Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 121


__ADS_3

"dam" gadis itu mengulurkan tangannya berharap Adam menolongnya


tubuh gadis itu sudah tidak berpijak di tanah, nafasnya kian tercekat dan matanya mulai merah dan berair.


"d-dam" panggilnya lagi


"uuugghhh" gadis itu semakin kesakitan dan nafasnya kian semakin sulit


"Melati" ucap Adam menatap gadis yang di cekik oleh iblis itu


gadis itu adalah Melati. gadis yang pernah tinggal di alam ratu Sundari, gadis yang pernah membantu Adam melarikan diri dan gadis yang dikembalikan ke dunia manusia hanya untuk ingin bersama dengan Adam.


iblis itu melempar Melati ke ranting kayu yang tajam. untungnya Adam menahan dengan kekuatannya sehingga Melati terselamatkan. hampir saja, hanya sejengkal lagi ranting kayu itu tertancap di perut gadis itu dan Adam berhasil menahan tubuh gadis itu.


Melati dalam keadaan melayang, itu semua karena Adam dan belum sempat Adam menurunkan Melati ke tanah, sang iblis berlari ke arah Adam dan mencekik lehernya.


"mati kamu arwah sialan" suara menyeramkan keluar dari mulut iblis itu


tangan kanan Adam masih mengarah ke Melati. dirinya tidak bisa menurunkan Melati karena sang iblis.


Adam diangkat ke atas, iblis itu berniat mematahkan leher Adam namun Adam dengan cepat menancapkan kuku tajamnya ke mata sang iblis sehingga iblis itu melepas cekikannya dan berteriak.


bughh


Adam jatuh ke tanah, nafasnya tercekat bahkan dadanya terasa sakit. Melati pun sama, gadis itu mendarat di tanah dengan tubuh yang lemah.


Adam berniat menghampiri Melati, namun sang iblis menghalanginya dengan menjulurkan lidahnya dan melilit Adam, kemudian ia melemparnya ke batang pohon besar.


"Adam" panggil Melati dengan lirih


tidak sampai di situ, sang iblis kembali menghajar Adam dengan tendangan dan pukulan yang sangat keras. kini tubuh Adam terseret ke tanah beberapa meter.


Adam batuk darah, ia memuntahkan darah hitam dari mulutnya. bahkan sekarang dirinya tidak bisa bangun, keadaan Adam sangat lemah. sang iblis sepertinya memang bukan tandingannya, dirinya hanya arwah sedangkan lawannya adalah iblis Jahannam yang tentu mempunyai kekuatan yang besar daripada Adam.


sang iblis berjalan mendekat ke arah Adam. ia menarik baju Adam dan mengangkatnya ke atas dengan kedua tangannya. setelahnya ia akan mematahkan Adam dengan menghantam punggung Adam menggunakan pahanya. namun saat hal itu akan terjadi, Adam menarik tangan kanan sang iblis dan mencakar lengannya.


Adam di lempar lagi ke batang pohon. meskipun begitu, Adam tetap berusaha bangun meski sempoyongan.


sang iblis begitu marah, sudah dua kali Adam melukainya. pertama dimatanya dan kedua di lengannya.


sementara tim samudera, mereka baru saja datang. saat melihat Melati, mereka menghampirinya dan membawanya ke tempat yang aman.


"kak Dirga" panggil El


Adam menoleh ke arah El, adiknya itu sedang merapalkan mantra dan keluarlah keris sakti di tubuhnya.


"gunakan ini kak" El melempar keris larangapati ke Adam


Adam menangkap keris itu, dan bersiap akan melawan sang iblis. pertarungan kembali di mulai. meski Adam selalu babak belur namun dirinya juga berhasil membuat iblis itu terluka dengan keris sakti yang ada di tangannya.


"hyaaaaaaaaa"


bughh


bughh


sreeeeeet


sreeeeeet


Adam melayangkan pukulan beberapa kali dan juga melukai lengan, tangan serta bahu sang iblis dengan keris dan kuku tajamnya.


iblis tersebut mundur beberapa langkah. karena keris larangapati, kekuatannya makin melemah.


Adam menghampiri Melati untuk menanyakan Starla dan Nisda serta semua arwah yang di tahan oleh sang iblis. mereka harus segera diselamatkan dan dikeluarkan dari alam gaib tersebut. namun saat itu juga tanpa Adam sadari sang iblis mengeluarkan lidahnya yang yang panjang itu dan melilit tubuh Adam. setelahnya Adam ditarik ke arahnya dan


jleb.....


kuku sang iblis yang tajam dan panjang tertancap di perut Adam. bahkan kuku tersebut menembus tubuh belakangnya.


"Adaaaaaaam"


"kak Dirgaaaaaaa"


semua orang histeris melihat apa yang terjadi kepada Adam


jleb


ugh.....


lagi, sang iblis menarik kukunya dan kembali menusuk perut Adam. Adam meringis kesakitan, sangat sakit dan perih yang ia rasakan. El-Syakir berlari untuk menyelamatkan Adam namun dengan sisa tenaganya, Adam membuat semacam pagar gaib agar tim samudera tidak keluar dari lingkaran itu. Adam tidak ingin ada yang terluka. cukup dirinya saja yang akan menghadapi sang iblis meskipun mungkin dia akan musnah untuk selamanya.


"kak Dirga.... kak Dirga"


El-Syakir terus berteriak memanggil nama kakaknya itu. kakinya terus menendang pagar gaib yang dibuat oleh Adam namun percuma saja karena pagar itu sangat kuat.

__ADS_1


bukan hanya El, yang lainnya pun berusaha menendang untung keluar dari pagar itu namun bagaimanapun usaha mereka, semuanya hanya sia-sia.


El-Syakir menangis dengan kencang. emosinya sudah sangat memuncak saat melihat Adam yang tidak berdaya di tangan sang iblis.


sang iblis akan kembali menusuk perut Adam namun Adam menahannya dan kini gilirannya yang menusuk perut iblis tersebut dengan keris larangapati yang ada di tangannya.


goaaaaarrrrrr


bughh


Adam dilempar ke tanah dan terseret beberapa meter. sang iblis berteriak karena kesakitan akibat keris larangapati yang menusuk tubuhnya, sedangkan Adam, ia terbaring di tanah tanpa bergerak sedikitpun namun matanya masih terbuka menatap langit yang sungguh gelap dan sendu.


"kak Dirga buka sihirnya kak, kak Dirga plis buka" El-Syakir menangis meraung di dalam pagar yang dibuat oleh Adam


"Adam bangun dam, elu nggak boleh mati" Vino pun sama, air matanya jatuh tanpa permisi


Melati melihat Adam dengan mata yang berkaca-kaca. ingin sekali dirinya membantu laki-laki yang dia cintai itu namun apalah daya, ia tidak mempunyai kekuatan apapun.


sudah lama ia terus mencari Adam, berharap mereka akan segera bertemu namun saat keduanya bertemu, ajal sedang menjemput di depan mata, Adam sekarat dan entah bisa selamat atau tidak.


sang iblis begitu marah dan kali ini Adam pasrah, mungkin akhir dari hidupnya akan berhenti sampai di sini. keris larangapati masih ia pegang. perlahan Adam bangun meski beberapa kali terjatuh karena tidak sanggup dengan luka yang ada di perutnya.


Adam melihat ke arah adik dan teman-temannya. ia tersenyum hangat ke arah mereka.


"kak Dirga" panggil Bara dengan suara yang tertahan


"kak, plis bertahan demi gue, demi ayah ibu dan Alana. jangan menyerah kak, plis.... gue mohon" El-Syakir menatap Adam


"jaga mereka kalau kakak udah nggak ada" ucap Adam dengan mata yang mulai berair


"nggak... kakak harus tetap bertahan. kakak kuat, kakak selalu menang. jangan tinggalkan gue kak, gue mohon.... kakak harus tetap hidup" El-Syakir menggeleng kepala, hatinya hancur melihat kondisi Adam sekarang


uhuk... uhuk


Adam terbatuk, darah segar keluar dari mulutnya. tangannya memegang perutnya yang lukanya telah menghitam.


"elu kuat dam, bertahanlah demi kami" ucap Leo yang juga sudah mengeluarkan banyak air mata


Adam menatap lurus ke depan. keris larangapati ia pegang sangat erat. iblis itu mulai menyerang Adam lagi.


pertarungan dimulai kembali, berkali-kali Adam terkena cakaran kuku tajam sang iblis namun ia tetap bertahan. demi menyelamatkan semuanya teman-temannya dan arwah yang menjadi korban tumbal, Adam tetap bertahan meskipun dirinya sudah babak belur.


bughh


bughh


sreeeeeet


lidah panjang sang iblis terpotong dengan keris larangapati. sang iblis kesakitan, bahkan suaranya menggelegar di hutan yang menyeramkan itu.


Adam terjatuh, ia menopang tubuhnya dengan tangan kanannya. rasa sakit yang ia rasakan begitu menyakitkan dan menggerogoti jiwanya. dia yang hanya arwah bisa musnah kapan saja.


(ratu Sundari, aku mohon datanglah ratu, aku membutuhkan bantuanmu) batin Melati yang sudah tidak kuat melihat penderitaan Adam


sang iblis mulai menyerang. Adam berdiri dan tetap memegangi perutnya. bukan hanya perutnya yang terluka, seluruh tubuhnya pun penuh dengan luka.


sang iblis mencekik leher Adam. ia mengangkatnya ke atas dan akan membantingnya ke tanah namun tanpa diduga selendang hijau menyerang tubuh sang iblis sehingga tangannya terlepas dari leher Adam dan Adam terjatuh.


Adam terjatuh namun tidak mendarat di tanah. seseorang menangkap tubuhnya dan memeluk Adam.


"ratu Sundari" El dan yang lainnya berucap bersamaan


Melati tersenyum, akhirnya ratu Sundari datang juga. setidaknya mereka kali ini bisa selamat.


ratu Sundari yang sedang memeluk Adam melepaskan pelukannya dan menatap Adam yang juga sedang menatapnya dengan mata sayu dan lemah.


"aku rindu" ucap Adam tersenyum


ratu Sundari mengelus wajah Adam, kemudian ia membawa Adam ke tempat aman bersama yang lainnya.


"kak Dirga" El langsung memeluk Adam, isak tangisnya kian pecah tak tertahan


ratu Sundari kini akan melawan sang iblis. pertarungan sengit pun terjadi. mereka berdua sama-sama kuat namun tentu ratu Sundari lebih unggul dari iblis pemakan tumbal tersebut.


"pergi ke tempat asalmu dan jangan pernah kembali atau aku akan memusnahkan mu" ucap ratu Sundari


"tempat ku di dunia manusia, aku tidak akan pernah pergi. manusia adalah budak dari iblis" jawab sang iblis


"kurung saja ratu di botol ini, dan kembalikan ke asalnya" El memperlihatkan botol yang diberikan Aldiano padanya


"tidak perlu memasukkan ke dalam botol, akan aku musnahkan sekalian" ucap ratu Sundari


pertarungan kembali terjadi. sang iblis kewalahan menghadapi ratu Sundari. dirinya berniat kabur namun sang ratu mengarahkan kilatan hijau ke arah iblis itu sehingga tubuh sang iblis terbagi dua kemudian menghilang seperti debu.


saat iblis itu berhasil di kalahkan, semua arwah yang pernah menjadi tumbalnya dan juga Nisda serta Starla yang di tahan di alam itu langsung terbebas. mereka tadi yang disembunyikan kini telah berada di tempat itu.

__ADS_1


ratu Sundari mendekati tim samudera. ia menghancurkan pagar gaib yang dibuat oleh Adam.


"sayang" Vino berlari memeluk Starla


Bara pun berlari memeluk Nisda, kedua gadis itu akhirnya bisa di selamatkan meskipun sekarang ada yang harus terluka parah untuk keselamatan mereka berdua.


"ratu, tolong kak Dirga" ucap El dengan lirih


ratu Sundari mengambil alih tubuh Adam, ia memangku kepala Adam di pahanya. Adam yang tadinya menutup mata, kini dengan pelan membuka mata untuk melihat ratu Sundari.


tangan Adam terangkat dan ratu Sundari menyambut tangan itu. Melati begitu sakit melihat betapa Adam sangat merindukan ratu Sundari. ada rasa kecewa dalam hatinya, namun ia tahan meski dadanya terasa sesak.


"aku nggak kuat lagi" ucap Adam meringis


"nggak kak, elu nggak boleh pergi" El menggeleng cepat


"ratu, tolong kak Dirga. sembuhkan dia ratu, aku mohon" El memegang tangan Adam


"sudah waktunya kamu kembali" ratu Sundari memegang wajah Adam


"apa maksud ratu...?" Vino bertanya


dia akan kembali ke tempat seharusnya. arwahnya sudah sangat lemah, aku bisa membuat rasa sakitnya sedikit berkurang tapi untuk menyembuhkannya itu sangat sulit.


"nggak nggak nggak boleh.... kak Dirga nggak boleh pergi. kakak harus tetap di sini, gue nggak izinin kakak pergi" El menggeleng, air matanya kian deras jatuh ke bawah


Adam yang berada di pangkuan ratu Sundari mengangkat tangannya dan memegang wajah El-Syakir. ia tersenyum hangat meski sakit luar biasa yang ia rasakan.


"jaga ayah, ibu dan Alana. kakak selalu menyayangi kalian" ucap Adam lemah


"hiks.... hiks.... hiks" El tidak dapat berbicara lagi, hanya tangisan yang dapat ia keluarkan


tidak ada yang tidak menangis, semuanya menjatuhkan air mata. bagaimana tidak, Adam yang selama ini selalu bersama mereka pada akhirnya akan kembali ke tempat yang sudah lama menunggunya untuk kembali.


"ratu" panggil Adam


"ya" ratu Sundari tetap memegang tangan Adam


"a-apa kita b-bisa bertemu lagi...?" kali ini suara Adam sudah terbata


"tentu saja. aku akan menunggumu untuk datang lagi padaku. jika nanti kita bertemu lagi, maka semuanya telah berubah. aku, kamu dan semuanya akan berubah" ratu Sundari tetap tenang meski sebenarnya ia pun merasa sakit melihat Adam


"a-aku mencintai ratu, t-tidak peduli kita berbeda, a-aku tetap mencintai ratu"


"iya aku tau, aku tau itu"


uhuk.... uhuk.... uhuk


Adam terbatuk, ia semakin lemah dan akhirnya matanya tertutup, Adam tidak bergerak lagi.


"kak..... kak Dirga" El memanggil Adam namun tidak ada lagi sahutan


segera El mengambil Adam dari pangkuan ratu Sundari.


"kak Dirga bangun kak"


arwah Adam perlahan mulai akan menghilang. berawal dari kakinya, dan perlahan naik ke atas.


"ahaaaaaaaaaa...... kak Dirga...... " El-Syakir semakin histeris saat tubuh Adam mulai lenyap, kini hanya bagian perut dan akan naik sampai ke atas


"selamat jalan kak, El sayang sama kakak. El minta maaf" El-Syakir memeluk erat Adam hingga akhirnya kini ia hanya memeluk angin karena Adam telah lenyap seperti debu.


"kak Dirgaaaaaaaaaaaa"


sementara di belahan bumi lain, Edward yang sedang berjuang pada akhirnya harus menyerah.


tuuuuuuuuuuuuut


bunyi panjang itu menandakan bahwa Dirga sudah tidak ada. Edward dengan lemas mengambil handphonenya dan menghubungi Zidan.


📞Zidan


halo Ed


📞Edward


Zidan.... Dirga udah nggak ada


deg......


📞Zidan


maksud kamu apa Ed...? Zidan mulai panik di sebrang sana


📞Edward

__ADS_1


Dirga udah pergi Zi, aku.... aku nggak bisa membuatnya kembali


seketika tubuh Zidan merosot ke bawah. handphone di tangannya bahkan jatuh ke lantai, air matanya mulai ke luar tanpa permisi. dengan cepat ia beranjak dan berlari menuju mobilnya. ia akan menghubungi ayah Adnan, mereka akan pergi untuk melihat Dirga.


__ADS_2