Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 138


__ADS_3

sementara Senggi kembali ke alam jin, laki-laki tadi sudah berada di tempatnya semula. dia mendarat dengan kasar di sebuah ruangan dimana ada seseorang yang sedang duduk bersila sambil memejamkan mata.


laki-laki itu mengangkat kembali ratu Sri Dewi dan membaringkan di atas ranjang. setelahnya laki-laki itu mendekati seseorang yang sedang duduk bersila kemudian seketika masuk ke dalam tubuhnya.


"uhuk....uhuk...."


setelah masuk ke dalam tubuhnya sendiri, laki-laki tadi terbatuk-batuk mengeluarkan darah. melawan Senggi membuat tubuhnya lemah karena serangan wanita itu. kalau seandainya dia terkena sihir dari Senggi, sudah dipastikan dia akan mati di alam jin itu.


tok...tok...tok


"bos, apakah kamu di dalam...?" seseorang mengetuk pintu


ceklek


pintu terbuka, laki-laki itu keluar dan menutup kembali pintu kamar. setelahnya ia berjalan ke arah kursinya dan duduk di sana.


"kalau bos lelah, bos bisa pulang saja. biar aku yang mengerjakan semuanya"


"nanti saja Aiden, aku ingin istirahat di sini. apakah kamu menjenguk Aris di penjara kemarin...?"


"iya pak. dia baik-baik saja di sana, kapan kita akan mengeluarkan dia dari tempat itu...?"


"secepatnya, kamu uruslah semuanya. satu lagi, jangan biarkan Zidan dan yang lainnya tau keberadaan kita"


"baik bos"


"pewaris tunggal Sanjaya grup telah kembali, kalau tidak bisa mendapatkannya maka runtuh kan saja semuanya menjadi rata dengan tanah"


"bos tidak akan menyesal...?"


"kenapa, apa rencanaku terlalu berlebihan...?"


"aku mengikuti apapun yang menjadi perintahmu"


"bagus. sekarang keluarlah, aku ingin istirahat"


"baik bos"


laki-laki yang bernama Aiden itu meninggalkan ruangan bosnya, Baharuddin. setelah Aiden keluar, dia kembali ke dalam kamar, masih ada ratu Sri Dewi yang terbaring di atas ranjang.


"bagaimanapun caranya, aku akan membuatmu bangun kembali" gumamnya


Senggi telah sampai di kerajaan karing-karing. dia memasuki istana dan menghadap ratu Sundari.


"saya kembali ratu" ucapnya dengan bersimpuh


"bagaimana, kamu sudah melakukan tugasmu...?" tanya ratu Sundari


"maafkan saya ratu. seorang manusia entah bagaimana dia bisa datang ke tempat itu dan membawa pergi Sri Dewi. aku sudah berusaha menghentikannya sampai mengejarnya ke alam manusia namun dia berhasil meloloskan diri" Senggi masih dalam keadaan bersimpuh


"bangunlah" perintah ratu Sundari


Senggi berdiri dan mendekati ratu Sundari. dia duduk di sampingnya.


"orang itu pasti memiliki pasangan mustika hitam" ucap ratu Sundari


"kalau seperti itu berarti Sri Dewi akan bangkit kembali ratu. apa yang harus kita lakukan"


"tidak perlu melakukan apapun. kalau dia kembali lagi ke tempat ini maka tentu kita akan melawannya"


"apa perlu saya ke dunia manusia untuk mencarinya ratu...? saya khawatir setelah bangkit lagi dia akan menyusun rencana untuk kembali menyerang kerajaan"


"kamu tidak akan sanggup menghadapinya Senggi. biarkanlah saja dulu. dia tidak akan jauh-jauh dari kita, meskipun dia di alam manusia, dia akan berada dekat dengan orang-orang yang dekat dengan kita"


"maksud ratu...?" Senggi tidak mengerti


"nanti kamu akan mengerti. sekarang tugas kita membuat anak-anak itu pulih dan memulangkan mereka" ratu Sundari tersenyum


"lalu..... bagaimana dengan Adam...? apakah ratu tidak ingin....." Senggi menggantung ucapannya


"dia sudah tidak mengingat ku lagi, keadaannya seperti itu jauh lebih baik. aku bisa tenang melepasnya untuk seorang gadis yang mencintainya"


"tapi Adam tidak...."


"lambat laun Adam akan menerimanya. cinta kami tidak bisa bersatu, itu mustahil akan terjadi"


"setelah Adam sadar, berikan air ini untuk dia minum. tidak akan ada ingatan tentang diriku di kepalanya, dia akan menganggap aku tidak pernah di lihatnya sebelumnya. dengan seperti itu, Melati akan dengan mudah mendekatinya" ratu Sundari memberikan botol kecil yang berisi air putih kepada Senggi


"ratu benar-benar akan melakun ini...?" tanya Senggi sekali lagi


"berkorban lebih baik daripada mengorbankan seseorang" jawab ratu Sundari


setelah dua hari terbaring di ranjang, tim samudera akhirnya sadar dari tidur panjang mereka. perlahan mereka membuka mata, dan hal yang pertama dilihat adalah ruangan yang begitu lain dari rumah mereka.


"apakah gue sudah berada di akhirat...?" ucap Vino


"kalian sudah sadar...?" dayang Nuri datang melihat mereka


"apakah kamu bidadari yang akan menemaniku di surga...?" tanya Vino


"bidadari pala lu, kita masih di alam jin Bambang" Leo menyoyor kepala Vino

__ADS_1


"sayang" Starla menatap tajam ke arah Vino


"alamak" Vino meneguk ludahnya


"sekarang lebih baik kalian minum dulu. dan ini khusus untuk kamu" dayang Nuri memberikan botol kecil kepada Adam


"apa ini...?" tanya Adam


"ratu memberikan itu padamu karena kamu yang paling terluka parah. dengan air itu perlahan tubuhmu akan pulih kembali" jawab dayang Nuri


sebenarnya itu bukanlah air penyembuh. air itu adalah air yang diberikan ratu Sundari kepada Senggi dan wanita itu memberikannya kepada dayang Nuri untuk meminumkan kepada Adam.


tanpa banyak kata, Adam segera meminum dan menghabiskan air itu.


"kalian pasti lapar, maka ikutlah denganku untuk makan terlebih dahulu. jika kalian sudah benar-benar pulih, kalian bisa kembali ke alam manusia" ucap dayang Nuri


"siapa yang menggantikan pakaian kami...?" Alana bertanya karena saat ini pakaian mereka sama seperti jin yang lainnya


"kami yang menggantinya" jawab dayang Nuri


"termasuk aku...? wah...kamu mesum" Adam memeluk tubuhnya sendiri kemudian refleks memegang tubuh bagian bawahnya


"tenang saja, untuk laki-laki bukan aku yang menggantinya melainkan jin laki-laki" Nuri tersenyum melihat ekspresi Adam


"huufffttt syukurlah, kalau begitu aku masih perjaka" Adam mengelus dada


El-Syakir dan yang lainnya geleng kepala melihat Adam. kemudian mereka mengikuti dayang Nuri untuk ke ruang makan. di sana sudah banyak makanan yang tersedia. tanpa menunggu dipersilahkan, mereka langsung melahap makanan itu.


"apakah tidak ada teh melati, aku mau minuman melati" Adam bertanya


"tentu saja ada" dayang Nuri memberikan minuman yang diinginkan Adam


selesai makan, mereka di persilahkan untuk menemui ratu Sundari yang sedang berada di luar istana. ratu cantik itu, sedang berdiri di sisi sungai yang jernih dengan pemandangan yang indah. para angsa yang mempunyai wujud sangat cantik, berenang menikmati dinginnya air sungai.


Senggi mengambil alih pekerjaan dayang Nuri. dia menemani tim samudera untuk menemui ratu Sundari.


"mereka datang ratu" ucap Senggi memberi hormat


ratu Sundari yang membelakangi mereka, pada akhirnya berbalik badan. dia tersenyum manis ke arah para remaja itu. senyuman yang meneduhkan dan hangat.


Adam terus menatap ratu Sundari. ada sesuatu yang terlintas dikepalanya saat melihat wanita itu. namun dia tidak dapat menjangkau hal apa yang terlintas saat melihat ratu Sundari. meskipun berusaha, Adam sama sekali tidak mengingatnya. sepertinya ramuan yang diberikan ratu Sundari mulai bereaksi. Adam tidak mengingat lagi ratu Sundari, meskipun ada bayangan yang terlintas di kepalanya tentang wanita itu, Adam salam sekali tidak bisa mengingatnya.


"bagaimana keadaan kalian...?" tanya ratu Sundari


"sudah lebih baik ratu. terimakasih, sudah menolong kami. tapi....bukankah ratu dalam keadaan tidak sadar di dalam gua, lalu bagaimana ratu bisa...." El-Syakir sedang berpikir


"aku bisa bangun kembali berkat kalian semua. terimakasih sudah ikut membantu merebut kembali kerajaanku" ucap ratu Sundari


"lalu bagaimana dengan ratu Sri Dewi, apakah dia berhasil di kalahkan...?" tanya Leo


"waduh, gawat dong kalau begitu. nanti kalau dia menemukan kita bagaimana" Vino terlihat panik


"dia kan dulu sering datang di alam manusia tapi tidak menemukan kita. berdoa saja semoga meskipun dia berada di sana dalam waktu lama, kita tidak akan bertemu dengannya" Bara bersuara


"ratu, apakah nanti kami bisa meminta pertolongan kepada ratu saat kami dalam bahaya jika suatu saat kembali dipertemukan dengan ratu Sri Dewi...?" El-Syakir bertanya


"jangan khawatir, aku akan mengawasi kalian. lagipula dia tidak akan membiarkan kalian celaka dan terluka" ratu Sundari melihat Adam yang sejak tadi terus memperhatikan wanita itu


"kedip juga kali dam" bisik Leo di telinga Adam dan itu membuat Adam mencebik karena ketahuan terus memperhatikan ratu Sundari


"udah kangen ya, kan udah lama tuh kalian nggak ketemu" goda Leo


"kenal aja nggak" jawab Adam pelan


(oh iya, Adam kan nggak ingat sama ratu Sundari kan ya) Leo menggaruk kepalanya


"ratu, bolehkah aku bertanya ke hal pribadi...?" tanya El


"mau bertanya apa...?"


"kenapa dia tidak mengingatmu...?" tanya El-Syakir. yang dia maksudkan adalah Adam


yang lain tau apa yang dimaksud oleh El-Syakir, namun tidak dengan Adam. dia hanya mendengar tanpa berniat berucap.


"kalian pasti tau jawabannya. tidak mungkin untuk bersama dengan dua alam yang berbeda. jalan satu-satunya hanya dengan membuat dia lupa akan semuanya" jawaban ratu Sundari membuat mereka mengangguk


dari awal mereka sudah menduga tidak mudah untuk menjalin cinta dengan perbedaan yang tidak mungkin untuk disatukan. jika karena beda agama masih ada jalan lain, salah satunya memilih keyakinan pasangannya namun untuk ratu Sundari dan Adam, jalan ceritanya berbeda. mereka berbeda dunia, jin dan manusia tidak bisa saling hidup bersama. itu menyalahi kodrat yang ciptakan Tuhan. jin dan manusia hanya bisa hidup berdampingan di dunia masing-masing.


"apa itu semua karena aku...?" kali ini Melati bersuara. gadis itu menatap sendu ke arah ratu Sundari.


"mereka bahas apa sih...?" tanya Adam pelan kepada Leo


"bahas tentang elu" jawab Leo


"aku...? kenapa denganku...?" tanya Adam


"mana ku tempe" Leo mengangkat bahu


"kemarilah" ratu Sundari memanggil Melati


gadis itu mendekat, ratu Sundari memegang tangan Melati dan sedikit menjauh dari tim samudera.

__ADS_1


"jawab ratu, apa itu semua karena aku...?" tanya Melati lagi


"kamu pasti tau apa jawabannya Melati. bukan karena kamu tapi memang karena kami tidak bisa dan itu mustahil. jangan berpikir yang tidak-tidak" ratu Sundari membelai rambut Melati


"bukankah kamu mencintainya...? kalau iya maka dekati dengan lembut. lambat laun dia akan menerimamu"


"tapi dia sama sekali tidak melirikku"


" itu dulu, kali ini hanya kamu yang akan dia lirik. sudah jangan menangis, nanti cantiknya hilang" ratu Sundari menghapus air mata Melati


"mereka kenapa bisik-bisik, aku kan jadi kepo" Adam memperhatikan Melati dan ratu Sundari


"namanya juga rahasia negara" timpal Bara


"dam, elu benar-benar nggak ingat ratu Sundari...?" Nisda masih sangat penasaran


"aku ingat" jawab Adam serius


"lah terus kenapa tadi elu bilang nggak ingat Maemunah" kesal Leo


"aku hanya ingat kecantikannya saat pertama kali tadi melihatnya. apakah dia sudah punya pacar...? kalau belum, aku mau pdkt" jawab Adam tersenyum polos


"kekasih sendiri mau di pdkt" gumam El-Syakir


"kamu bilang apa...?" tanya Adam


"nggak, besok pasar" jawab El


"ck, pasar itu tiap hari" cebik Adam


setelah berbincang lama, Melati dan ratu Sundari kembali. tim samudera akan pulang ke alam manusia. itu adalah keputusan sang ratu kerajaan karing-karing.


"apakah kami masih bisa datang lagi ketempat ini...?" tanya Adam


"tentu saja, datanglah kapanpun kalian mau" ucap ratu Sundari


"aku akan datang kalau aku merindukanmu" Adam tersenyum cengengesan setelah mengatakan gombalannya


meski tidak lagi mengingat bahwa dia pernah mencintai wanita itu, Adam tetap bersikap manis di depan ratu Sundari. dia hanya mengeluarkan gombalannya, untuk lebih dekat dengan sang ratu. karena bagi Adam, baru kali ini dia bertemu dengan ratu Sundari. dia ingin dirinya dan ratu Sundari dekat sama seperti yang lainnya dekat dengan sang ratu.


"lah katanya kakak nggak ingat, tapi kok masih menggombal" Alana menggaruk kepala


"dia kan agak miring" ejek Vino


"enak aja. badan ramping lurus begini dibilang miring" Adam tidak terima


setelah berpamitan, mereka meninggalkan kerajaan karing-karing. para jin yang lain meminta mereka untuk datang lagi ke tempat itu. tim samudera mendapatkan tempat istimewa di kerajaan karing-karing.


tiba di pintu masuk, Melati menyentuh tanah dan membaca mantra sehingga sedetik kemudian mereka telah berada di hutan yang ada di alam manusia.


"kita mau pulang sekarang nih...?" tanya Vino


"kalau elu mau tetap di sini ya nggak apa-apa" jawab Bara


"yeeee bukan gitu. maksud gue, kita mau pulang dengan pakaian seperti ini...?"


mereka baru sadar kalau ternyata pakaian mereka akan sangat terlihat aneh di mata orang-orang nantinya.


"lah iya, terus bagaimana dong...?" Starla bertanya


"kalau kalian tidak PD, ya udah buka aja terus pakai daun sana. tuh banyak dauh tuh di sini" tanpa dosa Adam mengeluarkan saran yang paling konyol


"itu mah lebih parah Sikijang" Leo mencebik kesal


"daripada pakai daun mending biarin begini aja deh. lagipula pakaiannya juga kan bagus, kita kayak di film-film kerajaan" ucap Nisda


"iya. aku rajanya, kalian selir-selir ku dan kalian pembantu-pembantuku" Adam dengan gaya sok cool menunjuk semua teman-temannya


"mimpi" para perempuan mencebik bersama dan meninggalkan mereka


"rasain, emang enak ditolak" Vino mengejek dan berlari menyusul para perempuan


"oh my goooot....baru kali ini aku ditolak para ciwi-ciwi" Adam mengeluarkan ekspresi terkejut namun terlihat lebai


"kalau gitu, sama aku aja kang mas" Leo mengedipkan matanya genit ke arah Adam


ummmaaacchh


Leo memanyunkan bibirnya beberapa centi dan memegan rahang Adam dengan gaya kemayu.


"huweeek...najis, trilala trilili" Adam merinding dan berlari kabur


"rajaku....mau kemana, tunggu aku" dengan suara lemah lembut dan gaya gemulai Leo mengejar Adam yang lari terbirit-birit karena kelakuan Leo


El-Syakir dan Bara tertawa terbahak-bahak melihat Adam dan Leo main kejar-kejaran. mereka mengelilingi pohon dan bahkan saling tabrak, keduanya sudah seperti pemeran film india.


_____________________________________________


menurut kalian bagaimana...? Adam cocok bersama ratu Sundari atau Melati...?


terimakasih sekali untuk kalian yang sudah membaca sampai episode ini. aku tanpa kalian tidak akan ada apa-apanya.

__ADS_1


sehat selalu untuk kalian semua dan tetap membaca kelanjutannya ya. 😊😊


sekali lagi terimakasih banyak-banyak tumpah-tumpah lumer-lumer 🤗🤗🙏


__ADS_2