Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
137


__ADS_3

mata ratu Sri Dewi membulat sempurna melihat siapa yang datang menyelamatkan tim samudera. remajanya itu sudah babak belur dan bahkan kondisi mereka sangat mengenaskan.


Senggi memerintah pasukannya untuk membawa tim samudera ke tempat yang aman menggunakan tandu.


"bagaimana bisa kamu sembuh dari racun mematikan itu" ratu Sri Dewi begitu terkejut melihat ratu Sundari berdiri dalam keadaan sehat di depannya


"sudah aku katakan Dewi, aku akan kembali lagi untuk merebut kerajaanku" ucap ratu Sundari


"tidak segampang itu Sundari, kerajaan karing-karing sekarang adalah milikku. kamu tidak berhak untuk datang kembali lagi ketempat ini" ratu Sri Dewi menatap sinis ratu Sundari


"justru harusnya kamu yang malu merebut kekuasaan jin lain. apakah sebegitu menyedihkannya hidupmu Dewi sampai terlunta-lunta dan merampas hak jin lain. cih, memalukan"


"bedebah kamu Sundari. dari dulu kamu selalu mengambil apa yang aku punya. kasih sayang orang tua, laki-laki yang aku cintai dan sekarang kekuasaan yang harusnya menjadi milikku kamu rampas juga"


"aku tidak pernah merampas apa yang kamu punya. apakah hanya karena masalah hati kami begitu dendam padaku...?"


"kamu tau sendiri apa penyebab aku membencimu Sundari. kakang Pramana harusnya memilihku bukan memilihmu" ratu Sri Dewi menatap penuh kebencian kepada ratu Sundari


"aku tidak pernah memaksa dia memilihku. hati tidak bisa dipaksa Dewi. sungguh hatimu telah dibutakan oleh dendam sehingga memusuhi saudarimu sendiri"


"cih, kamu terlalu banyak bicara. kita selesaikan disini sekarang. aku atau kamu yang mati" ratu Sri Dewi menunjuk ratu Sundari kemudian dia menyerang wanita itu


pertarungan tidak dapat dihindari. ratu Sri Dewi begitu membabi buta dan bernafsu ingin melenyapkan ratu Sundari.


sementara para pasukan mereka saling menyerang. ratu Sundari membawa pasukannya yang ia lindungi di tempat raja Ranangraya. mereka harus merebut kembali kekuasaan yang diambil secara licik oleh ratu Sri Dewi.


sementara itu, Senggi membawa tim samudera ke dalam istana. beberapa dari jin pasukan ratu Sri Dewi menyerang namun tentu saja mereka bukanlah tandingan wanita itu.


"baringkan mereka di ranjang" ucap Senggi


mereka semua dibaringkan di ranjang, di tempat dimana pernah mereka tempati sebelumnya.


ketiga dayang tadi membawakan beberapa pakaian untuk tim samudera. dayang Geni, Nirum dan Nuri mengganti pakaian para perempuan sementara untuk laki-laki, jin laki-laki yang menggantikan pakaian mereka. setelah selesai, mereka meninggalkan tempat itu.


Senggi kembali ke arena pertempuran, dia membasmi setiap musuh dengan senjatanya. sementara ratu Sri Dewi terseret beberapa meter setelah terkena serangan dari ratu Sundari.


"berhentilah Dewi, tinggalkan tempat ini maka aku akan membiarkanmu pergi dan jangan pernah kembali" ucap ratu Sundari


"jangan sombong dulu kamu. hanya karena sihirmu lebih mumpuni dariku bukan berarti aku akan menyerah begitu saja" jawab ratu Sri Dewi


ratu Sri Dewi menancapkan tongkatnya ke tanah. dia kemudian duduk bersila dan menutup mata. kedua tangannya dia dapatkan di dekat dadanya. saat membuka mata, warna mata wanita itu menjadi hitam sempurna tanpa ada warna lain.


ratu Sri Dewi menyerang ratu Sundari dengan sihirnya. ratu Sundari dengan tenang menerima serangan itu.


ratu Sundari hanya menahan dengan satu tangannya. ratu Sundari mengeluarkan sihir warna hijau sedang ratu Sri Dewi berwarna hitam. angin berhembus kencang, kilatan petir di langit menandakan pertarungan terjadi begitu sengit.


tanpa ratu Sri Dewi sadari, ratu Sundari lepas raga. ia meninggalkan tubuhnya dan arwahnya menghampiri ratu Sri Dewi yang masih terus bertahan untuk menyerang.


bughhh


bughhh


ratu Sundari memukul dada dan perut ratu Sri Dewi. wanita itu terbang beberapa meter dan mendarat dengan kasar di tanah. sedangkan ratu Sundari kembali ke tubuhnya.


"uhuk....uhuk" ratu Sri Dewi terbatuk mengeluarkan darah


"menyerah Dewi, atau kamu akan semakin terluka" ucap ratu Sundari


"sampai mati aku tidak akan menyerah sebelum membunuhmu dengan kedua tanganku" ratu Sri Dewi berusia untuk bangun


"kamu memang keras kepala Dewi. jangan salahkan aku jika kamu benar-benar aku buat lenyap dari dunia ini" kesabaran ratu Sundari sudah diambang batas


"jangan banyak bicara, lawan aku"


swing....


swing....


bughhh


bola api ia arahkan ke ratu Sundari, satu bola api mengenai dada ratu Sundari. tongkat ratu Sri Dewi ia lemparkan ke depan dan seketika tongkat itu berubah menjadi ular besar yang dapat menelan siapa saja.

__ADS_1


ular besar itu menyerang ratu Sundari. wanita itu terus menghindar hingga dirinya mengarahkan mustika hijau ke arah besar itu. cahaya hijau itu membelah tubuh ular itu menjadi dua bagian.


ddduuuaaaar


bughhh


ledakan hebat terjadi. ratu Sri Dewi lagi-lagi terlempar dan kini lukanya semakin parah. ratu Sundari mendekati ratu Sri Dewi. dia mengambil mustika hitam ratu Sri Dewi meremasnya menjadi debu. seketika ratu Sri Dewi kejang-kejang kemudian wanita itu ambruk di tanah.


mustika hitam itu memiliki ikatan kehidupan dengan pemiliknya. selama mustika hitam masih dimiliki ratu Sri Dewi, separah apapun kondisinya dia tetap akan sembuh seperti semula. hanya dengan menghancurkan mustika hitam ratu Sri Dewi akan dikalahkan.


ditempat lain bersamaan dengan hancurnya mustika hitam, seseorang mengalami kejang-kejang dan muntah darah. segera ia menutup mata dan merapalkan sesuatu. muncullah benda hitam yang mengkilau. ia menaruh benda itu ke dalam air dan meminumnya.


sedetik kemudian tubuhnya normal kembali. dia duduk bersandar di kursinya dan menutup mata.


"ada apa bos...?" seseorang yang baru saja datang terlihat kaget melihat bosnya yang sudah pucat dan berkeringat


"bos...bos tidak apa-apa...?" dia mendekat pria yang sedang mengatur nafasnya


"aku baik-baik saja" jawabnya pelan


"bos pucat sekali, kita ke rumah sakit. aku takut penyakit bos kambuh lagi"


"tidak perlu, aku baik-baik saja. tolong buatkan aku minuman hangat"


"baik bos"


laki-laki itu pergi meninggalkan ruangan bosnya. setelah kepergiannya, laki-laki tadi mengambil batu hitam yang ada di dalam gelas dan memegangnya.


"sepertinya pasanganmu telah musnah. aku harus menyelamatkannya" gumamnya


dia berdiri dan mengunci pintu ruangannya kemudian dia masuk ke salah satu ruangan yang berada di dalam itu. tampak sebuah kamar yang tidak begitu luas. dirinya duduk bersila, di depannya terdapat dupa dan batu hitam itu di letakkan di dalam dupa yang berasap. dirinya merapalkan mantra, entah apa yang dilakukannya.


kembali ke pertarungan, ratu Sundari mengarahkan telapak tangan kanannya ke tanah hingga sedetik kemudian muncullah sebuah peti.


"apa yang akan ratu lakukan...?" Senggi datang menghampiri


"memasukkan Dewi ke dalam peti ini dan menguburnya agar tidak ada yang bisa membangkitkannya kembali" ucap ratu Sundari


"bukankah dia sudah mati. harusnya tubuhnya musnah begitu saja, tapi kenapa dia seperti manusia, menjadi mayat" ucap Senggi dengan kebingungannya


ratu Sundari mengarahkan tangannya ke arah ratu Sri Dewi sehingga tubuh wanita itu melayang dan masuk ke dalam peti. kemudian peti itu tertutup rapat dan siap untuk di simpan di tempat yang tidak bisa dijangkau.


"Senggi, pergilah ke gunung Sumbi, kuburkan peti ini ke dalam sungai kalinggeni. ucapkan mantra pengikat agar tidak ada siapapun yang bisa mengambil tubuh Sri Dewi" perintah ratu Sundari


"baik ratu"


Senggi duduk bersila di dekat peti Sri Dewi kemudian menghilang dari pandangan. semua pengikut ratu Sundari bersorak senang, kerajaan karing-karing berhasil mereka rebut kembali dan sang ratu bijaksana kembali menempati singgasananya.


semuanya kembali normal. kerajaan karing-karing kembali riuh seperti biasanya. kekacauan akibat peperangan mulai mereka bersihkan. jin yang terluka diobati dan jin yang mati telah musnah menjadi debu.


ratu Sundari masuk ke dalam istana dan mencari keberadaan tim samudera.


"mereka di tempat biasanya ratu" ucap dayang Nirum


ratu Sundari melangkah dan sampailah dia ke salah satu ruangan tempat tim samudera diamankan.


matanya melihat mereka semua hingga tatapannya tertuju kepada satu orang. dia melangkah mendekati Adam dan duduk di sampingnya.


banyak luka yang terdapat di tubuh laki-laki itu. pakaian mereka telah diganti sama persis dengan yang dikenakan oleh para jin istana.


ratu Sundari menaruh telapak tangan kanannya di kepala Adam kemudian muncullah cahaya hijau dari telapak tangan itu. tangan ratu Sundari menyapu tubuh Adam dari kepala sampai kaki.


sembuh, semua luka yang ada di tubuh Adam menghilang seketika. wajahnya kembali bersih seperti biasa.


"kita bertemu lagi Adam" ucap ratu Sundari


"apakah setelah melihatku kamu akan mengenalku kembali...? ratu Sundari membelai wajah Adam


"ada yang lebih membutuhkanmu daripada aku. dia lebih baik dariku dan kamu perlahan akan menerimanya" ratu Sundari melihat ke arah Melati yang terbaring tidak sadarkan diri


ratu Sundari beranjak dan mendekati Melati. dia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya kepada Adam. semua tim samudera disembuhkan dengan sihirnya.

__ADS_1


"dayang Nirum" panggil ratu Sundari


"saya ratu" dayang Nirum datang menghadap


"ambilkan mata air dari sungai karing-karing. setelah mereka sadar, minum kan air sungai itu kepada mereka. beritahu dayang Geni dan dayang Nuri untuk menyiapkan mereka makanan dan seluruh rakyatku" ucap ratu Sundari


"baik ratu"


dayang Nuri balik badan untuk mengerjakan tugasnya. sebelum itu dia memberitahu kepada kedua teman dayang untuk melakukan perintah sang ratu karing-karing.


di tempat lain, Senggi sudah sampai di gunung Sumbi. aliran air sungai kalinggeni terdengar deras dan begitu jernih. daerah itu adalah daerah kekuasaan ratu Sundari yang membatasinya dengan wilayah kekuasaan raja Ranangraya.


Senggi bersiap untuk membaca mantra pengikat. namun tiba-tiba seseorang datang menyerangnya sehingga Senggi terseret beberapa langkah.


seorang laki-lakimenggunakan kain menutupi wajahnya, berpakaian serba hitam. dia membuka peti tersebut dan menggendong tubuh ratu Sri Dewi.


Senggi tidak tinggal diam. dirinya menyerang orang tersebut dengan kayu besar yang ia arahkan sehingga tubuh laki-laki itu terhantam kayu dan jatuh tersungkur. tubuh ratu Sri Dewi terlepas dari tangannya.


dia berniat kembali mendekatkan tubuh ratu Sri Dewi namun Senggi mengeluarkan sihirnya dan menyerang laki-laki itu.


ddduuuaaaar


laki-laki itu menghindar sehingga sihir yang dilayangkan Senggi mengenai batang pohon. batang pohon itu langsung hangus terbakar.


"siapa kamu...?" Senggi bertanya dengan mata yang nyalang


"tidak perlu tau siapa aku. aku datang untuk mengambil tubuh Sri Dewi" ucapnya


"tidak seorangpun yang bisa mengambil tubuh wanita laknat ini, entah itu siapapun, termasuk kamu" ucap Senggi


"maka akan aku ambil dengan paksa" ucap laki-laki itu


"Dan itu tidak akan aku biarkan" jawab Senggi


pertarungan kembali terjadi. Senggi menyihir peti yang ada di dekatnya dan mengarahkannya ke arah laki-laki itu. laki-laki itu menahan dengan satu tangan kemudian berlari mengarahkan peti tersebut kepada Senggi.


tap.....


Senggi menahan peti itu. kini mereka sama-sama menahan peti itu. Senggi berputar dan mengarahkan sihirnya kepada laki-laki itu.


ddduuuaaaar


lagi-lagi dia menghindari dengan terbang ke atas. Senggi mendorong peti tersebut sehingga peti itu berputar-putar dan akan menghantam laki-laki tadi.


hap


duughhh


laki-laki itu menendang peti itu sehingga mendarat kembali ke tanah. pertarungan masih terus berlanjut, baik Senggi maupun laki-laki itu belum ada yang terkalahkan. hingga kemudian Senggi menendang perut dan juga kepala laki-laki itu sehingga tersungkur di tanah.


"bagaimana kamu bisa masuk ke tempat ini. tidak ada seorangpun manusia yang bisa datang ke tempat kami kecuali atas kehendak ratu Sundari" Senggi mulai sadar kalau lawannya itu adalah manusia


"tidak perlu tau bagaimana aku bisa sampai di sini. sekarang rasakan ini"


laki-laki itu mengambil tanah dan melempar ke arah Senggi sehingga mengenai matanya. Senggi tidak dapat melihat, kesempatan itu digunakan laki-laki itu untuk membawa pergi tubuh ratu Sri Dewi.


"dasar licik" Senggi begitu geram dikelabui oleh manusia


namun tentu dia tidak menyerah. untuk pergi dari alam itu, laki-laki tadi harus melewati hutan belantara yang sudah berada di alam manusia. Senggi menghilang untuk mengejar laki-laki tadi.


benar saja, laki-laki itu masih berada di dalam hutan. dia terus berlari untuk kabur bersama tubuh ratu Sri Dewi.


"berhenti kau" teriak Senggi


"jin sialan, masih mengejar juga dia" umpatnya


Senggi melayang begitu cepat mengejar penculik tubuh ratu Sri Dewi. laki-laki itu menggunakan sihirnya, menyerang Senggi dengan kayu-kayu besar dan apa saja yang ada di dekatnya. namun tidak semudah itu untuk mengalahkan Senggi, jin tangguh milik ratu Sundari.


bughhh


tubuh laki-laki itu terkena serangan dari Senggi. di sempat tersungkur namun bangkit lagi dan berlari. hingga mereka sampai di jalan raya. ada sebuah mobil yang lewat. laki-laki itu menggunakan kekuatannya untuk membuat rem mobil tersebut rusak.

__ADS_1


mobil itupun oleng seketika. Senggi yang baru saja datang ingin mengejar kembali laki-laki itu namun dirinya terhenti karena teriakan penumpang di dalam mobil yang berteriak meminta tolong. Senggi dapat mendeteksi ada tangisan anak kecil di dalam mobil.


Senggi membantu menghentikan mobil tersebut sehingga penumpangnya kini selamat. dia pun kembali ke alamnya karena tidak mungkin mengejar laki-laki itu. hal yang terjadi akan diberitahukan kepada ratu Sundari.


__ADS_2