
"Adam" Leo, Vino dan Melati
"kok bisa...?" Leo masih tidak percaya kalau Adam ada di kelas mereka sekarang
Adam tersenyum ke arah tiga temannya itu membuat para siswi geregetan dan meleleh. bahkan Adam mengedipkan matanya ke arah Melati membuat gadis itu tersipu malu.
"silahkan perkenalkan dirimu" ucap pak Salman
"Hai semuanya" sapa Adam
"Hai" jawab semua siswa kecuali ketiga temannya
"perkenalkan namaku Dirga Sanjaya. panggil saja Dirgantara atau Adam. aku senang bisa masuk sekelas dengan kalian semua. semoga kita bisa berteman baik" Adam memperkenalkan dirinya dengan ramah
"nama elu banyak banget sih" ucap siswi yang bermana Merli
"nggak masalah banyak nama yang penting nggak banyak pacar, nanti repot" jawab Adam
"elu udah punya pacar...?" tanya siswi yang bernama Rahma
"nggak punya. yaa mungkin nanti kalau hati aku kepincut sama gadis cantik" jawab Adam tersenyum manis
"haduuuh... keliatan banget buayanya"
"fix gue harus jadi pacar dia. secara kan gue yang paling cantik di kelas ini" Merli berucap dengan begitu percaya diri
"nggak usah halu, El-Syakir aja nggak mau ama elu, apalagi dia yang lebih ganteng dari El" Kanaya yang duduk di samping Merli berucap
"itu kan El. lain El lain Adam. gue yakin dia bakalan kepincut dengan kecantikan gue" timpal Merli
"serah lu dah" Kanaya memutar bola matanya
"boleh minta nomor elu nggak...?"
"IG aja deh"
"nomor WA ada nggak...?"
"alamat rumah dong, supaya gue sekalian ketemu sama calon mertua"
"huuuuuuu"
semua siswa menyoraki siswi yang meminta alamat rumah Adam.
"alamat rumah aku sama dengan alamat rumah El-Syakir" jawab Adam
"kalian tinggal bareng...?" tanya Naya. dia adalah gadis yang pernah kerasukan di kelas itu
"iya" jawab Adam
"hubungan kalian apa, soalnya mukanya hampir mirip gitu loh, sebelas duabelas dengan El, hanya saja elu lebih ganteng" Merli bertanya
"eh iya ya, kalau diliat-liat dia mirip dengan El-Syakir" ucap siswa yang lain
"penasaran ya...? untuk lebih jelasnya kalian cari tau aja sendiri. aku rasa cukup terimakasih" Adam mengakhiri perkenalannya
"silahkan ke tempat duduk mu Adam" perintah pak Salman
"baik pak"
Adam melangkah melewati beberapa siswa yang lain. dirinya berhenti di belakang Leo dan Melati karena di situ tempat duduk yang kosong.
sebenarnya di belakang itu adalah tempat duduk Melati seorang diri tanpa ada yang menemaninya. namun karena kini sudah ada Adam, mereka sepertinya akan satu tempat duduk di belakang El-Syakir dan Leo.
"halo bestie" Adam mengedipkan matanya ke arah ketiga temannya saat mereka berbalik untuk melihatnya
"demi apa dam, elu bisa masuk di sekolah ini...?" tanya Leo berbisik
"demi cintaku padamu" Adam menggoda Leo
"ck, gue serius dam" Leo kesal karena Adam hanya menjawab asal pertanyaannya
"Leo Sebastian, Melati Ariana, Dirga Sanjaya, kalau mau main bisik-bisik tetangga, silahkan di luar saja" pak Salman menegur ketiganya
"maaf pak" Adam memperbaiki posisi duduknya dan menatap lurus ke depan begitu juga dengan Leo dan Melati
berhubung pak Salman adalah guru penjaskes, maka mereka kini akan bermain di lapangan dengan materi yang telah diajarkan olehnya.
Adam yang tidak memiliki baju olahraga pada akhirnya menghadap ke kantor untuk mengambil baju olahraga. dirinya ditemani oleh Vino, sementara yang lainnya ke toilet untuk berganti pakaian.
"oh my god, jadi itu siswa barunya. ganteng bingit sumpah" semua siswi terpana melihat Adam
"aaaaa gue meleleh liat senyumannya" siswi yang melihat Adam meloncat kegirangan saat Adam melempar senyum kepada mereka
"eh tapi kalau diperhatikan dia kok mirip El-Syakir ya" ucap yang lain
"ah masa sih...?"
"iya, coba deh elu perhatikan"
"lah iya ya, apa mereka saudara atau sepupu mungkin"
Vino yang melihat rekasi para siswi saat melihat Adam, hanya menggeleng kepala. perempuan memang tidak bisa melihat laki-laki tampan. dulu El-Syakir mereka bersikap seperti itu dan kini Adam, mereka juga tak kalah hebohnya.
"elu kayaknya jadi pusat perhatian deh" ucap Vino
"nggak apa-apa, sekali-sekali jadi artis kan nggak rugi" jawab Adam
"senang lu ya di kagumi banyak kaum hawa"
"nggak tuh, biasa aja"
__ADS_1
mereka telah sampai di kantor sekolah. Adam mengutarakan maksudnya dan setelah mendapatkan apa yang dia mau, mereka kembali lagi ke kelas.
"kak Dirga" panggil Alana
gadis itu memanggil kakaknya dan menghampiri keduanya. siswi yang melihat Alana menghampiri Dirga dan mengapit lengannya seketika menjadi panas. mereka begitu tidak suka terhadap Alana yang sok mengambil perhatian Adam. padahal tanpa mereka tau kalau Adam memang sangat perhatian kepada adiknya itu.
"kenapa dek...?" tanya Adam
"harusnya Lana yang tanya begitu. kenapa kakak bisa ada di sini dan itu juga malah pakai seragam sekolah...?" Alana meminta penjelasan
"dia jadi siswa baru" Vino menjawab pertanyaan Alana
"hah...? seriusan kak....? " tanya Alana
"kalau nggak serius, ngapain kakak di sini coba" jawab Adam
"tapi kok bisa...? harusnya kan kakak udah nggak disini lagi" Alana menggaruk kepala karena bingung
"udah nggak usah dipikirin. emang kamu nggak senang kakak di sini...?" tanya Adam
"senang dong, senang banget" Alana bahkan berjingkrak dan memeluk lengan Adam
"siapa sih tuh cewek. kegatelan banget" para siswi mulai mencibir Alana
"oh iya, berhubung kakak ada di sini, Lana minta uang dong. Lana lupa bawa uang. kita mau menyumbang karena mau kerja tugas kelompok" jawab Alana
segera Adam merogoh kantung celananya dan memberikan uang selembar warna merah kepada gadis itu. mereka yang melihat itu menjadi shock dan mencap Alana sebagai gadis tidak tau malu meminta uang kepada Adam.
"gila tuh cewek, nggak punya malu banget"
"iya. kesal banget gue liatnya malah nempel kayak gitu"
"tuh cewek kenapa sih. dulu El-Syakir dia nempelin, sekarang siswa baru dia gaet juga. dia benar-benar harus gue kasi pelajaran supaya nggak kecentilan sama gebetan gue" Freya mengepalkan tangannya. dia adalah siswi yang pernah ingin mencelakai Alana bersama temannya Anggi
"udah berubah haluan lu sekarang, nggak sama El lagi...?" tanya Anggi
"kalau ada yang baru kenapa harus terus mengharapkan yang lama" timpal Freya
"kalau gitu gue sam El aja elu sama siswa baru itu saja. gue nggak akan ke lain hati hanya karena melihat yang baru. yaa meskipun yang baru lebih ganteng dari El-Syakir" Anggi berucap
"kali ini gue harus dapatkan siswa baru itu. dan untuk cewek yang kecentilan itu, akan gue singkirkan kalau perlu gue ancam sekalian" Freya menatap Alana dengan penuh kebencian
"makasih kak. kalau gitu Lana balik ke kelas dulu ya. bye bye" Alana kemudian meninggalkan Adam dan Vino
Adam dan Vino kembali ke kelas mereka. keduanya kemudian berganti pakaian menggunakan pakaian olahraga dan bergabung bersama teman-teman mereka yang lain.
"ingat nggak waktu elu masih jadi hantu. elu pernah ikutan olahraga seperti ini dan sampai-sampai elu menonjok pak Salman karena tingkah konyol elu" Leo mencoba mengingatkan
"hihihihihi.... ingatlah" Adam cekikikan saat mengingat hal itu
pak Salman yang melihat Adam tertawa langsung memanggilnya ke depan. Leo dan Vino menjulurkan lidah meledek Adam, sedangkan Adam cemberut dan maju ke depan. ia pun diberi tugas oleh pak Salman untuk menghitung saat melakukan pemanasan.
"ekhem... ekhem" Adam berdehem dan semua siswa menatapnya aneh. jelas saja aneh karena Adam hanya cengengesan menampilkan senyum pepsodent di depan tanpa memulai pergerakan
"sabar dong, aku kan lagi mengambil ancang-ancang" jawab Adam yang sedang meloncat-loncat
"watchaaaaaaaa...." Adam berteriak dan melompat menggerakkan kakinya seperti Bruce Lee
"kyaaaaa" para siswi yang melihat tingkah Adam berteriak kaget. bagaimana tidak kaget, mereka yang hanya diam mendengarkan intruksi dari Adam, tiba-tiba saja dikagetkan dengan teriakan Adam
plak
plak
plak
plaaaaak
pak Salman langsung memukul bokong Adam membuat Adam meringis dan melarikan diri. hingga kini yang terjadi bukannya melakukan pemanasan tapi malah Adam dan pak Salman bermain kejar-kejaran.
"aduh aduh aduh.... sakit pak" ringis Adam saat telinganya dijewer oleh pak Salman
"kamu ini ya, baru satu hari masuk sekolah sudah buat onar saja" pak Salman gemas dengan kelakuan Adam
"aduh aduh aduh adudu.... mana tahan" Adam yang meringis kesakitan kini malah bernyanyi
semua siswa tertawa melihat tingkah Adam. bukan menertawakan karena telinganya ditarik namun mereka tertawa dikarenakan merasa lucu, Adam yang ditarik telinganya malah bernyanyi.
"tarik yang kuat pak, jangan kasi kendor" teriak Vino mengompori
pak Salman melepaskan telinga Adam dan menatap dengan tajam kearahnya. ia kemudian dihukum dengan mengangkat satu kakinya dan memegang telinganya.
"yaaah my bebeb dihukum" Merli merasa kasihan
"pak guru, aku juga mau dong dihukum sama ayang Adam" Siska menawarkan diri untuk dihukum bersama Adam
semua siswi mulai ribut karena laki-laki pujaan mereka malah dihukum seperti hukuman anak SD. pak Salman langsung membentak mereka semua dan mengancam akan menghukum mereka keliling lapangan jika masih dalam keadaan ribut lagi dan seketika mereka terdiam.
(dasar cewek-cewek aneh. aku kan sengaja begini supaya mereka ilfil sama aku, lah ini mau aja dihukum bareng) Adam membatin dan menghela nafas
Melati merasa kasihan kepada Adam, namun dirinya tidak bisa berbuat banyak karena pasti nanti ia akan kena amarah dari pak Salman. saat terus menatap Adam, tiba-tiba Adam melihat ke arahnya dan pandangan mereka bertemu. mereka sama-sama tersenyum, hati Melati menghangat melihat senyuman Adam. waktu lalu sebelum menjadi manusia, Adam tidak seperti itu padanya namun kini Adam berubah dari sikapnya yang dulu.
disaat seperti itu, Melati teringat dengan ratu Sundari. dirinya masih sangat penasaran kenapa Adam tidak mengingat wanita yang dicintainya, sang ratu penguasa wilayah hutan timur.
(pulang sekolah nanti aku harus pergi ke hutan timur untuk menemui ratu Sundari) batin Melati
selesai dengan pemanasan kini mereka beralih ke kegiatan inti. setiap siswa berbaris sebanyak enam orang untuk berlari mencapai garis finish.
pak Salman memanggil nama mereka satu persatu untuk maju ke depan dan kini tiba giliran Adam, Leo, Vino, Afdal, Aldo dan Ciko.
"ujung kaki kanan menyentuh garis merah" pak Salman memberitahu
__ADS_1
"sudah siap...?"
"siap pak" jawab mereka serempak
1......
2.....
3.....
Afdal dan Aldo serta Ciko sudah berlari sekenceng mungkin untuk mencapai garis finish. sedang Adam, Leo dan Vino hanya menatap pak Salman seperti menunggu sesuatu.
"kenapa kalian tidak lari...?" tantan pak Salman
"yang benar dong hitungnya pak" ucap Vino
"lah memangnya ada yang salah dengan hitungan saya...?" pak Salman mengernyitkan keningnya
"kami kan berenam pak, masa cuman menghitung sampai tiga. bapak mah pilih kasih" Adam memanyunkan bibirnya
"ho'oh, kami berenam loh pak bukan bertiga" Leo membenarkan ucapan Adam
"yaa salaaaaaam" pak salman menepuk jidatnya
"wa alaikumsalam" dengan santainya Adam menjawab ucapan pak Salman
Melati terkekeh melihat tingkah mereka bertiga, apalagi Adam yang baru saja sehari masuk sekolah namun sudah membuat kekonyolan yang selalu ia lakukan saat bersama tim samudera.
"ya sudah kalian bertiga mengambil posisi seperti tadi" pak Salman memerintah
ketiganya mengambil posisi masing-masing. ujung kaki kanan mereka menyentuh garis.
1......
2.....
3.....
hitungan ketiga mereka bertiga langsung berlari. Vino berada di posisi depan, Leo di posisi kedua sedang Adam yang terakhir.
"Adam Adam Adam "
"Vinoooo.... semangat"
"ayo Le, tikung si Vino"
para siswi tampak bersemangat memanggil nama teman-teman mereka itu. siswa yang lainpun tidak kalah heboh membrikan semangat.
"sayang.... ayo kamu bisa" teriak Starla memberikan semangat kepada Vino
Vino yang melihat Starla langsung melambaikan tangan ke arah gadis itu. Vino yang malah fokus melihat Starla kini sudah tidak memperhatikan jalan di depannya sehingga yang terjadi selanjutnya
gubraaaaak
dugh.....
"adoooooooh"
haluan Vino malah berubah dan menabrak tong sampah yang ada di depan kelas adik kelasnya.
"oh my god, ayang" Starla berlari menghampiri Vino. kini kepala Vino berada di tong sampah sedang kakinya berada di atas
"hahahaha" semua siswa terpingkal-pingkal melihat Vino
kini tinggal Adam dan Leo. untuk mencapai garis Finish mereka harus memutari satu kali lapangan yang besar itu.
"kak Leoooo.... ayo kak" teriak Alana bertepuk tangan
"ayo dam, elu bisa" Melati menyemangati Adam
"heh nggak usah sok cari muka deh lu sama Adam. dia itu punya gue" Merli menatap sinis ke arah Melati
"ngapain gue cari muka lagi, muka gue aja sekarang udah cantik" jawab Melati tanpa melihat ke arah Merli
"berani ya lu sama gue"
Melati tidak menggubris Merli membuat gadis itu semakin kesal. Melati menjauhi Merli karena dia tidak ingin membuat keributan diwaktu jam pelajaran masih berlangsung.
"Adaaaaaam..... Leoooo" teriak Nisda heboh
"kak Dirgaaaaa..... semangat kak" teriak Alana
mereka berdua semakin dekat dengan garis Finish. penonton pun semakin heboh. saat Adam akan mencapai garis itu, matanya dapat melihat sosok yang lain diantara para siswa. dia berhenti seketika dan Leo pun menjadi pemenangnya.
sosok itu berdiri diantara para siswa yang sedang menonton mereka. pria yang berpostur tubuh tinggi, memakai topi koboi dan jaket kulit hitam. matanya bertemu tatap dengan mata Adam.
deg......
seketika jantung Adam bersegub kencang, bahkan kini nafasnya yang tersengal semakin memburu saat tau siapa sosok di depannya sana.
sosok itu kemudian meninggalkan lapangan dan berjalan ke menjauh. Adam yang tidak ingin kehilangan jejak langsung berlari dan berteriak.
"berhenti kau" teriak Adam dengan suara keras menggelegar
semua siswa kaget melihat Adam tiba-tiba saja berteriak. bahkan kini raut wajahnya tidak sehangat tadi, wajahnya penuh kebencian dan sorot mata yang tajam.
_____________________________________________
catatan : terimakasih untuk kalian yang terus membaca novel ini. maaf sekali baru bisa up dikarenakan kemarin-kemarin kehidupan nyatanya aku sedang lagi sibuk-sibuknya.
jangan lupa tinggalkan jejak jempolnya dan komentar positifnya ya....
__ADS_1
terimakasih 😊🤗