Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 43


__ADS_3

📞ibu Arini


Dirga sudah ditemukan... syukur Alhamdulillah. terus bagaimana keadaannya sekarang yah...?


📞ayah Adnan


masih belum sadar, kami akan membawanya ke luar negeri untuk perawatan yang lebih baik


📞ibu Arini


luar negeri, ayah akan ke luar negeri...?"


📞ayah Adnan


iya. ayah minta izin ya bu untuk mengantar Dirga. ayah tidak tenang dan ingin bersamanya beberapa hari


📞ibu Arini


tapi yah, kalau anak-anak tanya bagaimana...?


📞ayah Adnan


katakan pada mereka kalau ayah ada urusan seperti biasa namun kali ini akan sedikit lama, mungkin 3 atau sampai 4 hari


📞ibu Arini


baiklah. ayah hati-hati. kalau sudah sampai di luar negeri, segera kabari ibu


📞ayah Adnan


terimakasih Bu. kalau begitu ayah tutup ya. assalamualaikum


📞ibu Arini


wa alaikumsalam


klik


ayah Adnan menutup panggilannya. mereka akan berangkat sekarang juga.


sedangkan Zidan, pria itu mengirimkan pesan kepada wanitanya. meskipun dia tidak begitu peduli dengan hubungan mereka namun Zidan tetap memperlakukan Vania dengan baik, itu karena kontrak yang telah disepakati.


entah bagaimana perasaan pria itu sekarang terhadap Vania, karena sampai sekarang yang ada dikepalanya bahwa ayah Vania adalah pembunuh dari kedua orang tuanya.


"kalau aku balas dendam padanya, lalu apa bedanya aku dengan ayahnya" itu yang selalu ada dalam hati Zidan.


📱aku akan pergi ke suatu tempat, mungkin akan sedikit lama. jangan hubungi dan cari aku


send....


pesan terkirim, tinggal menunggu wanita itu untuk membacanya. entah apa balasan Vania nanti, Zidan tidak ambil pusing.


"Pram, tetap awasi keluarga mas Adnan dan untuk kamu Randi ambil alih semua pekerjaan mas Adnan sampai dia kembali" ucap Zidan


"terus aku...?" tanya Helmi


"bantu Randi dalam pekerjaannya" jawab Zidan


"oke lah" ucap Helmi


Dirga telah dulu dibawa masuk ke dalam pesawat milik keluarga Sanjaya itu.


"Pram, Randi, Helmi...jangan lupa, cari mas Rudi sampai ketemu. entah mati atau masih hidup tangkap dia dan bawa di hadapanku" ucap Zidan


"baik bos" jawab ketiganya


"oh iya, satu lagi. kalian bertiga, tinggallah di rumahku. aku akan memberitahu bi Rumi" ucap Zidan dan ketiganya mengangguk


Zidan dan ayah Adnan masuk ke dalam pesawat. ketiga pengawal itu pergi meninggalkan tempat dan akan pulang ke kota S.


********************************************


mobil berwarna hitam, terpakir sedikit jauh dari rumah pak Kusman. mobil itu adalah mobil pengawal yang di suruhkan Pram untuk menjaga El dari jauh.


"bagaimana keadaannya nak, sudah membaik...?" tanya ibu windari datang melihat Vino ke dalam kamar


"sudah lebih baik Bu. terimakasih sudah merawat saya" jawab Vino lembut


"gue juga ikut merawat elu ya, jangan lupakan itu" ucap starla yang duduk di kursi di samping ranjang Vino


"iya iya bawel.... terimakasih sayang" goda Vino membuat starla memerah menahan malu


"apaan sih lu, nggak lucu tau" starla memalingkan wajahnya


ibu windari terkekeh melihat tingkah dua anak remaja itu.


"ini makanannya, dihabiskan ya" ibu windari menyimpan makanan yang dibawanya di atas meja


"terimakasih banyak Bu, maaf sudah merepotkan" ucap Vino


"harusnya ibu yang meminta maaf, karena perbuatan anak ibu, kamu jadi seperti ini" jawab ibu windari.


"saya sudah tidak apa-apa Bu, kita doakan saja Ainun tenang di sana"


"aamiin. ibu keluar ya. dimakan makanannya" ibu windari meninggalkan Vino dan starla


Vino mengambil piring makanan itu namun starla langsung mengambil alih.


"gue suapin" ucapnya


"nggak usah, gue bisa sendiri" tolak Vino


"jangan ngebantah deh. ayo buka mulutnya. aaaa"


dengan terpaksa Vino menerima suapan dari gadis itu. starla tersenyum manis dan entah mengapa membuat hati Vino merasakan sesuatu yang berbeda.


(gue kenapa sih, kenapa perasaan gue seperti ini) batin Vino menatap starla


"kenapa. gue saking cantiknya ya sampai elu nggak berkedip begitu natap gue...?"


"cih, pd banget lu" elak Vino


"ngomong-ngomong, El, Leo dan Adam pada kemana...?" lanjut Vino


"di luar mungkin, gue juga nggak tau" gadis itu terus saja menyuapi Vino


"tumben elu nggak ngekorin El pergi"


"belum, tapi nanti juga gue ngekorin dia" jawab starla santai


"tembak aja Napa sih, siapa tau kali ini El langsung mau" usul Vino


"kalau dia nolak gimana...?"

__ADS_1


"ya itu sih nasib sialnya elu hahahaha"


buuukkk...


starla memukul Vino dengan bantal guling.


"senang lu ya di atas penderitaan gue" cebik starla


"nggak gitu lah. tapi ya, gue penasaran. apa sih yang membuat elu suka banget sama El. ya dia emang ganteng sih, gue akui itu. tapi emangnya elu sama kayak cewek lainnya, melihat dari ketampanannya saja" Vino menatap starla dengan terus mengunyah makanannya


"selain ganteng, El juga kan baik dan dia sebenarnya...." starla menggantung ucapannya


"sebenarnya apa...?" Vino penasaran


"teman masa kecil gue, tapi kayaknya El udah nggak ingat sama gue lagi" jawab starla lirih


"seriusan lu, kalian teman masa kecil...?"


"hummm...gue berusaha untuk mengingatkan dia tapi dia nggak pernah ingat"


"ya elah... lebih baik elu bilang yang sebenarnya supaya dia tau, kalau elu kayak gitu terus, mana bisa ingat dia"


"tapi ya, kok gue baru tau ya El punya teman masa kecil. perasaan dia dulu sama-sama gue terus deh. emang teman masa kecil dimana sih...?"


"di kota Y"


"hummm...." Vino manggut-manggut


"semangat mengejar cinta. gue akan selalu mendukung elu" Vino menoel hidung starla dan tersenyum manis


deg....


(i-itu tadi....kenapa sama seperti dirinya) gadis itu terpaku menatap dalam mata Vino


"tetap semangat ya, aku akan selalu mendukung kamu" menoel hidung starla kecil dan tersenyum manis


"Vin" panggil starla


"hummm" jawab Vino yang bersandar di kepala ranjang dan memainkan handphonenya


"apa selain Vino, elu punya nama yang lain...?"


"maksudnya...?" Vino beralih menatap starla


"selain Vino, apakah elu punya nama panggilan yang lain...?"


"kenapa nanya gitu...?"


"elu....."


drrrrtttt.... drrrrtttt


handphone Vino bergetar. ia segera mengangkatnya.


📞 Vino


ada apa lagi sih Nis...?"


📞 Vino


nggak bisa, gue sibuk


📞 Vino


📞 Vino


terserah


klik...Vino langsung mematikan handphonenya


cek lek


"udah baikan lu...?" El dan Leo masuk ke dalam kamar bersama hantu Adam


"udah...kapan kita pulang..." jawab Vino


"bentar lagi. nih, buat elu dan ini buat starla" El memberikan ice cream rasa mangga untuk Vino dan strawberry untuk starla


"thanks, tau aja lu kesukaan gue. oh ya El, starla ada yang mau dia omongin tuh sama elu" ucap Vino


"elu" starla menatap tajam Vino yang hanya nyengir kuda


"emang mau ngomong apaan La...?" tanya El


"udah sana" bisik Vino menyuruh starla untuk membawa El keluar


"ikut gue" gadis itu memegang tangan El dan keluar dari kamar


"ikut ah" Adam bersiap untuk menghilang


"eits...no no no...elu di sini aja. jangan ganggu" dengan cepat Vino meraih tubuh Adam dan memeluknya


"iiiih lepas...aku kan mau nguping" kesal Adam


"nehi...elu tetap di sini, duduk yang manis dan nih sambil makan melati" Vino memberikan bungkuskan melati kepada hantu itu


dengan kesal Adam mengikuti perkataan Vino sementara Leo, dia hanya asik memakan ice cream dan menonton drama antara kedua temannya itu.


"mau bicara apa La...?" mereka berdua berada di teras rumah


"nih" starla memberikan sapu tangan kepada El


"elu masih simpan sapu tangan ini" El mengambilnya


"elu udah ingat dengan sapu tangan itu...?"


"ingatlah, waktu itu kan elu jatuh terus gue kasih sapu tangan ini ke elu"


"hanya segitu pengingatan mu, nggak ada yang lain...?"


"yang lain apa maksudnya...?"


"yah, ingatan elu tentang sapu tangan itu"


"ooh.... seingat gue sih sapu tangan ini gue di kasih sama, kalau nggak salah Vino deh kayaknya. waktu itu Alana tangannya luka, terus Vino ngasih sapu tangan ini buat ngebalut lukanya dan akhirnya gue yang ambil karena Alana titip ke gue buat ngasih ke Vino. eh malah guenya ngasih ke elu"


"Vino...?" ucap starla


"iya. Vino bilang sapu tangan ini kenangannya bersama teman masa kecilnya dulu di kota Y"


(jadi selama ini aku salah orang. tapi kenapa nama mereka beda) batin starla


"El, apakah Vino dulu punya nama panggilan lain...?"

__ADS_1


"nama panggilan lain...?" tanya El balik dan gadis itu mengangguk


"ada... dulu namanya adalah Elang Erlangga, tapi waktu itu dia sering sakit-sakitan. ya elu taulah orang tua zaman dulu kepercayaan tentang nenek moyang mereka itu masih kental banget. neneknya Vino bilang, dia harus berganti nama agar Vino tidak sakit-sakitan karena katanya nama Elang nggak cocok untuk Vino. dan akhirnya om Wira mengganti namanya yang tadinya Elang menjadi Vino"


(*Elang Erlangga....jadi benar selama ini gue salah orang. pantas saja El tidak mengingat aku sama sekali ternyata orang yang aku cari bukan dia tapi Vino) batin starla


"hai...namaku Lala. nama kamu siapa...?"


"aku El"


"mau berteman denganku El...?" mengulurkan tangannya


"tentu" membalas uluran tangan starla kecil*


"jadi, elu mau ngomong apa La...?" El kembali bertanya


"ah nggak...bukan apa-apa. gue hanya mau ngasih sapu tangan itu ke elu" jawab starla


"oh, gue kira mau ngomongin apa"


mereka berdua terdiam, hening tanpa suara. starla membuka ice cream yang diberikan El untuknya.


"yaaah, udah cair" keluhnya


'nggak usah dimakan, nanti gue belikan yang baru"


"jangan, kasian jadi mubazir" gadis itu tetap memakan ice creamnya


melihat bibir starla belepotan karena ice cream, El mengangkat tangannya dan melap bibir gadis itu dengan lembut.


starla terdiam, ia hanya fokus menatap El yang melakukan hal manis padanya.


"elu makan kayak anak kecil saja" ejek El


"hehehehe" starla hanya nyengir


"masuk yuk, bentar lagi kita pulang" ajal El


El masuk ke dalam rumah tapi tidak dengan starla. gadis itu masih diam ditempatnya.


"bingung ya...?" Adam tiba-tiba sudah berada di sampingnya


"maksudnya...?"


"bingung memilih antara cinta yang sekarang atau cinta masa kecil" ucap Adam


"darimana elu tau...?"


"tahulah" jawab Adam


"ikuti kata hatimu. sekarang aku tanya. bagaimana perasaanmu terhadap El saat tahu kalau dia bukan cinta masa kecil mu. apakah selama ini kamu suka sama dia karena memang itu perasaan mu yang sesungguhnya atau hanya karena kamu mengira dia cinta masa kecilmu sehingga kamu terus mengejar dia...?" Adam menatap starla dengan serius


(apa iya aku suka sama El karena aku mengira dia adalah Vino, teman masa kecil aku dulu...?) starla berperang batin


"gue juga nggak tau... entahlah, gue bingung" starla merebahkan kepalanya di pundak Adam


"ikuti saja alurnya keadaan. jangan terlalu cepat mengambil keputusan. selama ini El juga tidak merespon lebih padamu kan. maka dari itu, ambil langkah yang benar-benar nggak akan buat kamu kecewa nantinya" ucap Adam


"harus kamu tau, cinta masa kecilmu itu sekarang sedang didekati oleh gadis yang dulu pernah ia sukai. keputusan ada padamu" lanjut Adam


"siapa, Nisda maksud elu...?" starla mengangkat kepalanya


"sepertinya dia. mereka cocok sih menurutku. yang satu ganteng dan yang satunya cantik. aku lihat juga gadis itu kalem orangnya, jadi ya kalau mereka jadian aku dukung" timpal Adam


"ayo masuk, kita akan pulang" ajak Adam


dengan perasaan gundah gulana, starla masuk ke dalam rumah. semuanya telah berkumpul, dan mereka berpamitan untuk pulang, kepada pak Kusman dan ibu windari.


sepanjang jalan, starla terus menatap Vino. gadis itu tidak menyangka ternyata cinta masa kecilnya dulu adalah laki-laki yang sering bertengkar dengannya.


hari terus berganti, dan sampai saat ini ayah Adnan belum juga kembali dari LN setelah mengantar Dirga waktu lalu bersama Zidan.


El dan Alana terus saja menanyakan ayah mereka itu namun ibu Arini selalu beralasan mungkin pekerja ayah mereka belum selesai.


"emang ayah sebenarnya kerja apa sih Bu, sampai harus ke luar kota segala" tanya Alana


"ibu juga kurang tau sayang. tapi yang jelas pekerjaan ayah halal insya Allah" jawab ibu Arini


(berarti benar kan kalau yang aku lihat kemarin itu adalah ayah. tapi ayah kerja apa ya, pakaiannya seperti pengusaha saja) batin El


ting....pesan masuk di handphone El


grup Trio kece


Vino : malam minggu sebentar, jalan yuk


Leo : jalan kemana...?


Vino : ya kemana aja, nonton kek, apa kek.


starla : boleh boleh


El : ke pasar malam aja gimana...?


Vino : boleh tuh. semuanya setuju ya, kita ke pasar malam


Leo : okeh 👌


starla : assiaaap


El : ok


"dek...mau ikut kakak nggak...?"


"kemana...?


"pasar malam"


"kita berdua saja...?"


"nggak, ada Leo, Vino dan starla"


"ada aku juga lah, enak aja aku nggak diajak" Adam muncul tiba-tiba dengan mulutnya memenuhi melati


"mau...mau" Alana mengangguk cepat


"boleh kan Bu...?" El beralih menatap ibu Arini


"boleh, tapi hati-hati ya. pulangnya jangan terlalu malam" jawab ibu Arini


"makasih ibu" Alana memeluk ibu Arini dengan senang


"assiiiiiiikkkkk...bisa belanja banyak-banyak, tumpah-tumpah, lumer-lumer" Adam ikut kegirangan bertepuk tangan

__ADS_1


(dasar setaaaan... maunya belanja mulu) El menggeleng melihat teman hantunya itu yang gila dengan berbelanja


__ADS_2