Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 185


__ADS_3

suara ledakan yang begitu keras membuat gencar di wilayah itu. mobil hitam itu bersama laki-laki tadi dan Adam ikut meledak membuat mobil itu terbakar dengan api yang menyala-nyala.


"DIRGA" ayah Adnan jatuh tersungkur tatkala melihat kobaran api yang begitu sombong melahap mobil tersebut


El-Syakir serta Deva berlari mendekati mobil itu. dapat mereka melihat beberapa bagian-bagian tubuh yang telah berserakan di aspal jalan. tubuh Deva serta El-Syakir seakan tidak bertulang. Alana pingsan seketika, untungnya Leo dengan cepat dapat menahannya dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"aaaaagghhh"


malam yang begitu memilukan. El-Syakir teriak sekeras-kerasnya bahkan meraung ingin mendekati mobil yang terbakar itu. Deva memeluknya dari belakang, mencegah El-Syakir melakukan hal yang dapat membuatnya celaka.


sementara dua orang yang di tempat jauh yang sedang menikmati pemandangan itu, tertawa dengan penuh kemenangan. mereka dapat melihat suasana yang terjadi di jalan pelabuhan utara melalui seseorang yang disuruh. seseorang yang bergabung dengan masyarakat menyaksikan kejadian itu. melalui hp miliknya yang tersambung dengan layar laptop yang ada di hadapan bosnya, ia dapat merekam kejadian itu.


"hhh, selamat tinggal Dirga Sanjaya.... harusnya memang kamu sudah pulang sejak dulu" Baharuddin tersenyum smirk


"kamu senang...?" seorang wanita cantik duduk di sampingnya


"tentu saja, teror demi teror akan aku kirim untuk mereka. sekarang giliran mu mengirimkan teluh kepada mereka semua, gunakan ilmu sihir mu untuk membantuku" Baharuddin menatap wanita itu


"akan aku lakukan tapi sepertinya hal ini tidak semudah yang akan kamu duga" wanita itu menatap layar laptop dimana masih menampilkan kobaran api di pelabuhan utara


"maksudmu, saudara kembar mu itu akan ikut campur...?"


"tentu saja, kamu telah membunuh laki-laki yang dia cintai, jelas dia akan mengincar kita" ucap ratu Sri Dewi


wanita yang bersama Baharuddin saat ini adalah ratu Sri Dewi, penguasa kegelapan yang dulunya dikalahkan oleh ratu Sundari namun Baharuddin datang menolongnya saat Senggi akan mengubur wanita itu di dalam gua yang ada di sungai Kaligasan.


"kamu kan sudah pulih, hadapi dia. aku menyerahkan urusan itu padamu"


"tenang saja, aku punya senjata untuk membuatnya bertekuk lutut di hadapanku" ratu Sri Dewi tersenyum penuh arti


"senjata apa...?" Baharuddin penasaran


"tubuhnya, dengan mengancam untuk mencelakai tubuhnya tentu dia tidak akan bisa berbuat apa-apa dan patuh pada perintahku"


"sepertinya kamu begitu membenci saudara kembarmu itu"


"aku ingin melenyapkannya dengan kedua tanganku" mata ratu Sri Dewi begitu nyalang


"padahal dia saudaramu tapi kalian bermusuhan. apakah karena cinta laki-laki yang tidak bisa kamu dapatkan karena dirinya malah mencintai saudaramu itu...?"


"mas Pramono harusnya dulu memilih aku bukan Sundari, dan harusnya ibu kanjeng ratu Prameswari memilih aku sebagai pengganti dirinya menjadi ratu kerajaan karing-karing bukan wanita sialan itu"


"kami ditemukan di hutan timur oleh Kanjeng ratu Prameswari, waktu itu keadaan kami sangatlah memprihatinkan. tidak makan berhari-hari dan harus menahan dingin di tengah malam. kanjeng ratu menyelamatkan kami dan membawanya ke alamnya, alam bangsa jin. dari situlah kami diangkat menjadi anaknya"


"namun kanjeng ratu lebih sayang kepada Sundari daripada aku, bahkan mustika yang harusnya jadi milik aku malah diberikan kepada wanita sialan itu. terlebih lagi laki-laki yang aku cintai malah memilih Sundari bukan aku"


"andai dulu mas Pramono tidak melindungi wanita itu, mungkin Sundari yang akan mati bukan lelakiku" ratu Sri Dewi menerawang jauh ke masa lalu


"jadi kamu yang membunuh Pramono...?"


"bukan aku, tapi Sundari. aku ingin melenyapkan Sundari tapi malah mas Pramono yang terkena sihirku. dan kali ini, aku akan membuat Sundari bertekuk lutut dan memohon ampunan kepadaku" ratu Sri Dewi tersenyum menyeringai


"bagaimana bisa tubuh wanita itu ada padamu...?"


"karena aku membuatnya sakit parah dan kanjeng ratu menyematkannya namun dengan satu syarat, Sundari harus berpisah dengan tubuhnya. ia harus menjadi bangsa jin. dari situlah aku menculik tubuhnya dan menyembunyikannya di tempat yang tidak akan pernah dia ketahui"


ratu Sri Dewi beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah jendela. di tempat tertinggi itu, ia dapat melihat kelap-kelip lampu jalan di mana-mana.


"peperangan selanjutnya akan dimulai" ratu Sri Dewi melihat Baharuddin dan tersenyum smirk


Baharuddin membalas senyuman ratu Sri Dewi. kemudian ia mengambil hp miliknya dan menghubungi seseorang. yang ia hubungi adalah anak angkatnya Aris, mantan suami dari Sisil yang pernah dijebloskan ke penjara dan kini dirinya telah dibebaskan oleh Baharuddin.


Baharuddin


wanita itu bersamamu kan...?


Aris


iya ayah, sekarang dia sedang ditangani dokter untuk dioperasi. bayinya harus segera dikeluarkan


Baharuddin


pastikan mereka berdua selamat


Aris


baik yah


setelah menghubungi Aris, Baharuddin mengirimkan pesan kepada orang kepercayaannya yang berada di tempat kejadian ledakan tersebut.


Baharuddin : kamu bisa kembali


Gibran : baik bos


mobil pemadam kebakaran telah tiba di pelabuhan utara. masyarakat setempat merekam kejadian itu dan mempostingnya di sosial media mereka.


organ-organ tubuh yang sudah berceceran di aspal jalan ditangani oleh pihak medis yang dihubungi oleh Helmi.

__ADS_1


Edward yang sedang liburan di Bali bersama Cecil langsung mengambil penerbangan malam itu juga untuk kembali ke kota S. mereka berdua memang tidak bersama keluarga Sanjaya. karena Cecil baru pertama kali datang ke Indonesia, ia ingin berkeliling ditempat-tempat yang mempunyai wisata menakjubkan. maka dari itu Edward membawa kekasihnya itu ke pulau Bali.


tim samudera begitu terpukul atas kejadian yang menimpa Adam. mereka menangis sejadi-jadinya karena Adam kini tidak bersama mereka lagi.


ayah Adnan serta para pengawal Sanjaya grup langsung ke rumah sakit untuk melakukan pencocokan DNA apakah tubuh yang berserat di aspal itu adalah milik Adam atau bukan. meskipun kenyataannya mereka melihat dengan mata kepala mereka kalau Adam meledak dengan laki-laki itu namun ayah Adnan yang sudah kehilangan akal sehat ingin melakukan tes DNA.


"ayah" El-Syakir mendekat ayahnya yang sedang tertunduk lesu di ruang tunggu


"itu bukan kakak kamu kan El, Dirga masih ada kan" ayah Adnan mengangkat kepalanya, matanya sembab karena tangisan. bukan hanya dirinya namun juga semua orang yang ada di tempat itu..


Alana sesegukan di pelukan Leo. gadis itu tidak berhenti menangis saat bangun dari pingsannya. sementara Melati, ditenangkan oleh Starla yang tentu saja keadaannya sama dengan Alana.


di rumah Sanjaya, ibu Arini histeris melihat berita yang ada di televisi menampakkan kejadian beberapa jam yang lalu di jalan pelabuhan utara.


berkali-kali ia menghubungi suaminya namun ayah Adnan tidak menjawab. Sisil, Mita dan Thalita pun menghubungi suami mereka namun ketiga pengawal itu tidak mengangkat panggilan.


"permisi pak" seorang dokter laki-laki datang menghampiri mereka


"bagaimana dokter...? itu bukan anak saya kan...?" ayah Adnan bangkit dari duduknya


"ini hasilnya" dokter itu menyerahkan amplop putih kepada ayah Adnan


dengan tangan yang bergetar, ayah Adnan membuka amplop itu. satu lembar kertas ia keluarkan dan saat membaca isinya, ayah Adnan langsung tersungkur di lantai tidak sadarkan diri.


Deva mengambil kertas itu dan dirinya terpaku di tempatnya dimana ia membaca kalau yang tertulis di kertas itu adalah 99% positif.


mereka semua seakan tidak bertulang, kaki lemas dan tidak mempunyai tenaga. ayah Adnan yang pingsan langsung dibawa ke ruang rawat untuk diistirahatkan. dokter menangani ayah Adnan.


Helmi dihubungi oleh Sisil. ia mengangkat panggilan istrinya dan memberitahu bahwa Adam telah tiada akibat ledakan bom di pelabuhan utara.


ibu Arini yang berada di dekat Sisil menangis seketika mendengar kabar anaknya telah tiada. hari itu adalah hari dimana Sanjaya grup berduka dengan musibah menghantam membuat mereka terombang-ambing tanpa tak tau arah.


tubuh Adam di bawah pulang ke rumah pukul 10 malam. ayah Adnan memaksa keadaannya untuk pulang karena dirinya tidak ingin berlama-lama di rumah sakit meskipun keadaannya sangat tidak baik-baik saja.


mobil ambulan membawa tubuh Adam, mereka memasukkan ke dalam peti karena tubuhnya yang sudah hancur dan tidak utuh lagi.


sebagian tim samudera berada di dalam mobil ambulan. El-Syakir, Deva, Alana, Leo, bara dan Vino. yang lain mengikuti ambulan dari belakang.


sepanjang perjalanan pulang, El-Syakir terus memeluk peti dimana tubuh Adam berada di dalamnya. seperti orang yang mulai tidak waras, El-Syakir berbicara sendiri. kadang tertawa dan kadang juga menangis, mereka yang melihat keadaan El-Syakir saat ini benar-benar begitu terpukul.


Alana memeluk El-Syakir, gadis itu tentu saja sama dengan El-Syakir namun ia sekuat tenaga menenangkan kakaknya itu agar El-Syakir ikhlas dan sabar.


Deva seperti mayat hidup, wajahnya pucat pasi dan bibirnya membiru. air mata terus keluar membasahi wajahnya. ia seperti patung yang tidak bernyawa.


Leo, Bara dan Vino membisu tanpa bersuara. mereka bertiga hanya dapat menangisi Adam yang kini telah meninggalkan mereka.


Edward baru saja datang bersama Cecil. saat melihat kedatangan Edward, Randi memeluk sahabatnya itu dengan wajah yang begitu kusut dan pakaian yang sudah tidak beraturan. tidak ada yang memperhatikan penampilan pada saat itu, semuanya larut dalam kesedihan.


pihak rumah sakit telah meninggalkan rumah besar itu. kini tinggallah tim samudera, para pengawal serta istri-istri mereka. ibu Arini menangis pilu dipelukan ayah Adnan. sementara El-Syakir berpelukan dengan Alana. Seil mendekati Deva dan memeluknya, kakak sepupunya itu sejak tadi hanya diam tanpa bersuara.


malam itu sungguh malam yang memilukan untuk mereka semua. Zidan yang masih terbaring koma di rumah sakit, Vania yang tidak berhasil ditemukan dan kini Adam yang meninggalkan mereka semua.


bagai mimpi buruk yang tidak pernah mereka inginkan dan ingin segera bangun dari mimpi buruk itu.


padahal tanpa mereka tau kejadian yang sebenarnya, kalau sebenarnya Adam kini masih dalam keadaan baik-baik saja.


sebelum bom itu meledak, ratu Sundari telah lebih dulu menyelamatkan Adam dan mengganti dirinya dengan orang lain. orang yang juga menjadi mata-mata untuk mencelakai keluarga Sanjaya.


tentu saja semua orang tidak menyadari hal itu karena wajah orang tersebut dibuat mirip seperti Adam. itulah taktik yang digunakan oleh ratu Sundari, bahkan tim samudera pun tidak menduga akan hal itu.


Adam kini berada di sebuah taman yang indah, taman dimana tidak akan ditemukan di dunia manusia. seorang wanita cantik berdiri dihadapannya sambil tersenyum manis.


"terimakasih" ucap Adam dengan ekspresi wajah yang datar


"mengucapkan terimakasih kepada seseorang, haruslah dengan wajah yang tersenyum bukan dengan wajah yang cemberut seperti itu" ratu Sundari tersenyum kecil melihat ekspresi Adam


"aku ingin pulang, kasian ayah sama ibu. pasti mereka khawatir padaku dan mengira kalau aku sudah mati"


"mereka memang sudah menganggap kamu mati"


"kalau begitu aku ingin pulang"


"jangan sekarang. untuk sekarang biarkan semua orang menganggap dirimu telah mati. maka dengan begitu musuhmu akan mengira kamu benar-benar sudah tidak ada. buat rencana yang tidak akan mereka sangka sebelumnya"


"aku tidak mungkin berdiam diri di sini sementara keluargaku menghadapi Baharuddin brengsek itu"


"kamu sanggup melawan Sri Dewi...?"


"maksudnya, ratu Sri Dewi...?"


"iya, dialah yang berada dibelakang musuhmu"


Adam berpikir sejenak. melawan wanita itu butuh kekuatan yang luar biasa, dulu saja dirinya babak belur dihajar oleh wanita itu.


"Adam" ratu Sundari mendekati Adam dan berdiri tepat dihadapannya


"jangan khawatir, aku selalu berada di belakangmu"

__ADS_1


"aku tidak mau ratu berada di belakangku"


"lalu...?"


"aku maunya ratu berada di sampingku, tepat disebelah ku. aku ingin seperti itu"


"Adam....kita....."


"sudah cukup, kalau begitu aku pergi saja" Adam berbalik dan meninggalkan ratu Sundari yang hanya menatapnya tanpa berniat untuk menghentikan langkah Adam


Senggi datang secara tiba-tiba dan berdiri di samping ratu Sundari.


"kenapa kini melepaskannya lagi...?" tanya Senggi


"sampai kapanpun tubuhku tidak akan pernah ditemukan Senggi, aku tidak ingin menaruh harapan lagi kepada keadaan" ratu Sundari menghilang begitu saja


Senggi menghela nafas kemudian ikut menghilang. Adam melangkah tanpa berbalik untuk melihat ke belakang. namun di depannya ia dihalangi oleh seorang wanita.


"minggir, aku tidak ingin berurusan lagi dengan kalian" ucap Adam


"ku beritahu satu rahasia padamu" ucap Senggi


"aku tidak butuh rahasia apapun. aku ingin pulang dan membunuh musuhku"


"musuhmu sekarang ini adalah musuh ratu Sundari juga. tenang dan dengarkan aku baik-baik"


"apa untungnya aku mendengarkan mu...?"


"untung banyak dan kamu tidak akan rugi"


"baiklah, sekarang katakan" Adam bersidekap


"ratu Sundari sebenarnya adalah....... seorang manusia"


Adam terdiam mencerna apa yang baru saja ia dengar. dengan kening yang mengkerut dan mata yang menatap lurus ke depan, ia tentu saja kaget mendengar pernyataan Senggi.


"ratu seorang manusia...?" Adam memastikan


Senggi mengangguk membenarkan. ia pun menceritakan kejadian yang sebenarnya bagaimana sampai akhirnya ratu Sundari dan ratu Sri Dewi berada di alam gaib tersebut.


Senggi menceritakan semuanya tanpa ada yang ia kurangi.


"jadi....aku bisa bersama dengannya jika tubuhnya ditemukan...?" tanya Adam seakan mendapatkan energi baru. wajahnya begitu sumringah


"dia bisa mengikutimu ke alam manusia" jawab Senggi tersenyum melihat keantusiasan Adam


tanpa pikir panjang, Adam kembali berbalik dan berlari untuk menemui ratu Sundari. wanita itu kini tengah berada di danau kerajaan karing-karing.


saat melihat ratu Sundari, Adam berlari dengan cepat dan semakin dekat hingga ia memeluk wanita itu dari belakang. ratu Sundari begitu terkejut dan membalikkan badan.


"kali ini aku tidak akan membiarkan kamu lepas begitu saja ratu" Adam memeluk erat wanita itu


pelukannya ia lepas dan menatap wajah cantik sang ratu penguasa hutan timur.


"aku akan menemukan tubuhmu" ucap Adam dengan yakin


"tidak semudah itu Adam. bahkan aku sudah sudah bertahun-tahun mencari namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil"


"kita berusaha berdua, tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. tolong, kali ini aku tidak ingin di tolak"


ratu Sundari hanya mengangguk pelan kemudian Adam kembali memeluk wanita itu.


"Adam, maaf aku mengganggu. tapi sepertinya kamu harus kembali" Senggi datang tiba-tiba


"kalau dia kembali, Sri Dewi akan tau kalau Adam masih hidup" ucap ratu Sundari


"tidak masalah ratu. kita akan berada di dekat mereka terus" ucap Senggi


"kalau begitu aku harus kembali. kasian keluargaku" timpal Adam


Adam pamit kepada keduanya, ia pun melangkah untuk masuk ke dalam lingkar cahaya yang dibuat oleh ratu Sundari agar Adam langsung sampai di rumahnya. namun sebelum itu, Adam malah berbalik dan mencuri ciuman di wajah ratu Sundari. hingga kemudian ia menghilang bersama cahaya itu.


ratu Sundari kaget begitu juga dengan Senggi. sedetik kemudian Senggi tertawa merasa lucu atas sikap dari yang dilakukan Adam tadi.


kembali ke dunia manusia. masih berada di ruang tengah menangisi tubuh yang hancur di dalam peti yang bukan tubuh dari Adam.


di saat mereka larut dalam kesedihan, tiba-tiba seseorang entah terlempar dari mana jatuh begitu saja di tengah-tengah mereka semua. hal itu membuat perhatian mereka teralihkan dan melihat ke arah benda yang jatuh itu.


"haduuuuh kampret banget nih, masa iya mendaratnya nggak cool banget sih. kayak karung beras yang jatuh aja" Adam memegang bokongnya kesakitan


sementara semua orang terbengong-bengong dan bahkan mengucek mata beberapa kali untuk memastikan apakah yang mereka lihat itu benar nyata atau hanya halusinasi.


"ADAM" tim samudera serempak memanggil keras nama itu


"halo epribadeee" Adam melambaikan tangan


sontak tim samudera menghambur dan memeluk Adam. mereka bahkan jatuh ke lantai dan menindih Adam yang tepat berada di bawah.

__ADS_1


"ya amsyoooooong....kalian benar-benar akan membuat aku mati benaran" teriakan Adam tidak digubris oleh tim samudera


__ADS_2