Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 38


__ADS_3

Vino terpaku di tempatnya. wanita itu terus menatap tajam dirinya namun tidak melepaskan cekikkannya di leher starla.


"V-Vin" starla memanggil nama laki-laki itu dengan rasa sakit


"lepaskan dia" ucap Vino memberanikan diri


dia tidak punya teman untuk melawan, tidak ada El, Adam maupun Leo untuk membantunya. dalam keadaan seperti ini, jelas saja dia harus melawan seorang diri.


"gue bilang lepaskan dia makhluk terkutuk" teriak Vino


grrrrrrrr.....


wanita itu menatap Vino dengan penuh amarah.


bughhh....


"aaaggghh" Vino teriak kesakitan saat dirinya terbang menghantam pohon yang ditabraknya tadi.


wanita itu menggunakan kekuatannya untuk menyakiti Vino, tanpa menyentuhnya. senyuman menyeringai terlihat di wajahnya.


"Vino" teriak starla melihat temannya itu mendarat dengan kasar di tanah


wanita itu melayang mendekati Vino yang masih kesakitan. ia cekik leher Vino dan mengangkatnya ke atas sampai kakinya tidak menginjak tanah.


"uugghh" rintihan Vino sangat menyayat hati starla


"Vino"


starla berlari ingin menyelamatkan Vino. meski masih lemah ia tetap harus menyelamatkan temannya. Vino mengangkat tangannya ke arah starla isyarat meminta tolong namun seketika wanita itu dan Vino menghilang dari pandangannya.


"loh kemana mereka" starla melihat sekelilingnya


"tidak...tidak...tidak... Vino.... Vino" starla teriak sekeras mungkin namun hening tidak ada jawaban


"hiks...hiks... Vino.... lepaskan dia makhluk jelek" starla mulai menangis saat sadar wanita itu membawa Vino pergi entah kemana


"hiks...hiks... Vino" starla duduk ditanah dengan terisak


hap....


satu tangan memegang bahunya, starla kaget dan menoleh kemudian ia mundur perlahan.


"ada apa nak, kenapa menangis malam-malam di sini...?" tanya seorang bapak-bapak


"teman saya pak, teman saya"


"kenapa dengan temanmu...?"


"teman saya hilang pak, wanita itu membawanya pergi... makhluk itu membawa teman saya" starla tidak berhenti menangis


"rupanya dia mendapatkan korban lagi" gumam bapak itu


"ini sudah malam, ayo ikut ke rumah bapak. kita bicara saja di sana"


"tapi teman saya gimana pak...?"


"kamu tidak akan menemukannya di sini. ayo kita ke rumah bapak, kita cari solusinya di sana"


starla dengan langkah gontai membangunkan motor Vino yang terbanting tadi. ia membonceng bapak tadi menuju rumah bapak itu. di tempat itu sangatlah sepi, ada rumah warga di sekitar itu namun jaraknya beberapa meter dari jalan yang mereka lalui itu.


"berhenti di depan itu" tunjuk bapak tadi ke arah rumah cat warna coklat


"ayo masuk, bersihkan dirimu terlebih dahulu setelah itu kita bicarakan permasalahanmu"


"boleh saya menghubungi teman-teman ku untuk datang ke sini. saya membutuhkan mereka"


"tentu saja"


starla menghubungi El dan Leo memberitahukan kejadian yang dialaminya dan juga mengirimkan alamat dimana dia berada sekarang.


"sudah...?"


"sudah pak"


"kalau begitu mari masuk ke dalam"


starla mengikuti bapak itu masuk ke dalam rumah. rumah yang tidak begitu besar namun nyaman untuk ditinggali.


"bapak sudah pulang...?" seorang wanita yang tidak muda lagi menghampiri suaminya


"iya. Bu tolong antar adek itu ke kamar tamu ya, dia mau bersih-bersih dahulu"


ibu itu menatap starla dengan bingung dan kemudian kembali menatap suaminya mempertanyakan siapa gadis yang dibawa pulang suaminya.


"nanti bapak jelaskan, sekarang antar dia ke kamar tamu"


meskipun penasaran, namun ibu itu tetap harus menghargai tamu. ia tersenyum lembut dan menggandeng tangan starla.


"ayo ibu antar ke kamar"


starla mengangguk dan mengikuti langkah ibu itu.


"ini kamarnya, kamu mandilah...ibu akan menyiapkan pakaian untukmu"


"tidak perlu Bu, saya punya pakaian ganti kok"


"baiklah. ibu tinggal ya"


ibu itu meninggalkan starla di kamar sendirian. karena badannya kotor, starla akhirnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


setelah mendapat telepon dari starla, El yang telah selesai sholat magrib segera bersiap untuk menyusul gadis itu. sebelum itu, ia juga menghubungi Leo dan ternyata Leo sedang di jalan menuju rumahnya.


El mencari keberadaan Adam namun ia tidak melihat hantu itu.


(kemana perginya lagi tuh hantu) batinnya


sementara Leo telah sampai di rumah Vino bersamaan dengan kedatangan Alana yang diantar oleh Meri.


"makasih ya Mer" ucap Alana


"masama...aku pergi ya"


"hati-hati"


Meri telah pergi dan Alana menghampiri Leo.

__ADS_1


"kak Leo"


"hai Lana. kamu darimana...?"


"dari rumah Meri kerja tugas. cari kak El ya...?"


"iya"


"masuk di dalam aja kak"


"nggak usah, El juga udah mau keluar bentar lagi"


"kalau gitu Lana temani deh sampai kak El keluar" Alana duduk di samping Leo


"udah sholat magrib belum...?" tanya Leo


"udah tadi di rumah Meri. kakak kok udah jarang banget sih datang ke sini" jawab Alana


"kangen ya" goda Leo


"ish...nggak, siapa juga yang kangen" Alana memalingkan wajahnya menyembunyikan rona merah di wajahnya


"yah kakak kira kamu kangen. kalau kangen, nanti kakak sering-sering deh main ke sini" Leo mengacak rambut Alana


"ish kakak...jadi berantakan kan rambut Lana" Alana cemberut


"iya iya...sini kakak rapikan lagi"


Leo merapikan kembali rambut Alana dengan jari-jarinya. Alana menatap Leo dengan teduh, kemudian Leo pun juga menatap gadis itu.


"gadis aku udah besar ya" Leo mencubit pelan hidung Alana


"ih kakak...aku kan memang sudah besar" rengek Alana


eh tapi tunggu, Alana seketika terdiam saat mengingat kembali perkataan Leo.


(gadis aku...kak Leo bilang aku gadisnya)


kehangatan menghinggapi hati gadis itu. ia kembali menatap Leo yang juga sedang menatapnya.


"ekhem... ngapain kalian...?" Adam seketika hadir di depan Leo


Leo refleks mundur menjauh dari Alana membuat gadis itu heran.


"kenapa kak...?"


"ah...nggak...kamu masuk gih. di sini dingin. belum mandi kan, masuk mandi sana"


"ya udah. Lana masuk dulu ya kak"


Alana berlalu sedangkan Adam, mata hantu itu masih terus menatap Leo dengan tatapan menyelidik.


"elu ngapain lihat gue kayak gitu...?"


"suka ya sama dia...?" goda Adam


"ck..apaan sih lu. nggak jelas banget" elak Leo


"cih, sok jual mahal tapi mau...dasar" Adam duduk di samping Leo


pintu terbuka, El keluar dari rumah.


"udah siapkan..ayo pergi sekarang. kasian starla sendirian" ucap Leo


"kalian mau kemana...?" tanya Adam


"elu di sini ternyata, gue cariin juga dari tadi. kita mau nyusul starla, Vino hilang" jawab El


"hilang...?" Adam mengerutkan keningnya


"nanti aja ceritanya. ayo buruan"


ketiganya segera meluncur menyusul starla. perjalanan yang memang lumayan jauh ditempuh dengan hampir satu jam perjalanan, hingga akhirnya mereka tiba di alamat yang dituju.


"El" starla langsung berlari memeluk laki-laki itu


"Vino, Vino hilang" starla kembali menangis


El mengusap punggung gadis itu. ia tau kalau sekarang starla pasti merasa bersalah namun semuanya sudah terjadi.


"kalian semua masuklah" ucap bapak pemilik rumah


El dan yang lainnya pun masuk ke dalam rumah, mereka duduk di ruang tamu. istri bapak tadi membawakannya minuman dan cemilan sebagai hidangan untuk tamunya.


"ceritakan seperti apa kejadiannya" ucap bapak itu


"maaf...kalau boleh tau bapak ini sebenarnya siapa...?" tanya starla


"saya pak Kusman dan ini istri saya Windari. ceritakan apa yang terjadi agar kita dapat mencari jalan keluar" ucap pak Kusman


"bapak bisa menemukan Vino nantinya...?" kali ini Leo yang bertanya


"kita berusaha, serahkan kepada Allah. lagi pula dia juga pasti akan membantu bukan" pak Kusman menunjuk Adam yang sedang duduk bersilah di samping El


"bapak bisa melihat Adam...?" tanya El penasaran


"iya. dia arwah yang baik....jelas kalian semua akan dilindungi olehnya" jawab pak Kusman


"pak...apa ada arwah di dalam rumah kita...?" tanya ibu windari yang tidak bisa melihat Adam


"tenang Bu, dia arwah yang baik" pak Kusman meyakinkan istrinya


Adam tidak bicara, hantu itu hanya mendengarkan pembicaraan para manusia itu.


"jadi, ceritakan"


"kejadiannya seperti ini"


starla mulai menceritakan kejadian yang dialaminya. dari pertama ia dijemput oleh Vino untuk ke rumah El. kemudian mengambil jalan pintas karena jalan yang akan dilalui terkena macet hingga akhirnya di jalan pintas itu seorang wanita dengan tiba-tiba menghalangi jalan mereka dan keduanya terjatuh.


starla juga menceritakan wanita itu awalnya mencekik lehernya namun Vino berusaha menyelamatkannya hingga wanita itu marah dan melempar Vino menghantam batang pohon. kemudian wanita itu mencekik leher Vino. di saat starla mendekat wanita itu menghilang bersama Vino.


"begitu pak kejadiannya. saya takut Vino diapa-apakan olehnya" starla sangat khawatir


"hah" pak Kusman menghela nafas panjang

__ADS_1


"pak... ceritakan yang sebenarnya" ucap ibu Windari


"cerita yang sebenarnya, memangnya ada kejadian apa pak di jalan itu...?" tanya El


"sebenarnya bukan kali ini saja seorang pemuda hilang di tempat itu. sudah banyak korban yang hilang ditempat itu, dibawah oleh arwah wanita itu" jawab pak Kusman


"jadi maksud bapak, selain Vino ada korban yang lain...?" tanya El lagi


"iya, dan sampai sekarang mereka semua tidak ditemukan" jawab pak Kusman


"nggak...nggak mungkin. lalu Vino bagaimana. El, Vino gimana...kita harus temukan dia" starla mulai histeris


"siapa sebenarnya wanita itu, kenapa dia mengambil pemuda dan menyembunyikan mereka. apakah dia arwah penasaran...?" tanya Leo


pak Kusman dan ibu Windari saling pandang mendapatkan pertanyaan dari Leo.


"dia putri kalian bukan...?" ucap Adam tiba-tiba


"darimana kamu tau...?" pak Kusman dan yang lainnya melihat Adam


ngiiiiiiiiiiiiiing


tidak sempat menjawab, telinga Adam berdengung pertanda bahwa ada yang akan dalam bahaya di sekitar itu.


Adam hanya dapat memprediksi bahaya jika kejadian itu tidak jauh darinya, sama halnya pada saat ia dapat merasakan bahaya saat Andri di hajar oleh pembunuh berantai, itu karena Adam dan yang lainnya berada tidak jauh dari tempat Andri.


makanya itu saat Vino dan starla dalam bahaya, ia tidak dapat merasakan karena jarak mereka yang sangat jauh.


ngiiiiiiiiiiiiiing


telinga Adam terus saja berdengung, ia bangkit dan mempertajam pendengarannya.


"t-tolong...hiks...hiks... lepaskan dia" itulah suara yang didengar oleh Adam


"kita kembali ke jalan itu" ucap Adam


"kamu merasakan sesuatu...?" tanya El


"arwah wanita itu ada di jalan itu, ada korban yang akan dia ambil. cepat sebelum kita terlambat. saya pergi terlebih dahulu, kalian menyusul lah"


seketika Adam menghilang dari pandangan mereka.


"La, ayo kita ke jalan yang kalian lalui tadi" ucap El


"ayo" starla bangkit dari duduknya


"bapak ikut. bu, ibu di rumah saja"


ibu windari mengangguk. pak Kusman, El dan kedua sahabatnya bergegas menuju ke jalan yang dilalui starla dan Vino.


tiba di sana keadaan sangatlah gelap, semuanya menggunakan senter handphone kecuali pak Kusman yang menggunakan senter biasa.


"aaaaa... lepaskan dia" teriak seorang wanita yang melihat kekasihnya di cekik oleh arwah wanita itu


bughhh....


wanita itu terpental dan pria yang ia cekik terlepas dari tangannya. Adam datang tepat waktu.


"El, bantu mereka" teriak Adam


El dan Leo berlari ke arah pria itu. mereka memapahnya untuk menjauh dan starla memapah wanita yang bersama pria tadi.


"kurang ajar kamu, beraninya mengganggu kesenanganku" arwah wanita itu diliputi kemarahan


"dimana kamu sembunyikan semua pemuda yang kamu ambil...?" Adam bertanya dengan tatapan tajam


"hihihihihi" tawa wanita itu melengking di gelapnya malam


"sudah aku bunuh mereka, mereka pantas mati" ucapnya dengan senyum menyeringai


"kamu membunuh Vino, aku akan membunuhmu wanita sialan" teriak starla dengan marah


"hihihihihi....kamu tidak akan bisa lagi bertemu dengan kekasihmu karena aku sudah membunuhnya, hihihihihi"


"mereka bertiga, akan menjadi korbanku berikutnya... hihihihihi" tunjuk wanita itu ke arah El, Leo dan pria yang mereka selamatkan tadi


"kalian semua pantas mati, laki-laki seperti kalian pantas mati" mata wanita itu berubah menjadi merah, kukunya seketika panjang dan tajam


"Ainun" panggil pak Kusman lirih


arwah wanita itu melihat ke arah pak Kusman yang sedang menatapnya sendu. wanita itu bernama Ainun, putri dari pak Kusman dan ibu windari. entah apa yang terjadi padanya hingga ia sangat membenci para laki-laki


"hentikan nak, kembalilah dengan tenang" ucap pak Kusman


"tidak akan, sebelum semua laki-laki brengsek aku habisi" teriak Ainun


bughhh...


bughhh...


sreeet...


Adam melukai Ainun dengan kuku tajamnya di bagian perutnya. ia juga menendang wanita itu hingga tersungkur jauh darinya.


"bedebah...awas saja kalian"


Ainun menghilang dari tempat itu namun Adam pun juga ikut menghilang sepertinya ia sedang mengejar Ainun untuk menyelamatkan Vino.


"tetaplah di sini, jangan pergi kemanapun sampai aku kembali" hanya suara Adam yang mereka dengar tanpa melihat wujud hantu itu


El dan yang lainnya menunggu di tempat itu, sementara pria dan kekasihnya yang mereka selamatkan tadi disuruh untuk pulang.


"sebenarnya apa yang terjadi dengan Ainun sampai dia menjadi arwah penasaran pak. apakah kematiannya begitu tragis...?" tanya El


mereka semua duduk melingkar, menunggu Adam untuk kembali.


"dia anak yang baik, bapak juga tidak tau bagaimana kejadian dia meninggal, namun dia ditemukan warga, meninggal di tempat ini, di jalan ini" jawab pak Kusman


"pakaiannya koyak bagai di robek, lehernya terdapat bekas cekikan tangan...bapak tidak tau apa yang menimpa putri bapak yang malang"


"hingga setelah meninggalnya Ainun, jalan ini menjadi angker. banyak yang melihat arwahnya gentayangan di jalan ini dan juga banyak pemuda yang hilang karena ulahnya. entah mereka telah dibunuh olehnya karena sampai sekarang mereka tidak ditemukan lagi" pak Kusman meneteskan air matanya


"El.. Vino gimana. gue nggak akan memaafkan diriku sendiri kalau Vino kenapa-kenapa" starla mulai terisak


El menarik starla ke dalam pelukan, ia juga sebenarnya takut terjadi apa-apa dengan Vino.

__ADS_1


"semoga Adam dapat menyelamatkan Vino" ucap Leo


__ADS_2