Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 66


__ADS_3

masih dengan malam yang mencekam, angin berhembus menerpa kulit yang mulai terasa dingin. tidak sinar bulan di atas sana, yang ada hanyalah gelap gulita dengan cahaya senter dari handphone mereka.


sesekali ayah Adnan mengusap lengannya karena mulai merasakan dinginnya angin malam. Helmi bertugas memegang senter untuk menerangi Randi yang sedang memperbaiki mobil.


"pak Adnan masuk saja di dalam mobil" ucap Helmi


"tidak apa-apa, saya di sini saja menemani" jawab ayah Adnan


"Hel senter di sebelah sini" ucap Randi meminta penerangan


sementara itu El-Syakir yang sedang duduk di pinggir jalan bersama Adam, mulai merasakan ketidaknyamanan dalam keadaan mereka sekarang. terlebih lagi Adam yang memberitahu agar tidak melihat di belakangnya walau sebenarnya rasa penasaran menggejolak dalam dirinya.


sraaak.... sraaak


entah suara apa itu El mendengarnya. tadi suara langkah kaki dan sekarang suara seperti seseorang yang sedang menyapu menggunakan sapu lidi.


(masa iya ada yang menyapu malam-malam di hutan begini) batinnya


"dam, elu dengar itu...?" El bertanya lagi karena memang sangat penasaran


"aku tau apa yang sedang kamu pikirkan. berhenti penasaran dan jangan sekalipun menoleh, biarkan tetap seperti ini dan jangan hiraukan yang memang sedang memancing untuk diperhatikan" jawab Adam


"apakah itu mereka....?" tanya El


mereka yang dimaksud El-Syakir adalah makhluk tak kasat mata yang sepertinya sedang berniat ingin mengganggu manusia yang terjebak di hutan itu.


"kamu takut...?" tanya Adam


"meskipun sering melihat tapi tetap saja gue manusia yang masih punya rasa ketakutan apalagi terhadap hal yang gaib" jawab El


"tenang saja, selama ada aku, tidak akan aku biarkan mereka menyentuhmu"


sementara itu, Vino yang merasa ingin buang air kecil terbangun dari tidurnya karena sudah tidak sanggup menahan kantung kemih yang sepertinya sudah penuh.


Vino keluar dari mobil dan menghampiri Adam dan El yang sedang duduk fokus memperhatikan Randi.


"punya handphone nggak El, gue pinjam mau buang air kecil, kebelet nih" ucap Vino


"nih, jangan jauh-jauh" El memperingati


tanpa menjawab Vino segera mencari tempat untuk membuang hajatnya yang sedikit agak jauh dari tempat rombongannya.


setelah merasa lega karena kantung kemihnya tidak merasakan sesak lagi, Vino segera menghampiri rombongannya namun di tengah jalan ia melihat seseorang yang sedang berdiri membelakanginya.


"siapa tuh" gumamnya


dengan memberanikan diri Vino mendekati orang tersebut, saat dekat ia melihat pakaian gadis itu mirip pakaian yang di kenakan starla. Vino mulai berpikir sedangkan apa pacarnya itu berdiri di tengah jalan yang gelap gulita.


"sayang, kamu ngapain di situ...?" tanya Vino


gadis itu tidak menjawab dan tetap membelakangi Vino. Vino akhirnya mendekat lagi dan memegang bahu starla yang terasa dingin baginya bagai es batu di lemari pendingin.


"sayang" panggil Vino


gadis itu berbalik ke arah Vino dan betapa terkejutnya ia saat melihat gadis itu bukan starla melainkan sosok yang sangat menyeramkan dengan wajah yang melepuh hancur seperti terbakar, bola matanya sebelah kanan bergelantungan di wajahnya dan dari mulutnya terus mengeluarkan darah hitam pekat yang berbau busuk.


"astagfirullahaladzim"


Vino mundur perlahan dan segera menjauh, ia berlari meninggalkan makhluk itu namun kakinya tersandung hingga akhirnya ia jatuh ke aspal. saat akan bangun lagi, kakinya di tarik dan ia diseret di aspal itu semakin menjauh dari El dan kawanannya.


"hihihihihi" suara itu menggelegar tertawa puas menyaksikan penderitaan yang dialami anak remaja itu


sementara El merasa bahwa Vino sudah sangat lama pergi buang air kecil.


"Vino lama banget" ucapnya


ngiiiiiiiiiiiiiing......


telinga Adam berdengung, ia berdiri dan melihat sekelilingnya dengan tatapan tajam menusuk.


"kenapa dam...?" El ikut berdiri


"aaaaggghhhh"


suara teriakan terdengar jelas di telinga mereka. Randi bahkan menghentikan pekerjaannya dan menyenter ke arah suara meskipun cahaya senter handphone miliknya tidak menyinari jauh.


"suara siapa tuh...?" tanya Randi


"ada orang selain kita kah di tempat ini" ucap Helmi melihat sekelilingnya


Leo dan starla terbangun dan keluar dari mobil, mereka kaget ternyata berada di tengah kegelapan tanpa sinar lampu ataupun rembulan.


"gue kira kita udah sampai, eh ternyata malah di sini" Leo mengucek matanya dan menguap


"Vino mana, kok nggak keliatan...?" tanya starla mencari keberadaan pacarnya


"aaaaggghhhh"


lagi suara itu terdengar lagi namun semakin jauh ke arah masuk ke dalam hutan. Leo dan starla yang baru saja mendengar langsung merinding.


"suara itu lagi, sepertinya itu suara manusia" ucap Helmi melangkah namun ditahan ayah Adnan


"jangan kemana-mana, tetap di sini. kita berada di tengah hutan, bisa jadi itu bukan manusia" ucap ayah Adnan


ngiiiiiiiiiiiiiing......telinga Adam semakin berdengung


"tetap di sini jangan kemana-mana, aku akan mencari Vino" ucap Adam

__ADS_1


"gue ikut" ucap El


"memangnya Vino kemana, ada apa sebenarnya...?" starla mulai tidak tenang


"jangan bertanya sekarang, aku harus pergi" Adam melayang cepat menuju ke arah hutan. tidak mau ketinggalan, El segera berlari cepat menyusul Adam


"eh, El mau kemana tuh" tunjuk Randi melihat El-Syakir berlari masuk ke dalam hutan


"El, El-Syakir...mau kemana nak" panggil ayah Adnan


"Vino hilang om, bagaimana ini" starla mendekat bersama Leo


"hilang gimana, bukannya tadi di dalam mobil" ucap ayah Adnan


"aku juga nggak tau om, tiba-tiba Vino hilang dan nggak ada"


"berarti El tadi pergi mencari Vino sendirian...?" tanya ayah Adnan dan kedua remaja itu mengangguk


"astaga, berikan aku senter handphone kalian. aku akan menyusulnya" ayah Adnan merebut handphone Randi dan berlari masuk ke dalam hutan


"kita ikut Hel, ayo buruan" Randi hendak pergi namun di tahan oleh Leo


"jangan bergerak Paman" tahannya di lengan Randi


"kenapa, kita harus cari teman kalian" ucap Randi melihat Leo


Leo tidak menjawab karena ia melihat di belakang Randi berdiri seseorang yang entah siapa, hanya bayangan yang terlihat dari pancaran senter starla. starla mulai takut dan menempel di lengan Leo, sementara Helmi dan Randi saling pandang dan bingung.


"aku peringatkan jangan ada yang berani menoleh ke belakang kalian" ucap Leo


"memangnya kenapa...?" tanya Helmi penasaran


"ikuti saja ucapanku paman, maaf bukannya mengatur tapi tolong dengarkan aku kali ini" jawab Leo


Helmi dan Randi masih saling pandang, kini terlintas sesuatu di pikiran mereka berdua.


"ada satu hal yang harus kalian tau kalau sebenarnya anak pak Adnan yang bernama El itu mempunyai mata ketiga, bukan hanya dirinya tapi juga teman-temannya"


"mata ketiga, Dajjal dong"


"ck, mata ketiga dalam artian mereka itu bisa melihat makhluk tak kasat mata yang tidak bisa dilihat sembarangan orang"


"dan satu lagi, mereka itu mempunyai teman makhluk gaib"


"makhluk gaib, setan maksudnya...?"


"ya kalau makhluk gaib jelas setan lah"


"informasi kamu ini akurat nggak...?"


"kalian tau Furqon kan pengawal yang aku suruh menjaga anak pak Adnan"


"nah Furqon itu sebenarnya sama dengan El dan teman-temannya"


"sama-sama laki-laki maksudnya...?"


"bahlul banget sih kamu, maksud aku itu sama-sama mempunyai mata ketiga, Furqon itu anak indigo"


(*sepertinya memang benar apa yang dikatakan Pram) batin Randi


(situasi seperti ini membuat aku merinding sedari tadi, apa anak ini melihat sesuatu) batin Helmi*


sraaak.... sraaak


"suara apa itu...?" Helmi ingin melihat namun dengan cepat Leo menahan tubuhnya agar tidak berbalik


"jangan paman" Leo menggeleng


"sebenarnya ada apa, kenapa kami tidak bisa melihat di belakang sana...?" kini Randi tidak dapat menyembunyikan penasarannya


belum Leo menjawab suara seseorang menangis terdengar jelas di telinga. suara itu persis tidak jauh di belakang Helmi dan Randi.


huuuuuuu.....huuuuuuu


hiks....hiks


"Randi" panggil seseorang


"Thalita" ucap Randi langsung berbalik melihat seorang wanita berdiri di tengah jalan dan mengulurkan tangan ke arah mereka


"aku bilang jangan berbalik paman"


"tapi itu Thalita, dia teman paman"


"dia bukan kak Thalita seperti yang paman maksud, dia Jin paman, Jin yang berwujud kak Thalita. coba paman pikir, mana ada seorang wanita datang malam-malam di tempat ini" kini Leo sudah tidak bisa menahan untuk tidak memberitahu


"Randi, sakit" Thalita mengadu dengan kesakitan


tidak mendengarkan ucapan Leo, Randi melangkah mendekati Thalita yang sedang merentangkan kedua tangannya namun setelahnya ia berhenti dan berpikir kalau Thalita berada di rumah sakit dan pastinya tidak akan mungkin datang ke tempat itu.


"Randi" panggilnya lirih


perlahan Randi mundur menjauh. melihat Randi menjauhinya, wanita itu mulai menampakkan kemarahannya.


"kemari kau" suaranya terdengar menakutkan


dengan cepat Randi kembali ke tempatnya. wanita yang tadinya berwujud Thalita kini berubah menjadikan makhluk menyeramkan. mulut yang robek sampai di telinga, kaki yang berbentuk seperti kaki kuda dan rambutnya yang panjang menjuntai sampai ke tanah serta bola matanya yang merah membuat kedua pria dan kedua remaja itu terkejut dan merinding.

__ADS_1


"hihihihihi" suaranya memekikkan telinga


"kemari calon suamiku" ucapnya dengan senyuman menyeringai


"lari paman" teriak Leo


semuanya berlari menjauh dari makhluk itu tapi sayangnya makhluk itu dengan cepat mengejar mereka dan menangkap kaki Randi sehingga pria itu terjatuh dan di seret oleh makhluk itu.


"Randi"


Helmi memegang tangan Randi sehingga keduanya terseret oleh makhluk itu. Leo dan starla berhenti dan berbalik mengejar Randi dan Helmi.


"laailahaillaallah muhammadarrasulullah Allahuakbar"


bughhh


batu besar dilayangkan Leo ke arah makhluk itu sehingga mengenainya dan terlepas pegangannya dari kaki Randi.


makhluk itu terlihat marah, ia melompat menyerang Leo sehingga makhluk itu mencekik leher Leo yang berada di bawahnya. darah dari mulutnya terus keluar mengenai wajah Leo, remaja itu menutup mata karena busuknya darah yang mengenai wajahnya.


Helmi ingin membantu Leo namun makhluk itu menatap tajam ke arahnya dan seketika pria itu melayang menghantam mobil dan mendarat dengan kasar di aspal.


makhluk itu melihat ke arah Randi, senyumnya mengembang membuatnya semakin menyeramkan. ia melepas cekikkannya langsung mendekati Randi secepat kilat dan membawanya terbang sehingga pria itu menggantung di udara.


"Paman" teriak starla melihat Randi di bawa kabur oleh makhluk itu


dengan sekuat tenaga Leo bangkit dan mengejar kemudian meraih kaki Randi sehingga dirinya ikut terseret di aspal jalan, di karenakan makhluk itu tidak sanggup membawa dua orang sekaligus.


Randi di lepaskan sehingga dirinya dan Leo terguling-guling di aspal. tubuh mereka berdua sudah luka-luka akibat di seret di aspal sejauh beberapa meter.


Helmi dan starla mengejar mereka, makhluk itu terbang lebih rendah ingin mengambil Randi kembali namun secepatnya Helmi menendang kepala makhluk itu hingga tersungkur ke dalam semak-semak.


Randi dan Leo dengan tubuh yang lemah berusaha bangun dan berdiri. Helmi dan starla membantu mereka. sayangnya belum juga hilang rasa sakit di tubuh mereka, mahkluk itu kembali namun dengan membawa beberapa makhluk lain yang lebih menyeramkan.


"b-bagaimana ini Le" starla mulai ketakutan


Randi dan Helmi terkejut melihat banyaknya mahkluk yang mengelilingi mereka semua. kalau seandainya manusia mereka bisa bertarung seperti yang mereka lakukan namun yang ada dihadapan mereka ini adalah makhluk gaib, sekali serangan mereka langsung babak belur.


berbagai bentuk wujud mereka. ada yang tanpa kepala, ada yang kuntilanak, pocong, bahkan makhluk yang lebih dari itu.


dengan tubuh yang lemah, Leo berdiri di garda terdepan dan mengangkat tangannya ke arah telinga seperti orang yang akan mengumandangkan adzan.


"Allahuakbar Allahuakbar" 2x


semua makhluk itu mulai teriak-teriak kesakitan. rintihan memilukan terdengar namun tanpa berhenti Leo terus saja meneruskan adzannya.


sampai kumandang adzan terakhir laailahaillaallah semua makhluk itu hilang seketika menyisakan malam yang kembali sunyi dan angin yang menerpa kulit.


bughhh


Leo jatuh ambruk di tanah. Helmi segera menggendongnya membawa ke mobil sedang Randi di papah oleh starla berjalan pelan menuju mobil.


Adam melesat cepat menyusul Vino yang dibawa makhluk penghuni hutan. sementara El terus mengejar sekencang mungkin agar tidak kehilangan jejak hantu itu.


"hihihihihi" suara itu menggelegar di dalam hutan


Adam berhenti dengan tatapan tajamnya, ekor matanya menelisik sekelilingnya. sampai akhirnya ia melihat Vino yang sedang terbaring di batu besar di samping pohon yang besar menjulang tinggi.


"itu Vino" tunjuk El yang baru saja datang dengan nafas terengah-engah


seekor kera putih entah muncul darimana menggelantung di dahan pohon dan turun mendekati Vino duduk di sampingnya.


kera putih itu perlahan berubah menjadi wanita cantik dengan rambut terurai dan mahkota di kepalanya. pakaiannya seperti pakaian seorang ratu jaman dahulu. selendangnya yang hijau panjang menjuntai ke tanah.


"apa gue nggak salah lihat...?" El mengucek-ngucek matanya melihat seekor kera berubah menjadi wanita cantik


"kenapa, apa kamu tersepona...?" ucap Adam


"terpesona kali" ralat El


dalam keadaan genting seperti ini, masih saja mereka berdebat untuk hal yang kecil.


"sama saja, ada ona onanya juga" timpal Adam


"oma-oma sekalian"


"wah aku suka oma-oma, mereka cantik-cantik dan imut-imut" jawabnya edan


"oma-oma mana ada yang imut Maemunah"


"ada lah. Oma shi min ah, cantik tau....sama oppa song Jong Ki ganteng. aku suka mereka"


(ya ampuuuuun....orang udah mau mati, masih aja dia teringat drama Korea) El menepuk jidatnya


"nanti pulang nonton lagi ya, oma-oma yang cantik" Adam menggoyang-goyangkan lengan El


pletak


"aduh. kenapa menjitak keningku" Adam memegang keningnya


"Vino dalam bahaya tau, masih aja mikirin yang bening-bening" kesal El


"eh iya, sampai lupa aku sama si Vinokio" ucapnya menggangguk kepala


"eh Vino mau diapain tuh. dam, dia mau tusuk Vino dam" ucap El tegang melihat wanita itu memegang keris kecil yang akan ia hunuskan ke perut Vino


"vinoooo" teriak El saat wanita itu menusuk perut Vino, ia bahkan menutup matanya

__ADS_1


jleb....


darah mengucur dari keris itu, wanita itu terperangah karena kerisnya tidak tertancap di perut remaja yang sedang terbaring tidak sadarkan diri melainkan keris itu di tahan oleh tangan sosok yang sedang menatapnya tajam.


__ADS_2