Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 130


__ADS_3

semakin dekat Melati dengan pintu istana perasaannya semakin deg-degan. tidak biasanya kerajaan yang dipimpin oleh ratu Sundari menjadi sunyi dan sangat sepi seperti ini.


setelah sampai di pintu yang berdiri kokoh dan besar itu, Melati mendorongnya pelan. ia tidak membukanya terlalu lebar, hanya sedikit saja dan ia memasukkan kepalanya untuk melihat situasi di dalam.


"sepi" gumamnya


Melati membuka pintu sedikit lebih lebar dan ia pun masuk ke dalam kemudian menutup kembali pintunya. hal pertama yang ia lakukan adalah mencari ratu Sundari. ia pun berjalan menuju ke arah singgasana ratu Sundari. biasanya di tempat itu akan ramai para jin dan sang ratu ada di tempat itu. dan benar saja, sang ratu ada di depan sana dengan beberapa para jin lainnya dan juga para dayang.


saat akan hendak menghampiri, Melati berhenti sejenak dan bersembunyi di balik tiang yang besar.


"kenapa penampilan ratu Sundari seperti itu...?" gumam Melati


Melati dapat melihat ada sang ratu di depan sana namun ia merasa aneh dengan penampilan ratu Sundari saat ini. pakaian semua serba hitam, ratu Sundari sangat tidak menyukai warna hitam dan itulah mengapa Melati merasa aneh kenapa saat ini wanita itu menggunakan pakaian warna hitam. mahkota bertengger dikepalanya namun bukan seperti mahkota yang dipakainya setiap hari. di kakinya terdapat gelang yang melingkar, ratu Sundari sama sekali tidak pernah memakai gelang di kakinya.


biasanya pakaian ratu Sundari adalah sesuatu yang cerah dan tampak menawan, sang ratu lebih suka warna hijau. itulah mengapa selendangnya berwarna hijau. mahkota yang ia pakai adalah permata hijau dengan Kilauan yang indah, bukan mahkota permata hitam seperti yang dipakainya saat ini.


saat terus memperhatikan, seketika mulut Melati menganga dan matanya membulat. seekor ular merayap naik ke tubuh wanita itu. kini Melati tau siapa yang ada di depan sana.


"r-ratu Sri Dewi...?" tanpa sadar Melati berucap keras dan jelas itu membuat sang ratu dan abdinya mendengar suaranya


Melati menutup mulutnya dan bersembunyi. ia sangat merukuti dirinya yang ceroboh dan tidak bisa diam. kini pasti dirinya akan dicincang jika ia ketahuan menyusup masuk ke dalam istana.


"siapa itu...?" suara ratu Sri Dewi membuat Melati semakin takut


"siapa yang berani menyusup di istanaku...?" ucapnya lantang dan wajah amarah


"Ragin, cari dia dan habisi" ratu Sri Dewi memerintah ular peliharaannya


(ya Allah tolong aku) Melati sudah tidak bisa berbuat banyak


ular hitam itu turun dari tubuh ratu Sri Dewi, lidahnya sesekali keluar. ia merayap mencari penyusup yang masuk di istana. Melati menahan nafas, jantungnya berpacu lebih cepat bahkan kini ia mulai keringat dingin. kalau sampai ular itu menemukan dirinya maka habislah ia dikoyak-koyak oleh ular yang bernama Ragin itu.


sssssss......


desis ular hitam itu terdengar dan kini semakin dekat dengan Melati. saat hampir sampai di dekat Melati, seseorang tiba-tiba saja datang dan menarik Melati kemudian mereka menghilang seketika. bersamanya dengan menghilangnya mereka, ular Ragin sampai tepat di persembunyian Melati dan tentu ia tidak menemukan apapun.


ular itu mencari lagi di tempat lain. saat tidak ada siapapun yang ia temukan, ular itu kembali kepada tuannya.


sementara Melati kini telah berada ditempat lain bersama seseorang yang datang menyelamatkan dirinya tepat waktu.


"Senggi" ucap Melati melihat siapa yang ada bersamanya


"hampir saja kamu menjadi mayat di sana Melati" ucap Senggi


"ada apa sebenarnya Senggi, kenapa sekarang ratu Sri Dewi yang menguasai kerajaan karing-karing...?" tanya Melati


"lalu dimana ratu Sundari...?" lanjutnya


"kerajaan karing-karing telah dirampas oleh wanita terkutuk itu. dia membantai semua jin yang menjadi rakyat ratu Sundari. untungnya ratu Sundari menyelamatkan mereka dengan mempertaruhkan nyawanya. kini mereka berada di tempat raja Ranangraya. hanya di sana tempat paling aman untuk mereka" jawab Senggi dengan wajah sendu


"m-maksud kamu ratu Sundari sudah....dia sudah...." Melati merasakan sesak teramat sangat


"ratu masih ada, tidak seperti yang kamu pikirkan hanya saja keadaannya sekarang sudah tidak seperti dulu"


"dimana dia sekarang, aku ingin melihatnya"


"ikut denganku"


Senggi membawa Melati ke sebuah tempat dimana ia belum sama sekali pernah mengunjungi tempat itu. sebuah gua yang cukup besar dimana disebuah batu besar dan panjang terbaring seorang wanita di atasnya.


Melati menghampiri wanita itu, matanya mulai berkaca-kaca. kini keadaan ratu Sundari sangat menyayat hatinya. wajah yang dulunya cantik kini terlihat pucat seperti mayat hidup. ratu Sundari masih dengan pakaian kebesarannya, terbaring tanpa sadar di atas batu itu.


"kenapa bisa ratu jadi seperti ini...?" lirih Melati


"tiga hari setelah ratu Sundari menolong kalian dari iblis pemakan tumbal, kerajaan karing-karing diserang oleh Sri Dewi"


"dia datang dengan memakai topeng wajah palsu, seolah sudah menjadi jin yang baik dan memasang wajah merasa bersalah kepada ratu Sundari atas sikapnya selama ini. ratu Sundari yang tidak menaruh curiga sama sekali menerima uluran tangan wanita ular itu dan. ratu Sundari berpikir kalau saudara kembarnya itu sudah benar-benar berubah namun sayang ratu Sundari malah dipermainkan"


" Sri Dewi tau kalau dirinya tidak bisa mengalahkan ratu Sundari dengan cara fisik. makanya itu Sri Dewi melakukan hal yang picik dengan memberikan sebuah minuman kepada ratu Sundari berupa racun dari ular Ragin. racun itu perlahan-lahan menggerogoti tubuh ratu Sundari dan perlahan-lahan juga kekuatannya melemah sehingga saat keadaan ratu Sundari tidak berdaya lagi, Sri Dewi melakukan pembantaian kepada kami"


"banyak kalangan jin dari rakyat ratu Sundari yang di tawan bahkan dimusnahkan oleh mereka. dengan sisa tenaganya ratu Sundari menyelamatkan kami semua rakyatnya yang tersisa dan akhirnya dirinya menjadi seperti ini"


"kenapa tidak meminta bantuan kepada raja Ranangraya. pangeran Ragiman pasti mau membantunya" Melati memegang tangan ratu Sundari


"kamu tau seperti apa ratu Sundari, dia tidak ingin masalah pribadinya membuat orang lain menjadi celaka. biarlah dirinya sengsara asal tidak dengan rakyatnya apalagi sampai harus melibatkan orang lain"


"tapi kamu bilang tadi bahwa sebagian yang masih hidup berada di lindungan raja Ranangraya"


"iya, memang seperti. namun ratu Sundari tidak mengatakan kebenaran yang sedang terjadi. ia tidak ingin mereka terlibat terutama pangeran Ragiman"


"lalu bagaimana caranya kita bisa menyembuhkan ratu Sundari. dia harus bangun untuk merebut kembali kerajaannya"


Melati sangat sedih dengan apa yang dialami ratu Sundari. kebaikan hatinya dibalas kejahatan oleh saudaranya sendiri.


"aku hanya punya waktu empat hari lagi. jikalau dalam empat hari kita belum bisa menemukan penawar racun itu, sudah dipastikan ratu Sundari akan......dia...." Senggi tidak sanggup melanjutkan ucapannya

__ADS_1


"maksud kamu dia akan mati...?" Melati menatap sendu ke arah Senggi


"iya" jawab Senggi mengangguk pelan


"lalu dimana kita harus mencari penawar racun itu. aku akan mencarinya kemanapun itu, aku akan pergi" Melati mengusap kasar air matanya


"aku tidak tau, itulah mengapa aku belum menemukan karena aku tidak tau dimana mencari penawar itu"


tubuh Melati semakin merosot ke bawah. hanya empat hari lagi waktu yang tersisa dan jika mereka tidak menemukan penawar, maka ratu Sundari yang sudah ia anggap sebagai kakaknya, akan pergi untuk selamanya.


(apa yang harus aku lakukan) Melati menangis dalam diam.


"Adam" gumam Melati. seketika ia teringat dengan laki-laki itu. Melati beranjak dari duduknya dan menghapus air matanya.


"aku akan kembali ke dunia manusia, kita membutuhkan bantuan untuk mencari penawar itu"


"kamu akan meminta bantuan kepada siapa, aku saja yang mempunyai ilmu sakti tidak bisa menemukan penawar itu"


"tim samudera"


"tim samudera...?" Senggi mengernyitkan keningnya


"iya, aku akan bawa mereka ke sini. Adam harus tau bagaimana keadaan ratu Sundari"


"tapi kan Adam sudah tidak mengingat lagi ratu Sundari"


"darimana kamu tau kalau Adam tidak mengingat ratu Sundari...?" Melati menelisik


"haaaah" Senggi menghela nafas "jelas aku tau namun bukan saatnya membahas tentang hal itu"


"jadi benar dugaanku kalau ratu Sundari sengaja menghilangkan ingatan Adam tentang dirinya...?"


"aku bilang bukan saatnya membahas hal itu. kita harus dahulukan terlebih dahulu hal sangat penting. kalau kamu ingin pergi maka akan aku antar. tidak aman untukmu pergi seorang diri"


sebelum benar-benar pergi, Melati kembali berbalik untuk melihat ratu Sundari yang terbaring diam kaku di atas batu.


"kenapa kulitnya jadi hitam seperti ini...?" Melati melihat tubuh ratu Sundari yang sebagian sudah berubah menjadi hitam


"itu akibat racun yang semakin lama semakin menyebar ke seluruh tubuhnya"


"aku akan kembali ratu, aku akan mencari penawar racun untuk ratu. Melati janji akan menemukan penawarnya"


setelah mengatakan itu, Melati bersiap untuk pulang ke dunia manusia. ia memegang tangan Senggi dan seketika mereka telah berada di hutan tempat dimana jalan pulang untuk Melati.


"tolong jaga ratu, aku akan kembali lagi nanti" pinta Melati


setelah itu Senggi menghilang begitu saja, dan kemudian Melati meninggalkan hutan itu untuk kembali dan ia harus memberitahu semua teman-temannya.


sementara Starla sedang mondar-mandir di teras rumahnya. ia sedang menunggu Melati pulang. sudah dua hari gadis itu tidak pulang ke rumah dan hal itu membuat Starla sangat mengkhawatirkan Melati.


tidak berapa lama semua tim samudera datang ke rumahnya. Starla menghubungi mereka semua untuk ke rumahnya karena ia butuh semua teman-temannya itu.


"gimana, dia belum pulang juga....?" Adam langsung bertanya saat berjalan menghampiri Starla


"belum. gue takut banget terjadi sesuatu dengannya. malah dihubungi nggak pernah aktif nomornya" jawab Starla dengan raut wajah khawatir


Vino mendekat dan merangkul gadis itu. bukan hanya dia yang cemas dengan Melati, mereka semua jelas juga sangat cemas. tidak biasanya Melati akan pergi bahkan kini sudah dua hari lamanya.


"apa iya dia diculik...?" Leo menerka-nerka


"hush...jangan ngomong gitu lah. kita doakan Melati baik-baik saja" El menimpali ucapan Leo


"tapi memang bisa jadi kan. jangan sampai benar kata Leo kalau Melati di culik" Nisda berpendapat


"kalau begitu kita lapor polisi saja. ini kan sudah dua hari dia hilang" Alana memberikan usul


"siapa yang hilang...?" Melati tiba-tiba sudah berada di depan rumah Starla


"ya ampun Mel" Starla berteriak. ia bahkan langsung berlari dan memeluk gadis itu


"elu darimana aja sih, gue khawatir banget tau nggak" Starla melepaskan pelukannya


"maaf" hanya itu yang mampu Melati ucapkan


mereka semua merasa lega akhirnya Melati kembali pulang. Adam menatap Melati dengan tatapan dingin membuat gadis itu menunduk dan tidak berani melihat Adam. ia tau, pasti Adam akan marah padanya karena pergi begitu saja tanpa memberi kabar mereka semua.


"kita masuk yuk" ajak Starla


mereka masuk ke dalam rumah Starla. di rumah hanya ada Starla dan ART, sedang papa Starla sedang ke luar kota mengurus bisnisnya.


"sekarang ceritakan kenapa bisa kamu pergi dua hari dan nggak pulang...?" Adam yang sudah gatal mulutnya ingin bertanya kini mulai mengajukan pertanyaan


"sebelumnya gue minta maaf...gue..."


"simpan kata maafmu. kami butuh penjelasan bukan kata maaf" Adam berucap dengan dingin

__ADS_1


"kak, jangan kayak gitu, nanti Melati takut" bisik El-Syakir di telinga Adam


"pergi dua hari aja dia nggak takut, kenapa sama aku dia malah mau takut" jawab Adam


"elu sebenarnya darimana sih Mel...?" Bara bertanya


"gue dari hutan timur" jawab Melati pela


"astaga Mel, elu ngapain ke sana. pantas aja dua hari elu nggak pulang, rupanya elu di dunia lain" ucap Nisda


"hutan timur...? dunia lain...?" Adam mengernyitkan keningnya menatap Melati


"kamu mungkin nggak akan ingat dam, tapi sebelum kamu kembali ke tubuhmu, kita semua pernah berada di sana" Melati membalas tatapan Adam


"di sana dimana, di dalam hutan...? ngapain di hutan...?" Adam benar-benar tidak mengingat


"kalau elu ke sana itu berarti elu bertemu dengan ratu Sundari kan" ucap El


(ratu Sundari...? dia itu siapa sebenarnya, dari awal aku datang mereka terus menyebut nama wanita itu) batin Adam


"ratu Sundari sekarang dalam keadaan hidup dan mati" jawab Melati


"hidup dan mati...?" semuanya berucap bersamaan


"memangnya apa yang terjadi, apa dia sakit atau semacamnya...?" tanya Vino


"jin mana ada mereka sakit Vin" Leo menjawab


"jin...? jin siapa...?" tanya Adam


"gue heran ya dam. masa wanita yang elu suka aja elu nggak ingat" ucap Nisda


"wanita siapa sih. aku nggak punya wanita yang aku sukai. lagian bagaimana bisa aku suka sama dia. kenal aja nggak" jawab Adam


mendengar Adam tidak mempunyai gadis yang ia sukai membuat hati Melati merasakan perih. ternyata sampai sekarang pun Adam tidak mempunyai perasaan apapun padanya.


"ceritakan kak Mel, apa yang terjadi dengan ratu Sundari" ucap Alana penasaran


"kerajaannya di serang oleh ratu Sri Dewi" jawab Melati


"apa....? ratu Sri Dewi...?" mereka semua kaget namun ada yang lebih kaget yaitu Adam. dia sampai memukul lengan El karena adiknya itu berteriak di dekat telinganya


"hehehehe...maaf kak, keceplosan" El-Syakir cengengesan


"tadi ratu Sundari sekarang ratu Sri Dewi. sebenarnya mereka itu siapa sih. keong racun kah...?" tanya Adam polos


"kalau ratu Sri Dewi, dia itu bukan lagi keong racun tapi sudah kerang racun" jawab Leo


"ohoooo...kerang racun itu kakaknya keong racun ya" ucap Adam dengan tampang polosnya


"dam, di dalam otak lu itu, isinya apaan sih...?" tanya Vino gemas dengan ucapan Adam


"melati" jawab Adam jujur


sontak semuanya menatap ke arah Melati membuat gadis itu tersenyum kikuk karena ditatap oleh semua temannya.


"di dalam otak aku hanya ada minuman melati nggak ada yang lain" lanjut Adam


"oooh...gue kira"


"gue mau minta bantuan kalian semua" Melati sengaja memotong ucapan Bara


"bantuan apa...?"


"ratu Sundari sekarang terkena racun dari ular ratu Sri Dewi, ular Ragin. sekarang dia dalam keadaan tidak berdaya. waktu kita untuk mencari penawarnya tersisa empat hari lagi" jawab Melati


"masih hidup aja tuh ular. bukannya yang lalu Adam sudah membunuhnya dengan memotong kepalanya" ucap El


"aku...?" Adam menunjuk dirinya "kenapa bisa aku, sejak kapan aku bunuh ular"


"kita tidak punya waktu untuk menjelaskan itu dam. yang terpenting sekarang kita harus ke sana menyelamatkan ratu Sundari" ucap Melati


"tentu saja kita akan pergi. dulu dia yang selalu menyelamatkan kita, maka sekarang giliran kita yang akan menyelamatkan dia" jawab El-Syakir


"jadi kapan kita pergi...?" tanya Leo


"sekarang" jawab mereka terkecuali Adam yang masih dalam keadaan bingung


"kamu nggak ikut kak...?" tanya El.


semua tim samudera menatap ke arah Adam, menantikan jawabannya


"aku nggak tau siapa yang akan kita bantu. namun demi menolong yang membutuhkan pertolongan, tentu aku akan ikut" jawab Adam tersenyum


"syukurlah" El merasa lega

__ADS_1


(semoga dengan bertemu ratu Sundari, kamu bisa mengingatnya kembali) batin Melati menatap Adam


__ADS_2