
"dam bangun dam, Adam bangun" El terus menggoyang tubuh Adam yang sudah tidak merespon sama sekali
"pliiiss bangun, jangan ninggalin gue seperti ini dam" El-Syakir memeluk Adam dengan erat menangis sejadi-jadinya
Nisda memeluk Bara dan menangis dipelukan remaja itu. Leo mendekat dan memeluk El dan Adam. perasaan hancur tidak dapat mereka sembunyikan. tubuh El bergetar hebat, bahunya naik turun karena tangis yang tidak bisa ia tahan.
di tempat lain, Cecil berlarian mencari Edward, dokter yang menangani Dirga di rumah sakit besar itu.
"kamu melihat dokter Edward...?" tanya Cecil ke perawat yang lain
" dia ke ruangan dokter Kristian. ada apa Cecil...?"
"ini darurat" jawab Cecil yang kembali berlari menuju ruangan dokter Kristian
braaakkk
"dokter Edward" panggil Cecil dengan nafas memburu
"apa kamu tidak punya etika Cecil" ucap Edward menatap tajam perawat itu
"pasien atas nama Dirga sedang kritis. dokter harus ke sana sekarang"
mendengar nama Dirga, dokter tampan itu berlari keluar dari ruangan dokter Kristian dan menuju kamar rawat Dirgantara.
"bantu aku Cecil"
"baik dokter"
tubuh Dirga berguncang hebat bahkan ranjangnya pun ikut goyah. Edward melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan keponakan sahabatnya itu.
"kak tolong Adam kak" suara El semakin parau. matanya merah karena tangisnya
"Allah, kembalikan Adam padaku. kembalikan, aku mohon" El tetap memeluk Adam
Furqon tidak bisa berbuat apa-apa karena ia juga tidak tau apa yang harus dilakukannya. dia memang bisa melihat mereka namun tidak sampai sejauh berkomunikasi bahkan berteman seperti El dan Adam.
sementara Ardi, dia yang tidak bisa melihat Adam hanya dapat menatap El yang sedang memeluk angin, namun ia percaya kalau ada seseorang yang dipeluk oleh remaja itu.
perlahan tubuh Adam mulai menghitam, bahkan wajah dan bahunya sebelah telah berubah menjadi hitam dan sebentar lagi racun keris itu akan menyebar dalam tubuhnya dan memusnahkan arwah hantu itu.
tubuh Dirga berhenti berguncang namun alat monitor menunjukkan garis lurus dan bunyi yang panjang.
tiiiiiiiiiiiiiiiiiiit
"100 Joule, siap"
bughhh
tubuh Dirga terangkat keatas dan mendarat lagi di ranjangnya.
"100 Joule, siap"
bughhh
"kembali Dirga, kembali" ucap Edward yang sudah berkeringat dingin
ini kali kedua Dirgantara, penerus Sanjaya grup mengalami masa kritis dan hanya Tuhan yang dapat menyelamatkannya.
seorang gadis dengan berpakaian putih datang menghampiri El dan yang lainnya. gadis itu memegang bahu El membuat El mendongakkan kepalanya melihat ke arah gadis itu.
"baringkan di tempat itu" ucap gadis itu
El-Syakir menuruti perkataan gadis itu. mungkin saja gadis itu bisa menyelamatkan Adam. dengan cepat ia dan Leo mengangkat tubuh Adam dan membaringkannya di samping Dian.
gadis itu mengambil bunga melati dan keris yang tertancap di perut kakek tua yang telah mati di tusuk oleh Adam.
"keris adalah keris larangapati. ini adalah keris pemusnah makhluk gaib. siapa yang tertusuk dengan keris ini maka dia tidak akan selamat dan akan musnah" ucap gadis itu
"jadi Adam tidak akan bisa disembuhkan...?" tanya El dengan parau
"segala penyakit ada obatnya" jawab gadis itu dengan tersenyum
gadis itu mengambil air di dalam loyang kecil dan menaburkannya dengan bunga melati ke dalam loyang kecil itu. keris itu di simpan di dalam loyang yang berisi air dan bunga melati.
Jan sarikan lungurtum Kris larangapati
Jan sarikan lungurtum Kris larangapati
Jan sarikan lungurtum Kris larangapati
gadis itu merapalkan mantra tiga kali, entah apa artinya. setelah merapalkan mantra, keris itu mengeluarkan sinar yang terang membuat mata tidak sanggup untuk melihat kemudian lambat laun sinar itu hilang masuk ke dalam keris.
gadis itu mendekati Adam, menyibakkan bajunya dan menyiram lukanya dengan air yang berisi melati tadi. selang beberapa menit reaksi dari air itu terlihat.
ugh
Adam membuka matanya dan menahan sakit yang luar biasa. wajahnya menghitam dan sampai kemudian hantu itu muntah darah, darah yang hitam pekat.
hueeek.... hueeek
Adam memuntahkan racun yang berada di dalam tubuhnya, kemudian tubuhnya terkapar lemas.
bersamaan dengan itu, Edward yang sudah melakukan kekuatan manual untuk menolong Dirga pada akhirnya remaja itu kembali lagi. suara monitor terdengar normal dan garis di monitor pun kembali normal juga.
Edward bermandikan peluh keringat, dirinya terjatuh di lantai dengan nafas yang terengah-engah.
"dokter berhasil membawanya kembali" ucap Cecil melap keringat dokter tampan itu
__ADS_1
"ini juga berkat bantuan mu Cecil" jawab Edward, menarik tangan Cecil dan akhirnya ikut terbaring di samping Edward
"terimakasih selalu membantuku dan selalu di sampingku" Edward menatap lembut mata wanita itu
"sama-sama sayang" jawab Cecil tersenyum manis
melihat Adam sadar kembali, El segera menghampiri hantu itu dan memeluknya kembali. perasaan sedih, senang bercampur menjadi satu.
yang paling mengalami kebingungan adalah Ardi namun pria itu tetap bersikap normal seperti yang lainnya.
"elu kembali" ucap El memeluk erat Adam
Adam hanya tersenyum menanggapi kekhawatiran El-Syakir. Leo dan Bara beranjak dan memeluk mereka berdua.
"woi, aku nggak bisa nafas tau" teriak Adam
"maaf maaf, habis kami senang banget elu akhirnya kembali juga" ucap Leo merasa bersalah
"dam" panggil Nisda
"kamu baik-baik saja..?" tanya Adam yang bangun dan duduk bersandar di dada El
"iya" jawab Nisda dengan tangis bahagia
"syukurlah" jawab Adam
mereka semua mengalihkan pandangan ke arah gadis yang telah menolong Adam. saat beberapa menit mereka akhirnya sadar kalau gadis itu sama persis dengan gadis yang terbaring kaku di samping Dian. rupanya gadis itu adalah arwahnya.
"boleh aku meminta sesuatu...?" tanya gadis itu
"kamu meminta imbalan dari jasamu...?" tanya Furqon dengan nada dingin
"iya. aku hanya meminta sebagai imbalan dari jasaku, aku ingin kalian menguburkan jasadku dengan layak di samping gubuk ini" jawab gadis itu
"memang sebaiknya kamu di kubur karena kamu sudah mati" jawab Bara
"siapa namamu...?" tanya El
"Laksmi" jawab gadis itu
"terimakasih Laksmi, terimakasih telah menolong kami" ucap El dengan tulus
"terimakasih Laksmi" ucap Adam tersenyum
"sama-sama. bawa keris itu sebagai senjata kalian untuk memusnahkan makhluk gaib yang berbuat jahat. aku titipkan padamu" Laksmi menatap ke arah El
"aku tidak berani memegang benda seperti itu" jawab El
"kamu tidak perlu susah-susah menaruhnya di tempat aman karena keris ini akan masuk ke dalam tubuhmu setelah kamu bersedia menerimanya. bapak sebagai pemilik terakhir keris ini dan aku takut akan jatuh ke tangan yang salah. maka dari itu aku berikan kepada mu karena aku tau kamu orang baik" ucap Laksmi
"terima saja El, siapa tau akan berguna untuk kita dikemudian hari" ucap Leo
Laksmi tersenyum mendengar kesiapan El-Syakir. saat dirinya mengatakan telah siap, keris itu melayang menghampiri El dan masuk ke dalam tubuh El-Syakir seperti yang Laksmi katakan.
"pergunakan sebaik mungkin benda pusaka itu. sekarang aku harus pergi. kuburkan aku dengan bapakku di samping gubuk ini" setelah mengatakan itu, Laksmi menghilang seperti debu
El dan kedua temannya serta dibantu oleh Furqon dan Ardi, mereka menggalih tanah untuk dijadikan liang lahat.
hujan telah reda, dengan alat seadanya mereka dapat menyelesaikan penggalian dan kemudian mengangkat tubuh kakek tua dan tubuh Laksmi di masukkan ke liang lahat.
tubuh keduanya ditimbun dengan tanah hingga tidak terlihat. mereka menancapkan papan sebagai nisan keduanya.
"kita balik sekarang" ucap El
"ayo kembali, aku sudah rindu melatiku. aku lapar" ucap Adam yang masih belum pulih total
"dasar setan. baru saja elu sakaratul maut, pas sadar langsung cari melati" cebik Leo
"melati itu adalah separuh hidupku, tanpa melati hidupku hampa terasa seperti garam tanpa sayur" timpal Adam
"sayur tanpa garam. kembali lagi edannya" jawab Leo
mereka semua kembali, Adam merengek ingin digendong oleh El-Syakir dan dengan terpaksa El menggendong hantu itu. Adam beralasan bahwa ia masih lemah, tidak sanggup berjalan jauh padahal dirinya kan melayang.
Dian telah sadar dan digendong oleh Leo. meskipun kesadarannya kembali namun gadis itu masih lemas dan tidak mempunyai tenaga. entah apa yang dilakukan kakek tua itu kepadanya. tapi ia bersyukur bisa selamat.
"sebaiknya kalian pulang bersama kami saja" ucap Furqon
"kakak bawa mobil...?" tanya El
"iya. kami parkir tidak jauh dari tempat perkemahan kalian" jawab Furqon
"memangnya kakak berdua ngapain di hutan seperti ini. nggak mungkin ikut kemah kan" ucap Nisda menelisik keduanya
"kami.....kami sedang mengejar seseorang yang kabur masuk ke dalam hutan ini. kebetulan saat kami di dalam hutan kami melihat kalian dan mengikuti kalian" jawab Ardi memberikan alasan
"seseorang siapa. kalian mengejar pencuri, perampok atau siapa...?" tanya Bara
"seseorang yang telah berbuat jahat" jawab Ardi
"memangnya pekerjaan kakak berdua apa sih...?" tanya Leo penasaran
"pengawal" jawab Adam mewakili Furqon dan Ardi
"oh ya. sama dengan kak Pram dong, kakak aku. dia juga seorang pengawal dan bekerja di perusahaan paman Zidan" timpal Bara
"kakak berdua benaran pengawal...?" tanya El
__ADS_1
"kita sudah sampai. izinlah kepada guru kalian agar bisa pulang bersama kami" Furqon mengalihkan pembicaraan. jika dia meladeni maka pasti akan ada pertanyaan-pertanyaan lanjutan dan itu bisa membuat pekerjaan mereka diketahui oleh anak-anak tim samudera itu
saat tiba, Adam turun dari gendongan El. hantu itu melayang menuju tenda sedang Leo membawa Dian ke tenda UKS.
semua guru dan siswa siswi lainnya merasa lega akhirnya Dian bisa ditemukan juga. mereka telah pasrah karena sejak berjam-jam tadi mereka belum membuahkan hasil tapi untungnya tim samudera dapat menemukan gadis itu.
saat tiba di tenda UKS, Leo kaget karena ia melihat Vino yang terbaring dan starla yang duduk di sampingnya.
"dia sampai ambruk...?" tanya Leo menghampiri mereka
"iya, tapi sekarang udah membaik. untung kami cepat kembali ke tenda kalau nggak gue nggak tau apa yang akan terjadi padanya" jawab starla lirih
"dia belum sadar...?"
"sudah, tapi sekarang dia lagi tidur"
"biarkan dia istirahat. masih ada sekitar dua jam lagi untuk kita pulang. semoga bangun nanti dia kembali membaik"
"semoga saja"
Indri datang melihat keadaan Dian. gadis itu sangat khawatir dengan sahabatnya itu. setelah mendapatkan pengobatan, Dian dibiarkan istrahat dan Indri menemaninya.
Nisda mengepak barang-barangnya dan juga ketiga barang teman kelompoknya. gadis itu memasukkan segala apa saja ke dalam tas yang mereka bawa.
di tenda laki-laki tim samudera, mereka berganti pakaian karena tidak mungkin memakai pakaian yang basah. Adam mengerucutkan bibirnya karena makanannya telah habis. hantu itu merajuk bahkan mengguling- gulingkan dirinya di dalam tenda.
"aku mau melati, mau melati" rengeknya seperti anak kecil
"nanti di kota baru dibeli. di sini mau dapat dimana melati" timpal El
"hiks hiks, aku mau sekarang. titik"
"elu guling-guling gitu emang nggak sakit apa lukamu" ucap Leo
"tidak sesakit hatiku yang kehabisan melati. oh melati, mengapa engkau habis" Adam mulai mendramatisir keadaan
"macam mana aku tak habis, engkau memakan aku, engkau memakan aku" jawab Bara dengan nada lagu
"mau melati nggak...?" tanya El
"mau mau mau" jawab Adam mengangguk cepat
"kalau begitu sabar. tiba di rumah gue belikan banyak-banyak tumpah-tumpah lumer-lumer" ucap El
"benar ya, nggak bohong kan. kalau bohong nanti dicium mba Kunti"
"benar, sejak kapan gue bohong"
"baiklah kalau begitu"
Adam duduk anteng dan memperhatikan ketiganya mengepak barang-barang memasukkan ke dalam tas.
saat sedang sibuk, Leo mencium bau yang membuatnya ingin mual.
"hueeek, bau apaan nih" Leo menutup hidungnya
"iya bau apa nih, busuk banget macam ******" Bara juga menutup hidungnya
El menutup hidungnya dengan kain, mereka mulai mencari-cari bau busuk itu berasal darimana hingga terdengar bunyi yang merdu namun membuat orang akan pingsan jika mencium baunya.
"buuuuuuuu"
El, Leo dan Bara saling pandang kemudian melihat ke arah Adam yang sudah cengengesan memperlihatkan gigi-giginya yang rapi.
"elu kentut...?" tanya El
"hehehehe" Adam nyengir kuda
"harum kan gas beracun aku" ucap Adam tanpa dosa dan mengedip-ngedipkan matanya
"adaaaaaam"
"kyaaaaaaaa lotooooooooong ada yang kesurupan" teriak Adam saat ketiganya menghambur menghajarnya.
Leo menarik-narik rambutnya, El memukulnya dengan jaketnya dan Bara mendudukinya membuat hantu itu tidak bisa bergerak.
"setooooooooop" teriak Adam. ketiganya berhenti karena teriakan hantu itu.
"aduh aduh, sakit" rintihnya
"eh eh, maaf kak, maaf." Bara turun dari tubuh dari hantu itu. mereka semua panik karena hantu itu kesakitan
"eh apaan tuh" tunjuk Adam ke arah luar
saat ketiganya melihat ke arah luar, saat itu juga Adam merapatkan tangannya dan menghilang seperti jini oh jini.
"Adam Hawa"
"kak Dirga"
"Adam Kumbara"
ketiganya berteriak kesal karena hantu itu membohongi mereka.
______________________________________________
mantra yang author tulis itu hanya bahasa biasa ya, tidak punya arti apa-apa. aku menulis itu karena kata-kata itu yang terlintas di pikiran aku.
__ADS_1
selamat membaca. jangan lupa jejak jempolnya ya dan komentar positifnya, agar aku semangat dalam melanjutkan cerita. 😊🤗