Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 93


__ADS_3

El-Syakir tanpa rasa takut berdiri di dekat ketiga orang itu. ratu Sri Dewi, mbah Surip dan Samsul yang akan melakukan ritual penumbalan. tim samudera berdiri di belakang El-Syakir serta Furqon dan Ardi. kedua pria itu tidak akan membiarkan anak-anak remaja itu berjuang tanpa mereka. Ardi semenjak tersesat di alam lain dan mereka berhasil kabur, mata pria itu menjadi tembus pandang bahkan ia dapat melihat wujud ratu Sri Dewi.


"dia serem banget" bisik Ardi di telinga Furqon


"fokus Ar, jangan tekecoh" ucap Furqon mengingatkan


"Anak-anak sialan, kalian lagi yang mengacaukan rencanaku" mbah Surip berdiri dan menatap penuh amarah


"jangan harap rencanamu akan terlaksana selama kami masih di sini kakek tua" ucap Leo


"cih, bocah seperti kalian mudah untuk aku habisi" ucap mbah Surip


"saya izin untuk mengatasi anak-anak ini dulu ratu" mbah Surip meminta izin kepada ratu Sri Dewi


"lakukan, aku tidak ingin mereka mengganggu malam ku" jawab ratu Sri Dewi


"Samsul, bantu aku menangani para bocah ingusan ini" perintah mbah Surip


"baik mbah" jawab Samsul


kedua pria itu bersiap menyerang tim samudera. mereka tidak akan berpikir bahwa yang mereka hadapi adalah orang tua, selama perbuatan mereka tidak benar maka para remaja itu jelas melawan.


Samsul menyerang Leo yang tidak jauh darinya. Leo hampir terkena tendangan pria itu namun dengan cepat Furqon menarik tubuh Leo dan ia membalas tendangan Samsul sehingga kaki mereka sama-sama mengena.


Samsul mundur beberapa langkah karena balasan tendangan Furqon yang ternyata lebih kuat darinya.


"dia bukan lawan mu pak" ucap Furqon


"cih, meski kamu sekalipun akan aku habisi" jawab Samsul


"rasakan ini"


Samsul bergerak cepat menyerang Furqon. Starla dan Nisda yang tidak bisa ilmu adu otot mundur di belakang agar tidak tekena pukulan atau tendangan dari musuh sekaligus teman mereka.


El-Syakir bertarung melawan mbah Surip. hanya dia sendiri karena yang lain tidak ia izinkan untuk melawan pria tua itu. seperti yang dikatakan Adam, hanya dia yang mempunyai kekuatan dari kelima temannya. kekuatan dari keris larangapati yang ada dalam tubuhnya.


"hahahaha, kamu yakin ingin melawan ku sendiri anak bocah...?" mbah Surip terlihat sombong


"jangan melihat seseorang dari casingnya saja kakek tua. lain casing lain isinya" ucap El tetap terlihat tenang meski sebenarnya ia pun ragu untuk melawan mbah Surip. ia hanya mengharapkan kesakitan dari keris larangapati


"percaya diri sekali kamu bisa mengalahkan ku. jangan menyesal kalau nanti kamu akan dijemput malaikat maut" ucap mbah Surip


"El hati-hati" teriak Bara yang merasa khawatir


bukan hanya Bara tapi juga yang lainnya merasa tegang dan khawatir jangan sampai mbah Surip mencelakakan El-Syakir.


pertempuran dimulai. entah ilmu apa yang dipakai oleh mbah Surip sehingga pria tua itu bergerak cepat tidak terdektesi dan tau tau pria tua itu sudah berada di belakang El-Syakir.


bughh


satu pukulan mendarat di bahu El-Syakir. dirinya yang belum siap bahkan tidak tau mbah Surip ada di belakangnya langsung jatuh tersungkur di tanah.


"El" semuanya berteriak


"dasar pria tua" Vino bergerak ingin memukul mbah Surip namun pria tua itu menangkis dan memukul perut Vino membuat remaja itu terseret mundur di tanah


"Vino" Starla berlari mendekati Vino yang hanya satu pukulan saja dapat membuat dirinya muntah darah


"hahahaha, sudah aku bilang jangan main-main denganku" mbah Surip tertawa bangga


"hei Surip, cepat selesaikan mereka. aku malas menunggu terlalu lama" ucap ratu Sri Dewi yang melihat pertempuran itu dengan santai


"baik ratu" jawab mbah Surip


mbah Surip mengambil ancang-ancang untuk menyerang tim samudera dengan sihirnya, di telapak tangannya mengeluarkan cahaya berwarna merah. pria tua itu mengarahkan telapak tangannya ke arah tim samudera namun yang terjadi El menyelamatkan mereka.


ddduuuaaaarrrr......


El-Syakir menangkis sihir itu dengan keris larangapati yang ada di tangannya.


"keris larangapati" ratu Sri Dewi kaget melihat keris yang dipegang oleh El


"tidak mungkin. bagaimana bisa kamu mendapatkan keris sakti itu" mbah Surip pun ikut terkejut


"tidak perlu tau dimana aku mendapatkannya, yang jelas keris ini adalah milikku dan aku akan mengalahkan mu dengan keris ini" jawab El


"mbah tolong saya mbah" teriak Samsul yang sudah berhasil di ringkus oleh Furqon


"cih, kamu pikir aku takut dengan keris mu itu. kamu hanyalah anak ingusan. bersiap melawanku kembali"


dengan ilmu yang sama seperti tadi. mbah Surip menghilang semaunya saja dan sudah berada di dekat El-Syakir untuk menghajarnya.

__ADS_1


bughh


bughh


bughh


braaaaak


"El"


"El-Syakir"


El-Syakir di hajar habis-habisan oleh mbah Surip. ilmu menghilang dengan tiba-tiba sungguh tidak bisa El-Syakir prediksi. remaja itu sudah babak belur di atas sesajin yang dipersiapkan mbah Surip untuk penumbalan.


"oeek.... oeek" tangisan bayi laki-laki terdengar keras


El-Syakir yang sudah babak belur, merangkak mendekati bayi itu untuk menggendongnya namun mbah Surip melesat cepat dan menendang El-Syakir agar remaja itu tidak tidak dapat meraih bayi itu.


El-Syakir menahan kaki mbah Surip. ia menggunakan keris di tangannya dan menancapkan keris itu di kaki pria tua itu.


"aaaaggghhh" mbah Surip berteriak kesakitan. ia terjungkal ke belakang dan jatuh di tanah. darah segar keluar dari kaki pria tua itu


bersamaan dengan itu, saat El masih sibuk melawan mbah Surip, ratu Sri Dewi mengambil cepat bayi itu dan segera pergi namun tim samudera menahan wanita itu.


"anak sialan" teriak mbah Surip kesakitan


ratu Sri Dewi hanya tersenyum menyeringai saat para remaja itu menghalangi jalannya.


"habisi mereka ragin" ratu Sri Dewi memerintahkan ularnya untuk menghabisi tim samudera


sssssssssssss.......


ular itu merayap turun ke tanah dan mendekati tim samudera. matanya yang tajam serta giginya yang tajam dan juga sisiknya yang berkilauan hitam membuat para remaja itu mulai takut.


Leo mengambil kayu di dekat mereka dan mengarahkan ke ular itu. sayangnya ular hitam itu sama sekali tidak takut dan malah menghajar mereka semua dengan ekornya hingga remaja-remaja itu terpental dan mendarat dengan kasar di tanah.


sssssssssssss....


sangat cepat ular itu menghampiri Starla untuk melilitnya namun Bara melempar ular itu dengan batu dan akhirnya dirinya lah yang menjadi sasaran si ular.


"Bara awas" teriak Nisda yang berlari cepat ke arah Bara


ugh....


"Nisda... Nis" Bara panik karena gadis itu ambruk di pelukannya


yang lainnya ingin menghampiri keduanya namun ular hitam itu melesat lagi untuk menyerang mereka.


bughh


bughh


Leo dengan marahnya memukul ular itu dengan kayu yang ada di tangannya. sementara El bangkit untuk membantu mereka namun mbah Surip menghalanginya walau kaki pria tua itu sudah penuh dengan darah.


"jangan harap aku akan meloloskan mu begitu saja anak sialan" ucap mbah Surip


"kakek masih saja bisa menggertak padahal sebentar lagi kakek akan sekarat" jawab El


"cih, kamu belum tau siapa aku. hanya goresan seperti ini tidak akan membuat diriku tumbang. sekarang rasakan pembalasanku"


mbah Surip kembali menyerang El-Syakir. meski dengan kaki yang pincang, pria tua itu sangat bernafsu untuk menghabisi remaja itu.


di sisi lain Leo kewalahan menghadapi ular hitam ratu Sri Dewi yang bernama Ragin itu. bahkan ular itu sudah bersiap ******* tubuh Leo namun remaja itu menghalangi mulut si ular hitam dengan kayu yang ia pegang.


"bantuin gue woi" teriak Leo meminta pertolongan


sreeeeet


sreeeeet


sreeeeet


Ardi berlari cepat ke arah Leo dan menyayat ular itu dengan pisau tajamnya. tentu saja ular itu kesakitan dan melepaskan Leo yang sudah hampir akan digigitnya.


"Ragin" teriak ratu Sri Dewi


"bedebah" wanita itu mulai menunjukkan kemarahannya


ratu Sri Dewi hanya diam di tempat dan merapalkan sebuah mantra. bibirnya bergerak membaca sesuatu. hingga tidak lama, Ardi merasakan sakit di lehernya. pria itu bahkan mencekik lehernya sendiri karena sakit yang teramat sangat.


"kak Ardi, ya Allah kak" Starla histeris melihat Ardi

__ADS_1


Furqon tanpa peduli kepada Samsul, langsung dengan cepat menghampiri temannya itu.


"uhuk uhuk uhuk" Ardi terbatuk-batuk dan akhirnya memuntahkan darah kental yang hitam


kini sudah tiga orang yang terluka. Nisda yang dipatuk ular, Ardi yang terkena sihir ratu Sri Dewi dan Vino yang tadi terkena pukulan mbah Surip hingga memuntahkan darah juga.


"ya Allah bagaimana ini" Starla mulai menangis melihat kondisi Nisda dan Ardi. keadaan Vino tidak separah mereka meskipun begitu tubuhnya menjadi lemah


Ardi tidak berhenti terbatuk dan memuntahkan darah sedang Nisda, gadis itu tempat di patuknya ular hitam itu telah menghitam yang artinya racun ular itu mulai beraksi.


"kalian semua bukan tandingan ku, masih bermimpi ingin mengalahkanku" ucap ratu Sri Dewi


Samsul yang tidak dihiraukan lagi mulai mengambil kesempatan. ia mengambil kayu untuk menyerang salah satu tim samudera namun untungnya Furqon melihatnya dan sigap meringkus kembali pria itu.


"lepaskan aku bajingan" teriak Samsul


buukk


satu pukulan di pundak Samsul langsung membuat pria itu ambruk dan tidak sadarkan diri.


ratu Sri Dewi mendekati ular hitamnya. telapak tangannya ia letakkan di luka sayatan ular itu dan seketika luka ular Ragin langsung hilang dan sembuh.


sssssss.....


ular Ragin merayap cepat melilit tubuh tuannya yang telah menyelamatkan nyawanya.


bughh


bughh


"aaaaggghhh"


kembali El-Syakir menusuk kaki mbah Surip dengan keris saktinya. pria tua itu ambruk di tanah dalam keadaan terluka parah. bukan hanya dirinya yang terluka, El-Syakir pun sudah terkena sayatan keris dari mbah Surip di punggungnya.


ratu Sri Dewi bersiap untuk menghilang dari tempat itu namun El-Syakir melempar keris larangapati ke arah wanita itu sehingga sang ratu harus menghindari keris sakti itu.


keris larangapati kembali ke arah El-Syakir. remaja itu langsung menangkap kerisnya.


"cari pertolongan untuk kak Ardi dan Nisda" ucap El


"hahahaha, kalian pikir bisa menyelamatkan mereka berdua. tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka, sebentar lagi mereka akan menjadi mayat dan di kubur di tempat ini" ucap ratu Sri Dewi


"apa yang harus kita lakukan El, kak Ardi dan Nisda sudah semakin kritis sekarang" ucap Bara yang sedang memeluk Nisda. sedang Ardi, pakaian pria itu sudah dipenuhi darah yang hitam kental


"aku dengan gampang akan menyembuhkan mereka tapi jelas ada syaratnya" ucap ratu Sri Dewi


"membuat perjanjian denganmu sama halnya bersekutu dengan setan, jangan mimpi" jawab El


"maka kalau begitu silahkan bersiap melihat teman-teman mu dijemput malaikat maut" timpal ratu Sri Dewi


jam sarikan lungurtum kris larangapati


El-Syakir membaca mantranya. keris yang ada di tangannya mengeluarkan cahaya kemilau. ratu Sri yang tidak siap dengan rencana El langsung menutup matanya karena silauan cahaya keris larangapati. El mengambil kesempatan itu untuk merebut bayi yang ada dalam gendongan ratu Sri Dewi.


"kurang ajar, berani kamu mempermainkan ku"


ratu Sri Dewi menangkap El-Syakir dengan selendang hitamnya. remaja itu kini tubuhnya telah terlilit oleh selendang ratu Sri Dewi.


sraaaaak


El-Syakir merobek selendang itu dengan kerisnya. ia berhasil lolos dari lilitan selendang ratu Sri Dewi namun sayangnya ular hitam menyerangnya dengan ekornya sehingga El terpental dan jatuh di atas kuburan yang lain. untung saja bayi itu ia dekap dengan erat sehingga bayi laki-laki itu aman di pelukannya.


"habis sudah kesabaran ku. akan aku habisi kalian semua" ucap ratu Sri Dewi


El-Syakir berlari ke arah teman-temannya dan membuat semacam pagar gaib dari kesakitan kerisnya.


ratu Sri Dewi mengarahkan selendangnya ke arah mereka dan yang terjadi


ddduuuaaaarrrr


pagar gaib yang dibuat oleh El-Syakir meledak akibat selendang sakti dari ratu Sri Dewi. bahkan hanya selendang saja dapat menghancurkan pertahanan mereka. rupanya ratu Sri Dewi benar-benar sakti dan tentu saja bocah seperti mereka bukan tandingan wanita itu.


para remaja itu dan kedua pengawalnya terpental jauh karena ledakan besar itu. kini mereka semua telah terluka.


"sekarang kalian semua bersiaplah untuk mati. Ragin, bunuh mereka semua" perintah ratu Sri Dewi


secepat kilat ular itu merayap ingin mematuk mereka semua namun belum sampai ular itu ke tim samudera, kepala ular itu terputus seketika terpisah dengan tubuhnya.


"Ragin" ratu Sri Dewi terbelalak ular hitamnya mati di bunuh


"siapa yang berani membunuh ular ku...?"amarah ratu Sri Dewi sudah memuncak

__ADS_1


"aku yang membunuhnya" ucap seseorang


__ADS_2