
tidak ada yang tidak terkejut dengan teriakan Adam. para siswa yang tadinya ribut dan suara saling bersahutan, kini seketika menjadi hening dan mereka terdiam dengan tatapan mengarah kepada Adam.
"Kak Dirga kenapa...?" Bara penasaran dan langsung mendekati Leo. Nisda, Starla dan Vino mengikutinya
seseorang yang dipanggil oleh Adam hanya berhenti sebentar saja dan menolehkan kepalanya ke samping sedikit saja dan ekor matanya melihat Adam yang sedang berdiri jauh di belakangan. setelah itu ia berjalan kembali.
"aku bilang berhenti" Adam kembali berteriak namun tidak sama sekali menghentikan langkah pria tersebut
Adam mengikutinya, ia berlari secepat mungkin agar bisa sampai pada pria itu. sayangnya saat keluar dari pagar sekolah Adam sudah kehilangan jejak bahkan ia sama sekali tidak melihatnya lagi, padahal ia berpikir belum lama pria itu keluar dari pagar sekolah.
"brengsek" Adam mengumpat
dirinya benar-benar kesal karena tidak bisa mengejar pria itu. tim samudera yang lain menghampirinya, mereka bingung apa sebenarnya yang dilihat oleh Adam.
"dam, elu kenapa sih...?" Leo bertanya
"elu Celingukan kayak gitu ada apa sih dam, elu cari siapa...?" Starla ikut bertanya. mereka bahkan ikut melihat sekitar
"gue ngejar orang tadi" jawab Adam
"orang tadi...?" semuanya mengulang pertanyaan Adam
"iya" Adam masih melihat ke sana ke mari "
"orang siapa sih kak. gue nggak pernah melihat orang lain selain para siswa dan pak Salman tadi" Bara bersuara
" sama gue juga. yang ada kita tadi heran aja elu teriak ke siapa terus ngejar siapa. soalnya memang nggak ada orang lain yang kita lihat selain warga sekolah " ucap Vino
"kakak ngehalu mungkin" ucap Alana
"kalian benar nggak lihat orang itu...?" Adam memastikan
"nggak" jawab mereka semua
(*mana mungkin mereka nggak bisa lihat, jelas tadi aku melihatnya tapi kenapa mereka tidak melihat dia) batin Adam dengan bingung
(masa iya dia setan, kakinya aja nampak di tanah*)
"balik yuk, pak Salman pasti marah ni elu main kabur aja" Melati menarik tangan Adam dan meninggalkan tempat itu
"ekhem" Adam berdehem dan Melati menoleh ke arahnya
"ada apa...?" tanya Melati
"nyaman banget ya gandeng tangan aku" Adam menaik turunkan alisnya
Melati melihat tangannya yang sedang menggenggam tangan Adam. seketika ia melepaskan tangannya dan kini dirinya salah tingkah.
"m-maaf, gue refleks" ucap Melati
"refleks apa refleks" Adam menggoda gadis itu
"cieeee.... refleks yang menguntungkan ya Mel" Nisda menggoda Melati
"apaan sih, gue benaran refleks kok" Melati begitu malu di goda oleh teman-temannya
"emang yang bilang elu bohong siapa...?" Vino ikut menggoda
"tau ah" Melati pergi meninggalkan mereka. ia sengaja karena dirinya tidak ingin digoda terus apalagi Adam sejak tadi memperhatikannya, itu sangat membuat dirinya gugup
"kejar sana, malah bengong aja lu" Leo menabrak pelan bahu Adam
"nggak ah, emang film India main kejar-kejaran" ucap Adam yang kemudian merangkul Alana dan mereka kembali ke lapangan. yang lain mengikut di belakang
"kayaknya Adam dan Melati cocok ya" ucap Nisda
"iya, gue setuju kalau mereka jadian" Bara membenarkan ucapan Nisda
"lalu bagaimana dengan ratu Sundari...?" ucap Leo
"yaaa mau bagaimana lagi. Adam kan nggak ingat sama dia" Vino menjawab
"tapi yang masih menjadi pertanyaan gue sampai sekarang, kok bisa ya Adam nggak ingat sama ratu Sundari. padahal malam itu sebelum Adam menghilang, dia ingin kembali bertemu dengan ratu Sundari" ucap Leo
"iya, sampai sekarang gue juga masih penasaran kenapa bisa Adam nggak ingat sama ratu cantik itu" timpal Starla
"mungkin nggak ya kalau malam itu ratu Sundari melakukan sesuatu kepada Adam. kalian ingat nggak waktu kita di alam ratu Sundari. dia mengembalikan Melati ke alam manusia agar Melati bisa bersama Adam. dia mengorbankan cintanya untuk kebahagiaan Melati, karena ratu Sundari sudah menganggap Melati seperti adik sendiri" ucap Vino
"tapi kan pada akhirnya Adam tetap memilih ratu Sundari, bahkan ratu Sundari juga menerima cinta Adam" Nisda menimpali
"bagaimana kalau itu adalah rencana ratu Sundari...?" ucap Bara
"maksud elu...?" mereka semua melihat Bara
"yaa maksud gue ratu Sundari menerima cinta Adam hanya untuk menenangkan hati Adam. kalau ratu Sundari tetap kekeh tidak ingin bersama Adam hanya karena memikirkan perasaan Melati, bisa saja kan nanti Adam akan membenci Melati. Adam akan berpikir karena gadis itu sehingga dirinya tidak bisa bersama ratu Sundari" Bara menjelaskan
"setelah kejadian 5 bulan yang lalu, mungkin sama seperti yang dikatakan oleh Vino kalau ratu Sundari melakukan sesuatu dengan Adam. mungkin saja kan ratu Sundari menghilangkan semua kenangannya bersama Adam sehingga sekarang Adam tidak mengingat lagi ratu Sundari" lanjut Bara
"tapi alasannya apa...?" tanya Leo
__ADS_1
"tentu saja alasannya karena dia" Bara menunjuk Melati yang sedang memperhatikan Adam
"haaaaah... cinta memang butuh pengorbanan" ucap Vino
pelajaran pertama berakhir, bel istrahat berbunyi. Adam, Leo, Vino dan Melati ke toilet untuk mengganti pakaian mereka. setelah selesai mereka menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah kelaparan, apalagi mereka sangat kehausan karena bermain di panasnya matahari.
"kak" Alana mengangkat tangan menyapa mereka. segera mereka menuju meja dimana yang lainnya sudah duduk manis.
Freya begitu kesal kepada Alana karena gadis itu begitu dekat dengan Adam. sementara Anggi tidak begitu mempedulikan hal itu, karena yang di dekati Alana bukanlah gebetannya, El. mereka menempatkan cemburu di orang yang salah.
"awas aja lu, gue bakalan bikin perhitungan sama elu" Freya mengepalkan tangannya melihat Alana bercanda dengan Adam
"mau pesan apa...?" tanya Nisda
"yang seperti biasa aja" jawab Vino
"aku minumannya freastea melati ya" ucap Adam
"oke, gue pesanin dulu" Nisda beranjak dari tempat duduknya. setelah memesan dia kembali lagi bergabung bersama yang lainnya
"dam, bisa ceritakan bagaimana bisa elu masuk di sekolah ini" ucap Leo
"ho'oh, gue juga penasaran" Vino mengangguk
"paman Zidan yang urus semuanya, aku mah tinggal tau beres. aku mau sama-sama kalian terus" jawab Adam
"tapi kan elu juga dulu sekolahnya di sini, nggak mungkin kan para guru nggak kenal sama elu" timpal Starla
"entahlah" Adam mengangkat bahunya tanda tidak ingin tau
makanan dan minuman yang mereka pesan akhirnya datang juga. dengan antusias mereka menyantap makanan yang telah ada dihadapan mereka masing-masing. saat sedang menikmati makanan dengan lahap, seseorang datang menghampiri mereka.
"hai...boleh gabung nggak...?" ucapnya tersenyum manis
semuanya mengangkat kepala dan melihat gadis itu, dia adalah Freya yang sengaja datang untuk berkenalan dengan Adam.
belum dipersilahkan gadis itu sudah menerobos untuk duduk dan bahkan ia mendorong Alana dengan kasar agar Alana bergeser menjauh dari Adam dan Freya dapat duduk di samping Adam. karena dorongan Freya, baju Alana ditumpahi kuah bakso miliknya sendiri.
"kasar banget sih lu, nggak usah main dorong gitu dong" Nisda geram melihat perlakuan Freya kepada Alana
"siapa suruh nggak mau geser" jawab Freya dengan tampang tidak bersalah
"nggak tau malu, lagian yang izinin elu duduk di sini siapa...?" Nisda mencibir
"suka-suka gue lah, tempat ini bukan punya elu kan" jawab Freya
"kamu nggak apa-apa dek..?" tanya Adam melihat ke arah Alana
"nggak apa-apa kak, hanya basah sedikit kok" jawab Alan membersihkan bajunya
Adam melihat ke arah Freya yang sedang memasang wajah manisnya. tatapan Adam datar tanpa ekspresi.
"hai...gue Freya" Freya mengulurkan tangannya
"aku nggak nanya" skak Adam membuat Freya merasa malu dan menarik tangannya
"elu pasti Adam kan siswa baru di kelas XII IPA 1...?" tanya Freya
"kalau udah tau ngapain nanya" jawab Adam tanpa melihat ke arah Freya
(cuek banget sih, tapi bukan Freya namanya kalau nyerah gitu aja) batin Freya
sementara yang lain tidak begitu memperhatikan Adam dan Freya. mereka sibuk dengan makanan mereka. tapi tidak dengan Melati, ia sesekali melirik ke arah keduanya.
"boleh minta nomor mu nggak, siapa tau kita bisa berteman" ucap Freya
"aku nggak butuh teman cewek lagi. teman-teman aku udah banyak" jawab Adam
"kalau gitu kita bisa menjalin hubungan lebih dari teman aja" Freya sangat berani bahkan kini ia memegang tangan Adam dan merapatkan badannya ke arah Adam
"kamu sepertinya cewek nggak tau malu ya" ucap Adam menatap dingin Freya
"maksud elu...?"
"sepertinya elu selama ini nggak laku sampai harus berani mendekati laki-laki dengan seintim ini" jawab Adam dan itu sangat menohok di hari Freya
yang lain menahan tawa atas perkataan Adam. Alana bahkan terbatuk dan segera ia meraih minumannya. melihat itu Freya semakin kesal. ia dengan sengaja menyikut tangan Alana yang sedang memegang minuman sehingga Alana tersedak dan bajunya pun kembali basah.
"woi...elu kurang ajar banget ya" Starla begitu geram melihat sikap Freya
"uuupsss... sorry, gue sengaja" Freya tersenyum mengejek
"kamu nggak apa-apa...?" Leo mengambil tisu dan memberikan kepada Alana
"nggak apa-apa kak" jawab Alana
"mending elu pergi deh, nggak ada yang undang elu kesini juga kan" ucap Leo menahan marah
"siapa elu main usir gue. elu pacarnya...? ternyata cewek kayak gini kecentilan juga ya. nggak cukup satu maunya diembat semuanya"
__ADS_1
"maksud kakak apa ya...?" Alana tidak terima dinilai seperti itu oleh kakak kelasnya itu
"kenapa, nggak suka...? elu itu cewek murahan, main nempel aja sama cowok orang"
"yang kakak maksud cowok orang itu siapa, aku nggak merasa ya dekat sama cowok orang" Alana mulai melawan
"munafik lu" Freya mendorong Alana dan hampir saja Alana jatuh namun Starla yang berada di disampingnya dengan sigap menahan Alana
braaaakkk
Adam menggebrak meja membuat yang lainnya terlonjak kaget. baru saja Leo ingin mengambil tindakan namun Adam lebih dulu turun tangan.
Freya kaget dan merasa takut melihat tatapan tajam dari Adam. semua siswa yang berada di kantin memperhatikan mereka semua. Adam menarik lengan Freya dengan kasar dan mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu.
"sekali lagi kamu sentuh dia, kamu akan lihat bagaimana aslinya aku" ucap Adam dengan penuh penekanan
"apa hebatnya dia sih, kenapa sampai elu belain dia...?" tanya Freya
"dia segalanya buat aku. lebih baik kamu pergi dari sini" Adam menghentakkan tubuh Freya dengan kasar sehinga membuat gadis itu meringis
"pergi" bentak Adam membuat Freya seketika kaget dan bahkan tubuhnya bergetar. ia tidak berani menatap mata Adam yang yang sedang menatap tajam dirinya
Freya meninggalkan mereka dan pergi dari kantin. Anggi yang menjadi temannya mengikuti langkah gadis itu.
"kamu nggak apa-apa...?" tanya Adam
"nggak, makasih udah belain Lana" jawab Alana
"itu sudah menjadi tugas kakak" Adam memeluk Alana
sementara siswa-siswi yang lain mulai berbisik-bisik melihat kedekatan Adam dan Alana.
"kayaknya mereka pacaran deh" ucal Falen
"emang kenapa kalau mereka pacaran, bukan urusan kita juga kan" Naya menjawab
"iya juga sih" Falen mengangguk
"aaaaa gue patah hati, ayang gue udah ada yang punya" Merli merengek melihat Adam memeluk Alana
"sabar....sabar" temannya hanya mengelus lengan Merli
sementara itu Freya mengamuk di tempat lain. ia begitu tidak terima Adam lebih memilih Alana dibandingkan dirinya.
"aaaggghh, dasar cewek sialan" umpat Freya
"awas aja, gue akan benar-benar menghabisi elu"
"jangan bertindak melampuai batas Fre, nanti elu kena getahnya" Anggi mengingatkan
"nggak akan. gue akan terus dekati Adam dan untuk cewek murahan itu, gue akan memberikan dia pelajaran berharga" Freya tersenyum licik
setelah mengikuti serangkaian pembelajaran, kini semua siswa tengah bersiap untuk pulang. tim samudera menuju parkiran, disana mereka bertemu dengan Aldiano yang juga akan pulang ke rumahnya.
"selamat siang pak" sapa mereka
"siang" jawab pak Aldiano dengan senyuman ramahnya. pria itu sudah tidak harum melati lagi, tentu saja tidak karena sosok yang mengikuti kemanapun ia pergi telah kembali kesisi sang pencipta
"tidak menyangka kita bisa bertemu lagi" Aldiano melihat Adam
"itulah takdir. bagaimana keadaan Albian setelah iblis itu keluar dari tubuhnya...?" tanya Adam
"Alhamdulillah dia kembali seperti dulu. terimakasih atas semua bantuan mu. maaf baru mengatakannya sekarang karena kita baru saja bertemu" ucap Aldiano
"tidak masalah pak, aku senang bisa membantu" timpal Adam
"kalau begitu aku duluan ya"
"iya pak"
"hati-hati pak" ucap mereka semua
"kalian juga hati-hati" Aldiano masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan sekolah
mereka semua pada akhirnya meninggalkan sekolah. Adam dan Alana akan ke rumah sakit untuk menjenguk El-Syakir. sementara itu Melati yang membawa motor sendiri, tidak langsung pulang ke rumah Starla. gadis itu ke suatu tempat, tempat yang ingin dikunjunginya dan bertemu seseorang.
ia sudah memberitahu Starla untuk singgah di suatu tempat. Starla ingin menemani namun Melati menolak. dengan berat hati Starla mengizinkan dan berpesan agar gadis itu pulang tidak terlalu sore.
di hutan timur tempat tujuan Melati. dirinya ingin menemui penguasa hutan timur, seorang ratu yang berparas cantik dan menawan. setelah tiba di hutan itu, Starla memarkirkan motornya di tempat yajg yang tidak terlihat kemudian ia masuk ke dalam hutan.
tiba di tempat yang ditujunya, Melati membaca mantra. mantra yang diajarkan oleh ratu Sundari jika sewaktu-waktu gadis itu ingin berkunjung ke alamnya.
saat selesai membaca mantra seketika Melati telah berada di alam ratu Sundari. masih sama seperti dulu hanya saja kali ini suasananya berbeda, tampak sepi dan sunyi. tidak ada satu jin pun yang berkeliaran di luar istana. biasanya para jin di tempat itu akan berkeliling melakukan aktivitas mereka, namun tidak untuk saat ini.
"sunyi sekali, seperti kerajaan mati saja" ucap Melati
karena penasaran, ia pun melangkahkan kakinya untuk menuju istana. danau yang indah masih indah seperti 5 bulan terakhir namun tidak ada lagi angsa-angsa cantik yang berenang di danau indah itu.
jangankan angsa, penjaga pagar istana saja sudah tidak ada. hal ini membuat Melati merasakan ada yang tidak beres dengan tempat itu. segera ia mempercepat langkah untuk sampai ke dalam istana. dirinya berharap ratu Sundari akan baik-baik saja. tidak bisa dibohongi kalau perasaannya sekarang sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1