Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 40 Cerita tentang Daniel


__ADS_3

Keesokan harinya,


Aku sudah rapi berdiri di depan teras rumah siap menunggu jemputan Agung.


Hanya beberapa menit saja, Agung dengan sepeda motor sewaannya muncul dan melemparkan senyum manis kearahku.


"Maa... pamit ya....."


Seruku dari depan rumah yang sebelumnya sudah terlebih dahulu berpamitan resmi dengan mencium punggung tangan serta cipika cipiki.


"Udah lama nunggu?"


Tanya Agung begitu Aku tiba di depan mukanya.


"Gak kok, baru aja"


Jawabku singkat.


"Semangat betul hari ini? kenapa?"


Tanya Agung lagi sembari memakaikan helm di kepalaku, tak lupa membenarkan poni yang menutupi mataku.


"Setiap hari harus semangat!!"


Ujarku dengan kepalan tangan yang mengacung.


"Hebat dong, padahal Aku berharapnya bukan itu jawaban yang keluar dari mulut kamu!"


Agung menatapku dengan tatapan kocak.


"Lah terus??emangnya kamu berharapnya apa?"


Tanyaku sembari naik keatas motor.


"Ahahaha.... Yahh... Aku berharapnya kamu jawab, karena Aku jemput kek, karna ketemu Aku kek... karena rindu Aku kek...."


"Huuuu...sorry, gak ngaruhhhh!!!! Ayok jalan!"


Aku menepak punggung yang mulai berisi itu.


Motor melaju diiringi gelak tawa kami.


Sampai di sekolah yang masih sepi, hanya ada beberapa siswa saja yang berjalan memasuki gerbang.


"Vin, nanti siang kita mau kemana?"


Tanya Agung.


"Entah, Aku juga bingung.."


"Gimana kalau kita nonton bioskop? katanya ada Film bagus, mau gak?"


Agung yang tak pernah kehabisan ide untuk mengajakku ngedate membuatku tak bisa menolak, bukankah Aku sendiri yang pernah berjanji, jika dia kembali kesini akan Aku temani liburannya sampai selesai.


"Oke, tapi itu berarti pulang dulu dong ganti baju, gak mungkin pakai baju sekolah."


"Iyalah,, mau kamu di tangkap security?"

__ADS_1


Agung menjentik pelan jidatku.


"Oh ya, kalau teman-teman kamu mau ikut, ajak aja sekalian, biar seru"


Sambung Agung.


"Ehm... kamu gak keberatan gabung sama teman-teman Aku?"


Aku benar-benar kaget mendengar tawaran Agung.


"Ya enggak lah, malah seru rame-rame iya kan?"


Aku tersenyum lebar dan mengangguk.


"Ya udah, masuk gih... Aku mau pulang, jangan rindu ya.. nanti siang ketemu lagi hahha"


Agung selalu seperti ini, santai dan selalu bisa mencairkan suasana, sehingga mampu membuat Aku selalu tersenyum ketika bersamanya.


"Tapi... Eiitsss,, tidak.. tidak, kenapa Aku memujinya,, bagiku Dirga yang terbaik"


Aku bergumam sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalaku, tak lama setelah kepergian Agung dari hadapanku.


Aku berjalan masuk.


"Astaga.... ternyata benar, duo gemoy udah teronggok di taman, dan sedang bergosip ria"


Aku tersenyum geli sendiri, Aku tak menyangka mereka berdua benar-benar datang pagi-pagi untuk menyambung cerita kemarin.


"Heii.... Subuh-subuh dah mojok?"


Sapaku mendekati Nina dan Elza.


jawab Elza yang masih menyandang tasnya begitupun dengan Nina.


"Ya udah yuk, masuk kelas dulu.."


Ajakku pada mereka berdua.


"Eh.. za, tau gak, ternyata kemarin Daniel belum pulang loh"


Ujarku sembari berjalan menuju kelas.


"Hah.... masak sih, terus ngapain Dia ngumpet dari kita? maksudnya apa coba pura-pura ngambek gitu!"


"Apa nanti kita introgasi Dia aja?"


Ujar Nina.


"Jangan... jangan!!! yang ada nanti malah makin ngambek, yang susah Aku, hari ini aja Aku berangkat naik Bis lagi."


Elza cemberut.


"Vin, filing Aku ya,, kayaknya bener deh Daniel ngambeknya sma kamu, coba deh nanti kamu yang deketin Dia dan ngomong ya...."


Aku menelan ludah mendengar saran Elza.


Sampai di kelas,

__ADS_1


"Eh... kita ngobrol disini Ajalah, capek mesti balik lagi ketaman,"


Ujar Nina yang terlihat ngos-ngosan karena terlalu banyak membawa beban, apalagi kalau bukan lemak ditubuhnya ditambah bekal yang udah kayak mau perang 7 hari 7 malem.


"Kamu duluan deh ceritain tentang Dirga sama Vina.."


Elza menatapku dengan genit.


"Haduhhh... kenapa Aku sih yang jadi bahan gosip kalian!"


Jawabku manyun.


"Aduhhh... Vin sayang, ini bukan gosip tapi cuma menceritakan tentang sejarah kamu dan Dirga yang menurut Nina cinta sejati yang hampir Dia rampas..wkwkkwkk"


Elza dan Nin terkekeh.


"Kamu aja duluan deh, cerita yang baik itu mesti dari akarnya, Kan SD dulu baru SMP"


Jawaban Nina memancing tawa kami bertiga semakin kencang.


"Oh ya, Tari belum datang ya?"


Potongku begitu menyadari belum melihat


Tari dari tadi.


"Iya, Daniel juga!"


Jawab Nina.


"Jadi begini Nin, jadi dulu kan Waktu Sd, biasalah cinta-cintaan monyet Anak bocil, Si Vina ini di taksir sama Daniel, itu Dia sering cerita sama Diki, teman kita juga, nah Si Diki ini cerita sama Aku dan Tari tapi katanya gak boleh bilang-bilang ke Vina soalnya Danielnya malu"


Elza mulai bercerita.


Aku yang ikut penasaran, bertopang dagu mendengarkan serius cerita Elza yang sama sekali tidak pernah Aku ketahui sebelumnya.


"Terus... Terus...."


Pinta Nina tak sabar ingin Elza melanjutkan ceritanya.


"Nah, jadi ya... percaya gak, kalau di dinding kamar Daniel banyak tulisan spidol nama Vina..wkwkkwk"


Elza kembali terbahak mengenang masa lalu mereka.


"Ngaco Ah... kamu tau dari mana? emangnya kamu pernah masuk kamar Daniel?"


Bantahku tak percaya.


"Ya belum sih, tapi ini menurut cerita Diki, kan Diki sering main kesana, dan ada lagi yang lucu,, jadi pernah Aku dan Tari memergoki Daniel lagi nulis love Vina di belakang bukunya.. wkwkw, gara-gara takut kita berdua lapor ke Vina, Daniel rela traktir jajan Aku dan Tari selama 3 hari.. wkwkkwkwk"


Elza tertawa terbahak-bahak diikuti Nina, sementara Aku terperangah tak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar.


"Wah... Vin, berarti beneran tuh, Daniel suka sama Kamu, dan jangan-jangan Dia ngambek gara-gara cemburu sama Kak Agung!"


Nina menimpali.


Mendengar hal itu, ingin sekali Aku membenarkan apa yang diucap Nina, tapi sepertinya itu tak perlu Aku ceritakan sekarang, karena pasti akan memperkeruh suasana, dan persahabatan kami akan renggang.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2