Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab102 Pujangga Patah Hati


__ADS_3

Aku dan Nina saling pandang, kemudian Ayumi berjalan mendekat,,


"Baru kenal kak,, kemarin ketemu di Mall 21.. kita dikenalin sama...."


Ucapan Ayumi berhenti, tatkala terdengar deru mobil di depan.


Nina, Ayumi dan Aku sama-sama menatap keluar rumah.


Mobil Dirga berhenti, sesaat kemudian terlihat Dirga turun dari mobil dan berjalan kearah teras.


Edgar berdiri dari duduknya, sementara Nina terlihat melototkan mata seolah tak percaya dengan apa yamg bru saja dilihatnya.


"Loh,, Gar.. kamu disini??"


Tanya Dirga begitu tiba di depan teras rumah Nina.


"Bapak sendiri??? kok bisa kesini??"


Tanya balik dari Edgar tak kalah penasaran.


Lalu mereka berdua tampak saling diam beberapa saat, kemudian melihat kearah dalam rumah.


"Vin,, Aku gak salah lihat??"


Nina memegang lenganku, Kemudian menarik lenganku ke luar menemui Dirga dan Edgar, disusul Ayumi.


"Dirga???"


Sapa Nina setelah berada diluar, Dirga menoleh kemudian tersenyum, namun ketika melihat Ayumi, matanya terbelalak kaget.


"Ternyata,, dunia ini sempit ya Gar,, baru kemarin kita dikenalin sama bu Vina,, dan ternyata sudah sedekat ini"


"Ehm... ehmm..."


Dirga terlihat kikuk dan salah tingkah beberapa kali berdehem.


"Ya udah... kita berangkat duluan ya kak,, pamit Ayumi pada Nina,


"Pak Dirga.. Bu Vina... kita duluan"


Ayumi dan Edgar juga berpamitan pada ku dan Dirga,


Aku yang masih bingung cuma bisa mengangguk dengan hati bertanya-tanya.


Tak lama setelah motor Edgar dan Ayumi berlalu, Nina mengajak Aku dan Dirga masuk.


Dirga tampak tak seperti biasa, ia tampak gugup dan gelisah.


"Ehm... Kenal Ayumi dimana kalian?"


Tanya Nina setelah mempersilahkan kami duduk.


"Oh,, Aku dikenalkan oleh Dirga katanya teman kerjanya"


"Owhhh...."


Nina mengangguk, sambil menuangkan minuman pada gelas didepan kami.


"Iya, Ayumi dan Edgar itu teman di pabrik,, kaget juga ternyata Ayumi adik kamu,, beda soalnya...he.. he.. he"


Ujar Dirga sembari tertawa kecil mencoba mencairkan suasana tegang antara kami.

__ADS_1


"Ehm.. hahaha... bukan, Ayumi bukan Adik Aku,, tapi adik nya Bang Alif ehm... Bang Alif itu suami Aku"


Jelas Nina,,


"Oh begitu,, pantesan gak ada mirip-miripnya,, oh ya,, mana suami kamu?"


"Ada dibelakang lagi ngasih makan burung-burungnya, bentar ya... Aku panggil dulu.,, kalian silahkan minum..."


Nina berlalu masuk kedalam meninggalkan Aku dan Dirga di ruang tamu.


Beberapa kali saling pandang,, namun mulut terasa terkunci untuk saling berbicara seperti semula.


Entah mengapa, antara Aku dan Dirga jadi canggung kembali seperti saat awal ketemu kemarin-kemarin.


Tak ingin terus berada dalam suasana dingin dan tak enak,, Aku memberanikan diri untuk mencairkan suasana.


"Kamu dari mana?"


Tanyaku,


"Dari depan sana"


Jawab Dirga tak jelas.


"Depan mana?? Aku nungguin kamu,, lama!!!"


Ujarku.


Mendengar itu, Dirga menatapku, kemudian tersenyum tipis.


"Masih nungguin ternyata??"


Jawabnya membuat Aku mengernyitkan dahi.


"Kirain,, udah gak mengharap Aku kembali"


Dirga melengos.


"Ihh,, apaan sihh... "


Aku memberinya cubitan di pinggang.


"Aww...sakit Vin,, berani yaaaaa???"


Dirga menatapku gemas sembari menggosok pinggangnya.


Aku yang merasa terancam sedikit menjauh dari Dirga sembari tersenyum.


Tak lama Nina datang bersama Alif.


"Dir... gaaaa!!"


Seru Alif yang tiba-tiba datang menghampiri Dirga sambil menepuk Bahu Dirga dan mengajak bersalaman.


Terlihat wajah kaget Dirga yang menyambut tangan Alif.


"Abang kenal??"


Tanya Nina yang saling pandang denganku.


"Bukan kenal lagi,, tapi ahh... ya ampunn,, sedih kalau diceritakan,,, apa kabar kamu Dir...?"

__ADS_1


Alif duduk disamping Dirga sembari menepuk-nepuk bahu Dirga,, sementara Dirga beberapa kali terlihat mencuri pandang kearahku.


"Aku baik,, Aku gak nyangka bisa ketemu kamu lagi disini,, berapa tahun ya kita gak ketemu??"


Balas Dirga.


"Pakoknya udah lama!!! Kamu hilang kontak begitu saja, sulit sekali dihubungi,, sampai Aku dapat kabar kalau sekarang kamu sudah sukses ya...."


"Ahh... kabar gak bener itu,, Aku masih seperti dulu... "


"Jadi... ini ya,, yang dulu sering kamu ceritakan??"


Ledek Alif sembari melirik ku, membuat Aku mengangkat kedua alis mataku.


"Cerita apa Bang?? bongkar donk.... Dia ini teman Aku waktu SMP"


Celetuk Nina.


"Benar kata Ayumi... Dunia ini sempit, ha... ha... ha..."


Sambung Nina lagi sambil tertawa menolehku, sementara Aku hanya senyum-senyum bingung.


"Oke... tak ceritakan semua.. ya... mohon izin Bro Dirgantara.... sang pujangga Patah hati...!!"


Ejek Alif pada Dirga yang cuma bisa senyum malu-malu.


Aku dan Nina saling rangkul.


meski bingung dengan panggilan pujangga patah hati dari Alif untuk Dirga.


"Jadi,, dulu kami temenan dari jaman SMA,, satu bangku malah...


Dulu,, siDirga ini terkenal cool,, jarang sekali ngomong,, idolanya cewek-cewek sekolahan,, tapi gak ada satupun yang ia tanggapi,, sampe semua cari tau lewat Aku ada apa dengan dirga,, sampe digosipin suka sesama jenis..wkwkkwkw"


Aku menatap Dirga, tak menyangka jika Dirga seperti yang diceritakan Alif.


"Terus Bang,,,"


Sela Nina.


"Jadi Dia cerita,, bahwa Dia suka sama perempuan, cinta pertamanya... tapi sampai sekarang belum jadian,,


Ada satu kejadian waktu Dia tau kalau ternyata si ceweknya ternyata udah punya pacar... sejak itu,, kami manggil dia Pujangga patah hati,, tamat sekolah kami gak ketemu-


ketemu lagi sampai hari ini,, padahal dulu... makan aja sepiring berdua dikantin sekolah,, makanya sempat digosipin kita homo ya Dir... wkwkwk"


"Berarti Abang benar.... Ini dia cinta pertamanya Dirga... tapi sayang nya,, ketemu lagi saat Vina dah sama Agung"


Cetus Nina, membuat Dirga menunduk,


Aku menelan ludah mendengarnya.


Menyadari kalimatnya mungkin melukai Dirga, Nina Buru-buru meminta maaf.


"Ehm... Sorry.... gak maksud apa-apa... tapi Aku benerkan Vin,, minggu nantikan acaranya?"


Ujar Nina memegang lenganku.


Aku memegang tangan Nina, tersenyum getir, sementara Dirga menatapku sendu.


"Berarti... bukan jodohnya,, jangan kecil hati,, meski tak berjodoh,, masih bisa berteman kan??"

__ADS_1


Alif menengahi suasana yang tiba-tiba canggung.


Bersambung***


__ADS_2