
Acara selesai,dengan penuh sukacita aku dan mama melangkah keluar gedung.
Mama menahan langkah ku di gerbang sekolah.
"Loch ma,,kok berhenti??"
Tnyaku.
"Iya,tadi papa kirim pesan,,katanya mau jemput kita"
Belum sempat aku menjawab,sebuah mobil menepi,dengan penuh semangat aku berlari segera membuka pintu mobil.
"Papaaaaaaaaa......yeaaayyyyyy,,hape...hape"
Aku menyodorkan piagam prestasi dan buku raport ke arah papa dengan bangga sambil tertawa lebar,
"Hebattttt,,ayo naik!!!"
Seru papa mengacungkan 2 jempol nya untuk ku.
Sepanjang perjalanan,aku begitu antusias bercerita tentang sesi acara dari awal sampai akhir.
Hingga akhir nya aku sadar,bahwa mobil yang sedang kami kendarai tak mengarah ke jalan pulang.
"Loch pa....kok kita ke jalan ini??,kita mau kemana??"
Aku mengernyitkan dahi celingak celinguk.
"Katanya mau handphone??"
"Seriusan pa????aaahhhhhhh...yang bener ma??
Jawab ku tak percaya,,sembari menoleh mama mencari kejelasan.
Mama hanya tertawa kecil,lalu menggeleng-gelengkan kepala nya .
"Ichhh....papa....Vina gak lagi mimpi kan???"
Sungguh,,hal yang benar- benar membuat ku bahagia luar biasa,,hal yang aku impikan sebentar lagi bisa aku genggam.
Aku membayang kan,betapa keren nya jika bisa pegang ponsel sendiri hasil dari hadiah prestasi yang aku raih.
"Ya udah,,kalo gak percaya,,kita putar balik,,belinya kapan- kapan"
"Jangaaaaaaaannnnnn....."
Aku berteriak sembari melambaikan tangan dengan gerakan cepat.
Hal itu membuat mama dan papa terbahak melihat tingkah ku.
"Eh ..iya Vin,,tadi pas 10 besar dari kelas kamu,,ada satu anak cowok itu siapa?"
Deg...!
Jantung ku tiba- tiba berdebar mendengar pertanyaan mama.
"Oh...itu,Dirgantara ma"
Jawabku singkat.
"Hebat ya dia,,masuk peringkat berapa sih tadi Dia Vin?"
"Peringkat 5 ma,semester kemarin juga peringkat 5.
"Ohh...juara bertahan donk ya,,"
"He..ehmm.."
__ADS_1
Aku mengangguk.
Akhir nya mobil kami sampai pada pelataran parkir sebuah gedung pusat penjualan handphone.
"Ayo turun...!"
Ujar papa.
Dengan rasa tak sabar,,aku berjalan masuk ke sebuah counter.
"Selamat siang,,cari apa dek,,bisa di bantu?"
Sapa salah seorang sales yang menyambut kedatangan ku dengan senyum tersungging.
Aku yang agak canggung berhenti melangkah dan menoleh ke arah kedua orang tua ku yang baru saja melangkah masuk.
Setelah beberapa lama memilih,akhir nya papa membelikan ku sebuah handphone dari salah satu merk yang iklan nya sering muncul di tv.
Sepanjang perjalanan pulang,,aku terus memeluk kantung yang berisi kotak ponsel hadiah papa,rasa tak sabar ingin segera sampai kerumah dan meng otak atik benda impian yang sekarang tengah aku peluk erat,senyum tak henti bersemi di bibir ku menandakan betapa bahagia nya hidup ku hari ini.
Bagaimana tidak,hal yang menjadi harapan ku untuk mempertahankan prestasi ku berhasil aku raih,,bahkan lebih dari itu aku pun berhasil dengan predikat juara umum di tahun pertama ini.
karena prestasi itu,aku juga mendapat hadiah luar biasa dari papa,,sebuah ponsel impian yang sejak lama aku ingin kan.
***
Selepas mandi,segera kuraih benda yang masih berada di dalam kotak yang sebelum nya ku taruh diatas meja belajar ku.
Aku duduk bersila diatas tempat tidur,tangan ku membuka cepat kemasan benda di depan ku.
"Smartphone......"
Teriak ku dengan bertepuk tangan kegirangan.
Tok..tok...tok...
Pintu kamar ku di ketuk,lalu mama menyembul dari luar,disusul papa.
"Vin,selamat ya...papa bangga atas prestasi kamu"
"Makasih pa"
Papa memang belum mengucapkan apa- apa sejak pertama aku menunjukkan piagam ku siang tadi.
Mama mencium kepala ku,
"Tapi nak,,jangan bangga dan bersombong diri dengan apa yang telah kamu raih,terus dan terus belajar jangan sampai lengah dan terlena,sebab mempertahankan itu lebih sulit dari merebut."
Pesan- pesan dari papa ku tanggapi dengan seksama,mengangguk dan tersenyum faham.
"Dan satu lagi vin,,gunakan ponsel nya dengan bijak ya.."
Sambung mama,
"Siap ma....."
"Oke..selamat menjelajah dunia baru sayang"
Papa berseru sembari mengedipkan sebelah matanya,kemudian bersama mama keluar kamar meninggalkan aku yang mulai sibuk dengan mainan baru.
Saat pertama kali ponsel ku menyala,hal yang pertama kali aku ingat adalah Agung.
Sejenak aku terdiam mencoba mengingat,dimana aku menyimpan no ponsel yang pernah diberikan Agung.
Aku melompat dari tempat tidur,membuka laci meja ku.
"Ahaaaa...ini dia..."
__ADS_1
Ujar ku memungut,secarik kertas dengan deretan angka yang tertera.
Aku memasuk kan nomor tersebut ke dalam kontak ponsel ku.
Kini di ponsel ku,terdapat 3 nomor kontak,dan Agung adalah kontak ke 3 setelah Papa dan mama.
Aku mengetik kan pesan pada kontak Agung.
✉️Hai...kakak ku,apa kabar?,Aku udah punya ponsel..save no ku ya...☺️
Hanya beberapa menit saja,balasan ku terima.
✉️Hai juga Vina cantik,oke di save,,kabar aku baik..aku kangen kamu...sumpah😉
Hihihi...aku cekikikan sendiri membaca pesan Agung barusan.
Ketika Aku hendak mengunduh aplikasi sosial media,tiba- tiba ingatan ku tertuju pada bola kertas yang di lempar kan Dirga pada ku di aula tadi siang.
Dengan cepat aku bangkit,lalu berlari tergesa- gesa keluar kamar menuju keranjang baju kotor yang terletak di dapur.
"Tungguuuuuu maaaaaaa....."
Aku berteriak kencang sebelum sampai di tujuan ketika kulihat mama akan memasuk kan pakaian kotor ke dalam mesin cuci.
"Vina...!!!apaan kok teriak - teriak"
Hardik mama yang kaget dengan teriakan ku.
"Hehhehe,,maaf ma...Vina mau ambil sesuatu di seragam Vina"
Aku menjawab dengan tangan mencari seragam dan merogoh saku nya.
"Fiuuuhhh,,untung masih ada"
Ujar ku dalam hati,lalu segera berbalik arah ke kamar.
"Itu apa Vin??"
Tanya mama.
"Catatan ma"
jawab ku sambil berlalu.
Klek!
Aku mengunci pintu kamar.
Aku takut,saat aku membaca si bola kertas,tiba- tiba mama masuk,,hhuhuhu...bisa-bisa aku malu.
Tiba- tiba hati ku bergetar,jantung ku berdegup kencang,padahal bola kertas masih aku genggam,sedikit pun belum terbuka.
Tangan ku berkeringat,aku menarik nafas panjang lalu dengan tenang dan perlahan aku membuka bola kertas tersebut.
💕Dari awal aku yakin,kamu pasti mendapat hasil yang baik,ternyata bukan saja yang baik.. kamu juga jadi yang terbaik.
Selamat ya..Vina..kamu tak hanya cantik,tapi juga yang terbaik.
aku bangga sama kamu...
selamat liburan,aku pasti akan sangat merindukan kembali ke sekolah,dengan alasan yang pastinya kamu faham.
*Iy**a...kamu💕*
Aku melompat kegirangan,dengan mendekap kertas lecek itu di dadaku.,berkali- kali aku berputar seolah sedang menari mengajak kertas pesan itu berdansa tanpa musik.
ingin rasanya kertas itu aku laminating,lalu aku bingkai dan aku tempel di kamar ku.
__ADS_1
hahhaha...namun itu tak mungkin aku lakukan.
Bersambung**