Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 133 Dia kembali


__ADS_3

Setelah 2 hari bersama Vina, malam ini Aku tak bisa tidur, mataku sulit untuk terpejam, sejak dulu Aku sudah menaruh hati padanya, bahkan mengakui Vina adalah cinta pertamaku, tapi malam ini perasaan ini semakin menggila,, Aku benar-benar jatuh cinta jatuh sejatuh-jatuhnya, bahkan jika perasaan cinta itu bisa di ukur, kurasa tak akan pernah ada ukuran yang pas untuk rasa cintaku terhadap Vina, karena ini tak berbatas,, luas dan sangat luas.


Keesokan harinya,


Aku terkejut ketika baru saja tiba di depan pagar rumah Vina, ia sudah rapi berdiri di depan teras rumah siap menunggu jemputanku.


melihat itu,Aku melemparkan senyum manis kearahnya.


"Maa... pamit ya....."


Teriak Vina dari depan rumah.


"Udah lama nunggu?"


Tanyaku begitu Vina mendekat.


"Gak kok, baru aja"


Jawabnya singkat.


"Semangat betul hari ini? kenapa?"


Tanyaku lagi sembari memakaikan helm di kepalanya tak lupa membenarkan poni yang menutupi matanya.


"Setiap hari harus semangat!!"


Jawabnya dengan kepalan tangan yang mengacung.


"Hebat dong, padahal Aku berharapnya bukan itu jawaban yang keluar dari mulut kamu!"


Aku menatapnya dengan senyum.


"Lah terus??emangnya kamu berharapnya apa?"


Tanyanya bingung sembari naik keatas motor.


"Ahahaha.... Yahh... Aku berharapnya kamu jawab, karena Aku jemput kek, karna ketemu Aku kek... karena rindu Aku kek...."


"Huuuu...sorry, gak ngaruhhhh!!!! Ayok jalan!"


Vina menepak punggungku.


Motor melaju diiringi gelak tawa kami.


Sampai di sekolah yang masih sepi, hanya ada beberapa siswa saja yang berjalan memasuki gerbang.


"Vin, nanti siang kita mau kemana?"


Tanyaku,


"Entah, Aku juga bingung.."


"Gimana kalau kita nonton bioskop? katanya ada Film bagus, mau gak?"


Tawarku berharap Vina setuju.


"Oke, tapi itu berarti pulang dulu dong ganti baju, gak mungkin pakai baju sekolah."


Vina menunjuk seragamnya.


"Iyalah,, mau kamu di tangkap security?"


Aku menjentik pelan jidatnya.


Vina tersenyum


"Oh ya, kalau teman-teman kamu mau ikut, ajak aja sekalian, biar seru"


Sambungku sengaja mengajak teman-teman Vina agar suasana tidak terlalu canggung dan agar disana nanti kami bisa happy.

__ADS_1


"Ehm... kamu gak keberatan gabung sama teman-teman Aku?"


Vina sepertinya tak yakin dengan keputusanku mengajak teman-temannya.


"Ya enggak lah, malah seru rame-rame iya kan?"


Vina tersenyum lebar dan mengangguk.


Lagi-lagi senyum itu membuatku candu, tak bisa berhenti untuk lagi dan lagi menikmatinya.


"Ya udah, masuk gih... Aku mau pulang, jangan rindu ya.. nanti siang ketemu lagi hahha"


Selalu bersikap tenang dan santai, itu yang selalu Aku lakukan ketika bersama Vina, Aku tak ingin Vina tau seberapa sakitnya hatiku.


Yang harus Vin tau hanyalah bahagiaku,, agar itu tak menjadi beban untuknya, biarlah perasanku menjadi urusanku, Aku tak pernah ingin menuntut Vina agar menyukaiku apalagi tergesa-gesa untuk memaksanya jatuh cinta,, itu tak kan pernah kulakukan, biarlah mengalir apa adanya, sebisa mungkin kan ku buat Vina nyaman bersamaku, hingga rasa itu perlahan hadir dengan sendirinya, meski tak mudah,, tapi Aku tak pernah menyerah, semoga perlahan Vina bisa merasakan betapa besarnya rasa dihatiku untuknya.


......................


Bell pulang sekolah sudah berhunyi dari 5 menit yang lalu, namun Vina belum nampak keluar dari kelasnya.


Aku mencoba menelponnya,


dan Akhirnya,, bidadari hatiku muncul dengan berlari terburu-buru kearahku.


"Haii..... "


sapanya begitu sampai di depan gerbang.


"Haii cantikkk, gimana hari ini? Happy??"


Tanyaku sambil memberi kode helm agar Vina mendekatkan kepalanya, lalu Aku memasangkan helm dikepalanya.


"Kita langsung pulang ya??"


Tanyaku.


Ujar Vina padaku.


"Oke!!"


Perjalanan pulang kami tak saling bicara, hatiku benar-benar sedang menikmati detik demi detik kebersamaanku dengan Vina, tak ingin rasanya waktu cepat berlalu, namun tiba-tiba saja tepukan kencang dari Vina mengagetkanku.


"Agung stoppp!!"


pekiknya.


Seketika Aku menghentikan laju motorku.


"Kenapa Vin??"


Tanyaku cemas.


Vina tak menjawab, mulutnya terkatup rapat, matanya tak berkedip.


Aku mencoba mengikuti arah pandangan itu, Deg!!


jantungku berdegup kencang,


Dia.. seseorang yang selalu ada dipikiran Vina, Dia.. seseorang yang selalu ada dihati Vina,, saat ini tengah ada dihadapan kami, menatap lurus kearah Vina.


Aku menarik nafas mencoba menenangkan hati yang bergemuruh, beginikah rasanya cemburu Tuhan?


sakit...


Apakah harapanku untuk mendapatkan cinta Vina harus berakhir hari ini?


dan apakah ini akhir dari perjuanganku?


Aku membuang muka, tak siap jika harus melihat mereka bertemu apalagi sampai terjadi adegan romantis bak drama korea,,

__ADS_1


Namun hingga beberapa menit saling pandang, tak ada tanda-tanda Vina akan menemui Dirga, hingga sampai Dirga berlalu, Vina masih berdiri mematung.


Ada apa ini?


Bukankah ini yang Vina tunggu?


kenapa Dia hanya diam?


aneh!!


gumamku lirih,,


Terlihat Vina menunduk, setelah Dirga berlalu,


"Kenapa tidak kamu temui?"


Tanyaku penasaran.


"Untuk apa?! Dia juga tak memanggilku, malah kamu lihat sendirikan, Dia pergi begitu saja!"


Jawab Vina.


"Apa mungkin Dia pergi karena Aku?"


Sesaat Vina menatapku lalu membuang nafas.


"Udah ah, yuk pulang!"


Kami kembali melanjutkan perjalanan, meski dikepalaku ada tanda tanya besar tentang sikap Vina.


"Vin, Aku pulang dulu ya... Nanti setengah 3 Aku jemput, oh ya... dandan yang cantik ya...."


Ujarku setelah tiba didepan rumah Vina.


"Ohh, gak mau nunggu disini aja?"


Tanyanya


"Ehmm.. enggak ah, Aku ada yang ketinggalan juga dikost an. Aku pulang ya.... Bye.."


Aku meninggalkan rumah Vina.


Aku sebenarnya tidak pulang ke kost, Aku memilih menunggu di kafe, memesan secangkir kopi, menghabiskan waktu hingga menjemput Vina kembali untuk pergi menonton.


Sepanjang Aku menunggu, pikiranku kembali pada kejadian tadi, tentang mengapa Vina hanya bergeming tak berusaha menyapa Dirga, padahal yang Aku tau,, Vina cinta mati pada Dirga, apa Vina sudah mulai ada rasa terhadapku, hingga sebetulnya tadi dia sedang berusaha sekuat tenaga untuk menjaga hatiku,, ah.. apa mungkin sepeti itu? Aku tak ingin berharap terlalu tinggi tentang ini,, Aku hanya takut kecewa..


Tak terasa, secangkir kopi telah habis, Aku melirik jam tangan, sepertinya ini sudah waktunya.


Aku meninggalkan kafe kembali menuju rumah Vina.


Kedatanganku disambut Tante Yuni,


Tak lama kemudian, Vina keluar menjumpaiku.


"Nah... Ini Vina.. kalian hati-hati ya... jangan pulang malam-malam ya Gung, nanti Tante dimarahin Papanya Vina"


Pesan Tante Yuni pada Agung.


"Siap Tante..., Kami berangkat ya Tan,"


Pamitku.


Begitupun dengan Vina,


Aku menatap Vina, Dia cantik sekali siang ini, hatiku bergetar menatap wajah anggunnya.


Motor melaju menuju mall 21 dimana tempat kami akan bertemu dengan yang lain untuk menonton.


Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2