Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 82 Angkasa?


__ADS_3

Hari terus berganti,


Hampir 3 bulan sejak perginya Agung keluar Kota untuk mengurus bisnis Kafenya yang baru lounching cabang baru.


Aku Tak pernah merasa ia jauh, setiap saat Agung selalu berbalas pesan denganku sekedar bertanya sedang apa, dimana dan bagaimana keadaanku,


Agung juga selalu menyempatkan diri menelponku setiap pagi hanya untuk memberiku semangat menjalani hari, dan Agung juga tak pernah absen melakukan panggilan Vidio dimalam menjelang tidur, yang katanya hanya untuk memastikan Aku baik-baik saja, dan juga pelepas rindu seharian bekerja serta sebagai mood booster untuk menjalani aktivitas esok pagi.


Terasa berbeda memang dengan Agung yang dulu waktu hanya sebatas menjadi sahabat.


Sekarang Agung lebih perhatian dan terasa sangat mencintaiku meski Aku terkadang masih saja memikirkan Dirga.


Aku tak mengerti mengapa sampai detik ini Dirga tak bisa benar-benar hilang dari hatiku,, Terkadang Aku berpikir sebegitu cinta matikah Aku pada Dirga yang kenyataannya sekarang Dia adalah suami orang dan ayah dari seorang bayi.


Segila itukah Aku hingga sampai detik ini masih memikirkan Dirga yang mungkin saat ini sama sekali tak memikirkan Aku karena telah bahagia dengan anak dan istrinya.


Entahlah,, Aku sendiri tak mengerti isi otak dan hatiku yang sepertinya tak lagi waras.


Padahal jelas-jelas, disini Agung sudah mati-matian memberi Aku hati yang tulus.


Minggu depan Agung akan kembali, katanya ia sangat tak sabar menunggu hari itu ketika dia menelponku pagi tadi.


Tante Ruri dan Mama juga dari minggu lalu sudah sangat sibuk mengurus keperluan untuk acara pertunangan minggu depan yang akan di adakan di rumahku.


Mulai dari cincin tunangan, catering, dekor, bahkan seragam keluarga semua sudah diurus Mama dan Tante Ruri yang begitu antusias dan kompak.


Sungguh ini akan menjadi potret besan yang sangat harmonis.


Sementara Aku sendiri, masih berperang melawan rindu masa lalu, dan belajar berdamai dengan masa depan.


kadang-kadang yakin ingin memulai cerita baru dan melupakan masa lalu, namun tak jarang mata ini basah karena hati terasa dihujam rindu dan kenangan.


Dikantor,


Duduk dibalik layar komputer yang tengah menyala, Aku memainkan pulpen disela jari dengan pikiran yang melayang dan pandangan yang sebenarnya tak tertuju pada nyala komputer dihadapanku.


Sebentar lagi jam makan siang, namun tak ada sedikitpun selera untuk makan siang ini.


Dering ponsel menyadarkanku,


Nina menelponku.


Senyumku mengembang, dengan cepat kutekan tombol terima,


"Halo Mimi gemoyyyy.... kangen ya ma Aunty Vina..hehheh"


sapaku begitu panggilan kuangkat.


"Vin.... Aku ada kabar nich...."


Jawaban Nina terdengar tegang dan penuh keseriusan.


"Ya ampun, gitu amat sampe-sampe sapaanku dikacangin! emang kabar apa Nin??"


"Haduh iya sampe lupakan...! maaf... maaf, iya Aku kangen sama Kamu, tapi ini ada yang lebih penting dari sekedar kangen-kangenan!!"


"Ihh,, ngeriiiiiii,, apa siiihhhh???"


"Nich, kamu dengar baik-baik... Aku nemu akun media sosial yang fotonya mirip Dirga!!!"

__ADS_1


Deg!


Jantungku berdegup mendengar nama itu disebut Nina.


"Halo.... Vin... haloo!! kamu masih dengarkan?? haloo... duhh,, pingsan kali ya ni anak,, halooo Vin!!!!''


Panggil Nina berkali-kali.


"Eh.. iya... iya Nin, aku dengar,, Aku cuma kaget,, kamu yakin itu Dirga??"


Tanyaku ragu.


"Yakin sich gak terlalu ya soalnya dah lama banget gak lihat Dia, tapi coba dech kamu cek sendiri, itu Aku dapatkan dari Pertemanan di sosial medianya Tari yang lama,,"


"Hah?? Tari?? kok bisa??!"


bingung sekaligus heran, Aku tak sabar mendengarkan jawaban Nina.


"Iya, jadi gini Aku iseng aja buka-buka sosmed,, ngeliatin foto kita waktu SMA, trus jadi inget Tari kan, karena Aku rindu, makanya Aku buka profilnya.. Nah disana Aku lihat Tari komentar di sebuah foto yang ngetag Nama Dia, trus karena Aku penasaran Aku lihat Akun pemilik foto itu, Aku kaget,, profil pemilik foto yang dikomentari Tari mirip dan persis banget Dirga, coba deh kmu liat sendiri.. Nama Akunnya.. ANGKASA "


"Angkasa??"


Ulangku,


"Iya, Angkasa... "


"Maaf Nin, emang foto apa yang dikomenin sama Tari?"


"Foto tim voli gitu kayaknya"


Lagi-lagi Aku terkejut sebab, Aku ingat, tari pernah cerita padaku tentang tim Voli di rumahnya yang anggotanya termasuk Dirga, waktu pertama kali Aku melihat foto Dirga di ponselnya.


"Ya udah,, Aku lagi mau ngasih makan si kembar dulu ya sayang..."


"Oke Nin... Aku matiin ya..."


Aku meletakkan ponselku,


Dengan hati berdebar, dan tangan yang gemetar Aku membuka Akun sosial mediaku, mengetikkan nama Angkasa pada pencarian,


Keluar puluhan nama Angkasa disana,


Satu persatu kuteliti,


Dan mataku tertuju pada sebuah nama Angkasa yang bertuliskan memiliki satu teman yang sama,


Aku menarik nafas dengan jantung yang berdetak cepat.


Segera Aku klik nama tersebut, foto Tari terpampang sebagai satu teman yang sama,


Aku membuka mataku lebar-lebar untuk meyakinkan bahwa itu benar-benar Dirga ketika foto profil itu kuperbesar.


Ya... Aku tak salah, ini memang Dirga.


Beberapa menit memandang foto itu, hatiku mulai bertanya tentang mengapa Tari selama ini merahasiakan Akun Dirga?


Aku ingat saat Aku pernah bertanya tentang ini, Tari menjawab bahwa Dirga tak bermain sosmed,


Ada apa?? Kenapa Tari tega membohongiku, padahal jelas-jelas ada dan Dia sendiri berteman, bahkan ketika Aku scroll kebawah, Aku tau ini bukan Aku baru.. terdapat postingan-postingan tahun-tahun lama dan Aku juga melihat komentar-komentar Tari disana, itu jelas artinya Tari dan Dirga sudah berteman sejak lama, dan sengaja membohongiku.

__ADS_1


Ada kesal, marah dan geram dihatiku tentang sikap Tari yang tidak jujur.


Aku menghela nafas, lalu mencoba berpikir jernih demi mendinginkan hatiku.


Setelah beberapa saat berpikir, Aku memutuskan untuk meminta pertemanan dengan Dirga.


Setelah pesan terkirim,


Aku memejamkan mata sembari menggigit bibir, menunggu respon Dirga.


5 menit, 10 menit, hingga 15 menit..


Tak ada tanggapan dan pesan bahwa permintaanku sudah diterima, berkali-kali bolak balik Aku mengecek masih permintaan terkirim.


Aku bertelungkup di meja, salahkah Aku Tuhan, yang masih mencari tahu tentang Dirga? Aku hanya ingin tahu alasan dan kejelasan, jika memang setelah ini kami memang harus saling melupakan mungkin Aku baru akan benar-benar ikhlas untuk memulai kehidupan baru bersama Agung.


"Vin, gak keluar makan??"


Sapa salah satu rekan kantorku yang akan keluar makan siang ketika melintas didepan meja kerjaku.


"Eh... Ehm... Nanti deh,, belum laper.."


"Kamu sakit?"


Tanyanya lagi.


"Ehm... Enggak, cuma lagi pengen disini dulu"


"Oh.. ya udah.. duluan ya....."


"Okey... "


Aku kembali pada Akun Angkasa, kembali mengscroll postingan demi postingannya.


Tak terlalu banyak, sepertinya Dirga bukan orang yang Aktif berselancar di sosial media.


Namun, Aku tertarik dengan sebuah quotes yang ia tulis beberapa bulan yang lalu,


**Permen kopi! manis dan pahit, namun kini hanya tinggal rasa pahit, setelah kamu tak lagi bisa kupinta dalam doa,,**


"Permen kopi?? bukankah dulu, waktu masih di SMP, ketika antara Aku dan dia terjadi salah faham, Dirga juga sempat memberiku sebiji permen kopi dan secarik kertas dengan tulisan yang hampir sama, apa itu artinya Orang yang dimaksudnya dalam quotes itu adalah Aku?"


Ahh... Aku tak ingin menduga-duga, Aku meneruskan scroll ku, tak satupun Aku melihat fotonya bersama Anak dan istrinya, bahkan tak ada satupun foto perempuan disana,


Hatiku semakin berdebar kencang, kemungkinan demi kemungkinan melintas di kepalaku tentang Dirga.


Tapi... tunggu, Aku kembali penasaran dengan postingan permen kopi tadi,


Aku kembali keatas, membuka kolom komentar, dan jreng!!! mataku terbelalak ketika melihat Tari ada di salah satu komentar disana, ia menuliskan,


*Semangat Dir,, melupakan masa lalu adalah kunci ketenangan menjalani masa depan, biarkan Dia dengan pilihannya, kembali menata hati dengan doa yang baru*


Dirga tak membalas, hanya memberikan jempol untuk balasan Tari.


Ya Tuhan, ada apa ini?? sebenarnya apa yang terjadi, yang Aku tidak ketahui,,


Seketika dadaku terasa sesak, kepalaku berisi segala macam pertanyaan dan kemungkinan-kemungkinan yang membuatku semakin tak dapat menyimpulkan.


Aku menutup sosial mediaku dan berjalan menuju kantin untuk sekedar meminum jus untuk mendinginkan hati dan kepalaku yang terasa memanas.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2