Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
bab 22 Bola kertas


__ADS_3

Satu minggu libur,akhir nya hari ini pembagian raport.


Aku berjalan santai dengan menggandeng tangan Mama memasuki area sekolah,kebiasaan di sekolah ku adalah siswa wajib membawa orang tua saat pembagian raport.


Sebenar nya hatiku deg- degan bukan main,,seribu tanda tanya tiba- tiba menyerbu di benak ku.


Ketakutan terbesar ku saat ini adalah,,bagaimana jika aku tak bisa mempertahan kan prestasi ku,,bukan saja ponsel yang tak jadi aku dapat kan,,melainkan kepercayaan mama papa tentu nya akan sedikit hilang saat aku yang dengan keyakinan seribu persen bilang bahwa aku mampu jadi yang terbaik d sekolah meski sudah mulai beranjak ABG.


"Hemmm....Tuhan...semoga hasil nya memuaskan,,"


Pinta ku dalam hati,sambil terus berjalan bergelayut di bahu mama.


"Vinaaaaa...!!!!!"


Seseorang berteriak memanggil ku dari arah belakang,,suara yang tak asing ditelinga ku,,siapa lagi kalau bukan si bulet Nina.


Langkah ku terhenti,,menoleh lalu menyungging kan senyuman dan melambai.


"Haiii...,,miss u so much..sayanggg"


Seru Nina,ketika tepat berada di samping ku,,


"Haii...Tante...,,kenalin,,aku Nina..sahabat tercantik nya Vina di kelas,,mencakup Teman curhat,,sekaligus teman satu bangku..hehehehe"


Mama,,tak dapat menahan tawa nya melihat tingkah lucu Nina yang dengan antusias memperkenal kan diri nya.


"Hehehe,,,Hai juga Nina cantik,,sahabat anak Tante.."


"Ahahaha....Tante seru dech,,oh iya...ini mama nya Nina tante,,gimana??gak kalah manis kan sama Anak nya ini??"


Tampak seorang wanita sebaya mama berdiri tersenyum dengan mata segaris,dan tubuh yang singset di sebelah Nina.


"Halo...saya Siska,,mama nya Nina"


"Saya Yuni"


Mama dan mama nya Nina saling berjabat tangan dan melempar senyum.


"Wah...mama kamu cantik loch Nin,,kok gak mirip sama kamu??"


Ledek ku pada Nina,,yang segera dibalas Nina dengan cubitan di pinggang ku.


"Huhhh...dasar,,ngejek ya??...kita sama cantik kok,,iya kan ma??cuma kadang- kadang Aku suka lupa kalo aku sudah makan,akhir nya makan lagi..karna keseringan gitu,,makanya jadi over gini,,iya kan ma??"


Nina mencari pembelaan kepada mama nya.


Sontak jawaban Nina mancing gelak tawa kami semua.


"Ya udah,,ayo kita masuk..bentar lagi acara dimulai."


Mama menggiring kami semua untuk masuk di Gedung Aula.


Suasana tampak ramai,,mata ku berkeliling mencari sosok yang sedari tadi tak ku jumpai wujud nya.


"Nin...Dirga kok gak kelihatan ya??"

__ADS_1


Setengah berbisik,aku mendekat kan diri pada Nina.


"Ada kok,,tadi aku ketemu di depan gerbang,,"


"Masak sich??kok aku gak lihat"


"Mungkin Dirga sembunyi saat lihat kamu..hahahaha"


Aku buru- buru membekap mulut Nina yang bak seluncuran licin.


"Apaan sich...!!!"


Nina menarik melepas telapak tangan ku yang menutup mulut nya.


"Sstttt,,jangan keras-keras,,nanti mama ku dengar tau..."


kali ini aku mengisyaratkan dengan jari telunjuk yang ku dekat kan ke mulut.


Nina hanya manggut-manggut.


"Vin...tuch...!"


Nina mentoel pipi ku,,dan menunjuk ke arah belakang.


Aku menoleh,,


Terlihat Dirga berjalan bersama seorang Perempuan yang ku yakin adalah Ibu nya.


Aku berdiri lalu merapikan Rambut ku,,berharap Dirga menyapaku saat melintas di samping ku.


Padahal aku yakin sekali,,Dirga tau ada aku.


"Huhhh...kenapa sich Dia???"


Aku mendengus kesal sampai- sampai tak sadar menghentak kan kaki ku di lantai yang membuat semua mata menoleh ke arah ku,termasuk mama.


Aku nyengir kuda,sambil menggaruk kepala ku yang sebenar nya tidak gatal,,lalu kembali duduk tenang.


Nina yang duduk di sebelah ku,,tertawa cekikikan sambil menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya.


Acara berlangsung..Dimulai dengan kata sambutan kepala sekolah sampai pada akhir nya membacakan urutan prestasi perkelas mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 3.


Hati ku kembali gusar,,rasa nya tak sanggup mendengar,kalau-kalau nama ku tidak berada di urutan siswa- siswi berprestasi.


Namun hal yang ku takut kan tak terjadi,,saat dengan lantang pembawa acara menyebut kan nama ku.


"3 peringkat dari kelas 1.1 diraih oleh.....


peringkat 3 Ayunda Adisti..peringkat ke 2 Anisa Harahap..peringkat pertama Diraih juara bertahan Ervina....."


Tepuk tangan terdengar dari dalam Aula,,Mama terlihat tersenyum lebar..menoleh ku dengan bertepuk tangan penuh semangat.


Aku beranjak dan melangkah kan kaki dengan bangga naik ke atas Panggung bergabung dengan nama-nama yang lebih dulu di panggil.


Dari atas panggung,,aku melihat jelas semua wajah- wajah yang memandang kedepan,,kecuali wajah itu.

__ADS_1


Dirga seolah tak peduli dengan apa yang ada di depan nya.


Dia terlihat sibuk menulis di sebuah buku di pangkuan nya.


Ada rasa geram yang teramat sangat ingin aku expresikan,namun hal itu aku tahan,,bukan kah sekarang aku sedang jadi pusat perhatian.


Tak hanya menjadi peringkat pertama di kelas,,ternyata hari ini aku juga mendapat Jack pot,hihihi,,aku menjadi juara umum sekolah.


Ahhh,,,sungguh hal yang sangat membanggakan.


Setelah penyerahan hasil raport beserta piagam prestasi,,aku turun,,berlarian ke arah mama,memeluk sekejap kemudian melanjut kan duduk tenang di samping Nina.


Pembawa acara melanjut kan membacakan peringkat 4 hingga 10 besar perkelas.


Dari sana aku tau bahwa Dirga masih memegang rekor 5 besar.


Saat acara hampir selesai,


Aku begitu tersentak kaget.


Seseorang dari arah samping melemparkan bola kertas kearah ku dengan tetap sambil berjalan.


Dengan sigap aku memungut bola kertas tersebut,lalu berdiri melihat siapa yang sedang iseng melempar ku.


Meski tak dapat melihat wajah nya,,namun hanya dengan melihat punggung nya,,aku yakin sekali Dirga yang baru saja melempar ku.


Dengan tanda tanya,kucoba membuka bola kertas tersebut,,nampak tulisan panjang disana,belum sempat aku membacanya Nina menarik-narik lengan ku.


"Heii...kamu ngapain??"


"Eh...anu...itu,,ehm...pegal...hehehe"


ujarku dengan gugup,sembari memasuk kan bola kertas ke dalam saku ku.


Perasaan ku berdebar,,otak ku memutar,mencoba menerka apa isi dari bola kertas yang di lempar Dirga,,


Rasa tak sabar ingin segera pulang demi membaca si Bola kertas.


"Tadi apaan??"


Nina yang ternyata melihat,mencoba mencari tau.


"Eh..itu..orang iseng,,ehmm..buang sampah sembarangan."


"Loch...bukan nya tadi yang ngelempar Dirga ya??"


"Hahh....ternyata Nina tau,,"


gumamku dalam hati.


"Ehm...masak sich...??,,aku gak tau,,udah lah,,gak usah di fikirin...iseng dia!!"


Aku berlagak cuek dan mencoba mengalihkan perhatian Nina yang masih bengong.


Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2