
mata Adam menelisik setiap siswa-siswi yang ada di ruangan itu. telinganya tidak berhenti berdengung, bahkan bahaya itu sangat ia rasakan.
"hihihihihihi" seorang siswi yang duduk di deretan tengah tertawa cekikikan
"Naya, kenapa lu....?" Falen teman sebangkunya bertanya
"hihihihihihi" bukan menjawab, siswi yang bernama Naya itu terus tertawa cekikikan. kepalanya menunduk dan rambutnya terurai menutupi wajahnya
"ih, nih anak kenapa sih, kayak kuntilanak aja lu tertawa kayak gitu" Falen yang belum tau kenapa, melihat bingung temannya itu
semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arah Falen dan Naya, termasuk guru yang mengajar.
"Naya kenapa Falen...?" pak Lisman bertanya
"nggak tau pak. tiba-tiba saja dia sudah seperti ini, tertawa seperti orang gila" jawab Falen
Adam menatap ke arah Naya. gadis itu terus tertawa tanpa mengangkat kepalanya. pundaknya berguncang karena tertawanya.
"Naya" pak Lisman memegang bahu gadis itu
Naya berhenti tertawa, sekarang gadis itu terdiam tanpa suara. tidak ada lagi tawa yang keluar dari mulutnya.
"Naya, kamu kenapa...?" tanya pak Lisman
perlahan Naya mengangkat kepalanya dan saat itu juga semua yang melihat gadis itu berteriak ketakutan. bagaimana tidak, mata bulatnya berubah menjadi hitam. bola mata gadis itu semuanya berwarna hitam tanpa menyisakan warna putih. seringai di bibirnya menambah kengerian dalam wajahnya. wajah cantik gadis itu berubah menjadi menakutkan.
"astaghfirullahalazim, Naya" pak Lisman kaget melihat gadis itu
"hihihihihihi" tawa Naya menggema di ruangan itu
"dia kerasukan" ucap siswi yang lain
"iya benar sepertinya dia kerasukan" timpal siswi yang lainnya
para siswi berdiri dan berlindung di belakang pak Lisman. para siswa laki-laki memasang badan, mereka berdiri di depan para siswi termasuk El-Syakir dan Vino, sementara Adam masih di tempatnya.
Falen yang masih mematung di samping Naya segera menjauh namun sayang tangan gadis itu dicekal oleh Naya, sehingga sekarang dirinya menjadi tawanan temannya sendiri yang sedang tidak sadar sama sekali.
"lepasin Nay, sakit" Falen meringis
"diam" bentak Naya
Naya menatap tajam ke arah Falen. suara gadis itu berubah 100%. bukan lagi suaranya tapi sudah berubah menjadi suara yang sangat menyeramkan, suara itu terdengar seperti suara monster yang terdengar berat dan menakutkan.
"kamu akan menjadi milikku gadis manis" Naya membelai wajah Falen dengan seringai yang menakutkan
"lepas Naya" Falen memberontak
"aku bilang diam" Naya mencengkram wajah Falen
"Naya, sadar Naya. lepaskan Falen" pak Lisman mulai mendekat
"tetap di tempatmu pria bodoh, atau aku akan mematahkan leher gadis ini" Naya mengancam pak Lisman. bahkan tangan gadis itu sudah berpindah ke leher Falen
"dua gadis ini akan menjadi milikku.... hahahaha, mereka berdua akan menjadi tumbal ku" Naya berucap dengan tawa yang menggelegar
"t-tumbal....?" pak Lisman sangat kaget mendengar perkataan Naya
"tumbal...?" semua siswa-siswi semakin takut. terutama para siswi, mereka takut Naya akan mengincar mereka
"aaah... aku butuh satu orang lagi" Naya menatap lekat semua teman-temannya
semua siswi berteriak takut dan mereka berlari menuju pintu untuk melarikan diri namun sayang pintu itu seketika tertutup dengan sendirinya sehingga mereka tidak dapat keluar dari ruangan itu.
"hahahaha.... tidak ada yang bisa lari dariku. kalian semua akan menjadi tumbal ku... hahahaha"
grrrrrrrr
mata Naya yang semula berwarna hitam kini berubah menjadi merah. tangannya terulur ke depan dan seorang siswi seperti magnet yang tertarik, siswi itu dengan cepat melesat langsung ke arah Naya dan
hap
belum sempat tangan Naya memegang leher siswi tersebut, Adam langsung menahan tangan Naya sehingga siswi itu tidak tersentuh oleh Naya.
bughh
braaaaak
Adam memukul perut Naya sehingga gadis itu tersungkur dan beberapa meja menindih tubuhnya. Falen pun ikut terjatuh namun dengan kekuatan Adam tubuh gadis itu mengambang dan tidak tersentuh oleh meja.
semua siswa-siswi berteriak keras bahkan mengedor pintu untuk keluar sayangnya pintu itu sama sekali tidak terbuka padahal tidak terkunci.
Adam membawa tubuh Falen dan siswi yang ia tolong bergabung bersama yang lainnya.
__ADS_1
"Falen, elu nggak apa-apa kan...?" siswi yang bernama Marina langsung memeluk Falen
"gue takut Mar. Naya menyeramkan banget" Falen masih sangat gugup
braaaaak
Naya melempar kursi dan meja yang menindih tubuhnya. mata gadis itu begitu nyalang dan bahkan mulai keluar taring dari mulutnya.
"ya Allah Naya menyeramkan banget"
"hiks... hiks... mama, gue takut"
pak Lisman menenangkan semua siswanya, dirinya juga merasa kalut terlebih lagi melihat Naya yang sudah sangat menyeramkan.
"kurang ajar, beraninya kamu ikut campur arwah sialan" Naya menunjuk ke arah Adam
"lah, dia ngomong sama siapa sih...?"
"sama setan mungkin"
"huaaaaaa mamaaaaa mmmm"
Vino membekap mulut salah satu temannya laki-laki yang sudah mulai ingin menangis.
"jangan teriak, nanti Naya ke sini elu mau" ucap Vino pelan dan temannya itu menggeleng kepala dengan cepat
Naya melempar kursi dan meja ke arah Adam. semua siswa dan juga pak Lisman yang mengira Naya melempar kursi ke arah mereka seketika menunduk dan memegang kepala. namun ternyata kursi dan meja itu terpental kembali menyerang Naya. gadis itu menghindar dan merayap di dinding seperti cicak.
"astaghfirullahalazim... Naya kok jadi kayak gitu" Siska menganga melihat teman mereka itu
Naya melompat ingin menyerang salah satu siswi namun dengan sigap pak Lisman menendang tubuh gadis itu sehingga Naya terbentur ke dinding.
iblis yang merasuki tubuh manusia akan selalu menyerang siapa saja yang menjadi targetnya. kali ini Naya melempar meja ke arah El-Syakir dan Vino. El segera menarik Vino dan memeluknya, menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi sahabatnya itu meski dirinya harus terluka. namun lagi-lagi meja itu terpental dan mengenai dinding.
"El, aku butuh kamu" ucap Adam
El yang belum siap dan bahkan belum menjawab dan masih memeluk Vino, seketika tubuhnya bergetar seperti disengat listrik.
"El, elu kenapa...?" Vino panik dan melepas pelukan El-Syakir
"ini aku, Adam" El-Syakir menjawab
"hah....?" Vino termangu
"kalian tidak akan bisa mengalahkan ku" Naya berucap dengan suara lantang dan menggelegar
braaaaak
"beritahu kepala sekolah dan guru-guru yang lain" pak Lisman berucap dan langsung menyusul Naya ke lantai tiga
Afdal dan Aldo berlari menuju kantor, sementara yang lain mengikuti pak Lisman naik ke lantai tiga. meski takut mereka begitu penasaran apa yang akan terjadi.
"lepaskan dia makhluk laknat" El yang entah kapan sudah berada di lantai tiga. matanya menatap lurus ke arah Naya. dirinya telah dirasuki oleh Adam
"jangan mimpi, mereka berdua akan menjadi milikku" Naya tersenyum menyeringai dengan mata yang kini kembali berubah menjadi hitam
"lepaskan aku.... sakit" siswi yang dicengkeram lehernya oleh Naya meringis kesakitan bahkan sudah menangis karena ketakutannya terhadap Naya
"Adam, eh maksud gue El, hati-hati" Vino berteriak
"Vin, ada apa ini...?" Bara yang baru saja datang bersama Nisda dan Starla, bertanya
"teman kelas gue kerasukan dan sekarang Adam merasuki tubuh El untuk menyelamatkan mereka berdua" jawab Vino menunjuk ke arah depan
"jangan ada yang keluar, tetap di dalam kelas dan tutup pintunya" pak Lisman berteriak. dia tidak ingin siswanya terancam dalam bahaya
semua menurut, mereka masuk ke dalam kelas dan menutup pintu namun masih menyaksikan itu di balik jendela. yang di luar tersisa pak Lisman, kepala sekolah dan guru-guru yang lain serta siswa-siswi yang mengikuti pak Lisman.
"Naya" ibu Rina memanggil gadis itu
Naya tersenyum menyeringai. pak Aldiano mendekat dan berdiri di depan Naya, sekitar beberapa langkah. bahkan sekarang El-Syakir berada di belakang guru baru itu.
"lepaskan dia" ucap pak Aldiano
"mereka yang aku pilih" jawab Naya menatap lurus ke arah pak Aldiano
(wangi melati) batin El
"fokus El, jangan dulu hiraukan wangi tubuh pak Aldiano" El berucap. yang berbicara adalah Adam. ia menjawab suara hati El-Syakir
"aku bilang lepaskan dia" pak Aldiano kembali berucap
"mau menyelamatkan mereka berdua...?" tanya Naya dengan seringai
__ADS_1
"silahkan saja" lanjut Naya
"aaaaaa"
Naya melempar siswi yang ditahannya itu dan setelahnya, Naya berlari cepat dan menerjunkan dirinya ke bawah.
hap
pak Aldiano melompat dari tempatnya, ia berhasil menangkap tubuh siswi itu dan untung saja dengan cepat kakinya di tahan oleh Vino dan Bara, sehingga sekarang pak Aldiano dan siswi tersebut menggelantung dari lantai tiga.
Naya yang terjun bebas dari lantai tiga di tangkap oleh El-Syakir. Adam langsung keluar dari tubuh El-Syakir dan saat tubuh Naya dan El-Syakir terjun ke bawah, Adam menahan mereka sehingga kini keduanya mendarat di tanah dengan pelan.
semua yang melihat mereka teriak histeris dan ketakutan. untungnya El-Syakir dan Naya di selamatkan oleh Adam. kini gadis itu sudah tidak sadarkan diri.
"bantuin woi" teriak Bara yang kepayahan menahan kaki pak Aldiano meski dirinya berdua bersama Vino.
para guru yang lain membantu Bara dan Vino. tubuh pak Aldiano dan siswi yang ditolongnya diangkat ke atas. tiba di atas, siswi tersebut langsung pingsan karena shock, mereka segera membawanya ke ruang UKS.
"haaah haaah.... hampir saja" Bara tersungkur di lantai begitu juga dengan Vino
"terimakasih Bara, Vino. untung ada kalian" kepala sekolah menepuk kedua bahu siswanya itu
Naya dan siswi yang ia celakai yang bernama Yunita, di bawa ke ruang UKS. El-Syakir yang juga lemah karena Adam merasuki tubuhnya juga dibawa ke ruang UKS. untungnya El-Syakir tidak pingsan seperti kedua gadis itu.
setelah mendapatkan perawatan, mereka di tinggalkan, hanya tim samudera yang masih berada di ruangan UKS menunggu El-Syakir pulih.
kepala sekolah serta para guru kembali ke kantor. kepala sekolah ingin mendengar cerita detailnya dari bawahannya, pak Lisman.
"untung kalian berdua berhasil menangkap pak Aldiano, kalau nggak bisa jadi mereka di larikan di rumah sakit" Nisda berucap
"dan untungnya lagi El berhasil menangkap Naya, terus Adam ikut andil. kalau nggak, gue nggak tau apa yang akan terjadi" Starla ikut menimpali
"tapi ngomong-ngomong Adam kemana, kok nggak keliatan...?" Vino mencari teman hantu mereka itu
"masih di luar sana mungkin. kita sangat beruntung tiap ada kasus selalu Adam yang membantu kita" Starla menjawab ucapan Vino
"iya, gue setuju tentang itu. Adam memang penyelamat kita" Nisda mengangguk setuju
braaaaak
pintu UKS di buka secara kasar, Alana masuk ke dalam dengan raut wajah yang sangat cemas.
"kakak nggak apa-apa kan, nggak ada yang sakit kan, ada yang luka nggak. kita ke rumah sakit ya" Alana begitu panik saat mendengar kakaknya itu masuk ruang UKS
"kakak nggak apa-apa dek, udah jangan khawatir" El memegang tangan Alana
"tapi Lana takut. Lana takut kakak nggak akan sadar lagi seperti kecelakaan kakak yang lalu. Alana takut kakak kenapa-kenapa" mata Alana sudah mulai berembun
"kakak nggak apa-apa dek, percayalah. coba tanya sama mereka, kakak baik-baik saja" El menenangkan Alana
Alana melihat semua teman-teman kakaknya itu, mereka semua mengangguk dan tersenyum pertanda kondisi El-Syakir baik-baik saja.
El-Syakir berada di ruang pojok kiri. satu ruangan besar itu dibagi menjadi tiga petak dan hanya dihalangi oleh tirai. Yunita, gadis yang di lempar oleh Naya, berada di tengah. sedang Naya di pojokkan kanan. beberapa teman kedua gadis itu datang melihat mereka, termasuk juga Falen yang ingin melihat keadaan Naya.
Naya dan Yunita belum sadarkan diri, keduanya masih terbaring di brankar dengan mata yang masih tertutup rapat.
Falen membuka tirai di kamar El, dirinya bermaksud untuk berterimakasih kepada El-Syakir, teman sekelasnya itu.
"elu baik-baik saja El...?" tanya Falen
"iya. gue nggak apa-apa kok" jawab El-Syakir tersenyum
"makasih ya udah nolongin Naya. kalau nggak ada elu, Naya pasti sudah kritis sekarang" ucap Falen
"santai aja Len, sesama teman kita harus saling menolong bukan" El menjawab
"iya, elu benar" Falen tersenyum hangat
pada akhirnya pelajaran tidak lagi dilangsungkan. semua siswa-siswi hanya bercengkrama di dalam kelas dan ada juga yang nongkrong di tempat-tempat tertentu.
Naya dan Yunita setelah satu jam akhirnya mereka siuman juga. kepala sekolah yang bernama Asrul Sulaiman datang menjenguk ketiga siswanya.
di tempat lain, Adam sedang bertatap muka dengan seseorang. dirinya hanya berjarak beberapa meter dari lawan bicaranya.
"siapa kamu sebenarnya...?" Adam menatap seseorang yang ada di depannya itu
"kenapa kamu harus penasaran denganku...?" ucapnya membalas tatapan Adam
Adam tidak menjawab. ia berbalik dan melayang menjauhi orang tersebut namun kemudian dirinya berhenti.
"aku tidak tau siapa kamu. tapi aku berharap aku salah menilai mu. namun jika penilaian ku benar" Adam kembali menghadap orang tersebut
"aku tidak segan untuk mencelakai mu" ucap Adam dengan tatapan serius
__ADS_1
setelah mengatakan itu, Adam menghilang dari tempat itu meninggalkan orang tersebut seorang diri.
"semakin rumit saja" ucapnya dengan pelan