Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 221


__ADS_3

Airin merasa begitu bersyukur keluarga Adam menerimanya dengan sangat baik. bahkan setelah mereka mengetahui dirinya tidak lagi memiliki keluarga, ayah Adnan dan ibu Arini tidak mempermasalahkan hal itu.


sedang Gibran, ia terus melihat ke arah Airin. bagaimana tidak, wajahnya begitu mirip dengan wanita yang dulu menjadi tuannya, siapa lagi kalau bukan Sri Dewi. namun ia tau kalau Sri Dewi memiliki saudara kembar yang bernama ratu Sundari. hanya saja saat ini yang membuat Gibran dipenuhi tanda tanya adalah bagaimana bisa ratu Sundari sekarang bersama dengan Adam, padahal waktu itu Adam menceritakan semuanya kepadanya kalau wanita itu jiwanya telah di musnahkan oleh Sri Dewi.


"heh mata jaga mata, mau di colok...?" Adam menatap kesal Gibran, karena laki-laki itu terus memandangi wajah Airin


"posesif banget sih kak, awas kak Airin nanti bosan sama kakak" ujar El-Syakir


"aku nggak se brengsek itu juga kali mau nikung kamu, lagian calonku jauh lebih cantik" Gibran mencebik ke arah Adam


"oh ya, jadi kamu sudah punya calon. kenalin lah sama tante, kapan-kapan bawa main ke rumah" Vania terlihat antusias mendengar Gibran telah mempunyai calon pendamping


"emm itu..." Gibran menggaruk kepala, karena sebenarnya dia hanya asal bicara saja tadi


"tante Galang sepertinya haus, dia mulai rewel" Alana datang bersama Galang dalam gendongannya dan Gandhi yang ia pegang tangannya


Vania bangkit dari duduknya dan mengambil putranya itu. setelahnya ia membawa Galang ke kamar untuk menyusuinya, sementara Gibran merasa terselamatkan atas kedatangan Alana.


Gandhi mendekat Gibran dan duduk di pangkuannya, El-Syakir berniat mengambil Gandhi namun anak itu memeluk erat tubuh Gibran, dirinya malu ketika akan dipangku oleh El-Syakir.


"Gibran, jadi kapan mau dikenalkan kepada kami calon mu itu...?" tanya ayah Adnan


tadinya Gibran mulai bernafas lega namun ternyata kini ia kembali merasa kikuk dan serba salah.


"insya Allah ayah kalau sudah waktunya" jawab Gibran tersenyum canggung


pukul 10 pagi, Gibran berpamitan untuk pulang apalagi Gandhi sudah meminta untuk bertemu dengan ibunya mau tidak mau Gibran harus membawa pulang bocah itu. setelah kepergian Gibran, Adam berpamitan untuk mengantar pulang Airin. El-Syakir, Deva dan Alana, ketiganya masuk ke dalam kamar untuk beristirahat karena merasa lelah.


"selama ini kamu tinggal dimana sayang...?" tanya Adam saat kini mereka telah berada di dalam mobil


"aku tidak punya tempat tinggal dam"


Adam memutuskan untuk menepi di pinggir jalan. kekuatan ia mengambil posisi menghadap ke arah Airin.


"maksudnya bagaimana...?" tanya Adam


"ya itu maksudnya, aku tidak punya tempat tinggal. setelah aku benar-benar sembuh, aku langsung datang untuk menemui kamu. selama ini kan aku masih tinggal di kerajaan karing-karing"


"lalu... yang waktu kamu dari LN itu datang untuk menemuiku maksudnya bagaimana...?"


"kamu pikir aku benar-benar dari LN, ya tidak lah. itu kan hanya trik aku agar kamu ke pulau itu dan kita bertemu di sana. aku ingin memberikan kejutan untukmu, dimana tempat kita berpisah menjadi tempat kita bertemu kembali"


Adam garuk-garuk kepala merasa bodoh dengan pemikirannya dimana ia berpikir kalau Airin benar-benar dari LN, padahal ia tau sendiri kalau wanita itu selama ini sakit parah dan berada di kerajaan karing-karing.


"ya sudah kalau begitu, kita ke apartemen ku saja. untuk sementara waktu kamu bisa tinggal di sana sebelum kita menikah" Adam kembali melajukan mobilnya


"memangnya tidak apa-apa...? kalau keluargamu tau bagaimana...?"


"mereka tidak akan tau kalau kamu tidak memberitahu. lagipula meskipun mereka tau, tidak akan ada masalah juga. sebentar lagi kita akan menikah bukan" Adam mengambil tangan Airin dan mengecupnya dengan lembut


"terimakasih sudah menerimaku. aku begitu bersyukur dicintai laki-laki seperti kamu" Airin mendekat dan mencium pipi kiri Adam membuat Adam belingsatan dan kembali menghentikan mobilnya


"kenapa berhenti...?" Airin merasa heran


"mau dicium lagi banyak-banyak tumpah-tumpah lumer-lumer. di sini, di sini, di sini dan di sini" Adam menunjuk bagian wajahnya yang belum disentuh oleh bibir merah muda Airin


"untuk saat ini segitu saja dulu nanti kalau sudah menikah aku menjadi milikmu seutuhnya" Airin mengusap lembut wajah Adam


"kalau begitu cium di sini lagi" Adam menunjuk pipi kanannya dengan telunjuknya "kan pipiku ada dua. mubazir tau kalau hanya cium sebelah saja" Adam mendekatkan wajahnya ke arah Airin


tingkah konyol itu membuat Airin geleng kepala namun tetap mengecup lembut pipi kanan Adam membuat sang empunya tersenyum lebar.


"thank you my Queen" Adam mengecup singkat kening Airin sebelum akhirnya kembali melajukan mobilnya


setelah mengantar Airin di apartemen miliknya, Adam berpamitan untuk pulang karena Deva sudah menghubunginya. mereka harus mulai bekerja meskipun bekerja dari rumah, karena pekerjaan yang begitu menumpuk setelah ditinggal selama dua hari.


dengan kecepatan sedang Adam membelah jalan raya, hanya berkisar beberapa menit ia telah sampai di kediaman Sanjaya. saat masuk ke dalam rumah, rupanya tim samudera ternyata sudah berada di dalam. Deva dan El-Syakir menyuruh mereka semua untuk berkumpul di rumah itu, membantu Adam dan Deva menyelesaikan semua pekerjaan mereka.


para perempuan yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang para lelaki kerjakan, mereka lebih memilih membuat kue dan es buah sebagai cemilan untuk mereka semua.

__ADS_1


ayah Adnan telah berangkat ke minimarket miliknya. setelah Adam mengambil alih kepemimpinan Sanjaya grup, ayah Adnan sekarang kembali fokus dengan usahanya yang ia rintis dari hasil kerja kerasnya. untuk Zidan, tentu saja sekarang laki-laki itu sedang mengelola perusahaan miliknya bahkan perusahaan milik istrinya pun dirinya yang menjadi CEO-nya. ibu dari Vania tidak ingin mengambil perusahaan itu, ibu Sinta lebih memilih bersantai di rumah menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang ia sukai namun tidak merugikan orang lain.


para lelaki kini sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada, bahkan kini El-Syakir dan Deva sedang sibuk dengan laptop mereka masing-masing. sedikit banyak El-Syakir tau dengan pekerjaan seperti itu karena Adam yang mengajarinya dikarenakan biasanya ia selalu meminta bantuan adiknya itu jika Deva sedang sibuk mengurus urusan lain. Adam pun kini sedang menandatangani setiap berkas yang memerlukan tanda tangan miliknya.


Vania datang bersama dengan Galang. bayi berumur satu tahun itu berjingkrak senang saat melihat laki-laki tim samudera. ia pun mulai menselonjorkan badannya ke bawah, Galang ingin turun ke lantai.


"jangan ganggu sayang, kakak-kakak sedang sibuk" Vania hendak mengambil kembali putranya namun Galang menarik tangan El-Syakir. bayi itu tidak ingin digendong


"nggak apa-apa tante, biar El pangku" El-Syakir meletakkan laptopnya dan mengambil alih tubuh montok bayi itu


"ta...ta" Galang berceloteh riang karena El-Syakir memangkunya


"iya sayang, kakak lagi kerja" El mencium seluruh wajah bayi itu


tak lama kemudian Galang ingin meraih laptop yang El-Syakir simpan di lantai. dengan cepat Vania mengambil alih putranya dan mendudukkannya di sofa.


"nggak boleh sayang" Vania merengkuh tubuh Galang


"no no no" Vino menggerakkan telunjuknya di depan Galang sambil menggelengkan kepala


Galang tanpa ekspresi menatap serius ke arah Vino dan detik berikutnya bayi itu mengikuti gerakan yang dilakukan Vino tadi.


"na na na na" dengan menggerakkan telunjuknya yang kecil dan kepalanya bergerak ke kana dan ke kiri


"hahaha"


semua orang tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. karena gemas, Bara langsung bangkit dan mengambil alih Galang. ia menggendong bayi itu dan mengangkatnya di udara. tawa Galang memekik begitu senang diperlakukan seperti itu.


setelah membuat kue dan juga es buah, para perempuan membawakan minuman dan kue itu di ruang keluarga karena di tempat itu para laki-laki sedang sibuk menguras otak dan tenaga.


melihat makanan di atas meja, Galang berjingkrak senang dan ingin turun mengambil makanan itu. Vania memberikan satu kue bolu di tangan putranya, dengan lahap Galang menggigit kue bolu itu.


jarum jam terus berputar meninggalkan detik demi detik menit demi menit dan kini waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"akhirnya, selesai juga penderitaan" Leo merenggangkan otot-ototnya


"pulang yuk, udah sore banget nih" Starla melihat jam tangannya


tim samudera berpamitan kepada ibu Arini dan juga Vania yang ternyata sedang bermain bersama Galang di halaman depan rumah. dengan takzim mereka mencium tangan keduanya sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediaman Sanjaya.


dua minggu setelah kepulangan Deva dan Melati di desa Boneng, hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh keluarga Sanjaya dan juga dua pasang pengantin.


pernikahan mewah di adakan di kediaman Sanjaya, itu semua telah disepakati oleh semua pihak keluarga. rumah besar itu di sulap menjadi seperti hotel bintang lima, begitu mewah dan glamor.


Airin dan Melati kini sedang di rias oleh MUA terbaik di kota itu. keduanya di dandani secantik mungkin bagai putri di negeri dongeng. sedang Adam dan Deva, keduanya tampak sibuk meremas jemari dan terus membuang nafas, keduanya begitu gugup dan gelisah.


"kenapa sih kak, mondar-mandir mulu dari tadi kek setrika" El-Syakir pusing melihat tingkah Adam yang bolak-balik seperti setrikaan


"aku gugup tau" Adam membuang nafas dan kemudian menghirup udara begitu rakusnya


"baru mau ijab qobul aja elu udah gugup setengah mati, gimana kalau malam pertama, kayaknya elu bakalan kejang-kejang mati benaran" celetuk Vino


"sembarangan kalau bicara, ya jangan sampai mati lah... sayang banget dong si Joni aku" Adam duduk kembali di kursi


"ini AC-nya nggak nyala kah, kok panas gini" Deva merasa kegerahan


"nggak nyala gimana, malahan kita udah mau jadi es batu di dalam sini akibat ulah kakak" Bara mencebik karena Deva terus memencet tombol remote AC


sementara di kamar rias pengantin wanita, Airin dan Melati kini baru saja selesai di make up. keduanya menggunakan kebaya pengantin warna putih, begitu cantik dan menawan. para perempuan tim samudera sampai berdecak kagum melihat kecantikan keduanya.


"gue yakin nih... Adam sama kak Deva bakalan kejang-kejang melihat kalian berdua" ucap Nisda


"kak Airin sama kak Melati cantik banget, Alana sampai pangling loh" puji Alana


"iya, seperti tuan putri" timpal Seil


"aku gugup" Melati meremas jemarinya


"santai aja kali Mel, kayak di pantai. nggak usah tegang, entar malam aja teganganya. sampai pagi juga mah nggak apa-apa" Starla menggoda Melati

__ADS_1


"apaan sih La, mesum banget tuh otak" Melati begitu malu


"lah emangnya gue ngomong apaan, kayaknya otak elu deh sekarang yang mulai melalang buana" timpal Starla menaik turunkan alisnya


"tau ah, elu rese" Melati cemberut sementara yang lain hanya tertawa


acara ijab qobul akan segera dimulai, Adam dan Deva kini tengah berada di depan pak penghulu. keduanya sama-sama tegang namun tetap berusaha mengendalikan perasaan mereka.


"aku kok jadi ingat pernikahan kalian bertiga ya" ucap Zidan


"iya, jadi seperti Dejavu aja" timpal Helmi


"semoga mereka berdua tidak bar bar seperti Randi tempo dulu" Pram tertawa kecil


"sialan kau" Randi memukul lengan Pram


"kapan nyusul Fur, katanya udah punya calon" Ardi berbisik di telinga Furqon


"nanti saja kalau sudah waktunya" jawab Furqon santai


Vania bergabung bersama ibu Arini, ibu Nurma, Zahra dan juga para istri ketiga pengawal. Thalita dan Mita telah melahirkan buah cinta mereka bersama para suami. anak Thalita laki-laki sedang Mita perempuan, tinggal Sisil yang masih dalam proses sedang mengandung. sementara Zidan bersama


kelima pengawal Sanjaya grup dan juga Gibran serta pak Firman.


ijab qobul pun di mulai, baik Deva maupun Adam begitu lancar mengucapkan ijab qobul. keduanya dapat bernafas lega setelah terdengar suara ucapan kata sah dari semua para saksi.


kedua pengantin wanita kini di suruh untuk keluar. Alana menggandeng tangan Airin sedang Starla menggandeng tangan Melati. dua wanita itu menjadi pusat perhatian semua orang terlebih lagi para suami mereka. Adam dan Deva sampai tidak berkedip memperhatikan istri-istri mereka masing-masing.


Airin dan Melati duduk di samping suami mereka. tukar cincin pun terjadi. Adam dan Deva memakaikan cincin cantik di jari manis Istri mereka dan setelah itu barulah para istri yang memasangkan cincin di jari manis mereka.


Airin dan Melati mencium tangan suami mereka dan setelahnya Adam dan Deva mencium kening istri mereka dengan penuh penghayatan.


hari itu adalah hari yang sakral bagi kedua pasangan pengantin dimana kini mereka telah sah menjadi suami istri.


ayah Adnan serta ibu Arini begitu bahagia melihat kedua putra mereka kini telah menjadi seorang suami. tim samudera pun begitu bahagia melihat dua sahabat mereka telah menuju ke pelaminan.


Vino melihat ke arah Starla dan ia pun mengedip-ngedipkan matanya membulat Starla membalas dengan kedipan mata


Bara memberikan ciuman jauh kepada Nisda dan gadis itu menangkap udara seakan menangkap ciuman sang kekasih.


Leo menyatukan kedua tangannya membentuk hati, Alana hanya tersipu malu dan membalas dengan membentuk hati menggunakan jari telunjuk dan ibu jari.


untuk El-Syakir dan Seil....?


keduanya hanya saling curi pandang dan tersenyum. mana mungkin El-Syakir melakukan hal konyol seperti para sahabatnya, itu tidak akan pernah terjadi.


kembali kepada kedua pasangan pengantin. Adam begitu bahagia akhirnya perjalanan cintanya berjalan seperti yang ia inginkan. bersama dengan wanita yang tetap menjadi juara di hatinya.


"aku mencintaimu Airin Maharani" bisik Adam di telinga Airin


"aku juga mencintaimu Dirga Sanjaya" jawab


Airin tersenyum manis


"love you sayang" bisik Deva di telinga Melati


"love you too" jawab Melati tersenyum


Tamat


__________________________________


catatan :


karena ada yang meminta kelanjutan dari novel PTM maka kelanjutan ceritanya akan ada di judul lain ya, judulnya panggil aku jin


terimakasih sudah membaca sampai sejauh ini.


semoga kalian semua sehat lalu, diberikan rejeki yang melimpah dan Rahmat Tuhan yang maha kuasa.

__ADS_1


sayang kalian banyak-banyak tumpah-tumpah lumer-lumer 🥰🥰🥰


__ADS_2