
setelah menerima perintah, Senggi langsung keluar dari kamar ratu Sundari sementara Adam pergi dari tempat itu. ia tidak ingin menggangu istrahat sang ratu. Adam akan bertemu wanita itu esok hari. sekarang ini Adam kembali ke teman-temannya.
saat masuk ke dalam kamar, El-Syakir dan lainnya telah tertidur kembali. karena lelah seharian harus bertempur dan juga mereka mengantuk ingin berlayar ke alam mimpi.
malam berganti dengan pagi. saat bangun hidangan makanan telah siap untuk mereka santap. berbagai aneka makanan ada di depan mata. kali ini mereka tidak merasa curiga sedikitpun karena mereka telah mencoba makanan itu tadi malam.
"makan banyak biar cepat pulih dan kita bisa kembali" ucap Adam
"elu nggak makan...?" tanya Vino melihat Adam
"nggak ada makananku di sini" jawab Adam yang. makanan yang ia maksud tentu saja melati
"minta aja sama pelayan, pasti di kasi" ucap Leo
"nanti saja" jawab Adam
yang lain sedang menikmati makanan mereka tapi tidak dengan Bara. remaja itu tidak melirik sedikitpun makanannya dan hanya lebih fokus kepada Nisda. bahkan genggaman tangannya sejak semalam tidak ia lepaskan.
Adam yang duduk di samping El, langsung beranjak dan menghampiri Bara.
"dia akan bangun, percayalah" Adam menepuk pundak
"tapi kapan kak. sejak kemarin dia tidak bangun-bangun" ucap Bara
"mungkin sebentar atau besok, tapi percaya dia pasti bangun. lihat Ardi, dia juga masih sama seperti Nisda. luka mereka berdua sangat parah tidak seperti kalian. butuh waktu untuk memulihkan mereka" jawab Adam
"sekarang kamu harus makan. bagaimana kamu akan menjaga Nisda kalau tenaga mu nggak ada dan lemah seperti ini" lanjut Adam
"makanlah. atau perlu aku suapi...?"
"nggak bisa kak, aku bisa makan sendiri" Bara kemudian menyentuh makanan itu dan memasukkan ke dalam mulutnya
ratu Sundari datang menjenguk mereka. senyuman di bibirnya tidak pernah luntur menambah kecantikan wajahnya. meski tanpa riasan sekalipun, wajah ratu itu tetap terlihat cantik dan anggun.
saat ratu datang Adam menyuruh mereka semua untuk menunduk hormat. ratu Sundari melarang mereka karena mereka dalam keadaan sedang makan.
"bagaimana makanannya...?" tanya ratu Sundari
"enak banget" jawab Vino cepat
"terimakasih untuk semuanya ratu" ucap El-Syakir
"tidak perlu sungkan. jika kalian butuh apapun maka tinggal katakan pada pelayan. bagaimana keadaan kalian"
"kami sudah merasa baikan ratu" jawab Leo
"ratu, kenapa Nisda dan kak Ardi belum juga sadarkan diri...?" tanya Bara
ratu Sundari menghampiri Nisda, ia melewati Adam yang sedang berdiri di ranjang Nisda. hantu itu sangat ingin berbicara dengan sang ratu.
"dia akan sadar, kamu tidak perlu khawatir" ucap ratu Sundari
"bagaimana dengan Ardi...?" tanya Furqon
"mereka berdua akan sadar, sabar dan tetap menunggu" jawab ratu Sundari
"sebelum kedua teman kalian sadar maka kalian belum bisa untuk pulang" lanjut ratu Sundari
"kalau kami nggak pulang pasti orang tua kami akan mencari" timpal Starla
ratu Sundari tersenyum "mereka tidak akan mencari kalian" jawabnya
"maksud ratu...?" tanya El-Syakir mengerutkan keningnya
"kalian akan tau nanti. silahkan lanjutkan makannya"
ratu Sundari keluar dari kamar itu dan tanpa berpikir panjang Adam mengikutinya dan setelah di luar, Adam memanggil ratu Sundari.
"ratu" panggil Adam
"ada apa Adam...?" tanya ratu Sundari tanpa melihat Adam
"aku ingin bicara"
"baiklah, mari ikut aku"
keduanya berjalan menuju taman belakang istana. taman itu tidak kalah cantiknya dengan taman di depan istana. sangat memanjakan mata untuk terus memandangnya.
"apa yang kamu ingin bicarakan...?" tanya ratu Sundari
"terimakasih.... terimakasih karena telah membantuku" ucap Adam
"aku senang bisa membantumu. berkat dirimu aku bisa melihat lagi saudara kembar ku setelah puluhan tahun kami tidak bertemu"
"sekian puluhan tahun tidak bertemu dan selama itu juga dendamnya padaku tidak pernah hilang" ratu Sundari menatap jauh ke depan sana
"maaf ratu. kalau boleh tau apa yang menyebabkan ratu Sri Dewi menaruh dendam terhadap ratu...?"
"karena cinta"
"karena cinta....?"
"iya. cinta yang membutakan hatinya untuk memiliki sesuatu yang bukan miliknya hingga akhirnya melakukan segala cara untuk mendapatkan cintanya. sayangnya cintanya itu lebih memilih diriku daripada dirinya"
"jadi karena seorang lelaki...?"
"hummm... begitulah"
"Adam" panggil ratu Sundari
"iya ratu"
"apa kamu masih bersedia menjadi suamiku...?" mata ratu Sundari beralih menatap Adam
"aku sudah berjanji dan aku akan menepatinya" jawab Adam
__ADS_1
"yang aku tanyakan adalah kesediaan mu, bukan karena janji"
"aku....... aku......."
"tidak perlu dijawab, aku sudah tau apa jawabannya" ratu Sundari kembali menatap ke depan
"aku pernah mengalami situasi dimana dipaksa menikah dengan pilihan yang tidak kita inginkan. perasaan mu sekarang aku pernah merasakannya. marah, jengkel dan tidak bisa menerima. benar begitu bukan...?"
Adam tidak menjawab karena dirinya bingung harus menjawab seperti apa.
"Melati menyukaimu. dia bilang sejak pertama kalian bertemu, kamu membantunya membawakan keranjang buah-buahan miliknya, sejak saat itu dia menyukaimu"
"meski kamu hanya arwah tapi tetap dia sangat menyukaimu. dia membantumu kabur agar nanti kalian bisa bertemu lagi di alamnya. cinta memang rela melakukan segala hal untuk bisa bersama"
"bagaimana denganmu Adam. apa kamu menyukai Melati...?"
"aku sangat menyukainya, sangat" jawab Adam mantap
"sungguh...?" ratu Sundari menatap hantu itu
"iya, aku tidak bisa lepas darinya" jawab Adam membalas tatapan ratu Sundari
"baguslah, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan" senyuman ratu Sundari terukir
"maksud aku, aku menyukai bunga melati ratu" ucap Adam
seketika dahi ratu Sundari mengkerut. wanita itu terdiam dan setelahnya ia tertawa renyah.
"kamu tidak menyukai Melati, manusia...?"
"itu..... aku.... "
"temui dia. aku sudah membebaskannya seperti permintaan mu. dia sedang menunggu mu" ratu Sundari beranjak
"ratu tidak marah kalau aku menemui wanita lain...?"
tidak menjawab, ratu Sundari hanya tersenyum dan kemudian menghilang meninggalkan Adam seorang diri di taman itu.
Adam pun beranjak ingin menemui Melati. jujur saja setelah mengetahui kalau gadis itu menaruh hati padanya, Adam merasa lain dan tidak enak hati untuk bertemu.
Adam sampai di kamar Melati. hantu itu mengetuk pintu kamar dan Melati mempersilahkan masuk. saat Adam masuk, senyuman Melati mengembang. ia bangun dari baringnya dan bersandar di ranjang.
"bagaimana keadaan mu...?" tanya Adam yang duduk di kursi
"baik. ratu telah membebaskan ku dan juga mengobati luka lukaku" jawab Melati
"syukurlah kalau begitu. aku senang melihat kamu sehat seperti sebelumnya"
"bagaimana denganmu, apakah kamu masih akan menikah dengan ratu...?" tanya Melati
"mungkin iya mungkin juga tidak" jawab Adam
"kenapa seperti itu...?"
"bukannya waktu aku dipenjara kamu mengatakan akan menikah dengannya, lalu kenapa sekarang kamu tidak tau...?"
"jangan bahas itu. kalau memang jadi aku menikah maka ya harus aku tetap menerima. ratu telah menyelamatkan aku, adikku dan juga teman-teman ku, aku berhutang budi padanya "
"lalu bagaimana denganku. aku juga pernah menyelamatkan mu"
sekian detik tatapan mereka bertemu, dan kemudian Adam memalingkan wajahnya ke arah lain.
"aku hanya arwah Melati"
"aku tidak peduli, aku sayang kamu Adam"
"pikirkan lagi perasaanmu itu. kita berbeda, aku arwah sedang kamu manusia. kita tidak mungkin menjalin kasih Melati"
"kamu tidak punya perasaan yang sama denganku...?"
"aku hanya arwah Melati, yang kapan saja aku bisa pergi untuk selamanya dan musnah kemudian meninggalkan tubuhku yang terbaring koma"
"kamu koma...?"
"iya, kamu masih mau dengan makhluk lemah seperti aku. untuk kembali ke tubuhku saja aku tidak bisa"
mendengar itu, Melati tersenyum entah karena apa.
"orang koma masih bisa bangun entah itu 1 tahun, 4 tahun bahkan puluhan tahun. aku akan tetap menunggu sampai kamu bangun dari koma mu"
"kamu gadis yang cantik dan baik. pasti banyak laki-laki yang baik yang akan kamu dapatkan, bukan arwah seperti ku" Adam menangkup wajah gadis itu
"tidak peduli seberapa banyak laki-laki baik di luar sana, aku tetap memilih kamu dam" Melati memegang tangan Adam yang ada di wajahnya
"kamu akan menyesal"
"tidak.... bahkan aku akan menyesal jika tidak memberitahu perasaan ku padamu dan membiarkan kamu menikah dengan wanita lain" Melati menggeleng
"ekhem" suara deheman terdengar
Adam dan Melati kaget siapa yang masuk ke dalam kamar. dia adalah ratu Sundari dan Senggi.
"bagaimana keadaan mu Melati...?" tanya ratu Sundari
"sudah membaik ratu. terimakasih telah bersedia membebaskan ku" Melati menunduk hormat
"kalau seperti itu aku bisa mengembalikan mu ke alam mu dengan tenang karena kamu sudah pulih" ucap ratu Sundari
"a-aku di usir ratu...?" Melati menatap ratu Sundari dengan tatapan nanar
"sudah lama kamu berada di sini. kamu tidak ingin menjalani hidup yang normal di alam mu...?" tanya ratu Sundari
"aku senang berada di sini ratu" jawab Melati
"kalau seperti itu kamu tidak akan bisa menggapai cintamu" kali ini Senggi yang angkat bicara
__ADS_1
"apa maksud dari ucapan Senggi ratu...?" tanya Melati
"kamu tetap ingin di sini dan tidak bisa bersama dia atau kamu kami kembalikan ke alam mu dan kamu dapat mencari dia kembali" Senggi menunjuk Adam yang hanya diam dan terus menatap ratu Sundari
"mencari kembali...?" tanya Melati
"iya. aku akan mengembalikan mu yang tentu saja tempatnya jauh dari Adam. kalau kamu benar-benar mencintai Adam maka kamu akan berusaha untuk bertemu dengannya lagi bukan" ucap ratu Sundari
"ratu akan membebaskan Adam...?"
"iya. mulai sekarang perjanjian kita aku batalkan dan kamu tidak terikat apa-apa lagi denganku" ratu Sundari melihat Adam
"ratu" panggil Adam lirih
"bagaimana Melati, kamu siap aku kembalikan...?"
"siap ratu, asal Adam juga akan kembali ke alam manusia. aku siap" Melati mengangguk cepat
"baiklah. sebelum pergi aku ingin memberikan sesuatu padamu"
"Senggi"
"ini ratu" Senggi memberikan bungkusan kain yang diikat tali kepada ratu Sundari
"pergunakan ini untuk kehidupan mu di sana" ratu Sundari memberikan bungkusan itu kepada Melati
"apa ini ratu...?" tanya Melati
"bukalah"
Melati membuka ikatan bungkusan itu. matanya terbelalak melihat isi di dalamnya.
"emas, berlian. banyak sekali" Melati ternganga
"pergunakan itu untuk kehidupanmu. dunia manusia sangat kejam, jika tidak memiliki apapun maka kamu akan menjadi gekandangan di alam mu sendiri"
"terimakasih ratu, terimakasih" Melati menghambur memeluk ratu Sundari
setelah merasa siap. ratu Sundari mengembalikan Melati ke alam manusia. alam dimana ia akan memulai kehidupan yang baru tanpa ada siapapun yang menemaninya.
ratu Sundari menyelimuti Melati dengan selendangnya dan seketika gadis itu hilang dari pandangan mereka.
"sampai bertemu lagi adikku" ucap ratu Sundari dengan lirih
setelah Melati dikembalikan, ratu Sundari akan kembali ke singgasananya namun Adam menahan dan ingin berbicara berdua.
"tinggalkan kami Senggi"
"baik ratu"
Senggi menghilang dari hadapan mereka berdua.
"ada apa lagi Adam...?"
"ratu benar-benar memutuskan ikatan perjanjiannya...?"
"seperti yang kamu dengar tadi, kamu tidak lagi terikat perjanjian denganku"
"kenapa ratu melakukan itu...?"
"bukannya aku sudah katakan apa alasannya"
"bagaimana kalau aku tidak setuju...?"
ratu Sundari yang membelakangi Adam langsung berbalik dan menatap hantu itu.
"setuju atau tidak itu sudah menjadi keputusanku. setelah kedua temanmu pulih maka kalian akan aku kembalikan ke alam manusia"
"Melati telah berada di alamnya dan dia akan mencari kamu. ingat Adam jangan sia-siakan wanita yang rela melakukan apapun untuk dirimu"
"bukannya ratu juga membantuku karena diriku...?"
"kalau kamu dapat melawan sendiri Sri Dewi, apa iya kamu masih akan datang padaku Adam...?
ucapan ratu Sundari membuat Adam tidak berkutik. memang benar kalau dia dapat mengalahkan ratu Sri Dewi, dirinya tidak akan datang pada ratu Sundari. dalam artian dia terpaksa meminta bantuan karena tidak ada jalan lain.
" kamu terpaksa melakukannya, meminta bantuan ku dan menyerahkan dirimu. sudah aku katakan hal yang dipaksakan akan berujung tidak baik. jangan sekalipun menunjukkan seakan kamu tidak rela kita berpisah padahal yang sebenarnya kamu tidak enak hati karena aku telah menyelamatkan kalian. benar begitu kan Adam"
Adam tidak menjawab dan hanya diam saja. entahlah, hantu itu merasa bimbang sekarang dan bingung dengan apa yang dirasakannya saat ini.
"kembalilah ke teman-teman mu. berikan ramuan ini saat kedua temanmu itu sadar. minum kan kepada mereka berdua" ratu Sundari memberikan botol berisi ramuan dan Adam mengambilnya
"ratu" panggil Adam
"ada apa...?"
"maaf kalau aku lancang. bolehkah aku memeluk ratu...?"
ratu Sundari terdiam dan bahkan tidak menjawab.
"maafkan aku ratu" Adam menunduk
tidak disangka ratu Sundari memeluk Adam membuat hantu itu kaget. namun setelahnya Adam membalas pelukan ratu Sundari.
saat keduanya berpelukan maka yang berada di luar pintu langsung heboh dan geregetan.
"apakah mereka akan kissing kissing lagi" ucap Vino berbisik
"ayang ih, pikirannya selalu saja traveling" Starla mencubit Vino
"hebat si dam dam, diperebutkan dua wanita" Leo geleng-geleng kepala
sementara El-Syakir tidak berkata sepatah katapun. ia hanya menatap ratu Sundari dan Adam yang sedang berpelukan di dalam.
"ekhem... sedang apa kalian di sini...?" seseorang mengejutkan mereka
__ADS_1