
"aku tau siapa pelakunya" ucap Adam setelah melihat kematian Ainun
"siapa, siapa yang membunuh anakku...?" pak Kusman mendesak Adam untuk memberitahu
"tenang dulu pak. sebaiknya kita tutup kembali kuburan ini sebelum ada yang melihat kita" ucap Adam
mereka kembali menutup makam Ainun yang tadinya telah mereka bongkar. selesai menutup makam, mereka bergegas pulang ke rumah pak Kusman.
"katakan, siapa yang membunuh anakku" ucap pak Kusman setelah mereka berada di ruang tengah
semuanya nampak menatap hantu itu, penasaran dengan jawaban yang akan diberikannya.
"pelakunya adalah laki-laki yang bernama Mansyur" jawab Adam
"a-apa....pak m-mansyur...?" pak Kusman kaget dengan apa yang didengarnya
"kenapa pak, bapak kenal...?" tanya El
"dia adalah orang sangat baik dan penolong. dia sering membantu kami dalam kesusahan, istrinya juga wanita yang sangat baik. ya Allah, tidak kusangka selama ini dia memakai topeng" pak Kusman meneteskan air mata
"apa selama ini Ainun tidak pernah cerita tentang pak Mansyur sering kali menggangunya...?" tanya Adam
"tidak pernah. Ainun tidak pernah bercerita tentang itu, mungkin dia tidak enak hati karena pak Mansyur sering menolong kami namun ternyata ada unsur jahat dibalik kebaikannya itu" jawab pak Kusman
"dari yang aku lihat, pak Mansyur berniat mempersunting Ainun dan akan menceraikan istrinya namun Ainun menolak" ucap Adam
"kalau saya tau, tentu saya akan menjauhkan Ainun darinya. Ainun hanya bercerita soal Wisnu kekasihnya yang rencananya akan melamar Ainun setelah dari luar kota namun siapa sangka takdir malah berkata lain" pak Kusman sangat bersedih
"lalu dimana pak Mansyur sekarang...?" tanya Leo
"dia telah pindah ke kota lain, saudaranya bilang dia pindah ke kota Y karena pekerjaannya dipindahkan di sana." jawab pak Kusman
"akan susah untuk mencarinya kalau seperti itu" ucap Adam
"boleh gue bertanya padamu, dari tadi gue sangat penasaran dan ingin menanyakannya" ucap El menatap Adam
"apa...?" tanya Adam
"kenapa kita harus membongkar makam Ainun segala, kenapa kita tidak memakai cara seperti biasanya...?" tanya El
"kali ini beda. Ainun bukanlah arwah yang ingin meminta tolong seperti arwah yang sering kita temui. dia adalah arwah yang diselimuti oleh rasa dendam dan kebencian. dia tidak ingin kembali sebelum dia membalas perbuatan yang dilakukan pelaku kepadanya"
"aku mengerti kenapa dia sampai menculik para pemuda itu karena rasa bencinya yang sangat besar terhadap laki-laki, sehingga setiap laki-laki yang melewati jalan itu akan diculiknya dan di siksanya"
"itu semua karena peristiwa pemerkosaan yang dialaminya sampai ia dibunuh. dan kenapa kita harus membongkar makamnya, semua itu agar aku dapat melihat apa yang terjadi menjelang kematiannya. kalian tidak dapat melakukannya karena Ainun tidak menyerahkan dirinya untuk kalian lihat bagaimana dia bisa meninggal seperti yang kalian lakukan dengan arwah yang telah kalian tolong"
"jadi maksud elu, kami hanya bisa menolong kecuali mereka yang memang meminta tolong kepada kami, begitu...?" tanya El
"iya. untuk kasus Ainun ini, kita bisa mengiringnya pulang namun dia harus bertemu dulu dengan orang yang telah membunuhnya"
"terus gimana nanti kalau ketemu dia malah membunuhnya" timpal starla
"maka disitulah peran kita, kita akan menjaga jangan sampai dia membunuh pelakunya. dan tugas kita sekarang adalah mencari tahu dimana alamat pak Mansyur di kota Y" ucap Adam
"kita harus cepat bergerak sebelum keadaan semua laki-laki yang diculiknya menjadi lemah dan akhirnya mati" lanjut Adam
"Vino" gumam starla dengan mata berkaca-kaca
"bapak akan tanyakan saudara pak Mansyur yang masih tinggal di wilayah ini" ucap pak Kusman
"bagus, kalau begitu kami serahkan kepada pak Kusman untuk mencari alamatnya" ucap El
waktu berjalan dengan cepat, yang tadinya malam kini mentari menyambut bumi dengan sinarnya yang menyilaukan.
"gimana pak, sudah dapat alamat pak Mansyur...?" tanya El
"sudah. ini dia alamatnya dan juga nama perusahaan tempatnya bekerja" pak Kusman memberikan secarik kertas kepada El
"kalau begitu kita ke kota Y sekarang" ucap Leo
"kalian akan pergi semua...?" tanya pak Kusman
"iya pak. secepatnya kami akan kembali membawa pak Mansyur dengan cara baik-baik atau mungkin dia harus babak belur dulu" jawab El
"kalian berhati-hatilah"
setelah mencium tangan pak Kusman, mereka segera meluncur ke kota Y. karena perjalanan yang cukup jauh, Leo membawa mobil dan membayar orang untuk menjadi sopirnya. mereka yang belum mempunyai SIM, tentu sangat tidak dianjurkan untuk membawa kendaraan dalam perjalanan jauh.
"pak Doni, bawa mobilnya hati-hati ya" ucap Leo
"siap den, tenang saja" jawab pak Doni, pria yang dibayar Leo untuk menjadi sopir mereka
Leo duduk di depan di samping sopir sedangkan El, starla dan Adam duduk di kursi tengah. hantu itu tidak berhenti mengunyah makanannya yang tadi mereka beli di toko bunga sebelum mereka berangkat.
__ADS_1
menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan berjam-jam, akhirnya mereka sampai juga di kota Y menjelang malam
"setelah sekian lama, akhirnya gue ke kota ini lagi" ucap starla melihat ke arah luar kaca mobil
'elu juga pernahkah tinggal di kota ini ya...?" tanya El
"hummm...gue sama seperti elu dan Vino" jawabnya
"di kota ini banyak kenangan masa kecil dan juga kenangan pahit saat gue harus berpisah dengan kak Dirga dan juga bunda' ucap El tersenyum kecut
'kak Dirga...?' tanya Adam menatap El
"hummm, dia kakak gue yang ikut bersama bunda saat ayah dan bunda berpisah" jawab El
(seperti pernah mendengar nama itu ya) batin Adam
"ngomong-ngomong kita kemana dulu nih, cari makan dulu terus cari hotel untuk tidur atau cari hotel dulu...? ucap Leo
"hotel dulu deh, sekalian bersih-bersih terus sholat magrib" jawab starla
"okeh. pak Doni, tolong ke hotel ini ya dijalan xxx" ucap Leo
"baik den"
mereka meluncur ke hotel yang dimaksud Leo saat mencari hotel di aplikasinya. hanya beberapa menit saja, mereka sampai di depan hotel mewah itu.
"mewah banget Le, pasti mahal ini" kagum El melihat hotel berbintang di depan mereka
"nggak apa-apa mahal, sekali-kali kita tidur di hotel mewah. nanti gue yang bayar, sekali-kali gue yang traktir" timpal starla
"idiiih....keluar nih duitnya nyonya starla. okelah, kali ini elu yang bayar" ucap Leo
mereka semua keluar dari mobil dan masuk ke dalam untuk memesan dua kamar. satu untuk pak Doni dan satunya lagi untuk El dan kawanannya.
setelah melakukan transaksi dan mendapatkan kunci kamar, mereka segera menuju kamar masing-masing.
cek lek....
"waaahhh...tau kamarnya besar gini, aku ajak mba Kun dan mas poci aja tadi" ucap Adam terkagum-kagum melihat kemewahan kamar yang mereka tempati
"elu pikir kita lagi piknik" timpal El
mereka bergantian untuk mandi, kemudian melaksanakan sholat magrib. karena malas keluar, akhirnya mereka memesan makanan dan hanya beberapa menit saja pelayan hotel membawakan makanan yang di pesan. mereka tidak lupa memesankan makanan untuk pak Doni.
"mana ada melati di sini dam. besok ajalah, kalau mau cari melati" jawab Leo mengunyah makanannya
"lagian melati elu yang dibeli tadi emangnya udah habis...?" tanya El
"sudah, aku mau lagi" jawab Adam
"perjalanan kita ke rumah pak Mansyur, nanti kita singgah di toko bunga" ucap Leo
"kita pergi malam ini juga...?" tanya starla
"lebih cepat lebih baik, kasian Vino di sana kalau kita kelamaan' jawab El
'namun sebelum itu, kita harus cari tahu dulu pak Mansyur kerja dimana, menjabat sebagai apa agar dengan mudah kita bisa mendekatinya" lanjut El
"serahkan sama gue" ucap Leo
setelah mengisi kampung tengah, Leo segera mencari tahu apa pekerjaan target mereka, dan menjabat sebagai apa dengan tablet yang ada di tangannya.
ternyata, pak Mansyur bekerja di perusahaan ternama dan sekarang dia sedang mengambil alih pengerjaan proyek yang besar.
"dapat, waktunya meluncur" ucap Leo
tiba saatnya mereka pergi ke rumah pak Mansyur di alamat yang telah di tuliskan oleh pak Kusman.
"benar nggak ini alamatnya...?" ucap starla melihat rumah mewah di hadapan mereka
"sepertinya iya. ayo" ajak Leo keluar dari mobil
"pak Doni tunggu di sini saja ya" ucap Leo
"baik den"
"gue gimana...?" tanya starla
"di sini saja, sama pak Doni" jawab El
untungnya pak Doni tidak bertanya apa yang sedang mereka kerjakan. itu karena dari awal dia sudah melakukan perjanjian dengan Leo bahwa ia akan dibayar mahal namun dengan satu syarat tidak boleh bertanya apapun itu yang ia lihat saat mereka melakukan sesuatu.
mereka keluar dari mobil dan mendekati rumah mewah itu.
__ADS_1
tok...tok...tok
"assalamualaikum" ucap El
cek lek...
"wa alaikumsalam. cari siapa ya...?" tanya seorang ibu-ibu
"benar ini rumah pak Mansyur...?" tanya El
"benar, kalian ini siapa ya...?" ibu itu melihat El dan Leo dengan tatapan menyelidik
yang bertamu hanyalah El dan Leo juga Adam yang tidak terlihat oleh siapapun.
"kami ingin bertemu pak Mansyur Bu, kami adalah rekan yang akan melakukan kerja sama proyek dengan pak Mansyur" jawab Leo
"ah, ini kartu nama saya" Leo memberikan kartu nama palsu kepada ibu itu
penampilan mereka berdua 100% berbeda dari biasanya. saat ini mereka berpenampilan seperti pekerja kantoran.
"darimana elu mendapatkan kartu nama itu, perasaan tadi kita nggak sempat bikin deh" bisik El di telinga Leo
"tadi saat kita belanja baju, gue langsung membuat itu dengan memesannya. hebat kan gue" balas Leo dengan berbisik di telinga El
"bravo" El mengangkat ibu jarinya
"oh... maaf ya. ayo silahkan masuk, saya panggilkan dulu bapaknya" ibu itu mempersilahkan El dan Leo untuk masuk setelah melihat kartu nama yang diberikan oleh Leo
rupanya sebelum meluncur ke tempat ini, mereka semua membeli beberapa baju ala-ala kantoran agar nanti pak Mansyur dan siapapun itu tidak mengenal mereka.
"jadi kalian yang di utus tuan Abi?' tanya pak Mansyur
"betul pak. kami di utus oleh tuan Abi untuk menemui bapak" ucap El. tuan Abi adalah pemimpin perusahaan B
"sepertinya tuan Abi tidak akan mengirim sembarang orang untuk datang menemui saya" ucap pak Mansyur
"maksud bapak...?" tanya Leo
"kalian masih terlihat sangat muda, seperti anak yang masih duduk di bangku sekolah. saya ragu kalian utusan dari tuan Abi" pak Mansyur menatap keduanya dengan curiga
"umur bukanlah prioritas untuk menjadi orang yang kepercayaan pak. jika mempunyai skill yang bagus Kenapa tidak. tuan Abi memilih kami karena pekerjaan kami memuaskan baginya. tapi kalau bapak masih ragu, kami akan kembali dan melaporkan kepada tuan Abi bahwa bapak tidak percaya dengannya" ucap El dengan berwibawa
"saya bukan tidak percaya dengan tuan Abi, namun saya tidak percaya dengan kalian berdua" ucap pak Mansyur
"sama saja pak. mencurigai orang kepercayaan tuan Abi, itu sama halnya Anda tidak mempercayainya dan Anda tau kan apa akibatnya kalau salah melangkah saat bekerja sama dengan tuan kami" kali ini El sedikit menakuti
Leo sudah mencari tahu dengan perusahaan apa pak Mansyur akan melakukan kerja sama. ternyata perusahaan itu adalah perusahaan besar di kota Y, dan pimpinannya adalah Abimanyu Rahardian Kusuma, anak dari pengusaha kaya tuan Adiatama Kusuma.
"perusahaan bapak bekerja sekarang itu berdiri karena berkat tuan Abi kan" kali ini Leo yang angkat bicara
"baiklah saya percaya kepada kalian" pak Mansyur mulai percaya
"bagus. sekarang, kami meminta untuk melihat pekerjaan proyeknya" ucap El
"tidak bisakah besok saja, ini sudah malam"
"pekerjaan kami banyak, kami tidak ingin diamuk oleh tuan Abi jika kami mengulur waktu" jawab Leo
"baiklah, saya akan mengantar kalian sekarang"
pak Mansyur meminta izin kepada istrinya untuk keluar.
"naik mobil kami saja pak' ucap El
pak Mansyur mengikuti mereka, dan ia langsung masuk ke dalam mobil.
starla bersembunyi di kursi belakang, bersama dengan Adam. Leo berada di depan dan El bersama pak Mansyur duduk di kursi tengah.
"loh, kita mau kemana. ini bukan jalan menuju tempat proyek" ucap pak Mansyur melihat jalan yang mereka lalui berbeda
"kita memang tidak akan ke tempat proyek" jawab El
"lalu kita mau kemana. kalian penipu ya, kalian menculik ku untuk meminta uang kepada istriku kan. turunkan saya dan akan saya berikan uang yang kalian minta" pak Mansyur mulai panik
"kami juga tidak butuh uangmu pak. kami hanya minta tanggung jawab bapak" ucap Leo
"tanggungjawab.... tanggung jawab apa, apa yang telah saya lakukan...?"
"tanggung jawab atas apa yang telah bapak lakukan terhadap wanita yang bernama Ainun" ucap El dengan tatapan tajam
deg....
mendengar nama Ainun, pak Mansyur berkeringat dingin.
__ADS_1
"A-Ainun...?" ucapnya dengan gugup