
Mobil berhenti di depan Rumah,
hati yang berdegup serta perasaan takut menyeruak di detik ini.
"Selamat istirahat sayang, maaf... Aku tak bisa keluar dari mobil,, Aku tak ingin kamu dapat masalah"
Ucapan Dirga begitu Aku bersiap untuk keluar dari mobil.
Aku menatapnya sesaat kemudian menghembuskan nafas lalu mengangguk.
"Vin..."
Panggil Dirga membuatku kembali menoleh,
Dirga mendekatkan wajahnya, lalu mengecup keningku.
Perlakuan yang membuat desiran darahku terasa mengalir cepat.
"Kamu hati-hati...Aku masuk ya..."
Tak ingin terjebak dalam suasana lebih dalam, Aku segera meninggalkan Dirga keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah tanpa menoleh untuk sekedar melambaikan tangan.
Setelah pintu tertutup, Aku menyibak gorden menatap Mobil yang berlalu meninggalkan rumahku.
"Vin,, sedang apa?"
Aku terkejut dengan sapaan Mama yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangku.
"Ehm... gak Papa Ma,, Mama belum tidur??"
"Bagaimana bisa tidur,, dari tadi Mama nelponin Kamu, tapi gak bisa dihubungi!! kamu dari mana? jam segini baru pulang?"
"Ehm... oh,, iya Vina lupa ngabarin Mama.. soalnya hape Vina mati, maafin Vina ya Ma... udah bikin cemas"
Mama menyibak gorden dan mengintip ke luar,
"Loh.. mobil kamu mana Vin?"
Tanya Mama menatapku heran.
"Itu dia Ma,, Mobil Vina tadi mogok,, makanya jadi telat,, "
Maafkan Vina Ma.... harus berbohong lagi.
Batinku menyesal.
"Terus,, tadi kamu pulang??"
Selidik Mama.
"Untungnya ada teman Vina yang bantu,, nganterin mobil ke bengkel, dan nganterin Vina pulang"
"Laki-laki??"
"Ehm.. iya Ma...''
Mama menatapku dalam dan penuh arti,, kemudian berbalik meninggalkanku masuk kembali kedalam kamar.
Aku tau, Mama jengkel dan mungkin juga marah kepadaku.
Dalam keadaan hati yang tak enak, Aku pun masuk kedalam kamar.
Bersih-bersih diri kemudian berniat segera tidur.
Dalam keadaan berbaring, Aku menghidupkan ponsel yang beberapa hari ini sering sekali kumatikan.
Ada yang aneh hari ini, hampir 10 menit menyala, namun tak ada satupun pesan yang masuk.
"Tumben sekali Agung tak mengirimkan pesan"
Ujarku pelan.
Dalam keadaan cukup mengantuk dan lelah, Aku memejamkan mata.
......................
Pagi datang lagi,, menyambut Hari ketiga..
Masih dalam keadaan di dalam selimut,, kuterima pesan dari Agung.
"Pagi sayang,, sudah bangun? Maaf semalam Aku ketiduran,, jadi gak sempat video call kamu, Selamat beraktifitas ya... semangat selalu... sampai ketemu hari minggu,, love you,"
Membaca pesan Agung membuat Aku menghembuskan nafas, setidaknya itu membuat Aku sedikit lega, karena ternyata Dia yang ketiduran.
__ADS_1
Segera kubalas pesan Agung,
"Iya, gak Papa,, kamu juga disana semangat"
Setelah mengirimkan pesan pada Agung,, Aku teringat sesuatu,
"Astaga!! Bukankah semalam Dirga bilang bahwa pagi ini akan menjemputku?!,, ini tidak boleh terjadi,, semalam saja Mama sudah menunjukkan wajah marahnya, Aku tak ingin masalah ini jadi panjang"
Ujarku pelan, lalu mengetikkan pesan untuk Dirga.
"Pagi Dir,, Aku minta kamu jangan kerumah ya,, jemput saja Aku di halte"
Tak lama,,Satu balasan dari Dirga kuterima.
"Oke siap!"..!!
Fiuuhh!!
Lagi-lagi Aku menghela nafas.
Aku bergegas untuk mandi dan bersiap-siap.
Setelah rapi dengan setelan bleazer berwarna navy, Aku keluar kamar, melintasi Mama dan Papa di meja makan, untuk mencari sepatu yang matching dengan outfit ku hari ini.
Setelah itu, Aku menemui kedua orang tuaku di meja makan.
"Pagi Ma.. Pa.... "
Sapaku mencoba bersikap biasa-biasa saja.
"Pagi sayang..."
Sahut Papa, sementara Mama hanya menatapku.
"Vin, hari ini kamu pulang jam berapa?"
cetus Mama.
Aku terkesiap mendengar pertanyaan Mama.
"Ehm.. Sepertinya Akan malam lagi Ma..."
Jawabku mengantisipasi jika ternyata benar nanti Aku dan Dirga akan pergi agak lama untuk misi satu pekan.
"Emangnya, lagi banyak kerjaan di kantor Vin,, sampe kamu mesti lembur terus?"
"Ehm.. Iya Pa.. kan Vina Nanti akan cuti,, makanya diselesaikan biar nanti cutinya tenang"
Jawabku mencoba meyakinkan Papa dan Mama.
"Tapi Vin, jangan sampe gara-gara tidur larut malam terus,, kamu kecapekan terus jadinya sakit,, Mama khawatir"
Tukas Mama,,
Membuat Aku menatap Mama berasa bersalah, sudah membuatnya khawatir padahal Aku pergi bersenang-senang dengan Dirga.
"Jangan Khawatir Ma... Vina minum suplemen kok"
Mama tersenyum,
Acara sarapan pun dimulai, sepiring nasi goreng udang, sudah tandas dari piringku.
"Oh iya,, kata Mama... Mobil kamu masuk bengkel? Berangkat bareng Papa aja kalau begitu"
Tawar Papa.
"Eng.. gak usah Pa,, Vina naik taksi aja..Ni Vina udah mau berangkat.."
Aku menunduk mengambil sepatu yang kuletakkan di dekat kaki kursi,, kemudian berjalan masuk kamar meraih tas di atas tempat tidur.
"Taxinya belum jemput Vin??"
celetuk Mama.
"Astaga!! Aku lupa memesan taxi online."
Aku meringis.
"Bentar lagi Ma..."
Ujarku sembari kembali masuk kedalam kamar dan buru-buru membuka aplikasi taxi online.
Beruntung dapat dengan cepat dengan posisi yang tak jauh dari rumahku.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian,
"Vin, itu kayaknya taxi kamu udah jemput"
Seru Mama dari luar kamar.
Aku bergegas keluar, setelah sebelumnya berpamitan terlebih dahulu.
Di dalam Taxi,
"Maaf Mbak,, apa mbak gak salah pesan taxi dengan tujuan halte depan?"
Tanya Supir taxi dengan wajah heran.
"Ehm... gak salah kok Pak.."
Jawabku tersenyum,membuat si Bapak supir semakin heran.
Tak sampai satu menit,, taxi berhenti di depan halte, terlihat sebuah Mobil hitam terparkir tak jauh dari halte.
Bergegas Aku turun setelah menyelesaikan pembayaran pada sang supir.
Aku berjalan menghampiri mobil hitam tersebut, kemudian masuk kedalam.
"Sudah lama?"
Tanyaku begitu selesai memasang seat belt,
"Gak juga... kamu tadi numpang mobil siapa?"
Tanya Dirga senyum-senyum.
"Taxi online"
Jawabku singkat.
"Kenapa senyum-senyum?"
sambungku ketika kulihat Dirga senyum-senyum.
"Gak papa, lucu aja... Dari rumah kesini pakai Taxi"
"Ya mau gimana lagi"
Aku menarik nafas dalam-dalam.
Tak lama kemudian mobil berjalan menggilas jalanan kota yang mulai padat.
"Ehm.. Vin,, nanti sore kita main kerumah Nina mau gak?"
Aku menoleh tak percaya dengan ide Dirga barusan.
"Kamu serius??"
Tanyaku.
Dirga mengangguk.
Sepanjang perjalanan,, canda, celoteh dan tawa renyah mewarnai perjalanan menuju kantor.
Hingga tak terasa, kini Mobil telah sampai pada depan sebuah gedung megah tempat Ku bekerja.
"Aku duluan yah...."
Pamitku pada Dirga, yang dibalasnya dengan tatapan mesra serta anggukan pelan tak lupa dengan senyum yang memabukkan.
"Semangat yah.... sampai jumpa sore nanti,,"
Aku baru sadar,, setelah Aku turun tentang penampilan Dirga yang menurutku aneh.
Aku kembali mendekatkan kepalaku pada pintu mobil yang kacanya dibuka,
"Kamu langsung kerja?"
Tanyaku kembali memperhatikan penampilan Dirga.
Dirga mengangguk.
Aku berjalan pelan dengan pikiran kemana-mana.
Setelah sampai di meja kerjaku, Aku kembali mengingat Ayumi dan Edgar yang kami temui di Mall 21 kemarin, bukankah mereka mengenakan seragam kerja, tapi kenapa Dirga tak mengenakannya pagi ini?
bukankah menurut Dirga, Edgar dan Ayumi adalah teman kerjanya?
__ADS_1
lalu panggilan Bapak dan Ibu yang dituturkan mereka, tak hanya itu.. kemeja slim fit panjang dengan celana kerja yang juga model slim yang ia kenakan semakin menambah rasa penasaranku terhadap Dirga.
Bersambung***