
penjaga itu tetap memperhatikan di depannya. meskipun tidak ada yang ia lihat namun kenyataannya ada empat remaja yang berada di tempat itu.
"kalau sudah tidak menemukan apapun sebaiknya kalian cari ke tempat lain. kami harus mengerjakan pekerjaan dapur" ucap dayang Geni
"kita cari ke tempat lain" perintah sang ketua
mereka semua meninggalkan dapur. keempat remaja itu bernafas lega dan keluar dari persembunyian. Senggi kembali berubah wujud dan mendekati tim samudera.
"kalian ini ceroboh sekali" ucap Senggi
"maaf, hidungku gatal sekali tadi" Vino meminta maaf
"sekarang kita sudah tidak aman, pasti para penjaga akan ada dimana-mana. kalian harus mempunyai senjata untuk melawan nanti" ucap Senggi
"senjata...?" mereka mengerutkan kening
"iya. hanya untuk kalian bertiga karena El-Syakir sudah mempunyai keris larangapati" ucap Senggi
"terus senjata apa yang harus kami miliki...?" tanya Leo
"tentu saja senjata yang sudah kalian pilih sendiri sewaktu berada di alam ini dulu" jawab Senggi
"senjata yang kami pilih...? emang pernah...? dan kapan...?" mereka tidak mengingat itu
Senggi kemudian duduk bersila dan menutup matanya. kemudian ia merapalkan sesuatu hingga tiba-tiba didepannya muncullah apa yang dimaksudkannya.
"waah...itu kan" Vino berbinar melihat benda yang ada di depan mereka
dua selendang, satu cambuk, satu pedang dan tombak seketika berada di depan mereka. benda-benda itu adalah yang pernah mereka beli di pasar saat hendak berkeliling di sekitar istana.
"ambil senjata kalian masing-masing" ucap Senggi
mereka maju satu persatu. Vino mengambil cambuk, Leo mengambil pedang dan Bara mengambil tombak yang kedua ujungnya sama runcing.
"hebat, nggak nyangka bisa pakai benda ini, padahal aku sudah tidak mengingat lagi" ucap Bara
"semua senjata itu sudah di mantrai oleh ratu Sundari. masing-masing senjata kalian mempunyai kekuatan hukum yang berbeda" timpal Senggi.
"terus bagaimana dengan selendang ini...?" tanya El
"ini adalah milik kedua teman kalian yang perempuan. akan aku berikan jika kita bertemu mereka nanti. sekarang tugas kita adalah mencari mustika hijau. kita akan terus hati-hati namun jika ada yang melihat maka lawan dan bunuh sekalian" ucap Senggi
"baik" jawab mereka serempak
"aku tambah bersemangat karena sudah mempunyai senjata hebat seperti ini" ucap Vino kagum
"kalian bisa mengendalikan senjata itu dengan memasukkan ke dalam tubuh, seperti keris larangapati yang berada di tubuh El-Syakir" ucap Senggi
"bagaimana caranya...?" tanya Bara
"rapalkan mantra ini. seperti ini"
Jaddan Kun jin langar kampati
Senggi memegang kedua selendang itu dan merapalkan mantra hingga tiba-tiba selendang itu menghilang masuk ke dalam tubuhnya
"luar biasa" takjub Leo
"cobalah. biarkan senjata kalian masuk ke dalam tubuh dan kalian ambil saat memerlukannya" ucap Senggi
mereka mulai mencoba. ketiganya fokus melihat senjata masing-masing dan membaca mantra hingga senjata itu hilang dengan sendirinya masuk ke dalam tubuh mereka.
"kita pergi sekarang" ucap Senggi
"kalian berhati-hatilah" ketiga dayang berucap
mereka mengangguk kemudian meninggalkan dapur. tidak keluar lewat pintu dapur melainkan mereka melewati jalan yang ditunjukkan oleh Senggi tadi hingga mereka tiba di dekat ruang bawah tanah.
"saat ini pasti Sri Dewi sedang berada di singgasananya, ini kesempatan kita untuk mencari mustika itu di kamarnya" ucap Senggi
"tapi bagaimana kalau ternyata mustika itu dia pakai. tidak mungkin dia merebutnya dan hanya akan menjadikan barang antik di dalam kamar" El berpendapat
"aku sependapat dengan El, aku rasa memang mustika itu pasti dipakainya" ucap Bara
"lalu bagaimana caranya kita merebutnya kembali. nggak mungkin kita melawannya, dia sangat sakti luar biasa. kita bukan tandingannya" ucap Vino
mereka yang sedang berdiskusi dilihat oleh para penjaga. tentunya para penjaga memberikan pemberitahuan kalau buronan yang mereka cari telah ditemukan. salah satu penjaga membunyikan terompet yang suaranya terdengar keras di seluruh istana.
"bersiaplah" ucap Senggi
keempatnya mengeluarkan senjata masing-masing. mereka dengan tanpa rasa takut menghajar satu persatu penjaga yang datang menyerang.
Vino menyabet setiap musuh dengan cambuknya, Leo menyabet mereka dengan pedang tajamnya dan Bara tentu dengan tombak tajamnya yang runcing.
pertarungan tidak dapat dihindari. bahkan kini semakin banyak penjaga yang datang menyerang.
"kita butuh tempat yang luas" teriak El-Syakir
"keluar dari sini, kita ke depan istana" ucap Senggi
tim samudera dan Senggi terus membabi buta. mereka perlahan berpindah tempat dan sekarang mereka sudah berada di depan istana.
__ADS_1
mereka telah dikepung oleh semua jin abdi ratu Sri Dewi. dengan wajah bringas mereka menatap tajam ke arah tim samudera dan Senggi. mereka bersiap untuk mencabik-cabik tubuh para remaja itu yang berani membebaskan tahanan ratu mereka
"mereka terlalu banyak, kita nggak mampu" ucap Bara
"pantang mundur sebelum menyerang. kita mungkin kalah jumlah tapi kita punya senjata. gunakan senjata sebaik mungkin untuk menghabisi mereka" ucap El-Syakir
"El, Vin, Bar.... apapun yang terjadi kita harus tetap bersama. hidup atau mati harus tetap bersama. pantang mundur mati tak gentar" Leo memandang satu persatu wajah tim samudera
"pantang mundur mati tak gentar" Vino mengangkat cambuknya ke atas dan berteriak lantang
"pantang mundur mati tak gentar" terdengar teriakan dari luar kelompok mereka. saat berbalik, di sana sudah ada tim perempuan yang datang bersama Adam
"kak Dirga"
"Adam"
mereka bergabung bersama yang lain. Senggi tersenyum melihat kedatangan Adam dan ketiga gadis tim samudera. Senggi mengeluarkan dua selendang dan memberikan kepada Starla dan Nisda.
"ini kan selendang yang waktu itu" ucap Starla
"gunakan itu untuk menyerang" ucap Senggi
"terimakasih" jawab keduanya
sementara Alana dan Melati mendapatkan senjata berupa keris dan Kampak. keris berukuran kecil untuk Alana dan Kampak berukuran sedang untuk Melati. meskipun tidak besar seperti senjata yang lain namun tentu keduanya dapat membuat musuh merasakan sakit saat terkena sabetan keduanya.
mereka datang tepat waktu. setelah rakyat ratu Sundari tiba di gua, perempuan tim samudera berniat menyusul yang lainnya dan di perjalanan mereka bertemu dengan Adam yang sedang kelelahan telah bertarung dengan ular Ragin. kemudian mereka sepakat untuk pergi bersama.
"syukur kalian datang" ucap Leo
"kakak nggak apa-apa" tanya El
"aku baik-baik saja. mari bertarung untuk menghabisi mereka" jawab Adam
prok....prok...prok
tepuk tangan menggema, seorang wanita datang dengan senyuman seringai dan menatap tim samudera dengan nyalang.
"kita bertemu lagi para bocah" ucap ratu Sri Dewi
"ohooo...kamu sudah menjadi manusia rupanya tidak seperti dulu yang hanya menjadi arwah" ratu Sri Dewi melihat Adam
"jangan sok kenal, aku tidak merasa pernah bertemu dengan mu" ucap Adam menatap ratu Sri Dewi tidak kalah tajam
"sombong sekali. tapi memang manusia adalah makhluk yang paling sombong, merasa derajatnya tinggi dan sok suci" ucap ratu Sri Dewi
"derajat kami memang tinggi daripada makhluk jin hina seperti kamu" ucap Adam dengan suara lantang
baru saja menyerang, Adam tiba-tiba melempar kepala ular di depan ratu Sri Dewi. mata wanita itu membulat sempurna saat melihat kepala ular Ragin berada di depannya.
"Ragiiiiiiiin....biadab, bunuh mereka semua" amarah ratu Sri Dewi memuncak
"pantang mundur mati tak gentar" teriak Adam
"mati tak gentar" yang lain ikut bersuara lantang
"seraaaaaaang" semua jin abdi ratu Sri Dewi menyerang tim samudera dan Senggi
masing-masing dari mereka menyerang dengan senjata yang ada. Adam menggunakan tangan kosong namun meskipun begitu kekuatannya sepadan dengan Senggi dan bahkan mungkin lebih dari wanita itu.
jleb
jleb
bughhh
bughhh
aaaggghh
satu persatu tim samudera menghajar lawan. Senggi mendekat ke arah ratu Sri Dewi dan menyerang wanita itu. dia mungkin tidak akan bisa mengalahkan wanita itu namun tujuan Senggi adalah untuk mengincar mustika hijau yang ada di tongkat ratu Sri Dewi.
"El, arah jam 2" Adam berteriak saat ada yang akan menyerang El-Syakir saat dirinya tidak tau
bughhh
jleb....
"mampus kau" El-Syakir menendang kemudian menarik kembali tubuh jin itu dan menusuknya dengan kerisnya
seakan tidak ada habisnya mereka bukannya berkurang tapi malah bertambah banyak. tim samudera mulai berkumpul di satu tempat. punggung mereka saling bertemu dan bersiap menahan serangan.
"mereka semakin banyak saja" ucap Nisda
"iya, tenaga Lana udah terkuras habis tapi mereka tidak ada habisnya" ucap Alana
bughhh
Senggi mendarat di depan mereka. ia terbatuk-batuk mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
"hahaha...kalian pikir bisa mengalahkan ku. jangan mimpi" ratu Sri Dewi tertawa lantang
__ADS_1
"Senggi" Melati membantu wanita itu untuk bangun
"karena mustika hijau itu, dia semakin kuat" ucap Senggi
"meskipun tidak memakai mustika hijau kekuatannya sudah luar biasa apalagi ditambah dengan mustika hijau, berkali-kali lipat dari kekuatan sebelumnya" lanjut Senggi
"aku yang akan melawannya" Adam maju selangkah
"kak, jangan" El-Syakir menahan
"sebisa mungkin, aku akan melawan dan terus menghindari serangannya. saat punya kesempatan aku akan merebut mustika hijau itu" ucap Adam
"kalau begitu aku bantu" El-Syakir maju bersama Adam
"kalian berdua mau melawan ku..?" hahahaha....bersiap menggali kuburan kalian sendiri" ratu Sri Dewi meremehkan keduanya
"kamu siap...? Adam melihat El
"siap" El-Syakir mengangguk
mereka mulai menyerang. tim samudera yang lain kembali bertarung. meskipun tenaga mereka mulai terkuras namun tidak semudah itu untuk menyerah.
Adam dan El-Syakir terus menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh ratu Sri Dewi. mereka berdua bekerja sama bukan untuk mengalahkan namun untuk mencari kesempatan agar merebut mustika hijau.
bughhh
El-Syakir terkena pukulan tongkat ratu Sri Dewi namun bersamaan dengan itu wanita itu terkena pukulan Adam di dada bagian kanan sehingga dada wanita itu mengeluarkan asap. Adam berhasil melukai ratu Sri Dewi.
saat ratu Sri Dewi memukul perut El-Syakir dengan tongkatnya, saat itu juga Adam menahan tongkat wanita itu kemudian memukul mundur dibagian dadanya
"boleh juga kemampuan mu anak muda" ucap ratu Sri Dewi
Adam tersenyum simpul kemudian dia memegang sesuatu di tangan kanannya dengan erat.
"jelas aku hebat, bahkan kamu sampai kehilangan sesuatu saja kamu tidak sadar" ucap Adam dengan sudut bibir terangkat
ratu Sri Dewi mengerutkan kening. dia merasa tidak kehilangan sesuatu tanpa dia sadar ternyata apa yang Adam incar sudah berada di tangannya.
"kamu tidak merasa kehilangan sesuatu ya, baguslah" ucap Adam
"Senggi tangkap" Adam melempar mustika hijau itu dan
hap...
Senggi langsung menangkapnya. melihat mustika miliknya berhasil direbut membuat ratu Sri Dewi semakin murka.
sreeet
sreeet
buaaaak
buaaaak
ddduuuaaaar......
"Adam"
"El-Syakir"
Adam dan El-Syakir terkena sihir dari ratu Sri Dewi. mereka berdua terpental jauh. mereka menghambur menghampiri keduanya namun ratu Sri Dewi memerintah pasukannya untuk kembali menyerang. dengan terpaksa tim samudera kembali bertarung.
ratu Sri Dewi mendekati Adam dan menarik rambutnya dengan kuat. Adam muntah darah begitu pula dengan El-Syakir..
"sebentar lagi kamu akan menerima kematian mu" ucap ratu Sri Dewi
tim samudera berhasil memusnahkannya sebagian pasukan ratu Sri Dewi. namun meskipun begitu hanya dengan sekali hempasan mereka langsung babak belur saat wanita itu turun tangan.
"ikat dan seret mereka semua" perintah ratu Sri Dewi
tim samudera diikat dan mereka diseret di tanah. semua pengikut ratu Sri Dewi telah berkumpul di depan istana. tim samudera di ikat dan digantung di tiang dengan tubuh terbalik, kaki di atas dan kepala di bawah.
dibawah mereka terdapat minyak panas yang mendidih. sebelum dicemplungkan ke dalam minyak panas, mereka disiksa terlebih dahulu dengan dicambuk dan bahkan dipukul.
kali ini tim samudera terlihat pasrah. darah bercucuran bercampur dengan keringat. mereka pasrah jika hari ini adalah hari dimana mereka akan meregang nyawa.
Adam tampak tidak bisa berbuat apapun. ratu Sri Dewi memang bukan tandingan mereka, hanya ratu Sundari yang dapat mengalahkannya namun entah kapan wanita itu bangun dari tidur panjangnya.
"tenggelamkan mereka ke dalam minyak mendidih itu" perintah ratu Sri Dewi
tali yang mengikat tubuh mereka di potong dan sudah pasti tubuh para remaja itu akan habis menjadi santapan minyak mendidih yang telah menunggu di bawah kepala mereka.
namun belum sempat terjatuh, tubuh remaja-remaja itu hanya mengambang di atas minyak mendidih tanpa jatuh ke dalamnya.
wuuuussshhh
angin bertiup kencang, tubuh para tim samudera melayang dan mendarat di tanah di dekat seorang wanita yang tepat waktu datang menyelamatkan mereka semua.
"k-kamu....?"
"bagaimana mungkin...?" ratu Sri Dewi tercengang melihat siapa yang datang menyelamatkan tim samudera
__ADS_1