
Setelah layar ponsel stabil, satu persatu kubuka pesan yang masuk,, hampir semua pesan masuk dari Agung,
Semua isinya tentang menanyakan kabar Aku, mulai dari Aku lagi apa? Aku Dimana? Aku sama siapa? dan yang paling banyak adalah Aku sudah pulang kerumah belum?
Membacanya, Aku hanya menarik nafas, lalu menghembusnya perlahan.
Tak segera membalas, Aku malah terdiam mematung.
Entahlah,, 2 hari bersama Dirga membuatku hampir melupakan semua perhatian dari Agung,, dan dengan tiba-tiba Aku merasa menjadi manusia paling jahat dan tak berhati nurani,,
Aku juga sama sekali tak mengingatnya, Aku hanya fokus pada kebersamaan yang hanya satu pekan ini saja dan itu bersama Dirga.
karena setelah ini, masa itu tak kan pernah ada lagi.
Setelah terdiam beberapa saat, Aku kembali mengecek pesan-pesan lainnya.
Senyumku melebar ketika terbaca nama Dirga di antara pesan-pesan tersebut.
Segera kubuka isi pesan itu.
*Hai... Apa malam ini, kamu bisa tidur nyenyak?
Pertanyaan seperti itu juga yang sedang kutanyakan pada diriku sendiri,, harusnya jawabannya adalah sangat bisa,, alasannya karena Aku bahagia bisa bersama kamu sepanjang hari ini... tapi kenyataannya sekarang malah mataku sulit terpejam, karena apa?? karena bayangan senyum kamu seharian ini terus menggodaku!
Aku ternganga, mataku membulat, Membaca pesan itu membuat Aku ingin sekali berteriak, melompat kegirangan, namun itu tak mungkin kulakukan, sekuat tenaga kutahan riak-riak di dalam hati yang sebetulnya ingin ku tumpah ruahkan.
Namun apalah daya, ini sudah malam,, yang ada Aku hanya akan mengganggu istirahat kedua orang tuaku.
Aku mendekap ponsel tersebut didadaku kemudian memejamkan mata membayangkan wajah Dirga sedang berada dihadapanku menatapku dengan mata teduh itu, tersenyum dengan senyuman khas itu,
Ahh... Tuhan,, Aku benar-benar tak dapat membohongi hati,, bahwa Aku jatuh cinta,, benar-benar jatuh cinta yang sebenar- benarnya.
Sudah terlalu lama kurindukan kalimat-kalimat manis darinya, yang selalu saja bisa membuat Aku tak berdaya olehnya.
Ahhh... Dirga,, rasanya sulit untuk ku percaya,, bahwa manisnya kisah kita Akan berakhir dalam hitungan hari.
Ada perasaan tak rela yang begitu kuat melekat.
Aku melanjutkan membuka pesan berikutnya,
*Aku tak tahu,, Apakah kamu sedang tersenyum setelah membaca pesanku, atau malah sebal bahkan mual karena merasa Aku terlalu lebay...
Yang jelas,, saat ini.. Aku sedang termangu menatap layar ponselku menunggu balasan dari kamu,,
Aku lagi-lagi tersenyum,
Dirga memang jago sekali dalam hal penulisan kata-kata yang mampu membuat hatiku bergetar, berguncang, terbolak-balik jumpalitan, jungkir balik kege-eran,
Segera kukirimkan sebuah balasan,
*Ini sudah malam, berhenti membuat hatiku tak karuan!! jika masih ingin melihatku waras esok pagi!! karena Aku sudah hampir gila membaca kegombalan kamu malam ini!
Lalu Aku tertawa geli, begitu pesan terkirim.
*Yah... Vin, baru juga hampir gila,, kamu gak tau ya... bahwa Aku sudah sangat tergila-gila sejak dulu!
Tawaku pecah ketika membaca pesan yang dikirimkan Dirga,
"Balasan macam apa ini!!"
batinku
__ADS_1
*Udah ah.. Aku mau tidur!!
Aku menunggu balasan, Satu detik, 5 detik, 10 detik hingga lebih dari 5 menit tak kunjung ada balasan.
Aku segera mengecek kekuatan signal provider yang tengah Aku pakai, apakah tengah ada gangguan signal sehingga pesan balasan tak kuterima.
"Bagus!! Kuat!! berarti bukan gangguan!! ihh... kok gak dibales!! sebel banget!!! katanya gak bisa tidur karena ngebayangin Aku!! tapi buktinya udah pules duluan!!"
Rutuk ku pelan sembari mulutku mengerucut jengkel.
Bolak balik, Aku mengecek pesan masuk,, mamun tetap tak ada balasan,
Dalam keadaan kesal, kubanting ponselku di tempat tidur, tanpa kusadari tak sengaja Aku tertekan tombol call pada kontak Dirga.
"Astaga!!! kok ke telpon sich!!!"
Ucapku terkejut, kembali kupungut ponsel tersebut dan buru-buru kumatikan panggilan yang sedang berlangsung, dan sialnya lagi,, Dirga keburu mengangkat telponku sesaat sebelum Aku mematikannya.
Tak berselang lama,, satu pesan masuk.
*Missed call? Katanya mau tidur,,? masih rindu?? ternyata dugaanku benar... kita berada dalam situasi yang sama,, sama-sama tak bisa memejamkan mata,,, jangan gengsi untuk bilang rindu,, kerena kita pernah diposisi itu,, dan itu membuat kita jauh.
Aku memicingkan mata, sembari menggigit bibir, rasa malu tiba-tiba menyeruak dalam hati.
Belum sempat ku ketikkan balasan, panggilan telpon dari Dirga lebih dulu masuk.
Aku mengatupkan bibirku, deg-degan dan gemetar.
Nafasku memburu, Aku memegang dadaku untuk sedikit menenangkan diri yang tengah gugup.
setelah beberapa kali menarik nafas, Aku mengangkat telepon Dirga.
"Gak jadi tidur??"
Ujarnya langsung begitu telepon kuangkat.
"Eng....Ehm.. kan kamu nelpon"
Alasanku yang terdengar aneh.
"Iya... Aku nelpon kan karena Aku tau kamu gak jadi tidur,, ehm... salah ding... Aku nelpon karena Aku yakin,, kamu ingin Aku menelpon iya kan??"
"Ehm... enggak gitu,, maaf tadi itu kepencet gak sengaja,, beneran sumpah gak bohong!"
Kilahku.
"Iya,, Aku percaya... hehhe... tapi,, kamu berharap Aku membalas pesan yang terakhir tadikan???"
"Sok Tau!! enggak lah.... !!"
kilah ku lagi.
"Oh ya??? salah lagi?? Ya maaf deh kalo ternyata tebakanku salah ...,, ya udah.. Kalo beneran kayak gitu,, Aku matiin ya... maaf dah ganggu..."
"Eenggg.... jangan!!"
pekikku,
Upss.. Apa-apaan sich..? Aku keceplosan!! jadi ketahuan deh,, kalo ternyata memang Aku ngarep.
Batinku kemudian menepuk jidat.
__ADS_1
"Andai Aku berada di dekat kamu sekarang, Aku pasti lihat ekspresi kamu,, menggemaskan dan sangat menyenangkan!"
Tutur Dirga.
"Mksudnya??!"
"Vina... Aku tau,, saat ini kamu sebenarnya sedang menutupi kenyataan bahwa kamu sebenarnya lagi salah tingkah,,"
"Salah tingkah?? salah tingkah gimana?? ngaco!!"
Hening,
Tak ada jawaban dari sebrang.
Aku menggigit bibirku dengan hati yang terasa berdebar-debar.
"Vin,, Apapun yang tengah kamu rasakan,, percayalah... Akupun merasakan hal yang sama.."
Ujar Dirga setelah beberapa saat terdiam.
"Dirga... Aku...."
"Udah... kamu gak perlu lanjutin kalimatnya,, Aku paham.. tak perlu kita ungkapkan, cukup kita rasakan,, "
potong Dirga sebelum sempat kulanjutkan ucapanku.
"Vin,, ini sudah malam... kamu tidur ya... jangan kamu cemaskan hari esok,, biarkan takdir yang sedang memainkan perannya.. dan tugas kita hanya menerima dan menikmatinya selamat istirahat cinta pertama....."
Klik!
Tut... tut... tut ..
Panggilan terputus.
Aku mengerjapkan mataku berulang-ulang.
demi mencerna kata demi kata yang baru saja kudengar dari Dirga..
Ahh,, sulit untuk Aku bisa berdamai dengan keadaan dan menyerahkan semuanya pada takdir.
Sementara perlahan tapi pasti hati ini kembali menyeret nama Dirga untuk kembali keposisinya yang sempat kupaksa pergi.
Dan bersama Agung, bagaimana kedepannya sampai detik ini sama sekali tak kujumpai jalan keluar yang terbaik.
Bahkan ketika saat ini, Aku lebih memilih berbalas pesan dengan Dirga dibandingkan membalas puluhan pesan yang masuk darinya.
Aku merebahkan diri ditempat tidur sembari memukul-mukul dahiku pelan.
Drrttt.... Drrtt....
Pesan masuk,
*Udah,, jangan mikir lagi... tidur ya...
Aku menggeleng-gelengkan kepala lalu tersenyum.
Dirga, bisa-bisanya Dia tau bahwa Aku sedang berpikir.
Mataku merapat dan entah dimenit keberapa Aku terlelap,
Bersambung***
__ADS_1