan namun kita buru-buru pergi" ajak pak Kusman
"maaf ya pak, tapi saya benar-benar lapar" Leo tidak enak hati
"tidak apa-apa...ayo" pak Kusman berjalan duluan dan mereka mengikutinya
"biasanya Vino yang membuat onar seperti itu" gumam starla yang berjalan ke luar
karena sudah larut malam dan juga pastinya ibu windari telah tidur, pak Kusman lah yang menyediakan makanan dibantu oleh starla, sedangkan El, Leo dan Adam duduk di kursi.
"silahkan makan" ucap pak Kusman
"makanan aku mana...?" tanya Adam saat dari tadi hanya terdiam
"di sini nggak ada melati, besok aja ya" jawab El
"tapi aku kan juga lapar habis main kejar-kejaran tadi sama Ainun" keluh Adam
"kamu makan bunga melati...?" tanya pak Kusman melihat Adam
"iya" jawab Adam mengangguk
"istri bapak menanam bunga melati di pinggir rumah. kalau mau, kamu pergi petik saja sendiri" ucap pak Kusman
"boleh petik banyak-banyak, tumpah-tumpah, lumer-lumer...?" Adam terlihat antusias membuat pak Kusman terkekeh
"dam" tegur El yang tidak enak hati
"kamu boleh petik sebanyak yang kamu mau" ucap pak Kusman
"hehehehe.... terimakasih" Adam seketika menghilang dari pandangan mereka
"apa istri bapak tidak marah nanti, bunganya dipetik...?" tanya El
"tenang saja. ayo makan, setelah itu kalian istrahat" ucap pak Kusman
starla sudah terlelap di atas kasur, sedangkan El dan Leo, kedua remaja itu tidur di bawah dengan beralaskan tikar yang dibawa pak Kusman tadi.
untuk Adam, hantu itu malah asyik memakan bunga melatinya dan duduk di Jendela.
pagi menjelang, setelah sholat subuh, mereka kembali ke aktivitas masing-masing. El dan keempat kawanannya berpamitan untuk pulang dan akan kembali lagi malam nanti.
mereka semua ke sekolah, namun kali ini berbeda. tidak ada Vino yang diantara mereka membuat keadaan menjadi berbeda.
__ADS_1
setelah bel panjang berbunyi tanda semua siswa-siswi untuk pulang, ketiga remaja plus satu hantu membuat kesepakatan untuk bertemu di rumah El saat sore nanti dan akan berangkat ke rumah pak Kusman setelah sholat magrib.
starla membawa motor Vino karena memang dari kemarin ia tidak membawa motor dan hanya bonceng di motor Vino. sedangkan Leo mengantar El pulang setelah itu ia pulang ke rumahnya dan akan datang lagi sore nanti.
"assalamualaikum" ucap El masuk ke dalam rumah
"wa alaikumsalam" jawab semua yang berada di dalam
"ayah" panggil El
remaja itu berlari menghambur memeluk ayah Adnan yang baru saja pulang dari luar kota. El sangat merindukan ayah Adnan.
setelah menjabat sebagai direktur Sanjaya grup, waktu ayah Adnan sangat terbatas untuk keluarganya. ia harus berangkat pagi dan kadang pulang malam. disaat anak-anaknya bertanya maka ia akan beralasan banyak pekerjaan di toko.
"kapan ayah pulang...?" El duduk di samping ayah Adnan
"baru saja ayah tiba" jawab ayah Adnan
Adam hanya melihat keharmonisan keluarga itu dari jarak jauh. ingin rasanya ia berkumpul bersama mereka, merasakan pelukan kedua orang tua.
Adam menatap ayah Adnan dari tadi, semakin lama entah mengapa ia merasa rindu dan ingin dipeluk oleh pria itu.
"apakah dulu aku juga punya keluarga. kenapa aku tidak ingat apapun setelah lama mati" gumam Adam yang masih menikmati pemandangan keluarga kecil itu di depannya
"ayah, oleh-oleh Lana mana...?" Alana menagih janji ayah Adnan
"tuh" ayah Adnan menunjuk boneka beruang besar di pojokan
"yeeeeiii.... makasih ayah sayang" Alana memeluk ayah Adnan
gadis itu sangat senang melihat boneka kesukaannya berada di dalam rumahnya.
"untuk El nggak ada...?" kali ini El yang menagih
"ada, tapi akan datang sore nanti. jadi bersabarlah dulu ya" ayah Adnan membelai lembut kepala El
"emang apaan sih sampai harus dibawa sore nanti" El jadi penasaran
"sesuatu dong. ganti baju sana, terus sholat. makan siang sudah ibu siapkan di meja makan" ucap ibu Arini
El bergegas ke kamarnya. ia membersihkan dirinya dan berwudhu kemudian melaksanakan sholat dzuhur. sedangkan untuk Adam, hantu itu lebih memilih nongkrong bersama mba Kun dan mas poci di pohon mangga depan rumah El.
karena merasa sangat mengantuk, El tertidur di tempat sholatnya dan masih menggunakan pakaian sholatnya.
"El bangun"
"El"
sayup-sayup El mendengar suara yang memanggil namanya. saat membuka mata, Adam sudah berada di depannya.
"bangun, ini sudah sore" ucap Adam
"emang udah jam berapa sih...?" El menguap dan mengucek matanya
"jam 5 sore" jawab Adam
"ya ampun, hampir saja gue tidur sampai magrib"
El bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya secepat kilat agar bisa melaksanakan sholat ashar.
grup Trio kece
El : kalian belum mau datang...?
1 detik...2 detik...3 detik
starla : udah mau berangkat
Leo : gue juga
El menyimpan handphonenya dan keluar kamar, berniat meminta izin kepada ayah dan ibunya. keluarga itu berada di ruang tengah sekarang.
"sudah bangun nak. sudah sholat ashar belum...?" tanya ibu Arini melihat El menghampiri mereka
"sudah bu" jawab El duduk di samping Alana
"karena kamu sudah bangun, ayah akan menunjukkan sesuatu untukmu" ucap ayah Adnan
"apa itu...?"
"ayo"
mereka semua menuju ke halaman depan rumah. di sana sudah terparkir cantik motor untuk El.
"itu untuk kamu" ucap ayah Adnan
"serius yah...?" El mendekati motor barunya itu
"iya" jawab ayah Adnan
El sangat senang, ia memeluk ayah Adnan dan mengucapkan terimakasih. meskipun sebenarnya ia tidak masalah naik angkot setiap hari namun ia juga senang mendapatkan motor dari ayahnya.
Leo dan starla sudah berada di rumah El. setelah sholat magrib, mereka kembali pergi ke rumah pak Kusman dengan mengendarai motor masing-masing.
sebelum itu, pak Wira papa dari Vino menghubungi El dan Leo untuk menanyakan keberadaan Vino karena putranya itu belum pulang sejak kemarin keluar dari rumah.
El terpaksa berbohong bahwa Vino baik-baik saja dan berada di rumahnya. pak Wira ingin bicara dengan Vino karena ia menghubungi anaknya itu namun tidak diangkat. El memberikan alasan bahwa Vino sekarang sedang tidur karena kelelahan mengejarkan tugas sekolah dan untungnya pak Wira percaya.
"huufftt... untung pak Wira nggak nanya macam-macam" ucap El
"berangkat sekarang yuk" ajak Leo
"ayo"
setelah berpamitan kepada ibu Arini dan ayah Adnan dengan alasan mereka pergi ke rumah Leo, kini ketiga remaja itu dan teman hantu mereka meluncur pergi ke rumah pak Kusman.
"kuburannya mana pak...?" tanya El
"di sana" tunjuk pak Kusman
__ADS_1
mereka sekarang berada di TPU. entah apa yang akan mereka lakukan namun, itu semua atas usulan Adam dan mereka mengikutinya.
"ini dia kuburannya" tunjuk pak Kusman di salah satu makam yang bertuliskan nisan Ainun
"kita gali sekarang...?" El meminta persetujuan semua yang berada di situ
"sekarang" jawab Adam
dengan peralatan yang telah mereka sediakan, makam Ainun akhirnya mereka bongkar juga, hingga akhirnya terlihat lah mayat yang masih utuh di dalam sana. rupanya, wanita itu belum lama meninggal. pak Kusman bilang, Ainun meninggalkan dua bulan yang lalu.
"udah nih, terus kita harus ngapain lagi...?" tanya Leo di bawah sana melihat ke atas dimana Adam dan starla ada di sana
"kalian semua naik. biar aku yang berada di bawah" ucap Adam
mereka naik ke atas dan Adam turun ke bawah. hantu itu duduk dan memegang tangan Ainun kemudian menutup matanya.
"pak, Bu, Ai berangkat dulu ya" Ainun mencium tangan kedua orang tuanya
"hati-hati"
Ainun adalah gadis yang cantik, banyak yang menyukai gadis itu bahkan laki-laki yang sudah beristri pun ingin mempersuntingnya. namun kerap kali Ainun menolak mereka karena dia sudah mempunyai kekasih.
Ainun bekerja di salah satu sekolah negeri. dia adalah seorang guru. dengan menaiki angkot, ia pergi ke tempat sekolah ia bekerja.
"makasih mas" ucap Ainun membuka helmnya
"sama-sama" balas Wisnu kekasih Ainun yang mengantarkannya pulang
"tidak mampir dulu mas...?"
"tidak usah, mas pulang saja. salam sama bapak dan ibu ya"
"ya sudah, mas hati-hati"
setelah kepergian Wisnu, seorang laki-laki datang menghampiri Ainun.
"baru pulang Ai...?" tanyanya
"eh, pak Mansyur. iya pak, saya baru pulang" jawab Ainun
"tadi itu siapa...?"
"pacar saya pak" Ainun mengatakan pacar agar laki-laki yang bernama Mansyur itu tidak lagi menggangunya terus
"laki-laki seperti itu yang kamu suka. Ainun.... Ainun, mending juga saya yang kaya raya" ucapnya sombong
"setidaknya dia belum beristri. maaf pak, saya permisi" Ainun hendak pergi masuk ke dalam rumah namun pak Mansyur menahan tangannya
"saya akan menceraikan istri ku kalau kamu mau menikah denganku"
"lepaskan pak" ringis Ainun yang kesakitan
"tidak akan, sebelum kamu mau menikah denganku"
"saya tidak mau menjadi pelakor pak, saya akan menikah dengan pacar saya bukan bapak"
mendengar penolakan Ainun untuk kesekian kalinya, pak Mansyur naik pitam. ia memeluk Ainun dan berusaha menciumnya namun Ainun seketika memberontak dan menendang ************ pak Mansyur hingga pria itu kesakitan.
"aaaggghh...awas kamu Ainun" teriaknya kesakitan
dengan cepat, Ainun masuk ke dalam rumah dan menguncinya.
"ada apa nak, kenapa tergesa-gesa seperti itu. siapa yang teriak di luar...?" tanya ibu windari melihat Ainun
"ah tidak Bu, tidak ada yang teriak-teriak. ibu salah dengar. Ai, mandi dulu ya" Ainun masuk ke dalam kamarnya
hari berganti, seperti biasa Ainun akan ke sekolah untuk mengajar sebagai kewajibannya. hari itu ia memakai motor pak Kusman karena dia akan pulang malam berhubung ada kegiatan di sekolah yang harus mereka lakukan.
dengan segala kesibukannya di sekolah, kini tiba saatnya mereka pulang. Wisnu tidak dapat menjemputnya karena ia sedang berada di luar kota mengecek proyek yang disuruh kan oleh bosnya.
Ainun kemalaman di jalan. tanpa rasa takut, ia melalui jalan sepi yang sering orang-orang lewati. namun di tengah jalan ia dihadang oleh seseorang.
orang tersebut mendekati Ainun dan menariknya secara paksa sehingga wanita itu jatuh dari atas motornya.
"lepaskan"
plaaaaak....
satu tamparan keras mendarat di pipi mulusnya.
pria bertopeng itu, menjambak rambut Ainun dan menariknya dengan kasar.
"aaaa sakit... lepaskan aku" teriaknya memohon belas kasih
Ainun terus memberontak hingga ia tanpa sengaja menarik topeng pria itu hingga terlepas.
"k-kamu"
"hahahaha... kenapa, kaget melihatku. malam ini kita akan bersenang-senang sayang"
"lepaskan... lepaskan aku bajingan"
plaaaaak....
lagi-lagi pria itu menampar wajah Ainun. ia tersenyum menyeringai dan membawa Ainun ke semak-semak dimana tidak akan ada yang melihat mereka.
pria itu merobek baju yang dipakai Ainun dan mulai melakukan aksinya. meskipun Ainun terus memberontak namun apalah daya, kekuatannya tidak seberapa dibandingkan dengan kekuatan pria yang sedang menikmati tubuhnya saat ini.
bughhh...
"aaaggghh"
pria itu kesakitan karena Ainun menghantam kepalanya dengan batu yang ia dapatkan di dekatnya.
Ainun berusaha kabur tapi sayangnya ia gagal. pria itu, menarik kaki Ainun sehingga ia terjatuh. dengan amarah yang membuncah, pria itu mencekik leher Ainun sampai wanita itu tidak bernapas lagi.
Adam membuka matanya dan melepaskan tangannya dari tangan mayat Ainun.
"aku tau siapa pelakunya"
__ADS_1