
"siapa yang berani membunuh ular ku...?" amarah ratu Sri Dewi memuncak
"aku yang membunuhnya" jawab seseorang
Adam datang tepat waktu, jika dia terlambat sedikit saja maka sudah pasti semua temannya akan menjadi mayat di kuburan itu.
"bedebah. akan aku pengggal kepalamu seperti yang kamu lakukan pada ular ku"
ratu Sri Dewi mengarahkan selendangnya ke arah Adam dan dengan cepat Adam menghindar karena selendang wanita penguasa kegelapan itu sangatlah berbahaya.
ddduuuaaaarrrr
ddduuuaaaarrrr
benda apa saja yang terkena oleh selendang itu, maka akan meledak hancur lebur.
karena Adam selalu berhasil menghindari selendangnya, ratu Sri Dewi mengarahkan selendangnya dari berbagai arah untuk melilit Adam. hantu itu langsung terbang berputar dan berpijak di selendang itu.
sraaaaak
sraaaaak
Adam merobek selendang itu dengan kuku tajamnya sehingga selendang itu kembali kepada tuannya.
"hebat juga kamu anak muda tapi sayangnya kamu masih bukan tandingan ku"
ratu Sri Dewi kembali menyerang Adam. di saat itu juga El-Syakir dan semua temannya tiba-tiba saja menghilang dari tempat itu. entah mereka kemana namun sudah pasti ada yang membawa mereka pergi.
tim samudera dan dua pengawal sudah berada di tempat yang aman sekarang, yaitu di kediaman ratu Sundari. rupanya yang membawa mereka pergi adalah ratu Sundari sendiri.
flashback
"*kamu menyukainya...?" tanya ratu Sundari
mendengar pertanyaan itu, Adam mengangkat kepalanya dan melihat ratu Sundari yang juga sedang menatap ke arahnya.
"aku tanya kamu sekali lagi apa kamu menyukainya...?"
Adam tidak menjawab pertanyaan wanita itu. hantu itu hanya terus menatap ratu Sundari yang duduk berjarak dua langkah darinya.
"dengar baik-baik Adam. sekali lagi kamu melakukan hal seperti yang kamu lakukan waktu lalu maka aku akan benar-benar menghukum mu. sudah aku ingatkan, aku benci seorang penghianat" ucap ratu Sundari
"itu tidak akan terjadi" jawab Adam yang sejak tadi terdiam
"kenapa tidak menjawab pertanyaan ku...?"
"karena itu bukan hal yang perlu aku jawab. wanita yang akan aku nikahi ada di hadapan ku. tidak ada alasan bagiku untuk melirik wanita lain" jawab Adam
"tapi dia mempunyai alasan untuk melirik mu"
"maksud ratu...?"
"sudahlah lupakan. sekarang bersiaplah dengan tugasmu"
"tugas kita. bukankah ratu akan membantuku...?"
ratu Sundari tidak menjawab. ia hanya memerintahkan Adam untuk mengikuti langkahnya keluar istana dan kemudian mereka menghilang.
hanya dengan kedipan mata mereka berdua telah sampai di tempat penumbalan. dapat di lihat tim samudera melawan mbah Surip dan Samsul, sementara ratu Sri Dewi diam memperhatikan pertarungan.
"aku harus bantu mereka" Adam bersiap namun ratu Sundari menahannya
"lihatlah dulu, jangan terburu-buru"
"tapi ratu, mereka tidak akan bisa melawan ratu iblis itu"
"sabar sebentar Adam, tetap menunggu di sini" perintah ratu Sundari
El-Syakir yang melawan mbah Surip terkapar di atas sesajin penumbalan. bayi laki-laki itu mulai menangis kencang. dengan merangkak El-Syakir menghampiri bayi itu namun mbah Surip melesat dengan cepat dan menendang tubuh El-Syakir agar tidak mengambil bayi itu.
jleb
"aaaaggghhh" mbah Surip berteriak karena kakinya di tusuk oleh El-Syakir menggunakan keris larangapati
pertarungan terus terjadi, kini bahkan Nisda dan Ardi telah menjadi korban dari kesaktian ilmu ratu Sri Dewi. Nisda di gigit ular sedangkan Ardi terkena sihir dari ratu kegelapan itu.
perebutan bayi masih saja terus berlanjut hingga dimana El-Syakir merapalkan mantra dan merebut bayi laki-laki yang ada di gendongan ratu Sri Dewi.
"kurang ajar, berani sekali kamu mempermainkan ku. ku bunuh kalian semua"
__ADS_1
El-Syakir berlari ke arah teman-temannya dan memasang pagar gaib bersamaan dengan itu selendang ratu Sri Dewi menyerang mereka dan terjadilah ledakan besar karena pagar gaib milik El-Syakir tidak dapat menahan hebatnya selendang ratu Sri Dewi.
"El-Syakir" teriak Adam melihat adiknya itu terpental menghantam kuburan
"Ragin, bunuh mereka semua"
ular hitam itu dengan cepat merayap dan akan menggigit salah satu dari tim samudera. sayangnya belum ular itu menyentuh mereka, kepalanya putus terpisah dengan tubuhnya. itu semua adalah perbuatan ratu Sundari. hanya dari jarak jauh ia dapat membunuh ular hitam yang besar itu.
"Ragin" ratu Sundari begitu kaget melihat ularnya telah di bunuh
"pergi hadapi dia, aku akan mengurus teman-teman mu" perintah ratu Sundari
"aku tidak akan bisa mengalahkannya ratu" jawab Adam
"kamu hanya perlu menghindar untuk mengulur waktu sampai aku kembali. aku harus menyelamatkan teman-teman mu terlebih dahulu, jika tidak mereka tidak akan selamat"
"baiklah" Adam mengerti
"siapa yang berani membunuh ular ku" amarah ratu Sri Dewi memuncak
"aku yang membunuhnya" Adam telah berada di depan ratu Sri Dewi
saat pertarungan Adam dan ratu Sri Dewi berlanjut, maka saat itu juga ratu Sundari membawa tim samudera dan dua pengawal pergi dari tempat itu
flashback end*
"apa yang terjadi ratu, siapa mereka...?" Senggi yang melihat tuannya langsung menghampiri
"bawa mereka di kamar, kita harus segera menolong mereka sebelum terlambat" tanpa menjawab pertanyaan, ratu Sundari memberikan perintah
"baik"
Senggi memanggil kalangan jin untuk membawa tamu mereka yang lemah tidak berdaya. mereka di kumpulkan dalam satu kamar yang luas.
bayi laki-laki yang akan dijadikan tumbal itu di baringkan di ranjang khusus. ratu Sundari memeriksa keadaan bayi itu dan syukurnya bayi itu baik-baik saja.
ratu Sundari memerintahkan Senggi untuk mengobati Nisda yang sudah semakin kritis karena racun yang sudah menyebar di tubuhnya.
"siapa yang melakukan ini pada mereka" tanya Senggi saat melihat Nisda begitu tersiksa
"semua ini ulah Sri Dewi" jawab ratu Sundari
"ratu Sri Dewi...?" Senggi kaget mendengar nama wanita ular itu
"baik ratu"
Senggi dengan cepat mengisap lengan Nisda yang terkena gigitan ular. wanita itu berusaha mengeluarkan racun yang ada dengan menyedot menggunakan mulutnya.
beberapa kali Senggi membuang racun di mulutnya ke wadah yang telah di sediakan. Nisda meringis kesakitan bahkan gadis itu berteriak kesakitan saat Senggi menghisap luka gigitan ular Ragin.
luka yang tadinya menghitam kini perlahan hilang karena racun itu sudah di hisap oleh Senggi. namun meskipun begitu belum dikatakan aman karena sebagian racun pasti sudah bersatu dengan darah gadis itu.
Senggi mengambil gelas yang berisi ramuan dan meminumkannya kepada Nisda. Nisda meminum ramuan itu sampai habis. selang beberapa menit gadis itu memuntahkan darah yang hitam pekat. setelah itu Senggi kembali meminumkan ramuan yang lain kepada gadis itu. ramuan itu adalah untuk memulihkan kembali tenaga gadis itu.
ratu Sundari duduk di samping Ardi, pria yang terkena sihir dari ratu Sri Dewi. tangan wanita itu ia usap di seluruh tubuh Ardi dengan bibirnya yang berucap pelan. seketika Ardi kejang-kejang, tubuh pria itu bergetar hebat bahkan ranjang yang ia pakai ikut bergerak.
"aaaaggghhh"
Ardi berteriak keras dan dari mulutnya keluar makhluk seperti lalat. bukan hanya satu namun lebih dari itu. ratu Sundari melenyapkan lalat-lalat itu hanya dengan satu kali tiupan.
selesai dengan Ardi, ratu Sundari memerintahkan Senggi untuk memberikan minum kepada El-Syakir dan yang lainnya yang keadaan mereka tidak begitu parah dari Ardi dan Nisda.
Senggi memberi mereka minum di cangkir yang sama dan pastinya dengan ramuan yang sama. selain Ardi dan Nisda, mereka tidak mempunyai luka dalam yang parah. ramuan yang diberikan Senggi adalah hanya untuk memulihkan tenaga remaja remaja itu dari sakit yang mereka rasakan.
bughh
Adam terpental terkena serangan ratu Sri Dewi. hantu itu sudah beberapa kali terkapar karena tidak bisa lagi menghindari setiap serangan ratu kegelapan itu.
"sudah aku kalau kamu bukan tandingan ku" ucap ratu Sri Dewi
Adam sudah tidak bisa bangun lagi. hantu itu sudah muntah darah beberapa kali dan kali ini Adam sungguh tidak punya lagi tenaga bahkan untuk bangun saja dirinya sudah tidak sanggup.
"bersiaplah untuk musnah arwah sialan"
ratu Sri Dewi merapalkan mantra untuk memusnahkan Adam. wanita itu tidak menyerang namun ia mengunci Adam dengan kedua matanya dan bibirnya komat kamit membaca sesuatu.
"aaaaggghhh"
Adam kesakitan dan berguling-guling di tanah karena sihir yang ia kirimkan ratu Sri Dewi untuknya. hantu itu kepanasan bahkan tubuhnya mulai terbakar. ratu Sri Dewi menggunakan cara membakar Adam dan menghilang menyisakan abu. sayangnya rencana wanita itu tidak sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
wuuussshh
bughh
bughh
ratu Sundari datang dan menyerang ratu Sri Dewi sehingga ratu kegelapan itu tersungkur di tanah.
ratu Sundari menyelimuti tubuh Adam sehingga tubuh hantu itu merasakan kedinginan bukan panas lagi.
"r-ratu" ucap Adam terbata
ratu Sundari tersenyum dan menyapu tangannya ke seluruh tubuh Adam sehingga luka hantu itu seketika menghilang namun tetap saja keadaannya masih sangat lemah.
"Senggi" panggil ratu Sundari
"saya ratu" Senggi yang berada di istana tadi seketika langsung sudah berada di tempat itu
"bawa Adam, aku akan melawan Sri Dewi"
"aku akan membantu ratu"
"bawa pergi Adam, turuti perintahku"
"baik ratu"
sebelum menghilang, Adam sempat mengulurkan tangannya bermaksud memegang tangan ratu Sundari. wanita itu menerima uluran tangan Adam dan kemudian Senggi membawa pergi Adam.
"Sundari" ratu Sri Dewi kaget
"apa kabar Dewi. lama tidak bertemu" ratu Sundari berjalan mendekat
"siapa yang mengizinkanmu memcampuri urusanku. aku tidak punya urusan lagi denganmu" ratu Sri Dewi begitu tidak terima
"kamu sama sekali tidak berubah Dewi, masih seperti dulu yang begitu kejam"
"aku seperti ini karena kamu wanita sialan"
"kamu masih dendam padaku...?"
"rasa dendam dan amarahku tidak akan pernah surut ditelan waktu. aku begitu membencimu. sudah lama aku menunggu untuk bertemu denganmu dan sekarang karena kamu sendiri yang datang maka aku akan membunuhmu sekrang juga"
ratu Sri Dewi menyerang ratu Sundari dengan selendangnya. ratu Sundari menangkis serangan itu dengan selendangnya juga sehingga menimbulkan ledakan keras.
"berikan aku waktu menjelaskan semuanya Dewi"
"aku tidak butuh penjelasanmu wanita licik"
ratu Sri Dewi tidak ingi mendengar apa yang dikatakan ratu Sundari. wanita itu terus saja menyerang ratu Sundari dan selalu ratu Sundari bisa menangkis semu serangannya.
"kamu semakin sakti rupanya"
"tidak bisakah kita bicara baik-baik Dewi. aku tidak ingin bertarung denganmu"
"tapi aku ingin dan aku ingin membunuhmu"
ddduuuaaaarrrr
ddduuuaaaarrrr
setiap selendang mereka saling mengena maka saat itu juga ledakan akan terjadi karena dua selendang sakti itu.
bughh
bughh
ratu Sri Dewi berhasil memukul ratu Sundari sehingga wanita itu mundur beberapa langkah karena terkena serangan saudara kembarnya.
"hahahaha, kamu masih saja lemah Sundari. kekuatan mu ternyata tidak ada apa-apanya dengan kekuatanku" ratu Sri Dewi begitu puas melihat ratu Sundari berhasil ia lukai
ratu Sundari memegang dadanya yang terluka, seperti luka kabar, panas dan sakit bahkan menghitam. untuk menyembuhkan lukanya, ratu Sundari membaca mantra dan tangan kanannya ia usapkan di dadanya. seketika luka bakar itu hilang dan sembuh.
"tidak mungkin, bagaimana bisa kamu melakukan itu" ratu Sri Dewi kaget melihat luka ratu Sundari telah hilan
"sudah bertahun-tahun lamanya kita tidak bertemu Dewi, tentu saja kekuatanku akan bertambah dan semakin sakti dari sebelumnya" jawab ratu Sundari
"cih, jangan sombong kamu. aku ratu kegelapan jelas tidak akan kalah dari mu"
mereka kembali bertarung dan saling serang. ratu Sundari tidak membiarkan dirinya terus diserang. wanita itu mengeluarkan sihirnya dan menyerang ratu Sri Dewi. keduanya sama-sama saling mengeluarkan sihir di telapak tangan mereka dan mengarahkan ke arah mereka masing-masing.
__ADS_1
ddduuuaaaarrrr
ledakan keras terjadi dan ratu Sri Dewi mundur beberapa langkah sedang ratu Sundari tetap di tempatnya dalam keadaan baik-baik saja.