
"m-mati....?" Melani membulatkan matanya
"apa maksudmu, jangan sembarangan ya kalau bicara. jelas aku masih hidup. lihat aku bisa menyentuhmu" Melani memegang lengan Adam
"dan juga kamu bisa melihatku, itu artinya aku masih hidup" Melani memegang lengan Adam untuk membuktikan bahwa dirinya masih hidup, dia manusia.
"aku sama seperti kamu Melani, aku hanyalah arwah bukan manusia makanya itu aku bisa melihatmu dan kamu bisa menyentuh ku" Adam memberikan penjelasan
"a-arwah.... m-maksudnya kamu s-setan...?" Melani melangkah mundur
"bisa dibilang seperti itu, itulah makanya aku bisa melihatmu. mereka sejak tadi tidak bisa melihatmu kan...?" Adam menunjuk pada sekumpulan orang yang berada di depan apotik
"iya. sejak tadi aku terus meminta tolong kepada mereka tapi mereka tidak menghiraukan aku" Melani menjawab dan melihat ke arah yang ditunjuk Adam
"maka kalau begitu pergi dan sentuh mereka. kalau kamu bisa menyentuh mereka itu artinya kamu manusia namun kalau tidak itu artinya kamu..... adalah arwah, sama seperti diriku" Adam kembali melihat ke arah Melani
Melani mendekati orang-orang yang sibuk meliput berita di tempat itu. dia mendekati salah satu wanita yang sedang berbicara dan menghadap ke arah kamera. Melani berniat memegang bahu wanita itu namun sayang tangannya tembus dan tidak bisa menyentuhnya.
"ada apa ini, kenapa aku tidak bisa menyentuhnya"
Melani terus dan tetap berusaha untuk bisa menyentuh wanita itu dan lagi-lagi tangannya hanya tembus. wanita itu berbalik melangkah setelah meliput berita dan seketika dirinya menembus tubuh Melani yang sedang berdiri di belakangnya.
"tidak... tidak... ini tidak mungkin" Melani melihat kedua tangannya
"tidak... aku belum mati, aku belum mati"
Melani tidak bisa menerima kenyataan kalau dirinya sekarang bukan lagi manusia. dia terus berusaha untuk menyentuh setiap orang yang ada di tempat itu namun seperti sebelumnya tangannya hanya tembus tanpa bisa memegang mereka.
"seberapapun usahamu, kamu tidak akan bisa" Adam sudah berada di dekatnya
"ini tidak adil, ini sungguh tidak adil" Melani terduduk dan menangis
"bagaimana nasib adikku kalau aku tidak ada, dia masih sangat kecil untuk aku tinggalkan" bahu Melani berguncang naik turun, dirinya tidak bisa menerima takdir kalau saat ini ia sudah mati namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"ayah ibu sudah meninggalkan kami dan aku hanya berdua dengan adikku. lalu sekarang aku juga sudah....s-sudah mati dan adikku sekarang sendirian. apa yang harus aku lakukan. hiks... hiks... ini tidak adil, ini sungguh tidak adil"
"aku yang akan menjaga adikmu nanti"
Melani mendongakkan kepalanya untuk melihat Adam yang berdiri tepat di depannya.
"bagaimana kamu bisa, sedangkan kamu juga adalah arwah sepertiku"
"adikku dan teman-temannya yang akan menjaga adikmu. mungkin kamu masih di dunia ini karena kamu masih belum ikhlas meninggalkan adikmu. apa seperti itu...?"
"iya, aku tidak bisa membayangkan kalau dia tau aku sudah tidak ada" Melani kembali menangis
"kalau begitu kita tunggu sampai adikku dan teman-temannya pulang sekolah setelah itu kita ke rumah mu untuk bertemu adikmu. dimana alamatmu...?"
"jalan Salangga nomor 7"
"kita akan ke sana nanti" Adam meyakinkan
"Bayu.... maafin kakak dek" Melani terisak dan menundukkan kepala
Adam merasa kasihan pada wanita yang berada di depannya itu. dirinya berniat memegang bahunya namun seketika tiba-tiba saja entah bagaimana sebuah portal berada di tempat itu, dekat dengan mereka. arwah Melani ditarik masuk ke dalam portal tersebut.
"aaaaaa tolong" Melani berteriak saat dirinya ditarik ke dalam portal
Melani berpegangan kepada Adam, Adam pun sekuat tenaga menahan wanita itu namun sayang usahanya sia-sia, tangan Melani terlepas dan wanita itu masuk ke dalam portal yang entah akan membawanya kemana.
"Melani" Adam mengejar namun portal itu seketika menghilang bersama dengan arwah wanita itu
"ada apa ini, kenapa bisa seperti ini" Adam tetap berdiri di tempatnya. dirinya bingung apa yang sebenarnya terjadi. biasanya arwah yang masih tinggal di dunia dan belum kembali ke sisi Tuhan, itu artinya ada sesuatu yang belum selesai dan harus ia selesaikan agar arwah itu bisa kembali. seperti yang dilakukan oleh tim samudera, membantu arwah menyelesaikan masalah mereka agar arwah itu bisa pulang dengan tenang. namun kali ini arwah Melani malah di tarik ke dalam portal dan membawanya entah kemana
"aku harus bertemu teman-teman" Adam seketika menghilang
El-Syakir dan yang lainnya mereka baru saja tiba di parkiran, bel panjang berbunyi tanda apel pagi akan dilaksanakan. bersyukur mereka tidak terlambat, jika tidak maka berkurang lagi ilmu yang akan mereka dapatkan dan mereka akan pulang dengan percuma.
"huuufftt... untung nggak telat" Nisda menghela nafas lega
"ayo cepat" ajak Vino
mereka semua berlari ke kelas masing-masing untuk menyimpan tas dan setelahnya mereka menuju lapangan dimana siswa-siswi yang lain sudah mulai berbaris di posisi kelas masing-masing.
__ADS_1
guru piket pada hari itu datang untuk memberikan pengarahan. dia adalah pak Aldiano, guru baru yang sudah dua hari masuk menjadi pengajar di sekolah SMA xxx.
"oh my got got got got ganteng bingit"
"ya ampuuuun.... mirip oppa korea"
"astaga ganteng banget jodoh gue"
para siswi mulai ribut saat kedatangan pak Aldiano. pria yang memakai kemeja biru lengan panjang dan celana kain itu sungguh membuat semua siswi terpesona dengan kharismanya.
"ganteng juga ya" ucap Starla refleks
"ekhem" Vino berdehem dan menatap tajam pacarnya itu
"hehehehe, ayang tetap yang terganteng kok di my heart" Starla cengengesan karena ketahuan
"selamat pagi semuanya" sapa pak Aldiano
"pagi pak" jawab semua siswa-siswi
pak Aldiano tersenyum dengan senyuman manisnya. El-Syakir terus melihat ke arah guru baru itu tanpa mengalihkan pandangannya ke tempat lain. hingga akhirnya El-Syakir dan pak Aldiano saling bertemu tatap. saat melihat El-Syakir, guru baru itu tetap melihat El-Syakir tanpa melanjutkan sambutannya.
(wangi melati lagi. siapa sebenarnya dia) El-Syakir membalas tatapan pak Aldiano tanpa ada rasa sungkan
"senang sekali hari ini saya dapat berdiri di hadapan kalian semua" pak Aldiano mengalihkan pandangannya ke depan
"aku juga senang pak" seorang siswi berucap dengan keras membuat siswa-siswi yang lain menyorakinya
"huuuuuu" mereka mencebik ke arah siswi tersebut
"ih apaan sih, sirik banget" jawabnya tanpa peduli
"itu mulut di rem dikit napa sih" seorang siswi yang lain menegurnya
"suka-suka gue lah. mulut mulut gue napa elu yang ribet" jawabnya dengan nada ketus
"cih, sok cantik" sindir siswi yang lain
"apa lu bilang...?" siswi itu mulai mendorong bahu siswi yang mencibir nya
keduanya terdiam begitu juga siswi yang mencari perhatian tadi. namun matanya tetap menatap tajam ke arah rival-nya.
pengarahan dari guru piket masih sementara berlangsung, Adam datang tiba-tiba dan sudah berdiri di samping El-Syakir.
"kakak darimana saja...?" tanya El dengan suara pelan
"dari tempat kecelakaan tadi. ada yang harus aku katakan kepada kalian semua" Adam menjawab namun sorot matanya mengarah ke depan sana, ke arah pak Aldiano
"mau bilang apa...?"
"nanti setelah istrahat baru kita berkumpul, aku pergi dulu"
"kak"
tidak sempat mencegah Adam sudah menghilang begitu saja. El semakin penasaran apa yang akan dikatakan oleh kakaknya itu.
"kenapa El, Adam kok pergi lagi...?" tanya Vino yang berbaris di samping El
"nanti gue ceritain" jawab El
semua siswa-siswi dibubarkan atas perintah guru piket. mereka kembali ke dalam kelas karena sebentar lagi pelajaran pertama akan dilakukan.
hari ini personil tim samudera berkurang satu orang, Leo sedang beristirahat di rumahnya dan mereka akan menjenguknya setelah pulang sekolah nanti.
selesai pelajaran pertama, tim samudera berkumpul di tempat biasa. mereka menunggu kedatangan Adam dengan rasa penasaran. menunggu beberapa menit akhirnya hantu itu datang juga. dia sepertinya siap untuk bercerita.
"ada apa sih kak, mau bilang apa...?" tanya Bara
"kecelakaan tadi mengakibatkan satu orang meninggal dan dua orang kritis. mungkin ketiganya sudah berada di rumah sakit. satu orang supir dan temannya dan satu orangnya adalah penjaga apotik yang ditabrak" Adam menjelaskan
"terus...?" Vino bertanya agar Adam melanjutkan ceritanya
"yang meninggal adalah penjaga apotik, seorang wanita yang bernama Melani" ucap Adam
__ADS_1
"darimana elu tau...?" tanya Starla
"aku telah bertemu dengannya. awalnya dia tidak percaya kalau dirinya sudah mati dan aku berhasil meyakinkannya. tapi poin pentingnya bukan itu"
"lalu...?" kali ini El-Syakir
"arwahnya dibawa pergi, dia masuk ke dalam portal dan menghilang bersamaan dengan portal itu"
"portal...? semacam pintu untuk ke tempat lain kan...?" Nisda bertanya
"iya, aku rasa memang arwah Melani dibawa ke tempat lain. kalau sudah seperti itu berarti memang dari awal Melani sudah diincar dan setelah dia mati maka arwahnya tentu tidak akan bisa pulang karena sebelum dia mati arwahnya memang sudah di incar" Adam menjawab
"maksudnya, tumbal...?" semuanya berucap
"bisa jadi, tapi itu masih asumsi ku saja"
"tumbal lagi.... tumbal lagi. heran gue ya manusia zaman sekarang, nggak sayang banget sama nyawa. dikira mungkin bisa beli di pasar apa. greget banget gue sama yang namanya tumbal menumbal" Bara terlihat emosi
"bagaimana kalau portal itu adalah pintu yang dikirimkan Tuhan untuk membawa Melani pulang, bisa jadikan cara pulangnya dia berbeda dengan yang lain" Vino berpendapat
"gue nggak yakin. selama ini kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana arwah yang kita tolong pulang dengan senyum di bibir mereka dan juga tidak pernah ada sama sekali portal untuk pintu menuju pulang. yang ada mereka menghilang seperti buih, begitulah cara mereka pulang setelah urusan mereka di dunia selesai" El kurang setuju dengan pendapat Vino
"benar, aku setuju dengan El. arwah yang tidak pulang alasannya bisa tiga kemungkinan. pertama urusannya di dunia belum selesai karena ada rasa tidak ikhlas dalam hatinya. seperti mungkin mereka tidak iklhas meninggalkan saudara, ibu, ayah atau anak dan adik. kedua ada dendam dalam hati mereka, misal mereka dibunuh maka dari itu mereka tidak ingin pergi sebelum yang membunuh mereka ditangkap dan yang ketiga adalah karena mereka di tumbalkan" ucap Adam
"sejak sebelum meninggal, dirinya sudah ditumbalkan oleh seseorang kepada jin, atau makhluk semacamnya dan saat dia mati maka arwahnya akan menjadi milik dari jin tersebut" lanjut Adam
"jadi karena perjanjian lagi, perjanjian seseorang kepada setan atau jin seperti yang terjadi kemarin, perjanjian antara mbah Surip, Samsul dan ratu Sri Dewi, begitu maksudmu...?" tanya Vino
"kalau sudah menumbalkan seseorang sudah pasti ada seseorang yang melakukan perjanjian dengan jin dan arwah yang ditumbalkan akan menjadi milik jin tersebut" timpal Adam
"lalu bagaimana caranya kita bisa tau siapa pelakunya, sedang Melani saja arwahnya sudah dibawa pergi"
"itu juga yang membuat aku masih berpikir. tapi aku punya satu janji kepada Melani" jawab Adam
"janji apa...?" tanya El
"aku mengatakan bahwa kalian akan menjaga adiknya. dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi setelah Melani meninggal" jawab Adam
"kita kan nggak tau alamatnya, bagaimana caranya kita bisa bertemu adiknya" ucap Bara
"aku tau alamatnya dimana, pulang sekolah kita akan ke sana" timpal Adam
"kok gue merasa kali ini akan sulit ya" Starla berucap
"semua kasus yang kita lewati nggak ada yang mudah. intinya kita tetap bersama dan saling membantu" El menimpali
"bagaimana kalau nanti saat kita menghadapi sebuah kasus, ada salah satu diantara kita yang mati...?" tiba-tiba saja Vino berucap seperti itu
"husss.... ngomong apa sih lu Vin, kalau ngomong itu yang baik-baik napa" Nisda memukul lengan temannya itu. jujur dirinya seketika menjadi takut
"gue hanya......"
"kematian itu adalah sesuatu yang pasti dan kita tidak dapat menghindari, memajukan atau mengundurnya. tapi yang pasti, tidak ada yang dapat mengalahkan kekuatan Tuhan meskipun raja iblis sekalipun. maka minta perlindungan lah kepada Tuhan, dan aku juga semampuku akan melindungi kalian"
benar kata Adam, tidak ada yang dapat menandingi kekuatan Tuhan, pencipta seluruh jagad raya. maka ketika kamu merasa takut, kalut dan tidak mempunyai jalan keluar, minta pertolongan lah kepada Tuhan. hanya Dia yang dapat menunjukkan segala kebaikan yang terselip dalam keburukan.
"sebelum kita ke rumah Melani, kita ke rumah Leo dulu ya. gue pengen tau bagaimana kondisinya sekarang" El memberikan saran
"iya. gue juga pengen lihat keadaannya. kalau mama tau Leo hampir kecelakaan, mungkin dia bakalan shock banget karena Leo adalah keponakan yang sangat dia sayang" Nisda menimpali ucapan El
"siapa yang bersaudara antara orang tua elu dan orang tuan Leo...?" tanya Vino
"mama Melisa sama mama gue itu saudara kandung. mereka hanya dua bersaudara" Nisda menjawab pertanyaan Vino
"gitu ya" Vino manggut-manggut
bel jam kedua berbunyi. mereka bubar dan kembali ke dalam kelas, tidak ada lagi yang berkeliaran di luar.
di kelas El-Syakir, mereka belajar mata pelajaran yang dibawakan oleh pak Lisman. semuanya tampak diam dan mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru muda di depan mereka.
Adam duduk di samping El karena Leo teman sebangkunya tidak hadir. hantu itu ikut menulis apa yang diterangkan oleh pak Lisman. namun saat sedang menulis, seketika tubuhnya menegang dan telinganya berdengung, pertanda sesuatu yang buruk akan terjadi lagi.
Adam langsung berdiri dan menatap semua orang yang ada di dalam kelas itu. El-Syakir tidak begitu menghiraukannya karena dia sibuk menulis.
__ADS_1
ngiiiiiiiiiiing.....
dekat, Adam sangat merasakan bahaya akan terjadi dan itu sangat dekat dengan dirinya. telinganya tidak berhenti berdengung, bahkan kupingnya sampai berkedut.