Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 36


__ADS_3

flashback end


"begitu ceritanya" ayah Adnan bersandar di ranjang


"saya tidak menyangka ternyata ayah Adnan cerdik juga. maafkan saya pak yang sempat berniat ingin berbuat jahat kepada bapak" ucap Helmi


"tidak perlu meminta maaf. semuanya akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi kita yang tadi" jawab ayah Adnan


"saya yakin, yang melakukan ini pasti orang yang menculik Dirga" ucap Randi


"sampai sekarang kalian belum ada rencana untuk menjemput Dirga. kasian dia di urus penjahat seperti itu" timpal Jordan


"belum saatnya. Dirga terus kami pantau setiap hari 24 jam. untungnya orang itu tidak tau kalau pak Adnan adalah ayah kandung Dirga. kalau dia tau, pasti dia akan menggunakan Dirga untuk mengancam pak Adnan" jawab Randi


"saya juga bersyukur mereka tidak tau dan semoga saja mereka tidak tau dengan keluargaku sebenarnya siapa" ucap ayah Adnan


********************************************


"udah belum sih...?" tanya Vino yang merenggut karena menunggu terlalu lama


"bentar. sabar Napa" jawab starla yang sedang memilih pakaian


mereka berdua sedang berbelanja di mall. bukan hanya mereka berdua tapi juga kedua sahabat mereka plus satu hantu sedang berada di tempat itu.


"Vin, bagusan yang mana. hitam atau hijau...?" starla memperlihatkan baju yang ia pilih


"hitam" jawab Vino


"cepat banget jawabnya. nggak mau pikir dulu gitu"


"eemmm.... kayaknya cantik hijau deh"


"lah tadi hitam sekarang hijau. nggak teguh pendirian banget sih lu"


Vino dibuat tercengang oleh gadis itu


(tadi katanya suruh mikir dulu. salah mulu nih gue) kesal Vino


pelayan toko menghampiri Vino dan membisikkan sesuatu


"adek harus ingat pasal tentang wanita" bisiknya


"pasal wanita apaan...?" Vino ikut berbisik


"pasal 1 wanita nggak pernah salah. pasal 2 kalau wanita salah kembali ke pasal 1. jadi teguhkan iman adek agar tidak terkena gangguan mental" pelayan itu mengusap bahu Vino dan berlalu


(pasal kampret) omel Vino dalam hati


"Vin, sini deh" panggil starla


"apalagi sih La. udah belum pilih bajunya, kita di tinggal sama El dan yang lainnya tau" ucap Vino menghampiri gadis itu


"lihat deh, ini baju couple, lucu kan. bagus nggak...?"


"ummm bagus. mau cuople lan sama siapa...?"


"sama yayang El lah, siapa lagi". starla tersenyum senang


"mau cuople lan sama El tapi gue yang elu ajak belanja. dasar wanita" cebik Vino


setelah mendapatkan apa yang dicari, kedua remaja itu keluar dari toko dan mencari teman mereka yang lain.


"aku mau yang itu, itu, itu dan itu. ah ini juga bagus. aku mau aku mau" Adam semangat sekali kali ini


entah kenapa hantu yang satu ini berbeda dengan hantu yang lainnya. kalau hantu yang lain mereka sibuk mengganggu manusia, mencari manusia untuk dijadikan budak dan sibuk mencari sesajin namun berbeda dengan Adam. hantu itu lebih ingin seperti manusia. memakan apa saja yang dia suka hanya satu yang tidak bisa ia lakukan yaitu memakan makanan manusia. melati adalah makanan terenaknya dan tidak ada duanya baginya.


satu hal yang lebih menonjol yaitu Adam sangat suka berbelanja, seperti yang dilakukannya saat ini.


"banyak banget, emang elu bisa pakai gitu...?" ucap Leo


"bisalah. pakaian El saja bisa aku pakai. pokoknya aku mau titik" jawab Adam


"iya...iya...pilih noh sesukamu" ucap El


"hehehe.... assiiiiiiikkkkk" girang Adam


"aku mau cari sepatu ah" ia keluar dari toko itu dan mencari toko sepatu


"kok gue ngerasa seperti pengawal dia ya dari tadi" ucap Leo geleng kepala melihat tingkah Adam


"iya, dan dia tuan mudanya" El mengambil semua yang ditunjuk Adam tadi dan membawanya ke kasir


Adam sedang memilih sepatu mana yang cocok untuk ia pakai. hantu itu bahkan sudah bolak balik namun tidak menemukan sepatu yang ia suka.


Leo dan El memilih sepatu yang mereka suka. mumpung mereka sudah di tempatnya, jadikan kesempatan untuk membeli karena biasanya mereka jarang ke mall seperti ini untuk berbelanja setelah ada tugas baru yang harus mereka lakukan yaitu menolong mereka yang tidak terlihat.

__ADS_1


"El, mau yang ini ya" Adam mengangkat sepatu yang ia suka


penjaga toko yang berada di situ terkejut melihat sepatu yang melayang. ia shock dan mengucek matanya beberapa kali. namun saat membuka mata kembali sepatu itu telah dipegang oleh Vino.


ternyata Vino yang baru saja masuk langsung menghampiri Adam dan mengambil sepatu itu dari tangannya agar tidak ada yang melihat dan kaget, namun ternyata penjaga toko terlanjur melihatnya.


"apa aku salah lihat ya" gumam penjaga toko memegang lehernya


"jangan sembrono kenapa sih dam, kalau ada yang lihat gimana" ucap Vino


"ya maaf, aku lupa" jawab Adam


"udah kan, ayuk bayar terus cari makan" ucap El menghampiri mereka


"melati melati" sahut Adam


"iya iya, melati entar kita beli sekarung sekalian" timpal starla


"boleh boleh boleh....aku bisa bagi-bagi sama yang lain" ucap Adam


"bagi-bagi...?" semuanya melihat ke arah hantu itu


"ho'oh... teman-teman aku di rumah kamu kan banyak. ada mba Kun dan mas poci juga. mereka suka makan melati. kita pernah nongkrong bareng di pohon mangga depan rumah" jawab Adam santai


"bisa gitu ya, para hantu bisa nongkrong juga. lain kali ajak gue juga lah" timpal Vino


"pantesan ya melati sekantung besar yang gue beli cepat kali habisnya ternyata elu makan bareng sama mba Kun dan mas poci" El geleng kepala sedangkan hantu itu hanya tersenyum lebar memperlihatkan gigi-giginya


setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka keluar dari mall dan mencari warung makan. sebenarnya bisa saja mereka makan di tempat makan di perbelanjaan itu, namun Adam tidak mau. hantu itu inginnya di warung makan dan akhirnya permintaannya di ikuti.


"pesan apa kalian...?" tanya starla. kini mereka sudah berada di warung makan


"melati" jawab Adam


"melati nanti aja, tuh di sebrang jalan ada penjual bunga, tinggal nyebrang aja. sekarang kita makan dulu" ucap El


"gue mau yang ini deh, kayaknya enak" tunjuk Vino pada gambar makanan yang ia inginkan


"gue juga, samain aja sama Vino" timpal Leo


"kalau elu El, mau pesan apa...?" tanya starla


"samain aja dengan pesanan elu" jawab El


starla memesan makanan, hanya menunggu beberapa menit makanan itu datang.


"siapa yang mau sambalnya, ada kacangnya nih" ucap El


"kasi gue aja sini" Vino mengambil sambal El


"sejak kapan El, elu alergi sama kacang...?" tanya starla


"dari kecil" jawab El melihat sekilas ke arah starla


(dari kecil. kok aneh ya) batin starla memperhatikan El


"kenapa...?" tanya El menatap starla


"ah...nggak, nggak apa-apa" starla menggeleng


mereka makan dengan lahap. setelah makan, kini giliran teman hantu mereka yang akan dicarikan makan. semuanya ke toko bunga di sebrang jalan sana untuk membelikan Adam melati.


"katanya satu karung, kenapa cuma sekantung" gerutu Adam


"kita nggak bawa karung. ya kali mau tenteng karung kemana-mana" ucap Leo


Adam mencebik namun ia tetap senang karena teman-teman manusianya itu tidak pernah lupa untuk membelikannya melati.


"eh, ada ice cream tuh. beli yuk" starla menggandeng tangan El menuju penjual ice cream


namun ternyata, hanya mereka berdua yang berniat membeli ice cream karena tiga yang lainnya sedang duduk di depan toko bunga, sibuk dengan cerita mereka.


"mau rasa apa El...?" tanya starla


"melon" jawab El


"bukannya elu paling suka mangga ya, kok sekarang berpindah ke melon...?" starla menatap El ingin tahu


"dari dulu gue emang sukanya melon bukan mangga" ucap El


(kok beda ya.... mungkin sekarang kesukaannya udah berpindah hati) batin starla


"Le, Vin, kalian mau rasa apa...?" teriak El kepada kedua sahabatnya itu


"coklat"

__ADS_1


"mangga"


starla langsung melihat ke arah laki-laki yang berteriak ingin ice cream rasa mangga. senyuman dan tatapannya entah kenapa begitu sama dengan seseorang yang ia cari selama ini, cinta masa kecilnya.


"aku kok nggak ditanya" ucap Adam


"emang elu bisa makan ice cream...?" tanya Leo


"nggak" jawab Adam cepat dan mengunyah melatinya


"yeeee...kalau gitu ngapain nanya elu" cebik Leo


"supaya adil lah. kalian ditanya masa aku nggak. sungguh terlalu" ucap Adam mendramatisir keadaan


"alay lu" Vino mengusap wajah Adam dengan tangannya


sementara starla, gadis itu masih terus menatap ke arah ketiga temannya yang sedang tertawa lepas karena kelakuan Adam dan Vino yang ada-ada saja tingkah laku mereka.


"La, elu nggak mau ice cream...?" tanya El


"eh...mau kok. gue mau strawberry" jawab starla


"El, gue boleh Tanya sesuatu nggak...?" lanjut starla


"tanya apa... makasih pak" El memberikan uang untuk membayar ice cream mereka


"emmm....nggak jadi deh. nih, gue mau ngasih ini buat elu" starla memberikan bingkisan kepada El


"apa nih...?"


"itu baju, couple lan sama gue. baguskan...?"


"hummm, bagus. thanks ya"


"dipakai nanti ya, suapaya elu ingat terus sama gue"


"cih, ingat terus sama gue.... kitanya dilupain" cibir Vino yang sudah berdiri di samping mereka


"ice creamnya mana...?" tanya Leo


"nih" El memberikan dua bungkus ice cream kepada kedua sahabatnya


"kak Leo" panggil seseorang


"Nisda, elu di sini...?" tanya Leo melihat Nisda menghampiri mereka


"gue dari beli bunga buat mama. kalian ngapain di sini...?" tanya Nisda


"emang elu nggak liat kita lagi ngapain" ucap Vino jutek


"Vin" tegur El


bukan apa-apa, Vino hanya masih kecewa dengan Nisda yang dulu pernah memberikan harapan palsu untuknya. bahkan dirinya sudah babak belur karena Bara hanya untuk seorang Nisda namun ternyata gadis itu malah membuat Vino berubah membencinya yang dulu menyukainya.


"apa kabar Vin" tanya Nisda tersenyum ke arah Vino


"yah habis...gue mau lagi. ayo temani" tanpa menjawab Vino menarik tangan starla meninggalkan yang lain


"bang, ice cream mangganya satu"


"ini dek"


Vino membayar namun tidak beranjak pergi, ia duduk di tempat itu sambil memakan ice creamnya sedangkan starla, gadis itu ikut membeli kembali karena ice cream yang tadi telah ia habiskan.


"elu kenapa menghindar...?" tanya starla


"siapa yang menghindar. gue hanya mau beli ice cream" jawab Vino


Vino memakan ice creamnya sampai habis. mereka berdua beranjak setelah teman-teman mereka memanggil untuk pulang. Nisda sudah pergi setelah bercerita lama dengan El dan Leo.


"main ke rumah ku yuk" ajak Vino


"nanti elu dimarahi lagi sama tante Nifa" ucap El


"nggak, mama punya urusan lain. dia nggak kepo sama urusan anaknya yang pembawa sial ini" timpal Vino


"besok kan sekolah, nggak bawa baju ganti kita" ucap Leo


"wah, kalian nggak bawa baju seragam sekolah. belanja lagi yuk" ajak Adam girang yang jiwa shoppingnya kembali meronta-ronta


"nggak" jawab mereka semua dan menatap sinis ke arah hantu itu


baru juga tadi belanja, sekarang hantu itu malah ingin belanja lagi. sepertinya Adam waktu masih hidup, senang sekali dengan belanja padahal dia laki-laki.


belanjaan mereka tadi yang lebih banyak adalah belanjaan Adam yang dimana semua pakaian yang ia suka langsung ingin dibelinya dan semua yang membawakannya adalah El dan para sahabatnya. memang benar kata El, Adam sekarang jadi tuan muda dan mereka adalah pengawalnya.

__ADS_1


__ADS_2