
Beberapa kali aku membuang tatapan ku untuk menghindari pandangan aneh dari mata itu,namun tetap tak merubah arah pandangan nya ke pada ku.
"Vin,,duduk di teras yuk"
Tiba- tiba Agung melontar kan ajakan nya kepada ku,yang membuat aku sedikit tercengang.
Ingin sekali rasanya menolak,,tapi itu pasti dinilai tak sopan oleh mama dan Tante Ruri,
dengan sedikit rasa terpaksa,aku berdiri dan melangkah mengikuti Agung yang lebih dulu meninggal kan ruang tamu.
"Duduk Vin,ntar tinggi loch bediri terus"
Canda Agung yang melihat ku masih berdiri dan sandaran pada pilar teras rumah ku.
" Ehm....suka- suka aku donk,,ini kan rumah ku"
Jawab ku ketus.
"Jutek amat non,pamali..."
Balas nya.
Aku memutar bola mata ku dengan kesal,lalu melangkah ke arah kursi kemudian duduk dengan melipat tangan di dada,masih dengan mulut mengatup dan tatapan mata penuh kekesalan.
Sebenar nya aku sendiri bingung,mengapa aku sampai sekesal ini terhadap Agung,padahal menurut ku Agung sama sekali tidak melakukan apa- apa.
Entah lah..
"Vin...besok aku ke Samarinda.."
"Udah tau..!!"
potong ku cepat.
"Aku mau pindah loch..."
"Udah tau!!"
"Selamanya menetap disana"
sambung Agung lagi.
"Terus.....,kenapa emang nya??"
tanya ku,kali ini membalik kan badan ku menghadap Agung.
"Kita gak akan ketemu lagi..."
Aku terdiam...
"Kamu pasti senang kan,,gak kan ada yang gangguin kamu,,ngintilin kamu,,nanya- nanya in kamu"
Aku masih diam,,dan mulai menatap Agung.
Matanya terlempar lurus jauh ke depan,,di wajah nya nampak ada kegelisahan yang tak ia ungkap kan.
Aku ingin sekali berkomentar pedas,,namun tiba-tiba ada perasaan tidak tega bila harus jutekin dia terus menerus.
Saat aku tengah menatap nya,Agung menoleh,aku kaget dan memaling kan kembali muka ku,ke arah lain.
"Vin,,maafin aku ya..kalau setahun ini..Aku sudah membuat mu merasa tak nyaman di sekolah"
Agung melanjut kan kata- katanya.
Aku sama sekali tak menyangka,Agung akan berkata seperti itu.
"Aku juga tau,,kamu gak suka aku ikutin,,aku tanya- tanyain,,aku datangin"
__ADS_1
Deg....!
Kerongkongan ku terasa menyempit,entah...tau dari siapa atau mungkin memang Agung yang merasa,,namun kata- kata itu seolah baru saja menghakimi ku.
Aku menatap Agung,,
"Gak kok Gung,,bukan begitu..."
"Udah...gak papa..jangan ngerasa gak enak..Aku menyadari nya sendiri kok"
Agung memotong pembicaraan ku sebelum sempat aku menyudahinya.
Aku menelan ludah..mendengar kan Agung membuka semua perasaan nya setahun ini.
Tak kusangka ternyata selama ini dia merasa kalau aku benar- benar terganggu.
Ada sedikit perasaan bersalah yang menggelanyuti hati ku.
"Aku cuma berharap..setelah kepindahan ku,,kamu jangan jutek- jutek lagi ya"
Aku menatap Agung,,lalu tersenyum mengangguk.
"Ehm...Vin,aku pasti bakal kangen sama kamu ..!"
Agung menatap ku lekat,,lalu diam beberapa saat.
Sementara aku,,bingung harus menjawab nya dengan kalimat yang bagaimana.
"Vin,kelak..jika suatu hari..kamu mau cerita,,kamu mau ngobrol atau sekedar tanya kabar..kamu boleh kok telpon aku...hehehhe,
Anggap aja aku lagi promosiin diri vin,,siapa tau...setelah gak ketemu aku lagi..kamu malah rindu..hehhe..iya gak??"
Aku tau candaan Agung barusan,,mungkin hanya sekedar penghiburan dirinya yang sebetul nya sedang galau,
ya mungkin saja..aku juga ga faham- faham banget tentang hal semacam ini.
"Iiichhh...pede....gak mungkin lah aku rindu,,kamu kan nyebelin...hehhehe"
Aku bisa menyambut candaan dari Agung dan membalas nya dengan candaan serupa.
Dalam kesekian menit,,kami sudah tidak dalam keadaan kaku lagi,seolah sepasang sahabat yang tengah bercerita.
"Eh...vin,,nanti kita chating ya...kita balas- balasan email,,kita main sosmed..berbagi cerita seru..dan pastinya kita bakal sering telponan ya..."
"Ehmm...gimana ya,,aku kan masih di anggap anak kecil,,jadi aku blm boleh main gituan..hehhehhe..masih polos soal nya"
"Alaaahhh ..lagak lu..."
"Nanti dech...kalau aku dah di beliin ponsel,,nanti aku kabari ya...kakak ku..."
ups...panggilan itu,,tiba- tiba meluncur dari bibir mungil ku..yang sontak membuat Agung kaget.
"Kakak??,,sejak kapan??tapi...gak papa dech...lucu juga"
Agung terlihat manggut- manggut,lalu terlihat meraih tas kecil yang sedari tadi menempel di tubuh nya,Dia mengeluarkan kertas,,lalu terlihat menuliskan deretan angka.
"Nich...kamu simpan ya..itu no ponselku."
"Oke..."
Aku menyimpan nya dalam saku celana ku.
"Vin..Aku gak selamanya kok di samarinda..suatu saat aku akan balik lagi ke sini.."
"Terserah kamu aja,,kapan pun kamu mau balik..mama papa pasti ngijinin kamu buat nginap di sini."
"he..em...makasih ya.."
__ADS_1
"ngomong- ngomong...kok kamu nyenengin nya di detik- detik aku mau pindah sich..curang ah..."
ujar Agung agak sewot.
"Loch...curang gimana?"
"Ya curang,,dulu kamu jutek banget,,sekarang aja...di hari terakhir aku disini,,kamu super nyenengin..bikin galau dech.."
"kok galau??"
"galau lah...jadi bimbang..mau ikut pindah atau tetap tinggal"
"Hahahahaha...."
Aku menjawab nya dengan tertawa lepas,,Agung yang menatap ku,tak kuasa ikut tertawa bersama ku.
"Ehm...vin,,boleh tanya satu hal..ehm...tapi..gak jadi lah..nanti aja"
Agung mengurungkan pertanyaan nya.
"Loch...kenapa??,mau tanya apa?tanya aja.."
pancing ku lagi.
"Hehehe...nanti aja lah,,nanya nya pas aku udah gak disini lagi..biar seru"
"Ah...dasar...Aneh"
"Bukan aneh...tapi lucu..hihihi"
Agung nyengir- nyengir gak jelas di depan ku.
Tanpa kami sadari,,waktu beranjak siang..
hari ini adalah hari pertama kami ngobrol santai dan lama..dan untuk pertama kalinya aku menanggapi Agung dengan nyaman.
Suara mama dan tante Ruri yang semakin mendekat ke arah kami,membuat kami menoleh.
Ternyata tante Ruri,sudah mau pamit pulang.
"Sudah puas ngobrol nya Gung?"
tanya tante Ruri.
"Iya ma,,"
"Tante pulang ya Vina sayang...sekalian pamit..nanti kalo ada waktu,,kita main- main lagi."
Ujar tante Ruri sembari mengelus kepala ku.
"Iya tante,,hati- hati dijalan ya..semoga selamat sampai tujuan,"
"Buat kamu juga...semoga betah ditempat yang baru"
Sambungku dengan menjabat tangan Agung dan mengayun nya.
"Siap bosss"
Jawaban Agung mengundang gelak tawa dari kami semua.
Aku..mama..dan papa mengantar tante Ruri dan Agung sampai ke depan pagar..
Nampak mama dan tante Ruri tengah berpelukan erat,,terlihat keduanya menitik kan air mata.
Tak dapat di pungkiri...mama dan Tante Ruri sudah seperti saudara,untuk pertama kali nya mereka akan terpisah jauh,,bukan hanya berbeda Kota,namun antar pulau.
Diam- diam aku pun turut terbawa suasana haru antara mama dan tante Ruri.
__ADS_1
semoga keluarga ini tetap menjalin silaturahmi meski ada jarak yang sangat jauh,hanya itu harapan ku.
Bersambung**