Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 213


__ADS_3

"aku sudah pernah kehilangan kamu sekali dan aku tidak ingin itu terjadi lagi"


"apa kamu begitu mencintai ku...?


"kenapa, kamu meragukan cintaku. aku bahkan tidak peduli kamu manusia atau jin sekalipun, aku tetap hanya melihat kamu bukan yang lain"


"ratu" Melati hendak akan menerobos masuk ke dalam lingkaran kobaran api namun Deva menahannya


"r-ratu" Adam tergagap dan membeku di tempatnya


Adam mengepalkan tangannya dengan erat, begitu marah melihat wanitanya tersungkur dengan tubuh yang lemah. bahkan wanita itu masih berusaha bangun meski sudah terbatuk-batuk dan memuntahkan darah. dengan susah payah ratu Sundari bangkit dan berusaha berdiri.


Adam hendak masuk ke dalam namun Sri Dewi menghalangi dengan membumbungkan api begitu tinggi sehingga siapapun tidak dapat menjangkau mereka.


"ratu" Adam berusaha masuk namun ia tidak dapat menahan panasnya api yang bisa membakar tubuhnya


ratu Sundari menatap Adam dengan senyuman terbaiknya. laki-laki yang berusaha mengambil hatinya meyakinkan bahwa mereka dapat bersama meskipun ada pergolakan dalam dirinya. laki-laki itu, kini telah mengisi semua tempat di dalam lubuk hatinya, tidak ada lagi ruang bagi siapapun bahkan pangeran Ragiman sekalipun.


"hahaha, ckckck....ironis sekali. sepertinya percintaan kalian berdua akan berakhir dengan tragis" Sri Dewi tertawa puas melihat penderitaan yang dialami saudarinya


"kamu ingin menghabisinya...?" Baharuddin datang dan merengkuh pinggang Sri Dewi


"sudah dari dulu aku ingin menghabisinya. kita jadikan mereka mayat dan tidak akan bisa kembali lagi ke tempat asal" Sri menyeringai


"tentu saja, aku akan menghadapi anak-anak itu" Baharuddin melesat keluar dari kobaran api


tim samudera bersiap untuk menghadapi laki-laki itu sementara Zidan dan para pengawalnya sudah mengarahkan pistol mereka.


"tidak usah buang-buang waktu untuk menghabiskan peluru kalian. benda itu tidak ada gunanya, tidak akan mempan padaku" Baharuddin mengejek


"tembak" teriak Zidan


dor


dor


dor


suara tembakan menggema, semua pengawal yang masih tersisa dan juga beberapa anak buah Jacob melesatkan tembakan bertubi-tubi ke arah Baharuddin namun laki-laki itu menahan semua peluru tersebut dan mengembalikan peluru itu ke arah Zidan dan para pengawal.


El-Syakir berlari melesat berdiri di depan mereka dan menahan semua peluru itu dengan pagar gaib yang ia buat. peluru-peluru itu berbalik kembali ke arah Baharuddin. dengan sigap Baharuddin menghindar tanpa tersentuh satu peluru pun.


"hebat juga ternyata kamu ya" Baharuddin menatap lekat ke arah El-Syakir


tanpa menjawab El-Syakir maju menyerang, tim samudera pun ikut menyerang. Zidan dan para pengawal hanya dapat melihat karena jika mereka menembak maka takutnya tim samudera akan terkena tembakan mereka.


Adam menjadi serba salah, ia ingin membantu tim samudera untuk menangkap Baharuddin namun dirinya tidak bisa meninggalkan ratu Sundari yang membutuhkan bantuan. wanita itu sangat berharga baginya maka dari itu, Adam berusaha mencari cara untuk masuk ke dalam kobaran api.


"aku akan bantu kamu untuk masuk ke dalam" Senggi datang mendekati Adam


"bagaimana caranya...?" Adam menoleh bertanya penuh harap


Senggi duduk bersila, bibirnya komat kamit membaca mantra hingga kemudian air laut yang tadinya nampak tenang berubah menjadi ganas. bahkan seperti akan terjadi tsunami. kali ini Senggi mengarahkan semua kekuatannya untuk mengendalikan air laut itu. api yang dibuat oleh Sri Dewi harus dipadamkan menggunakan kekuatan yang besar karena Sri Dewi pun menggunakan kekuatan besar untuk membuat kobaran api itu.


kedua tangan Senggi terangkat ke atas, air laut yang semakin berombak besar membuat pusaran air kemudian naik ke atas. setelahnya air itu seperti naga yang sedang terbang, meliuk-liuk mendekati semua orang.


air besar itu mengguyur kobaran api yang di buat oleh Sri Dewi hingga api yang tadinya gagah menyala-nyala langsung padam seketika. semua orang basah kuyup karena terkena guyuran air laut itu.


"kurang ajar"


Sri Dewi semakin marah dan melesatkan sihirnya ke arah Senggi. ratu Sundari melesat dan memukul cahaya merah yang akan mencelakai Senggi dan Adam. dengan tongkat miliknya, ratu Sundari memukul mundur cahaya itu kembali ke tuannya. Sri Dewi melesat menghindar


ddduuuaaaar


batang pohon yang terkena sihir dari Sri Dewi langsung tumbang begitu saja.


"ratu" Adam menahan tubuh ratu Sundari yang hampir akan terjatuh


wanita itu menghirup udara sebanyak-banyaknya kemudian memegang dadanya yang terasa sakit. Adam dapat melihat dada ratu Sundari yang sudah menghitam karena terkena serangan dari Sri Dewi.


"aku yang akan melawannya" Senggi hendak bangkit namun ratu Sundari menahan


"dia bukan lawanmu Senggi, biar aku saja yang menghadapi dia"


"tidak, aku yang akan melawannya. ratu tetap di sini, aku yang akan menghadapi wanita ular itu"


"hei...aku tidak ingin melihat drama yang kalian tampilkan" Sri mendengus


Adam maju selangkah sedang ratu Sundari menahan lengannya.


"dengarkan aku baik-baik, bantu tim samudera untuk mengahadapi Baharuddin. urusan Sri Dewi, aku yang akan menanganinya. aku tau bagaimana mengalahkannya, kamu tidak perlu cemas"


"bagaimana aku tidak cemas kalau dia menyakiti wanitaku"


"dam" ratu Sundari menangkup wajah Adam


"kamu percaya padaku kan...?" kedua netra mata mereka saling menatap


"tidak...kali ini aku tidak percaya" Adam menggeleng, memegang kedua tangan ratu Sundari yang berada di kedua pipinya


ratu Sundari mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Adam. setelahnya ia tersenyum dan hal itu membuat Adam meneteskan air mata.


"aku tidak mau...aku tidak mau" Adam menggeleng cepat

__ADS_1


ratu Sundari mendorong tubuh Adam sehingga menjauh darinya beberapa meter. setelah itu ia membuat pagar gaib yang tidak akan bisa dihancurkan Adam dan siapapun itu selain dirinya sendiri.


"ratu, izinkan aku masuk...aku mau masuk" Adam melesatkan beberapa kali serangan namun nihil, pagar gaib itu sama sekali tidak hancur


"Senggi, bantu El-Syakir dan teman-temannya menghadapi Baharuddin. aku yang akan menuntaskan wanita ini" ratu Sundari menatap Sri Dewi dengan tajam


"tapi ratu"


"aku bilang bantu mereka, apa kamu mau di hukum...?" ratu Sundari menaikkan suaranya


"baik ratu"


Senggi tidak punya pilihan, ia tidak ingin menantang perintah ratunya. Senggi keluar dari pagar gaib dan mendekat Adam yang masih terus berusaha untuk menghancurkan pagar gaib tersebut.


"sekuat apapun usahamu, semuanya hanya akan sia-sia. ratu hanya meminta kepercayaan mu, jangan rapuh seperti ini. kelemahan ratu adalah dirimu" Senggi menghentikan Adam yang terus membabi buta melesatkan kekuatannya


merasa lelah, Adam terjatuh dan menggunakan kedua lututnya sebagai penopang tubuhnya. ia menatap wanita cantik yang kini juga sedang menatapnya.


"meski aku akan mati, aku tetap mencintaimu"


kalimat itulah yang dibisikkan ratu Sundari kepada Adam tadi.


"aku juga mencintaimu ratu Sundari" gumam Adam dengan lirih dan mata yang sudah berkaca-kaca


ratu Sundari tersenyum hangat ke arah Adam kemudian ia menatap lurus ke depan dimana Sri Dewi sedang tersenyum menyeringai.


Adam bangkit dan menghapus air mata yang jatuh ke membasahi wajahnya. ia segera berlari ke arah tim samudera yang saat ini sedang bekerjasama melumpuhkan Baharuddin


"sudah siap mati Sundari...?"


ratu Sundari tersenyum tipis menanggapi ucapan saudari kembarnya itu. dirinya maju beberapa langkah sehingga jarak mereka hanya terkisah dua langkah lagi.


"mau mati bersama denganku adikku sayang...?" ratu Sundari mengangkat sudut bibirnya


"cih, aku akan hidup abadi selamanya Sundari. sedangkan kamu, sebentar lagi maut akan datang menjemputmu dan tubuhmu akan aku lenyapkan"


Sri Dewi langsung melesat menyerang ratu Sundari. keduanya kembali bertarung dengan sengit. dengan membabi buta Sri Dewi melesatkan serangannya dan ratu Sundari menahan dengan tongkat miliknya.


tim samudera terkapar di tanah setelah


Baharuddin mengeluarkan tenaga dalamnya. El-Syakir hampir saja menabrak pohon namun Adam menahan dan menariknya sehingga keduanya jatuh bersama ke tanah.


"kamu baik-baik saja...?"


"lumayan. dia ternyata kuat banget kak"


mereka kembali bangkit dan memegang bagian tubuh yang sakit yang terkena pukulan tangan besar Baharuddin.


"sudahlah, lebih baik kalian semua pulang. sampai kapanpun kalian tidak akan bisa melawanku. mumpung aku masih berbaik hati untuk membebaskan kalian semua"


"tutup mulutmu mas. aku akan membunuhmu bagaimana pun caranya" Zidan mendekat namun mendengar ucapan Adam, laki-laki itu berhenti


"serahkan kepada kami paman. manusia iblis ini akan menghembuskan nafas terakhirnya di tanganku" Adam menoleh sekilas ke arah Zidan


tim samudera mengepung Baharuddin. mereka kembali menyerang dari berbagai arah. Nisda dan Starla melempar selendang dan melilit tubuh laki-laki itu. kesempatan itu digunakan oleh Leo untuk menebas bahunya namun Baharuddin berputar ke kanan sehingga pedang samurai milik Leo hanya mengenai selendang.


Baharuddin menarik kuat selendang milik Nisda sehingga gadis itu terbawa ke depan. hampir saja Nisda terkena pukulan mematikan dari Baharuddin, untungnya Bara berlari menjadi tameng bagi Nisda. Bara menahan pukulan itu menggunakan tombaknya. ia memusatkan semua energi tombak miliknya pada satu titik di bagian tengah. saat pukulan Baharuddin mendarat di tongkat itu, Bara dapat menahan meski terseret beberapa langkah ke belakang.


karena kuatnya pukulan Baharuddin membuat tombak Bara menjadi bengkok. Baharuddin membebaskan dirinya dari lilitan selendang. El-Syakir dan Adam maju menyerang.


swing


swing


beberapa kali Adam melesatkan kekuatannya dan Baharuddin selalu berhasil menghindar. El-Syakir mengeluarkan cahaya putih dari keris miliknya, ia melesatkan kekuatan keris larangapati. Baharuddin menghalangi dengan perisai yang ia buat. tidak ingin ketinggalan, Senggi mengumpulkan tenaga dalamnya dan melesatnya ke arah Baharuddin.


Baharuddin mundur beberapa langkah karena kekuatan Senggi yang tiba-tiba menyerangnya, namun karena perisai yang ia buat sehingga dirinya tidak terkena kedua sihir itu.


ddduuuaaaar


ddduuuaaaar


ledakan besar terjadi, El-Syakir dan Senggi terpental namun tidak dengan Baharuddin. laki-laki itu hanya mundur selangkah, tubuhnya menopang agar tidak terseret.


(dia benar-benar kuat) batin Adam


"kalian ini curang sekali. beraninya mengeroyok orang tua. memang tidak punya etika"


"hhh, apa aku tidak salah dengar. jangankan untuk beretika padamu, bahkan aku ingin sekali mengkoyak tubuhmu itu" El-Syakir bangkit dan meludah, dari mulutnya mengeluarkan darah


"hahaha....aku suka dengan keberanian mu itu. bagaimana kalau kamu bergabung saja bersamaku"


"jangan mimpi" El-Syakir hendak menyerang lagi


Baharuddin hanya tersenyum tipis dan tanpa mereka sangka di belakang laki-laki itu sudah banyak para makhluk gaib yang bermacam-macam wujud rupa mereka. tim samudera serta Senggi, berkumpul bersiap menghadapi para lelembut itu. sementara Zidan serta para pengawalnya begitu kaget melihat para setan yang begitu mengerikan.


"innalilahi wainnailaihi Raji'un, setan" Randi melompat ke punggung Helmi


"astaghfirullah" Pram refleks beristighfar


jika menghadapi manusia entah gangster atau mafia, pengawal Sanjaya grup masih bisa mengatasi itu. namun kini yang berada di depan mereka adalah para lelembut yang mempunyai rupa menyeramkan. mereka tidak mempunyai kekuatan super seperti tim samudera untuk melawan.


"ke tempat lain saja paman, cari tempat yang aman" teriak Adam melihat ke arah Zidan sebelum akhirnya ia fokus ke depan

__ADS_1


mereka mematuhi ucapan Adam, mencari tempat yang aman dari para makhluk-makhluk menyeramkan itu. tidak begitu jauh karena mereka ingin melihat tim samudera mengahadapi para lelembut itu.


"kenapa bersembunyi di sini...?" sebuah suara mengagetkan Furqon


"astagfirullahaladzim... plaaaak"


"aduh kampret"


Zulfan meringis tatkala Furqon menampar dirinya dengan refleks karena terkejut. hantu itu memegang wajahnya yang dan menatap kesal ke arah Furqon.


"kenapa Fur...?" tanya Zidan, karena ia melihat tadi Furqon terkejut dan melayangkan pukulan entah kepala siapa


"ada setan" jawab Furqon


"mereka ke sini...?" Randi kaget


"temannya tuan muda Dirga, di Zulfan" jawab Furqon


Randi manggut-manggut merasa lega karena yang bersama mereka adalah teman Adam dan Deva. sedang Zulfan yang masih lemah karena penyiksaan yang ia alami, dirinya memilih melayang bersandar di pohon. sebenarnya hantu itu masih berada di vila, dilindungi oleh pagar gaib milik El-Syakir. namun setelah melihat tidak ada siapapun lagi di sekitarnya, ia memilih keluar dari pagar gaib dan mencari semua orang.


"kalian siap...?" teriak El-Syakir


"siap" jawab tim samudera


"pantang mundur mati tak gentar" El-Syakir mengangkat kerisnya ke atas


"pantang mundur mati tak gentar" tim samudera ikut bersorak


"serang" Adam memberikan perintah


"bunuh mereka" Baharuddin memerintahkan semua makhluk-makhluk itu


GRRUAARRR


tim samudera berlari menyerang begitu juga para setan-setan itu. mereka bertemu di pertengahan dan terjadilah pertempuran. semangat yang membara dari semua tim samudera, membuat setiap yang menyerang mereka, mereka habisi sampai menghilang seperti debu.


ratusan para makhluk gaib tidak membuat mereka mundur dan melarikan diri. belum ada di dalam kamus tim samudera lari dari pertempuran.


Adam mengincar Baharuddin saat laki-laki itu akan pergi dari tempat itu.


"mau kemana...?" Adam menghadang Baharuddin yang akan kabur


"Dirga Sanjaya, apakah kamu ingin aku mengirimmmu ke neraka bersama ayah dan bundamu...?"


"hhh" Adam tersenyum tipis kemudian terkekeh pelan


"terbalik....kali ini aku yang akan mengirimmmu ke neraka jahanam"


"hahaha, rupanya empat tahun telah berlalu membuat kamu menjadi anak muda yang pemberani ya. aku salut padamu. hummm baiklah, mari kita selesaikan ini semua. aku juga sudah muak di kejar-kejar oleh kalian semua"


"kak" El-Syakir datang saat melihat Adam akan melawan Baharuddin seorang diri


"mau melakukan pengeroyokan lagi...? tidak masalah, aku ladeni kalian berdua"


Adam dan El-Syakir saling tatap kemudian bersiap menyerang Baharuddin. dua lawan satu memang tidak seimbang. namun menghabisi manusia iblis seperti Baharuddin, harus membutuhkan kerjasama.


Baharuddin memukul mundur El-Syakir saat remaja itu akan menyerangnya. El-Syakir melompat dan melayang di atas kepala Baharuddin. ia melesatkan cahaya putih dari keris miliknya. punggung Baharuddin terkena serangan El-Syakir, membuat ia terhuyung ke depan.


Adam melayangkan tendangan di kepala laki-laki itu, Baharuddin tersungkur ke tanah. punggungnya terluka dan menghitam. kekuatan keris larangapati memang bukan main-main.


kembali Adam menyerang begitu juga dengan El-Syakir. keduanya tidak memberikan kesempatan kepada Baharuddin untuk bersiap.


bugh


bugh


Adam dan El-Syakir, masing-masing dari mereka terkena pukulan Baharuddin. mereka terseret mundur beberapa langkah. keduanya memegang dada yang berasap dan membiru.


Baharuddin menyerang melesatkan bertubi-tubi cahaya merah. El-Syakir maju ke depan dan membuat pagar gaib.


ddduuuaaaar


ddduuuaaaar


setiap serangan Baharuddin, hanya mengenai pagar gaib milik El-Syakir dan meledak di udara.


kembali pertempuran terjadi. meskipun sudah terkena beberapa kali serangan dari Baharuddin namun tidak membuat El-Syakir dan Adam berhenti untuk menyerang.


bugh


buaaaak


Baharuddin terpental dan menabrak pohon. dua kekuatan yang bersatu membuat dirinya terkena serangan.


"kalian memang tidak bisa di remehkan ternyata. baiklah, akan aku tunjukkan kekuatan ku yang sebenarnya" Baharuddin menatap penuh amarah ke arah dua bersaudara itu


seketika tubuh Baharuddin semakin lama semakin membesar. bahkan bajunya mulai robek karena otot-otot tubuhnya berubah menjadi sangat besar. bulu-bulu memenuhi tubuhnya, taring yang panjang dan tajam keluar dari mulutnya. warna matanya berubah menjadi merah.


awan yang tadinya cerah kini berubah menjadi hitam. angin sepoi-sepoi berhembus begitu kencang. pohon-pohon yang besar banyak yang tumbang dan sebagian tercabut dibawah angin. seperti akan terjadi badai, air laut yang tadinya tenang berubah menjadi ganas siap menerkam kapal laut yang sedang berlayar.


Zidan dan para pengawalnya hampir terbawa angin. mereka berpegang erat di batang pohon, karena jika tidak maka sudah pasti angin yang begitu kencang akan menerbangkan mereka semua.


cahaya matahari kini tenggelam dengan awan hitam yang membuat pulau itu menjadi gelap. Baharuddin telah sepenuhnya menjadi iblis. wujudnya yang sekarang adalah wujud dari iblis yang ia sembah.

__ADS_1


__ADS_2