
"Adam" panggil El lirih dan menutup matanya
hening tanpa ada suara. masing-masing dari mereka hanyut dalam pikiran masing-masing. entah kenangan apa yang mereka pikirkan tentang hantu itu tapi yang pasti sekarang ini mereka sedang memikirkan. saat sedang larut dalam lamunan, suara seseorang mengagetkan semuanya.
"ekhem"
semuanya menoleh untuk melihat siapa yang ada diantara mereka. semuanya dengan senyuman mengembang terukir di wajah. sosok yang mereka rindukan tengah berdiri di dekat jendela dan tersenyum hangat menyapa mereka.
"Adam" ucap mereka serentak
"kalian merindukanku...?" tanyanya
Vino langsung membuang bantal sofa yang ada di pahanya dan melompat berlari menghambur memeluk hantu itu.
"akhirnya elu balik juga, hiks hiks gue pikir elu nggak akan balik lagi" Vino menangis dipelukan Adam. betapa tidak ia khawatir, karena menyelamatkan dirinya, Adam rela menjadi pengganti tumbal untuknya
"dasar cengeng" ejek Adam membalas pelukan Vino
Vino terisak di pelukan Adam, Leo dan starla pun ikut menghambur memeluknya. mereka berpelukan seperti Teletubbies.
Adam menatap El yang sedang terpaku melihat ke arahnya. remaja itu selama seminggu lebih ini ia lewati hari-harinya dengan terus memikirkan teman hantunya yang akhirnya bisa ia lihat kembali.
Adam melangkah mendekati El-Syakir dan berdiri tepat di hadapannya.
"tidak ingin memelukku...?" ucap Adam merentangkan kedua tangannya
dengan mata yang berkaca-kaca, El-Syakir menghambur memeluk Adam. seperti anak kecil, remaja itu terisak bahagia akhirnya Adam bisa menepati janjinya untuk kembali.
"haduuuuh....ingusmu meleleh" ejek Adam
plak....
El-Syakir menggeplak kepala hantu itu membuat siempunya meringis sakit.
"sungguh t e r l a l u, baru juga aku datang beberapa menit udah KDRT aja kau ini" cebik Adam
bagaikan tidak ingin jauh dari Adam, El-Syakir bahkan duduk di samping hantu itu dan menempel padanya. mereka berdua seperti pasangan sejoli yang tidak ingin terpisahkan.
Adam tersenyum melihat tingkah laku El kali ini padanya. biasanya dirinya yang akan bersikap seperti itu namun hari ini malah kebalikannya.
(aku jadi teringat masa kecil, kamu juga seperti ini tidak ingin berjauhan) batin Adam
"bisa ceritakan bagaimana sekarang elu bisa ada di sini...?" tanya Leo
mereka duduk melingkar di dalam kamar El-Syakir karena pembahasan seperti itu jelas tidak boleh didengar oleh siapapun, entah ibu Arini ataupun Alana.
"aku lapar, boleh minta makan...?" bukannya bercerita hantu itu malah meminta makanannya
"ck, cerita dulu Napa, nanti gue bawa elu melihat toko melati yang gue janjikan" ucap Leo
"waaaah, kamu serius. nggak tipu kan, nggak bohong kan" Adam sumringah mendengarnya
"nggak, gue nggak tipu. sekarang ayo cerita" timpal Leo
"iya, gue penasaran banget pengen dengar cerita elu dari alam gaib wanita itu" ucap Vino tidak sabaran
"jadi, ceritanya itu seperti ini"
flashback
wanita itu memegang tangan Adam dan menghilang dari pandangan El. sedetik setelahnya mereka berdua telah berada di gerbang istana yang sangat megah dan indah.
sungai terbentang luas dan mengalirkan air yang begitu jernih. rumput yang hijau sangat indah di pandang mata. di sekeliling sungai, tumbuh beberapa pohon buah yang entah apa namanya namun bangsa Jin di tempat itu memetik buahnya dan memakannya.
Adam takjub dengan keindahan tempat itu. mereka masih berada di luar pagar istana nan megah itu.
"Nyai ratu telah datang, buka gerbangnya" teriak suara di dalam sana
gerbang terbuka menampakkan istana yang sangat indah dan besar serta halaman yang sangat luas. belum memasuki ke dalam istana, pemandangan di halaman istana tidak kalah cantiknya dengan di luar pagar istana.
wanita itu terus menggenggam tangan Adam tanpa melepaskannya. penjaga pagar istana memberikan hormat kepada mereka berdua mungkin lebih tepatnya kepada wanita yang ternyata seorang ratu.
sepanjang jalan menuju pintu masuk istana, pohon-pohon berjejer rapi kanan dan kiri, aliran sungai yang jernih pun masuk ke halaman istana. di tengah sungai, hewan seperti angsa yang berwarna putih berenang di sungai dengan tenangnya.
"luar biasa" ucap Adam kagum
"kamu suka...?" tanya wanita itu
"iya" jawab Adam melihat sekelilingnya
mereka sampai di pintu istana. dua orang penjaga membuka pintu dan seketika semua yang berada di tempat itu bersimpuh dan menundukkan kepala member hormat.
wanita itu dan Adam, melangkah menuju singgasana yang terbuat dari emas dan mutiara yang berkilauan. sang ratu duduk di singgasana miliknya dan Adam duduk di sampingnya.
"hormat kami nyai ratu Sundari" ucap semua pengikutnya
"aku terima" ucapnya dan semua berdiri
"aku ingin memberitahu kepada kalian semua bahwa laki-laki yang ada di sampingku ini adalah calon suamiku, maka dari itu persiapkan pernikahan yang megah untukku"
"baik nyai"
"Senggi" panggilnya kepada seseorang
"saya nyai" ucap seorang wanita di samping kanannya
"undang semua kalangan Jin untuk menghadiri pernikahan ku besok"
"baik nyai"
setelah memberitahukan pernikahan yang akan dilaksanakan, sang ratu membawa Adam ke sebuah kamar yang akan di tempatinya untuk beristirahat.
masih dengan tangan yang bertautan, Adam sama sekali tidak menolak dan mengikuti saja perlakuan dari wanita itu.
"ini kamarmu, istrahatlah di sini" ucapnya saat membuka pintu
__ADS_1
"bagus sekali" ucap Adam
Adam melangkah ke ranjang yang sangat nyaman untuk di tiduri. sang ratu menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"kamu suka...?"
"sangat suka" jawab Adam
"apakah ini akan menjadi kamar kita...?" tanya Adam menatap wanita itu
"bukan. ini hanyalah kamar yang aku persiapkan jika aku menerima tamu. kamar kita nanti berada di kamarku"
"dimana...?"
"nanti kamu juga akan tau. sekarang istrahatlah" wanita itu hendak berdiri namun Adam menahannya untuk duduk kembali
"kamu perlu sesuatu...?"
"iya" Adam mengangguk
"katakan"
"aku perlu asupan gisi seimbang agar tubuhku lelap saat istirahat nanti"
"gizi seimbang...?" sang ratu mengernyitkan keningnya
"iya"
"kamu lapar, biar aku panggil pelayan untuk membawakanmu makanan"
"bukan makanan" geleng Adam
"lalu...?"
tanpa menjawab tangan Adam terangkat menyelipkan anak rambut wanita itu ke telinganya. Adam menatap lembut wanita itu dan perlahan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sang ratu.
cup
satu kecupan lembut mendarat di bibir wanita itu, Adam kembali memundurkan wajahnya dan melihat sang ratu yang sedang menutup mata.
"itu yang aku butuhkan" ucap Adam
ratu Sundari merona menerima kecupan dari laki-laki di depannya. setelahnya, ia keluar dan membiarkan Adam untuk beristirahat.
"haduuuuh....bibirku sudah nggak perawan lagi" ucap Adam memegang bibirnya
"tapi tak apa, demi membuatnya jatuh hati akan aku lakukan. sekarang berpikir bagaimana caranya bisa keluar dari tempat ini"
Adam mondar-mandir seperti setrika di dalam kamar. ia harus keluar dari tempat itu sebelum pernikahannya di gelar atau dirinya tidak akan bisa kembali dan akan terjebak di tempat itu.
lama berpikir akhirnya senyumannya mengembang, sepertinya ia telah menemukan caranya.
merasa bosan Adam keluar kamar untuk jalan-jalan. setiap yang berpapasan dengannya akan menunduk hormat seperti mereka lakukan kepada sang ratu karena laki-laki itu nanti akan menjadi suami dari ratu mereka.
Adam melangkah menikmati sungai dengan air yang jernih. ya, dia berjalan bukan melayang berbeda saat ia berada di alam manusia.
"aku bantu" ucap Adam memegang keranjang wanita itu
"tidak perlu, aku bisa sendiri. bisa dimarahi ratu aku kalau tau kamu membantuku" tolaknya
"apa yang harus dia marahkan. aku membantumu bukan menggodamu. mau dibawa kemana keranjang ini...?"
"biar aku sendiri saja, jangan mencari masalah" wanita itu mengambil keranjang miliknya dan pergi meninggalkan Adam namun wanita itu tersandung dan akhirnya terjatuh
"kamu ini keras kelapa, sudah aku bilang biar aku bantu" ucap Adam mengisi kembali buah itu ke dalam keranjang
"keras kepala bukan kelapa" ralat wanita itu merasa lucu
"sama saja, ada pa panya juga. sekarang mau dibawa kemana ini...?"
"di dapur istana. mari lewat belakang saja"
wanita itu mendahului Adam dan Adam pun mengikutinya. dibukanya pintu dapur istana dan nampaklah dapur istana yang sangat megah, kalah dengan kemegahan dapur hotel bintang lima.
"simpan saja di situ" tunjuknya di sebuah sudut ruangan dan Adam mengikutinya
"mau aku buatkan minum...?"
"memangnya di sini minuman apa yang ada...?"
tanpa menjawab wanita itu mempersilahkan Adam duduk dan dirinya pergi membuatkan minum. setelahnya ia datang kembali dengan secangkir minuman di tangannya.
"minumlah"
Adam mulai meneguk minuman itu, rasa manis menjalar di lehernya. bahkan minuman itu lebih manis dari sirup.
"enak" ucapnya
"rupanya bangsa Jin bisa mempunyai minuman seenak ini ya" kembali Adam meneguknya
"aku bukan bangsa Jin" jawab wanita itu
Adam berhenti minum dan menaruh gelas kaca itu di atas meja. dilihatnya wanita itu dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"kamu manusia...?" tanyanya tidak percaya
"iya, aku manusia" jawabnya
"bagaimana bisa kamu berada di tempat ini...?"
"aku pernah tersesat saat melarikan diri dari pria yang akan memperkosaku. aku tersesat di hutan dan sang ratu menyelamatkan ku dari para pria itu hingga akhirnya aku dibawanya ke tempat ini"
"untuk membalas Budi aku akhirnya menjadi abdi ratu Sundari. lagipula kalau aku kembali pun keluargaku sudah tidak ada jadi aku lebih memilih di sini. ratu Sundari memperlakukan ku dengan baik, dia nyai ratu yang baik"
"kalau baik kenapa tadi dia ingin menumbalkan temanku untuk dijadikan suaminya, kalau seperti itu artinya dia bukan ratu yang baik" jawab Adam
__ADS_1
"itu memang minusnya ratu Sundari. setiap sepuluh tahun dia akan mencari pemuda untuk dijadikan suaminya agar kekuatannya bertambah dan semakin sakti"
"tapi bukannya pemuda manusia malah arwah seperti kamu yang dibawanya, apakah seleranya sudah berpaling ke arwah yang tampan bukan lagi manusia ya" pikir wanita itu
"siapa namamu...?"
"Melati" jawabnya tersenyum manis
"wah, kamu ternyata makananku. aku makan kamu boleh" celetuknya mulai edan. hantu itu memang selalu bleng saat mendengar melati makanannya setiap hari
"kamu kanibal...?
"bukanlah. aku hanya arwah yang suka padamu, Melati"
mendengar itu wanita yang bernama Melati itu tersipu malu dan merona. sepertinya dirinya sudah salah paham maksud dari ucapan hantu Adam. maksud Adam adalah melati makanannya yang ia suka bukan wanita yang berdiri di sampingnya.
"aku gigit boleh....?"
"enak saja, kamu pikir aku makanan apa" cebiknya menjauh dan duduk di kursi depan Adam yang terhalang meja bundar
"abis kamu sama dengan makananku sih" kembali ia meneguk minumannya
"apakah kamu punya jalan agar aku bisa keluar dari sini...?"
"kenapa, kamu tidak betah berada di sini...?"
"bukan tidak betah tapi aku harus kembali, banyak yang sedang menungguku terutama tubuhku"
"tubuhmu...?"
"iya. jadi tolong bantu aku untuk keluar dari tempat ini"
"bagaimana ya, kalau aku bantu kamu itu artinya aku jadi penghianat" ucapnya ragu
"agar tidak menjadi penghianat maka kita lakukan diam-diam tanpa ada yang tau. atau kamu bisa ikut aku kembali ke alam manusia"
"aku suka di sini"
"baiklah terserah kamu tapi tolong bantu aku, kamu harapanku satu-satunya" Adam memohon
"ada satu cara"
"apa, cepat katakan"
Melati menyuruh Adam untuk mendekatkan telinganya, hantu itu menurut dan Melati membisikkan sesuatu.
"apa tidak ada cara lain...?" tanyanya setelah tubuhnya ia tarik duduk kembali
"kalau tidak bisa melumpuhkannya, maka sia-sia saja karena akan ketahuan olehnya" jawab Melati
(aduuuhh....makin grogi dah aku. tadi saja mencium dirinya jantungku sudah mau copot apalagi yang satu ini) batin Adam
"bagaimana....?"
"baik, aku setuju. siapkan aku obatnya"
Melati meninggalkan Adam sebentar kemudian kembali dan memberikan bungkusan kain kecil warna kuning entah apa isinya.
"semoga berhasil"
"terimakasih Melatiku" ucapnya tersenyum
wanita itu kembali tersipu, baru kali ini ada yang memanggilnya seperti itu. padahal maksud Adam bukan seperti yang ia pikirkan.
Adam keluar dari tempat itu dan kembali ke kamarnya. saat dayang istana membawakan makan malam untuknya, Adam meminta agar dayang itu memanggilkan ratu Sundari datang ke kamarnya.
"kamu mencariku...?" ratu Sundari masuk ke dalam kamar Adam
"ada apa...?" lanjutnya duduk di samping hantu itu
"apa aku tidak boleh mencari calon istriku...?"
"bukan seperti itu. kamu perlu sesuatu...?"
bukan menjawab Adam mendekat dan memeluk wanita itu. rasa gugupnya ia kendalikan. bagaimana tidak gugup jika sekarang ini dirinya sedang memeluk wanita yang sangat cantik calon istrinya.
"aku merindukanmu" ucapnya lirih
"sabarlah, besok hari pernikahan kita. dihari itu aku akan selalu bersamamu" membalas pelukan Adam
"tapi mulai dari sekarang aku mau kamu tetap di sini menemaniku. aku bosan"
"tentu saja"
Adam membawa ratu Sundari ke ranjangnya dan membelai rambutnya. tatapan nan lembut itu tidak bisa dihindari oleh ratu Sundari.
"tadi aku menikmati minuman istana ini dan rasanya sangat enak sekali. aku ingin mencobanya lagi tapi kamu harus minum denganku"
"tentu. aku panggilkan pelayan untuk membawanya"
ratu Sundari memanggil pelayan istana untuk membawakan minuman dan sampailah minuman itu ke kamar Adam. dengan hati-hati Adam menuangkan sesuatu di minuman yang akan ia berikan untuk ratu Sundari.
hantu itu memberikan gelas di tangan kanannya, segera ratu Sundari meneguknya. beberapa saat sang ratu masih biasa saja namun kelamaan dirinya mulai menguap dan akhirnya tertidur di bahu Adam.
"berhasil. ternyata di dunia Jin ada juga obat tidur ya"
Adam membaringkan tubuh itu ke ranjang. di tatapnya baik-baik wajah cantik itu.
"cantik, tapi sayang aku tidak bisa bersamamu ratu"
setelah mengatakan itu Adam keluar kamar, sangat berhati-hati agar tidak ada yang melihatnya. di suatu tempat Melati telah menunggunya.
"kamu tidak ingin ikut denganku...?" tanya Adam
"tidak, mungkin nanti kita akan bertemu lagi tapi tidak sekarang. pergilah dan masuk ke dalam pintu itu setelah masuk kamu akan berada di dunia manusia kembali" Melati menunjuk sebuah pintu yang ada di pohon besar
__ADS_1
"terimakasih, Melatiku" ucapnya dan belalu masuk ke pintu yang dimaksudkan
"sama-sama" jawab Melati yang belum tau siapa nama laki-laki yang telah ia tolong itu