Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 95


__ADS_3

"sudahlah Dewi, dinginkan pikiranmu. mari kita bicara agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita lagi" ratu Sundari menginginkan perdamaian dengan saudaranya itu


"berhenti bersikap baik Sundari, aku muak melihat sikap baik mu itu padahal di baliknya sangat busuk" ratu Sri Dewi tidak bisa dibujuk sama sekali


"kamu memang keras kepala Dewi. jangan salahkan aku jika aku menyakitimu"


"cih, aku bahkan tidak segan untuk memusnahkan mu"


ratu Sri Dewi kembali menyerang ratu Sundari. wanita itu bahkan melepaskan sihirnya bertubi-tubi ke arah ratu Sundari namun ratu Sundari menangkisnya dengan selendang miliknya.


ratu Sri Dewi menghilang begitu saja tanpa terlihat oleh ratu Sundari. tentu saja wanita itu tidak akan pergi begitu saja. ratu Sundari menajamkan telinga dan matanya karena pasti ratu Sri Dewi akan menyerangnya dengan tiba-tiba.


bughh


bughh


dua pukulan mendarat di perut ratu Sundari. wanita itu mundur beberapa langkah karena pukulan kuat dari ratu Sri Dewi.


"hahahaha.... kamu benar-benar payah Sundari" tawa ratu Sri Dewi menggema namun wujudnya tidak terlihat


ratu Sundari menutup kedua matanya dan kembali membukanya. indra pendengaran dan penglihatannya semakin dipertajam. ia dapat melihat asap hitam yang mengepul tidak jauh darinya. sudut bibir ratu Sundari terangkat.


asap hitam itu menghilang dan tidak terlihat dan setelahnya ratu Sundari dapat merasakan pergerakan di belakangnya.


hap


tangan ratu Sundari menangkap tangan ratu Sri Dewi yang akan memukul punggungnya. ratu Sri Dewi membelalakkan matanya saat ratu Sundari berhasil menangkap tangannya.


ratu Sundari memutar tangan ratu Sri Dewi sehingga wanita itu kesakitan dan setelahnya ratu Sundari mentotok tiga bagian dari tubuh ratu Sri Dewi, bagian pundak, pinggang dan bagian dada. karena hal itu ratu Sri Dewi tidak dapat bergerak sama sekali.


"licik, lepaskan aku wanita sialan" teriak ratu Sri Dewi yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya


"kalau mampu maka usahalah sendiri untuk terlepas dari totokkan ku" ratu Sundari tersenyum simpul


"aku benar-benar akan membunuhmu Sundari, aku bersumpah akan membunuhmu" raut wajah ratu Sri Dewi begitu memancarkan kemarahan besar


"sekali saja dengarkan aku bicara Dewi"


"tidak ada yang perlu dibicarakan. kamu pikir aku tidak bisa lepas dari totokkan mu ini. kamu salah"


ratu Sri Dewi menutup matanya dan mulutnya komat kamit sehingga akhirnya dirinya bisa terbebas dari sihir ratu Sundari. setelah itu wanita itu menghilang begitu saja namun masih terdengar suaranya yang akan menuntut balas akan kejadian malam itu.


"aku akan datang membalasmu Sundari, ingat baik-baik itu" suara ratu Sri Dewi menggema dan menghilang bersama lenyapnya dirinya


ratu Sundari melihat mbah Surip yang mengerang sakit dan Samsul yang masih tergeletak tidak sadarkan diri.


"sangat disayangkan" ucap ratu Sundari


wanita itu melangkah mendekati mbah Surip yang sudah sangat lemah karena racun dari keris larangapati.


"karena ulahmu sendiri kamu jadi seperti ini. dasar manusia tamak"


ratu Sundari meninggalkan kedua pria itu, dia tidak ingin berurusan dengan kedua pria yang tega membunuh bayi tidak berdosa hanya karena harta.


ratu Sundari tiba di istananya, wanita itu segera menghampiri tamu manusianya yang entah bagaimana keadaan mereka sekarang.


"mereka belum bangun Senggi...?" tanya ratu Sundari, melihat para manusia itu masih terbaring di ranjang mereka masing-masing


"belum ratu namun bayi ini dari tadi terus menangis. sepertinya dia lapar" jawab Senggi yang sedang menenangkan bayi yang ada dalam gendongannya


"maka berikan dia makanan bayi" perintah ratu Sundari


"dimana Adam...?"


"baik ratu. Adam berada di kamarnya yang telah disediakan" Senggi membawa bayi itu memberinya makan


setelah Senggi pergi, ratu Sundari menghilang dan wanita itu sudah berada di dalam kamar dimana Adam berada di kamar itu. hantu itu sedang tertidur pulas karena ramuan yang diberikan oleh Senggi untuk memulihkan tenaganya.


ratu Sundari menghampiri Adam dan duduk di sampingnya. wanita itu memperhatikan wajah hantu itu yang bening tanpa lecet sedikitpun meski wajahnya pucat tapi tetap saja wajah tampan Adam begitu terlihat.


"kamu arwah yang berani" ucap ratu Sundari


perlahan tangannya terangkat dan membelai rambut hantu itu. sudut bibir ratu Sundari terangkat menampilkan senyuman tipis, kemudian ia beranjak dari duduknya dan meninggalkan Adam.


ratu Sundari menghampiri Senggi yang sedang memberikan makan kepada bayi laki-laki itu. bayi itu terlihat sangat lahap mengisap susu yang diberikan padanya. jika di tanyakan dimana mereka menemukan susu tentu saja itu mudah untuk jin seperti mereka. hanya dengan ke alam manusia dan mengambil makanan bayi itu dan kembali lagi.


setelah kenyang, bayi itu terlelap dengan pulasnya. ratu Sundari mengambil alih bayi itu dan menggendongnya.


"dia tampan sekali" ucap ratu Sundari membelai pipi bayi laki-laki itu


"bagaimana dengan Sri Dewi ratu, apakah dia berhasil ratu kalahkan...?" tanya Senggi


"dia kabur" jawab ratu Sundari


"cih, dari dulu dia memang seperti itu. dasar pengecut" cebik Senggi


"sampai sekarang dia masih begitu dendam padaku" ratu Sundari membaringkan bayi itu di atas ranjang dengan hati-hati


"dan karena dendamnya itu dia menjadi wanita yang berambisi untuk menghabisi ratu" timpal Senggi

__ADS_1


"tapi sebelum dia melakukan itu, aku duluan yang akan menghabisinya" lanjut Senggi


"terimakasih Senggi, kamu begitu setia padaku. jika nanti aku sudah tidak ada, kamu yang akan menggantikanku"


"jangan bicara seperti itu ratu, tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti ratu. aku dan semua abdi mu dan juga rakyatmu akan melindungi ratu walau nyawa kami taruhannya"


ratu Sundari hanya tersenyum tanpa menjawab. dari dulu Senggi memang sangat menjaganya bahkan hingga sekarang wanita itu tetap setia berada di sampingnya.


"setelah tamu kita sadar, siapkan makanan untuk mereka" ucap ratu Sundari


"baik ratu"


"bolehkah aku bertanya sesuatu ratu..?"


"tanyakan"


"apakah ratu akan tetap menikah dengan Adam...?"


"kenapa bertanya seperti itu, kamu tidak setuju...?" ratu Sundari menatap Senggi


"bukan maksud aku menentang keputusan ratu tapi.... "


"jangan memikirkan yang seharusnya tidak kamu pikirkan Senggi"


"maafkan aku ratu" Senggi bersimpuh


ratu Sundari meninggalkan Senggi tanpa mengucapkan sepatah katapun. wanita itu menuju kamarnya dan duduk di depan cermin riasnya.


El-Syakir mengerang dan akhirnya dia mulai sadar. bukan hanya dirinya, yang lainnya pun sudah sadarkan diri tapi tidak dengan Ardi dan Nisda. mereka berdua masih tertidur pulas dan belum bergerak sama sekali.


"aw... kepala gue sakit banget" rintih Starla memegang kepalanya


El-Syakir bangun dan bersandar di ranjang. Leo, Vino, Bara, Starla dan Furqon juga bangun. saat sadar Bara mencari keberadaan Nisda. melihat gadis itu terbaring, Bara langsung mendekati gadis itu meski ia merasakan tubuhnya masih kesakitan.


"Nisda" panggil Bara lirih


"bangun Nis" Bara mulai berkaca-kaca


"kita dimana ini, apakah kita sudah berada di alam akhirat...?" Leo melihat di sekitarnya


"apa kita benar-benar sudah mati...?" Vino mulai panik


"kalian sudah sadar" Senggi menghampiri mereka


"siapa kamu...?" tanya El-Syakir


"j-jadi kami sekarang berada di alam ratu Sundari...?" tanya Starla


"iya" jawab Senggi


"kenapa Ardi belum sadarkan diri...?" Furqon mendekati teman pengawalnya itu


"mungkin butuh waktu satu atau dua hari lagi untuk ia sadar. karena luka dalamnya sangat parah. untungnya ratu Sundari dapat mengobatinya. meskipun begitu keadaannya dan juga gadis itu, lebih parah dari kalian" Senggi menunjuk Nisda


"dimana Adam...?" El-Syakir teringat dengan kakaknya itu


"dia baik-baik saja" jawab Senggi


"lalu bayi itu dimana, kenapa tidak ada di sini...?" tanya El-Syakir lagi


"bayi itu juga ditempat yang aman" jawab Senggi


Senggi memanggil pelayan dan menyuruh mereka masuk untuk membawa makanan yang diperintahkan oleh ratu mereka. makanan itu di simpan di atas meja kecil yang disiapkan di masing-masing ranjang mereka.


"makanlah, kalian membutuhkan energi untuk pulih" ucap Senggi


"wah kebetulan sekali, gue memang sedang lapar" Vino segera akan menyantap makanan yang ada di depannya


"tunggu" El-Syakir menghentikannya


"ada apa sih El...?" tanya Vino


"maaf, kami jelas tidak bisa memakan makanan kalian" ucap El-Syakir


"aku mengerti arah pikiranmu. tapi tenang saja, makanan itu adalah makanan manusia yang telah ratu sediakan untuk kalian" ucap Senggi meyakinkan


"siapa yang tau jika ternyata itu adalah tipuan. alih-alih makanan manusia padahal ternyata ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami makan" ucap Leo


"kalian mencurigai ratu...?" Senggi mulai kesal


"kalau kalian tidak mau makan maka tidak usah. biar saja kalian mati kelaparan di sini" Senggi pergi meninggalkan mereka


"harusnya kalian berterimakasih kepada ratu Sundari karena dirinya kalian bisa selamat dari serangan Sri Dewi. jika tidak mungkin kalian semua sudah menjadi mayat"


"harus kalian ingat. di alam ini ada manusia yang hidup selain kalian. untuk makanannya, ratu menyediakan makanan manusia khusus untuknya" yang dimaksud Senggi adalah Melati, wanita yang pernah membantu Adam untuk kabur


setelah mengatakan itu, Senggi pergi meninggalkan mereka yang merasa tidak enak hati karena berprasangka buruk terhadap ratu Sundari, terlebih El-Syakir.


karena merasa lapar, tanpa pikir panjang Vino segera melahap makanan yang ada di depannya itu.

__ADS_1


"enak kok dan sepertinya ini benar-benar makanan manusia" ucap Vino


Senggi menghampiri ratu Sundari dengan perasaan dongkol terhadap remaja-remaja itu. ada kekesalan dalam hatinya karena ratunya dianggap menipu mereka.


"bagaimana Senggi, kamu sudah memberikan mereka makan...?" tanya ratu Sundari


"sebaiknya setelah ini kita pulangkan mereka ratu. biar mereka sendiri yang mengobati kedua teman mereka itu" bukan menjawab Senggi malah memberikan usul


"pria dan gadis itu belum pulih total. kita harus menyembuhkan mereka terlebih dahulu baru mereka dipulangkan" jawab ratu Sundari


"perjanjian dengan Adam hanya untuk membantunya melawan Sri Dewi ratu, bukan malah membawa mereka di sini dan merawat mereka"


"jangan terlalu bersikap kasar terhadap mereka Senggi, mereka adalah tamu kita" ratu Sundari berucap lembut


"maafkan aku ratu" Senggi menunduk hormat


di kamar lain Adam perlahan membuka matanya. ia bangun dan memeriksa semua lukanya, ternyata luka itu telah sembuh, disembuhkan oleh ratu Sundari sebelum dirinya dibawa pergi oleh Senggi karena ratu Sundari yang akan melawan ratu Sri Dewi.


Adam turun dari ranjangnya dan keluar untuk mencari semua teman-temannya termasuk adiknya. istana yang luas nan megah itu membuat dirinya kesulitan untuk mencari. ia bertanya kepada pengawal istana dan diberitahunya bahwa teman-temannya berada di kamar khusus untuk pengobatan. segera Adam ke kamar itu karena khawatir dengan kondisi mereka.


"kak Dirga" panggil El


El-Syakir langsung turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah Adam kemudian memeluknya.


"kamu baik-baik saja...?" tanya Adam melepas pelukannya


"kami semua baik kak, berkat ratu Sundari. hanya saja kak Ardi dan Nisda belum juga bangun" jawab El


Adam melihat Ardi yang terbaring tanpa baju, ada Furqon di sampingnya. sementara Nisda, gadis itu tangannya digenggam terus oleh Bara, seakan enggan untuk melepasnya.


"syukurlah. mereka berdua pasti akan bangun, kalian tidak perlu khawatir" ucap Adam


"tetap di sini ya, aku akan keluar sebentar"


"mau kemana kak...? tanya El


"kakak ingin bertemu ratu Sundari" jawab Adam


"El ikut"


"jangan. kamu tetap di sini. keadaan mu belum pulih total. istirahatlah, kakak akan kembali lagi"


Adam meninggalkan mereka semua. hantu itu ingin bertemu ratu Sundari dan mengucapkan terimakasih karena telah menolong mereka semua.


saat hendak melewati kamar ratu Sundari, Adam mendengar percakapan di dalam. Adam mendekat dan mendengarkan.


"ratu serius ingin membebaskannya. dia penghianat ratu, dia pantas mendapatkannya" ucap Senggi


"aku sudah memikirkannya matang-matang, ikuti saja perintahku. bebaskan dia dan sembuhkan semua luka-lukanya. itu keinginan Adam" ucap ratu Sundari


"tidak semua keinginan Adam harus kamu turuti ratu. ini benar-benar tidak masuk akal"


"Senggi"


"iya ratu"


"apa kamu pernah jatuh cinta...?"


"aku tidak perlu cinta ratu, karena cinta hanya akan menjadi budak untuk kita. aku hanya perlu pemimpin seperti ratu" jawab Senggi


ratu Sundari tersenyum dan berbalik menghadap Senggi yang sejak tadi berdiri tidak jauh di belakangnya. di situ Adam dapat melihat ratu Sundari memakai pakaian yang biasa, seperti gaun sampai di lututnya. bukan pakaian yang sering ia pakai. rambutnya terurai tanpa pernak pernik seperti biasanya bahkan mahkota.


"saat aku menyelamatkan Melati dan aku bawa ke tempat ini, gadis itu sudah aku anggap seperti adik sendiri, sama seperti kamu. " ucap ratu Sundari


"dia sangat patuh dan penurut. tidak sedikitpun dia melakukan hal yang membuat aku marah. aku menyayanginya sama seperti aku juga menyayangi dirimu Senggi"


"aku tau dia melakukan kesalahan tapi itu semua karena laki-laki yang dia sukai"


Adam terkejut mendengar ucapan ratu Sundari. dia sama sekali tidak percaya kalau Melati menaruh rasa padanya.


"saat aku tanya kenapa dia melakukan itu, dia menjawab bahwa dia menyukai Adam dan tidak rela jika Adam menikah denganku. hal semacam itu pernah aku lakukan dulu, kamu ingat kan Senggi"


"aku ingat ratu. tapi...... "


"bebaskan dia dan kembalikan dia ke alamnya"


"tapi ratu"


"biarkan dia mengejar cintanya"


"maksud ratu, ratu akan membebaskan Adam juga...?"


"Adam laki-laki yang baik. pernikahan dengan paksaan bukankah itu tidak baik"


"aku mengerti ratu, akan aku jalankan perintah ratu"


"tetap awasi mereka sampai mereka pulih dan setelah itu kembalikan ke alam mereka. aku ingin ke suatu tempat nanti. aku percayakan mereka padamu Senggi"


"baik ratu"

__ADS_1


__ADS_2