Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 165 Menjadi Tamu spesial


__ADS_3

Mobil berhenti tepat didepan sebuah rumah berwarna kuning gading dengan pagar tembok gagah berwarna senada.


Aku memperhatikan setiap detail rumah yang terlihat modern dengan banyak aksen artistik di beberapa bagiannya, seketika decak kagum muncul dihatiku.


Dirga turun dari mobil, dan bergegas membuka pagar, kemudian kembali ke dalam mobil lalu melaju pelan memasuki garasi yang letaknya berada tepat disamping rumah tersebut.


Aku terus mengamati setiap sudut bagian rumah dari dalam mobil, terdapat satu unit mobil dan beberapa unit sepeda motor, terparkir rapi di garasi yang sangat luas ini, salah satunya motor matic yang pernah dipakai Dirga berjumpa denganku waktu itu. Melihat dari banyaknya kendaraan itu, menandakan banyak kepala yang tinggal didalam rumah besar ini.


Tak berapa lama,


Seorang gadis muda keluar dari pintu samping tepat menuju ke garasi.


Namun begitu melihat mobil Dirga ia kemudian bergegas berlari masuk lagi kedalam, Dirga tersenyum melihat itu.


"Yuk... Turun,"


Ajak Dirga,


"Ehm.. Itu tadi siapa?"


Tanyaku menunjuk pintu.


"Oh,, itu Bella anak bungsu Pamanku"


Aku mengangguk kemudian keluar dari dalam mobil.


Dirga berdiri tepat sampingku dan menggandeng tanganku untuk masuk.


Baru saja beberapa langkah kami berjalan tiba-tiba saja..


"Selamat datang.....Di rumah kami......!!!!"


Seru tiga orang yang tiba-tiba saja muncul dari dalam rumah dan mengagetkanku begitu juga Dirga.


Aku memandang Dirga kemudian menaikkan alis mata,


Dirga balas menatapku, kemudian..


"Bella!! bikin kaget aja!! ide siapa nich....?"


Tanyanya marah namun terlihat sekali begitu menyayangi Bella.


Bella menunduk, begitupun dengan Dua orang disampingnya.


"Maaf Bi.... ini ideku sendiri,, teman-temanku tak tau apa-apa,, jangan hukum kami ya.....!"


Bella menatap Dirga memelas.


"Hah,, apa? menghukum? masak sih, Dirga suka menghukum?"


Batinku bingungdan tak percaya.


"Gak bisa!! karena kamu bikin ulah lagi,, sekarang kamu Abi hukum!! Minta maaf sama Kak Vina,, terus bikin minuman!! kalo gak mau,, besok gak dapet duit saku!!"


Hardik Dirga.


Membuat Bella dengan cepat mengangkat kepalanya memandang Dirga.


Mataku terbelalak, melihat kejadian ini.


"Siap!! cuma itu?! tenang..... chef Bella dan Tim sudah menyiapkan semuanya,, bukan cuma minuman tapi makan siang spesial pun sudah siap,,!!"


Bella menepuk-nepuk dadanya sembari melirik orang di kanan kirinya.


"Bagus....!!! gitu donk..."


Jawab Dirga.


"Hallo Kak,, kenalin Aku Bella sering dibilang kembarannya Irish bela,, hihihi,, sekarang Aku masih berjuang untuk mendapatkan gelar sarjana,, padahal otakku udah panas dan hampir korslet wkwkkk.., Aku anak bungsu Ayah,, kebanggaan Ibuk meski tak pernah ada prestasi yang bisa dibanggakan serta kesayangannya Abi dan Cia... kalau yang ini,, mutlak tak bisa diganggu gugat ya Kak"


Bella mengulurkan tangan padaku dengan senyum lebar, menunjukkan deretan giginya yang putih dan tersusun rapi,,

__ADS_1


Aku memandang Bella tak berkedip, kemudian tersenyum dan menerima uluran tangannya.


Lucu sekali gadis ini,, imut dan sangat menggemaskan, dari cara ia berbicara terlihat sekali manjanya,, Abi? oh iya,, Aku lupa.. Dirga waktu itu bilang kalau panggilannya dirumah adalah Abi,, lalu Cia?? siapa Dia?


Batinku bertanya-tanya.


"Aku Vina... senang sekali kenal kamu"


Ucapku masih canggung.


"Ohh... tentu saja... Setiap orang akan bilang seperti itu ketika kesan pertama mengenal Aku, Oh iya hampir lupa ngenalin ke Kakak, kenalin ini dayang-dayangnya Aku, Ha...Ha...Ha... Namanya Ratna dan Dewi,,"


Sambung Bella lagi, Aku beralih menatap kedua temannya bergantian dan menyambut tangan mereka satu persatu.


Dirga terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayo.. kak Vina,, silahkan masuk untuk segera menuju ke ruang makan,, mencicipi hidangan bintang Lima ala Chef Bella"


Bella menarik lenganku.


Aku menatap Dirga, lalu Dirga mengangguk sambil tersenyum.


Aku mengikuti langkah Bella dengan lengan yang masih terkait di lengan Bella.


"Bel,, Mana yang lain?"


Tanya Dirga yang menyusul langkah kami dari belakang.


"Ayah sama Ibuk pergi ke undangan,, Cia lagi pergi ke reuni teman-temannya"


"Mimi?"


Tanya Dirga lagi,


"Ikut Cia"


Jawab Bella.


"Ehm... Cia?"


"Ohh,, Cia itu Syintia Vin,, dan Mimi itu anaknya, masih ingatkan yang waktu itu..."


Terang Dirga, lalu menatap dengan senyum menggodaku.


Aku mengangguk salah tingkah.


Sampai di depan sebuah meja makan kayu mengkilap, terlihat aneka macam makanan dan minuman tertata rapi, lengkap dengan peralatan makannya, berupa piring sendok dan garpu yang ditata sedemikian rupa.


"Silahkan dinikmati... kakak kakakku,,... jangan lupa,, setelah makan berikan bintang lima ya.. hehhe.."


Bella kemudian berlalu meninggalkan kami berdua.


Terlihat Ia masuk kedalam sebuah ruangan bersama dayang-dayangnya yang Aku yakin itu adalah kamar miliknya.


"Ehm... pusing ya? Maaf ya Vin,, kalau kamu agak terganggu sama Bella,, Dia emang suka aneh dan lebay gitu orangnya... "


Dirga tersenyum menatapku.


"Oh.. Enggak kok, sama sekali enggak.. Asyik kok orangnya,, lucu... imut lagi.."


Jawabku membalas senyum Dirga.


"Dimakan Vin,, meski gitu... tapi kalo soal masakan, Bella jangan diraguin.. jago banget Dia.. kalah masakan hotel "


Puji Dirga.


Aku mengangguk tersenyum dan mulai menyendok makanan dihadapanku,


Dan ternyata Dirga benar,, masakan Bella memang luar biasa enak.


15 menit berlalu, Aku dan Dirga selesai makan, Aku beranjak dari kursi berniat membereskan piring kotor.

__ADS_1


"Eeiittttt... jangann!!"


Pekik Bella dari depan pintu kamarnya.


Hal itu membuat Aku kaget dan menoleh,


Bella buru-buru mendekatiku.


"Udah... udah,, Kakak cantik duduk manis aja di sofa situ tuh,, semua ini biar menjadi tugasnya para dayang-dayang... wkwkk"


Bella menunjuk Sofa coklat yang berada di ruang tamu.


Kemudian,,


"Ratna...!!! Dewii...!!! Ini tugas kalian,, hehehe"


Serunya sambil tertawa cekikikan ketika kedua temannya datang.


Sementara Bella kembali menuntunku menuju Sofa, diikuti oleh Dirga.


"Ya ampun,, beneran Aku jadi gak enak ini,, dilayani banget kayak apa aja"


Ujarku.


"Ya.. gak Papa,, Kakak kan Tuan putrinya Abi hihihi.."


Bella kembali tertawa.


Setelah mengantarkan Aku duduk di sofa, bela berlalu dan kembali dengan membawa minuman dan beberapa cemilan.


"Ini Kak,, cemilan sama minumnya,, cemilan Aku beli di Minimarket depan,, tapi kalau minuman Aku buat sendiri,, Aku tinggal ya..."


Bella kemudian berjalan ke belakang menemui temannya yang sedang beres-beres.


"Ehm... Dirga, harusnya gak perlu sampe kayak gini tau,, Aku kan jadi gak enak sama Bella,, kayak Aku ini siapa aja?"


Aku menatap Dirga tak enak hati.


"Loh,, tadi kamu dengar sendirikan, Bella bilang kamu Tuan putri,, jadi wajar dong di layani sepenuh hati"


"Ahh... Dirga,,"


Aku melengos.


Belum lama dari kami mengobrol tiba-tiba,


"Assalamualaikum...."


Seorang perempuan datang dengan menggendong anak kecil, ingatanku kembali pada kenangan waktu itu, dimana Dia yang kusangka Istri dari Dirga dan anak tersebut adalah anak mereka.


"Berarti Dia Syintia dan Mimi"


Pikirku.


"Eh.. ada tamu,,"


Ujarnya,


"Bi.. Bi.. Bi"


Celoteh Bayi yang berada di gendongan perempuan cantik itu.


"Hai... Mimi,, sini... sini... ikut Om Abi,,"


Panggil Abi pada Mimi.


Syintia dengan cepat menurunkan Mimi dari gendongan ketika sebelumnya meronta-ronta dari gendongnya.


"Bi... Bi.... Bi.."


kembali celotehnya sembari berjalan tertatih-tatih menghampiri Dirga.

__ADS_1


Belum lama Aku berada di rumah ini, beberapa kejadian sudah cukup membuat Aku yakin jika sosok Dirga begitu sangat di sayangi oleh orang-orang dirumah ini, bahkan oleh Anak sekecil Mimi yang lebih memilih Dirga dari pada Ibunya ketika sampai Dirumah dan melihat Dirga.


Bersambung***


__ADS_2