
POV >>>AGUNG
Dalam tak kesengajaan Aku melihat Dia,, seorang gadis manis dengan banyak kuncir di kepalanya, dengan lugu berjalan memasuki gerbang sekolah sembari menoleh kiri kanan memperhatikan sekeliling sekolah.
Dia salah satu siswi baru tahun ini, yang Aku sendiri belum tau siapa namanya, hanya saja hati ini berdetak dan berbisik jika Aku jatuh hati sejak pandangan pertama melihatnya pagi ini.
Upacara penerimaan siswa baru dimulai, ketika satu persatu siswa dipanggil untuk pembagian kelas,, Aku memperhatikan dengan seksama nama-nama yang disebutkan dan melihat dengan jeli siapa yang dipanggil, tujuanku hanya satu,, hanya ingin tau siapa nama gadis manis yang sudah mencuri hatiku.
"Ervina Delia.. ruang 1.1..."
Terdengar jelas ditelingaku dan mataku menangkap penampakan gadis manis itu berjalan maju dan menaiki anak tangga menuju ruang 1.1 yang terdapat dilantai 2.
Seketika Aku terpana, ketika ia kembali menoleh kebawah setelah berada di atas balkon lantai 2, entah apa yang sedang ia perhatikan, yang pasti senyum itu menambah riak-riak dihatiku semakin membuncah ingin mengenalnya lebih dekat.
Kuputuskan untuk bergegas menuju ruang osis untuk melihat nama-nama panitia yang ikut dalam orientasi siswa baru.
Aku yang yang sebenarnya ditunjuk menjadi panitia di kelas 1.2 memilih menukar diri dengan panitia yang lain agar aku berada di kelas si cantik Ervina.
Sepanjang orientasi, Aku terus memperhatikan Dia, hingga tak terasa waktu menjelang siang dan orientasi akan berakhir untuk hari ini dan akan dilanjutkan besok dan lusa.
Setelah hari ini, Aku menjadi lebih bersemangat untuk menanti hari esok menuju kesekolah, untuk bertemu dengannya.
Hari ke 2,
Aku sengaja berangkat pagi-pagi sekali agar bisa lebih lama menikmati manisnya wajah itu.
Tapi sudah hampir bel masuk,, Dia belum juga nampak, Aku sengaja berdiri di gerbang sekolah untuk menunggunya namun hingga bell berbunyi sosok manis itu tak juga kelihatan.
Dengan hati kecewa, Aku melangkah menuju kelas, dan menatap bangku kosong itu.
Tak lama, setelah materi orientasi untuk hari ini diberikan, terdengar ketukan pintu, Aku menoleh dan hatiku bergetar begitu melihat gadis manis berdiri menunduk di depan pintu.
"Ya Tuhan... Dia begitu manis.."
batinku.
"Silahkan masuk!!"
seruku merespon ketukannya. Dia berjalan pelan menuju tempat duduk.
Namun langkahnya terhenti, kala dengan sengaja kucegah ia untuk duduk.
"Ervina ya??"
Ujarku.
"I... iya kak"
Jawabnya gugup.
"Kenapa terlambat..??"
__ADS_1
Tanyaku lagi.
"Mobilnya bannya kempes kak"
Dia mencoba menjelaskan.
"Oke.. Karena Vina terlambat, gimana kalo kita kasih hukuman?"
Tiba-tiba saja ide itu terlintas di kepalaku.
"Setujuuuu!!!!!"
Seru seisi ruangan membuatnya semakin tegang dan cemas.
"Gimana kalo Vina kita suruh berkeliling minta tanda tangan ke semua yang ada di kelas ini?"
Ridwan, salah satu temanku yang juga menjadi panitia melontarkan idenya yang ternyata disanggupi oleh Ervina.
Dia bergegas meninggalkan kami menuju bangkunya, mengeluarkan buku dan pena mulai berkeliling meminta tanda tangan.
Aku tersenyum memperhatikan kepolosannya yang semakin membuat Dia terlihat berbeda dari yang lainnya,, sungguh indah ciptaan Tuhan yang ditakdirkan berada dikelas ini.
Semakin menatapnya semakin Aku ingin mengenalnya lebih dekat namun kesempatan untuk itu belum berpihak padaku,, untuk datang langsung ke kelasnya,, Aku belum punya keberanian yang cukup.
Namun hari ini,, kejadian tak disangka terjadi,
Jam istirahat baru saja dimulai, ketika sebuah keisengan kulakukan pada temanku Ridwan yang membuat ia kesal lalu mengejarku, sambil tertawa Aku berlari menghindarinya,
"Awwww..."
Aku menabrak seseorang dibelokkan arah perpustakaan.
Dengan sangat kaget, kulihat seseorang itu jatuh terduduk, lalu ia mencoba berdiri dan membersihkan rok sekolahnya dengan tangan.
Dan semakin terkejutnya Aku setelah menyadari bahwa seseorang yang baru saja kutabrak adalah Dia, Ervina Delia seseorang yang sudah sepekan ini hadir mengisi hatiku.
Dengan sedikit gugup Aku berusaha segera mungkin meminta maaf kepadanya,
"Sorry... Sorry... Gak sengaja!!"
Dia menatapku beberapa saat, terlihat sangat canggung namun hal itu justru membuat Dia terlihat semakin menggemaskan, dan apa ini... secara tak sengaja Aku memergokinya sedang melirik nama di seragamku.
Hal itu tentu saja membuatku ge-er, dan merasa kalau Dia ingin mengenalku juga.
"Kamu gak papa kan??"
Tanyaku penuh rasa bersalah.
Belum sempat Dia menjawab tiba-tiba Seseorang datang dengan berlari kearah kami.
Ridwan dengan nafas tersengal menghampiriku, kedatangan Ridwan membuat Dia mengalihkan pandangannya pada Ridwan lalu terdiam bengong.
__ADS_1
"Hey... Kok bengong??"
Aku mencoba kembali menyapanya.
"Eh... Iya... Anu, Ehmm... Aku gak papa kok,, lain kali jangan main kejar-kejaran di koridor donk.."
Jawabnya yang kelihatan sekali gugup namun berpura-pura jutek.
Melihat itu, dalam hatiku berkata jika wajah semacam Dia sama sekali tak pantas untuk menjadi cewek jutek,, lalu Aku tersenyum dalam hati.
"Iya... sekali lagi maaf ya, kamu kelas 1 kan? Eh... Nama kamu Ervina kan??"
Aku memberanikan diri mengulurkan tangan lebih dulu bermaksud mengajaknya berkenalan.
Tak kusangka, uluran tanganku disambutnya, Dia menjabatnya sembari menganggukkan kepala.
"Kenalin, Aku Agung, kelas 3.1"
Bukan main,, bahagianya hatiku.. dengan tak henti tersenyum menatapnya.
Sadar bahwa dirinya sedang ku perhatikan dalam-dalam, Dia terlihat gelisah, canggung dengan pipi merona merah,, jelas sekali jika ia tengah malu-malu, hal itu justru menumbuhkan kembali riak-riak kegembiraan dihatiku, merasa tak akan lama lagi Aku bisa lebih dekat dengannya.
Namun baru saja Rasa bahagia itu mengerubungi hatiku, tiba-tiba Vina menarik tangannya dengan cepat dari jabat tanganku.
"Ehmm... Maaf ya, Aku buru- buru..!!"
Pamitnya padaku dengan tergesa-gesa, sempat kuperhatikan arah pandangannya sebelum Vina menarik tangannya dan terburu-buru meninggalkanku menuju perpustakaan.
Aku menoleh mengikuti arah pandangan Vina, nampak disana seorang tengah menatap dan menghadap kami dengan pandangan tak suka.
"Dia....??"
Ujarku lirih sembri mengingat wajahnya.
"Iya... Aku ingat,, Dia Siswa baru yang pada saat orientasi kemarin menyandang predikat siswa peserta orientasi terbaik putra,, namanya.... ehmmm,, Dirgantara!"
Batinku yang berhasil mengingat wajah itu.
Aku menarik nafas memperhatikan Ervina yang sudah menjauh dariku menuju perpustakaan,
Ingin sekali rasanya Aku mengejarnya untuk mengajaknya ngobrol lebih lama,, tapi niat itu kuurungkan mengingat wajah tegang Ervina ketika tau Dirgantara tengah memperhatikan kami.
Ada apa sebenarnya ini? apa mungkin Ervina dan Dirgantara pacaran?
Hem... Hatiku terasa panas seketika, merasa tak terima jika gadis yang sedang kusukai ternyata sudah dimiliki laki-laki lain,
Ahh,, rasanya perih sekali,, beginikah rasanya patah hati Tuhan?? kenapa rasa yang baru saja tumbuh ini harus layu sebelum berkembang?
Padahal belum pernah kurasakan ini sebelumnya,, bahkan untuk menyukai seorang gadis saja Aku belum pernah,, dan Ervina.. adalah gadis pertama yang mampu mencuri hatiku,, tapi kenapa belum juga perasaan ini berkembang,, malah sudah merasakan patah hati..
Aku melangkah lunglai masuk kedalam kelas.
__ADS_1
Bersambung***