Petualangan Mistis

Petualangan Mistis
Episode 72


__ADS_3

drrrrtttt.... drrrrtttt


"handphone lu bunyi tuh" ucap El yang berada di samping rumah


Vino merogoh handphonenya di kantong celana dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Bara" ucapnya, melihat ke arah El


"angkat dan speaker" ucap El


📞 Vino


halo


📞 Bara


Leo Vin.... Leo.


terdengar panik di sebrang sana


📞 Vino


Leo kenapa...? coba bicara pelan-pelan


📞 Bara


sepertinya gadis itu mendatanginya lagi, tadi dia seperti orang kerasukan dan setelahnya jatuh pingsan lagi, tapi....tapi...


📞 Vino


tapi kenapa.


Vino dan El keluar dari kebun tanaman melati dan menuju parkiran motor


📞 Bara


wajahnya pucat banget, nggak seperti tadi saat dia pingsan dan tidur. tubuhnya juga dingin banget, kalian harus pulang sekarang. gue bingung mau ngapain


📞 Vino


ok, kami pulang


Vino mematikan panggilannya, wajahnya berubah tegang begitu juga dengan El. pikiran negatif mulai bersarang di kepala mereka berdua.


Adam datang menghampiri mereka dengan wajah dingin menahan hasrat kemarahan.


"masuk ke dalam dan ambil lukisan itu" ucap Adam


"bukannya rencana kita nggak seperti itu, kita datang hanya untuk memutuskan pengikatnya bukan membawa serta lukisannya" ucap El


"rencana berubah. masuk dan ambil lukisannya. akan aku jelaskan nanti, sekarang kita harus bergerak cepat" jawab Adam


"lalu kalau ketahuan bagaimana...?"


"alihkan perhatiannya, El yang melakukannya dan kamu yang mengambil lukisannya keluar lewat pintu belakang" tunjuk Adam ke arah Vino


"lakukan sekarang" lanjutnya


El kembali masuk lewat pintu depan, sementara Vino ke pintu belakang dan Adam yang akan membuka pintu untuknya.


"sudah nak...?" tanya ibu itu


"sudah Bu, melatinya sudah aku simpan di motor" jawab El


"kamu kenapa sendirian, teman kamu yang tadi mana...?"


"di luar Bu, tiba-tiba saja dia sakit perut jadi hanya aku yang datang untuk meminta izin pulang"


"oh ya sudah, hati-hati di jalan ya"


sementara Vino yang sudah masuk ke dalam rumah, segera mengambil lukisan itu dan kembali keluar. di sana sudah ada El yang menunggunya.


"kita pulang sekarang, Leo dalam bahaya lagi" ucap El


"aku tau, makanya aku menyuruh kalian membawa lukisannya. sekarang kita kembali" timpal Adam


di rumah Leo, starla dan Nisda duduk di samping kiri kanan teman mereka yang terbaring pucat di ranjang. Bara mondar mandir di depan pintu kamar menunggu kepulangan ketiga teman mereka.


cek lek


pintu terbuka menampakkan yang mereka tunggu akhirnya datang juga. segera Adam melayang menghampiri Leo begitu juga El, Vino dan Bara.


"sebenarnya dia kenapa, kenapa malah jadi seperti ini. lihat, wajahnya pucat banget terus tubuhnya juga dingin" starla mulai berkaca-kaca


"dia dibawa pergi" ucap Adam


"dibawa pergi bagaimana maksudnya...?" tanya Bara


"tubuh ini hanya raga tanpa roh. Sukma Leo dibawa pergi oleh gadis itu, dia dibawa masuk ke lukisan itu" Adam menunjuk lukisan yang di simpan Vino di atas ranjang


"kalau begitu lakukan sekarang ritual pemutus tali pengikatnya, dengan seperti itu Leo akan kembali" ucap Vino


"itu sudah tidak berlaku lagi. ritual pemutus tali pengikat hanya bisa dilakukan saat gadis itu belum membawa sukma Leo pergi, tapi kalau sudah seperti ini kita harus melakukan cara lain" ucap Adam


"katakan bagaimana caranya, kami akan melakukan sebisa mungkin" timpal El


"aku harus menyelamatkan sukma Leo dan juga mereka yang ditahan di lukisan itu" jawab Adam


"mereka....?" ucap semuanya serempak


"iya, bukan hanya Leo saja yang ada di dalam lukisan itu tapi juga ada yang lain bahkan banyak" jawab Adam


"gue nggak nyangka, dibalik ramahnya ibu tadi, dia itu ternyata wanita jahat" ucap Vino mengepalkan tangannya


"belum tentu juga karena kita belum tau cerita dibalik lukisan ini. sekarang aku meminta kalian untuk melakukan sesuatu" ucap Adam


"apa, apa yang harus kami lakukan. apapun itu kami akan melakukannya untuk menolong Leo" ucap El

__ADS_1


"siapkan lilin dan baringkan tubuh Leo di tengah-tengah lilin yang menyala itu. selimuti tubuhnya dengan selimut yang hangat. starla dan dan Nisda, gunakan kerudung sholat dan duduk di samping kiri kanan kepala Leo, tugas kalian mengaji. sebelum itu, kalian harus bersih terlebih dahulu dalam artian kalian harus berwudhu"


"Bara dan Vino, kalian berdua berdzikir meminta pertolongan kepada Tuhan dan kamu El, bacalah asma penciptamu di dekat kaki Leo"


Adam tidak menyebutkan asma Allah karena ia merasa dirinya sebagai arwah yang gentayangan, dirinya seakan tidak pantas untuk menyebut nama Tuhannya sendiri.


"ritual seperti itu yang akan kita lakukan...? bukankah yang namanya ritual biasanya melakukan hal seperti yang dilakukan para dukun dengan menggunakan sesajen dan sebagainya. kalau kita hanya melakukan itu tanpa sesajen atau syarat ritual, bagaimana kita bisa menyelamatkan Leo" ucap Nisda


"kamu lebih percaya dukun daripada Tuhanmu sendiri. meskipun aku arwah penasaran, aku tidak akan melakukan hal yang membuat penciptaku murka, dan itu syirik namanya. aku telah melakukan banyak dosa selama masih hidup dan setelah aku hanya arwah seperti ini dan tubuhku terkulai lemah, setidaknya aku bangun atau tidak selamanya, aku tidak akan melakukan kesyirikan kepada Tuhanku"


"apa yang kamu pikirkan Nisda. kamu pikir sesajen itu akan menyelamatkan nyawa teman kita. bukan menyelamatkan malah kita mengundang para setan untuk datang mengerumuni tubuhnya" Adam menatap tajam ke arah Nisda


"maaf, gue hanya salah fokus tentang kata ritual" ucap Nisda menunduk tidak enak hati


"kita hanya percaya kepada Tuhan semesta alam. aku dan arwah lainnya, Jin dan semacamnya hanyalah makhluk kecil bagi-Nya, kekuatan-Nya melebihi segalanya. maka dari itu kita minta perlindungan dan pertolongan kepada Tuhan" ucap Adam


"selanjutnya, aku akan masuk ke dalam lukisan ini untuk menyelamatkan Vino dan arwah yang lainnya yang terperangkap di lukisan ini. tugas kalian selanjutnya setelah Leo sadar dan aku keluar maka kalian harus segera membakar lukisan ini dengan menggunakan darah Leo kembali"


"kenapa harus menggunakan darah Leo lagi, bukankah itu....."


"bukan melakukan lagi perjanjian pengikat tapi memutuskan tali pengikatnya. karena Leo melakukan pengikat dengan darahnya maka yang harus memutuskan tali pengikatnya adalah darah Leo kembali" Adam memotong ucapan Nisda


"apa setelah meneteskan darah itu dilukisan, pengikatnya akan terputus...?" tanya El


"tidak" jawab Adam


"lalu, apa gunanya kita mengambil darah Leo kalau itu tidak memutuskan tali pengikatnya" timpal Bara


"tidak jika kalian tidak membakar lukisan itu. maka dari itu saat Leo sadar dan aku kembali, teteskan darah Leo di lukisan itu dan bakar. hanya dengan cara seperti itu tali pengikatnya akan terputus"


"lalu bagaimana dengan arwah yang terjebak bersama Leo. bukankah mereka sebelum masuk ke dalam lukisan, mereka juga melakukan perjanjian pengikat, kalau nggak bagaimana bisa gadis itu membawa sukma mereka" tanya El


"semuanya akan selesai saat lukisan itu dibakar dan Leo sebagai perwakilan dari mereka semua. setelah lukisannya di bakar maka gadis itu tidak akan bisa keluar lagi untuk selamanya" jawab Adam


"dia nggak akan pulang di alam seharusnya...?" tanya starla


"kalau dia arwah maka akan kita pulangkan dengan menyadarkannya seperti yang kita lakukan kepada Ainun namun kalau dia Jin maka kita akan menumpasnya" jawab Adam


"segera lakukan apa yang aku suruh"


mereka menyiapkan lilin seperti yang dikatakan Adam. lilin itu dinyalakan keliling dan tubuh Leo sudah berada di tengah-tengah.


tangan Leo di iris oleh El untuk diambil darahnya sedikit saja dan diletakkan di wadah kecil.


starla dan Nisda berwudhu kemudian menggunakan kerudung sholat. ketiga remaja laki-laki juga berwudhu dan mengambil posisi masing-masing. El di kaki Leo, Bara di sebelah kanan dan Vino sebelah kiri. starla dan Nisda berada di kepala Leo dengan Al-Qur'an yang sudah berada di pangkuan mereka.


"saat aku masuk, kalian mulai." ucap Adam dan mereka mengangguk


"pintu sudah dikunci kan...?" tanya Adam


"sudah" jawab Bara


lukisan yang mereka bawa di letakkan di tengah bersama tubuh Leo yang terbaring. Adam melayang mendekati lukisan itu dan perlahan tersedot masuk ke dalam lukisan.


Adam telah berada di dalam lukisan, ditempat yang sangat gelap tanpa sinar apapun. namun karena dirinya adalah arwah jadi kegelapan seperti itu bukan masalah baginya.


grrrrrrrr.....


suara di belakangnya membuat ia menghentikan langkahnya dan berdiri tanpa bergerak. telinganya tajam mendengarkan gerak gerik yang sedang mengintainya.


"maju hadapi aku, jangan jadi pengecut dan hanya berani menakuti. kamu pikir aku takut denganmu. tunjukkan dirimu, akan ku cabik-cabik tubuhmu dengan kuku tajam ku" ucap Adam yang tidak ada ketakutan sama sekali dalam dirinya


sosok yang mengintainya akhirnya menghilang seketika. entah dirinya takut atau semacamnya untuk melawan hantu Adam.


Adam melanjutkan langkahnya, beberapa meter di depan sana terlihat tanah lapang dengan sinar yang sedikit lebih terang untuk penglihatan mata. Adam ke tempat itu.


dilihatnya seorang gadis cantik sedang mencekik seorang laki-laki dan mengisap energinya sehingga laki-laki itu lemas dan di lempar tersungkur jauh.


"itu akibatnya jika kamu berniat kabur lagi" ucapnya dengan wajah marah


Adam melihat banyak yang ditawan oleh gadis itu dan mereka di kurung di seperti dalam sel tahanan di penjara, namun bedanya mereka semua berada di tanah lapang yang luas.


Adam mencari-cari keberadaan Leo dan matanya menangkap sosok yang dicari-cari. Leo di ikat tangan dan kakinya sehingga remaja itu tidak bisa melakukan perlawanan. bukan ikatan seperti tali atau semacamnya namun lebih ke ikatan gaib, hanya terlihat warna merah berbentuk rantai yang melilit tubuhnya.


"lepaskan aku, dasar iblis. beraninya kamu menahan kami semua di tempat terkutukmu ini" teriak Leo


gadis cantik itu menatap tajam Leo dan tersenyum menyeringai. ia menyuruh demit yang menjadi pengikutnya untuk menyeret Leo dibawa kepadanya.


buuukkk.....Leo tersungkur di depan gadis itu.


"kamu adalah sukma yang baru, aku sangat bersemangat untuk menghisap semua energimu" ucapnya


ia mendekati Leo dan mengendus-endus tubuhnya seperti anjing pelacak. gadis itu terlihat kelaparan saat melihat Leo yang begitu bugar dari tawanan yang lain.


"aaaah....aroma mu sungguh sangat membuatku mabuk"


"dasar iblis. wajahmu cantik, sayangnya kamu hanyalah gadis iblis yang hina dan terkutuk" ucap Leo yang tidak sudi tubuhnya di pegang oleh gadis itu


"hahahaha....kamu benar, aku adalah iblis. dan lihatlah bagaimana iblis ini akan menghisap semua energimu sehingga kamu mati mengenaskan dan tidak akan pernah kembali ke tubuhmu"


Leo dicekiknya dan diangkat ke atas sehingga kakinya tidak berpijak di tanah. saat energinya mulai di hisap, saat itu juga Adam datang menyelamatkannya.


wuuusshh


bughhh


braaakkk


hap


Adam memukul perut gadis itu sehingga ia terjungkir terpental terkena singgasananya. Leo terjatuh namun segera ditangkap oleh Adam dan membawanya menjauh.


"kurang ajar, berani sekali kamu masuk ke wilayah ku" teriaknya dengan penuh kemarahan


"aku sudah peringatkan padamu untuk tidak menggangu temanku namun kamu tidak mendengarkan. jangan salahkan aku tentang itu" jawab Adam yang berdiri di depan Leo


"aku tidak ada urusan denganmu, sebaiknya kamu pergi sebelum kau ku habisi"

__ADS_1


"cih, justru aku yang akan menghabisimu"ucap Adam tak gentar


"pergi dari sini, arahkan semuanya untuk mengikutimu dan tinggalkan tempat ini. lari sekuat tenaga dan cari suara teman-teman mu yang sedang menunggumu pulang" bisik Adam


"bagaimana caranya gue mencari suara itu...?"


"kamu tidak perlu mencari, cukup pergi dari tempat ini, dan dengarkan suara teman-teman mu yang sedang mengaji, berdzikir. ikuti suara itu, karena itulah jalan keluar dari tempat ini" jawab Adam


"lalu elu bagaimana...?"


"jangan pikirkan aku, pergi sekarang juga"


Leo menuruti perkataan Adam. semua tahanan telah dilepaskan. mereka dilepaskan Adam saat gadis itu sibuk dengan Leo untuk menghisap energinya. Leo dan semua yang ditahan pergi meninggalkan tanah lapang itu.


"kurang ajar, mau pergi kemana kalian" gadis itu melompat ingin mengejar para tawanannya namun Adam menghalanginya dan menendangnya sehingga ia tersungkur di tanah


"semuanya, tangkap mereka kembali" teriaknya kepada para demit pengikutnya untuk mengejar Leo dan yang lainnya


berbagai bentuk demit keluar untuk melaksanakan perintah tuannya. mereka segera mengejar tawanan yang kabur sementara gadis tadi melawan Adam.


"lari cepat jangan ada yang berhenti sampai kita menemukan jalan keluar" teriak Leo mengingatkan


benar-benar tidak ada yang berhenti, meskipun mereka kelelahan, mereka terus berlari mencari jalan keluar agar bisa selamat.


"hihihihihi"


"grrrrrrrr"


"kraaak... kraaaak"


penampakan berbagai wujud ada di depan mereka dan terpaksa mereka berhenti berlari. semuanya ketakutan melihat setiap wujud yang mengerikan, mereka berlindung di belakang Leo karena dirinya lah yang memimpin mereka untuk kabur.


Leo sebenarnya takut. bagaimana tidak, jika semua penampakan berada di hadapanmu dan menatap tajam ke arahmu seperti sedang kelaparan.


kyaaaaaaaa.....


mereka semua berteriak menyerang Leo dan yang lain.


wuuusshh


ddduuaaaaarrrrrr...


"aaaaaagghh"


"goaaaarrr"


belum menyentuh tubuh mereka, para setan itu terkena kilatan bagai petir menyambar sehingga mereka terpental dan meledak dengan suara yang kesakitan


"Adam" Leo melihat Adam berdiri di depan mereka


"mau lari kemana kalian, akan ku musnahkan kalian semua. hihihihihi"


suara yang terdengar menakutkan ditelinga menggema di tempat itu.


"lari, dan jangan pernah berhenti sampai menemukan jalan keluar" teriak Adam


"lari" Leo berteriak keras menyuruh teman-temannya untuk meninggalkan tempat itu


gadis yang tadinya terlihat cantik berubah wujud menjadi gadis yang seperti dilihat oleh Leo. gadis dengan gaun putih sampai mata kaki. matanya mengeluarkan darah dan juga mulutnya.


"mati kau" teriaknya menyerang Adam


dari kejauhan, Leo mendengar suara di sebrang sana yang sedang mengaji. bukan hanya itu yang ia dengar, melainkan ada juga yang berdzikir dan mengucapkan asma Allah. Leo lega akhirnya mereka menemukan jalan keluar.


"ikuti suara yang kalian dengar" ucap Leo


segera mereka mengikuti suara yang menggema di tempat itu, hingga akhirnya mereka melihat cahaya di ujung sana. mereka semua terlihat senang dan menghampiri cahaya yang sedang bersinar terang. semakin dekat hingga mereka tersedot oleh sesuatu dan kemudian masuk ke dalam cahaya itu.


"haaah... haaaah...haaaah"


Leo terbangun dengan nafas yang memburu. ia berkeringat dingin. Vino segera mengambil air dan membantu Leo untuk minum.


"akhirnya elu pulang" ucap Vino memeluk Leo


"sekarang bakar lukisannya" ucap Nisda


"sebentar, Adam belum kembali" El menahan


lama mereka menunggu namun hantu itu tidak kunjung kembali. bahkan sudah satu jam mereka menunggu, tidak ada tanda-tanda kedatangan Adam.


"bagaimana ini, Adam belum juga kembali" starla mulai cemas


"elu nggak bertemu Adam Le...?" tanya El


"kami bertemu, tapi dia menyuruh kami untuk terus berlari mengikuti suara kalian yang kami dengar" jawab Leo yang sudah mulai membaik


ddduuaaaaarrrrrr


lukisan itu meledak membuat mereka kaget dan menundukkan kepala.


"hihihihihi.... Leo.... Leo" suara mengerikan muncul dari lukisan itu


"bakar sekarang lukisannya. Leo masih terikat dengannya karena kita belum membakar lukisannya" teriak Nisda


"tapi Adam belum kembali" El tetap bertahan


"hihihihihi.... hihihihihi"


"bakar cepat lukisannya" teriak Nisda kembali


mereka tidak punya pilihan. darah Leo yang mereka ambil diteteskan di lukisan itu dan segera El membakar lukisan itu dengan perasaan kalut dan tidak tenang karena Adam belum juga kembali.


"aaaaaagghh.... beraninya kalian membakar rumahku. aaaaaa" teriakan kesakitan terdengar dari lukisan itu hingga akhirnya lenyap begitu saja


ddduuaaaaarrrrrr


lukisan itu meledak lagi. Nisda memeluk Bara, starla memeluk Vino, sedang Leo dan El mematung dengan air mata karena Adam tidak juga kembali.

__ADS_1


"Adam" El tersungkur ke lantai dan menggigit bibir menahan tangis


__ADS_2