Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
bab 26 Permen kopi


__ADS_3

Semua siswa terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing,mengobrol adalah kegiatan yang paling banyak di lakoni. Mereka,termasuk Nina yang antusias bercerita tentang liburan nya bersama keluarga nya.


"Vin,,kamu gak dengerin aku cerita ya??"


Nina mentoel pipi ku,geram.


"Eh...denger kok,hehhehe"


"Bohong!!!,kamu ngelamun"


Nina membalik badan nya membelakangi ku.


"Nina cantik,,jangan ngambek donk"


Aku merangkul nya dari belakang mencoba membujuk si Bulet kesayangan ku.


Hanya berapa detik saja,Nina kembali tertawa dan balas merangkul ku.


Ahh...Nina,,kamu memang sahabat baik ku.


Mendengar ketawa kami yang cekikikan,Dirga menoleh belakang sesaat kemudian membalik badan nya ke arah kami,


"Ngobrolin apaan sich,,seru banget"


"Ehm...tentang 2 minggu libur,kamu ngapain aja Dir??"


Nina menjawab Dirga,sementara aku hanya diam berpura-pura sibuk membolak balik buku.


"Oh..,,aku gak kemana-mana,,cuma baring dikamar dan memikirkan sebuah nama,"


Aku menelan ludah,mendengar ucapan Dirga barusan,lalu mencuri pandang ke arah nya,


Namun upss...aku buru- buru mengalihkan pandangan ku,sebab ternyata Dirga sedang menatap ku tak berkedip.


"Cieee.....mikirin siapa Dir??"


"Ada dechhh"


"Ichhh...Dirga..."


"Kalo Vina,ngapain selama liburan..?"


Dirga menyerang ku dengan pertanyaan nya.


"Ehmm...Aku juga dirumah aja,merindukan seseorang,,tapi sayang...seseorang itu tak merasakan hal yang sama."


Kata-kata itu aku pertegas dengan tekanan di ujung kalimat.


Membuat Nina melongok,sementara Dirga terdiam dan membalik badan nya kembali ke depan.


Guru masuk..hanya perkenalan dan pembagian perangkat kelas,dan belum mulai belajar.


Bell istirahat yang nyaring seolah memanggil semua siswa untuk berlari ke kantin.


Dalam hitungan detik,ruang kelas sepi hanya ada aku dan beberapa anak lain.


Aku memutuskan duduk di taman dengan membaca komik.


Dengan memegang buku komik,aku berjalan santai,dari kejauhan aku memilih di bangku taman mana aku akan duduk.


Pilihan jatuh pada bangku paling pojok dimana biasa nya aku sering duduk.


Aku mulai menikmati bacaan ku,tiba-tiba seseorang datang,menarik komik yang sedang aku baca.


Kaget dan ingin marah kepada orang yang sedang iseng terhadap ku,namun ku urungkan niat ku setelah mengangkat kepala ku,ternyata orang iseng tersebut adalah Dirga.


"Kamu kenapa?"


Kata- kata itu membuka percakapan.


"Lagi baca!"


Jawab ku ketus,


"Aku nanya,kamu kenapa?bukan lagi apa?"


Jleb..!!


Aku bagai tersengat tawon,mendengar skak dari Dirga,


"Ya tuhan...aku salah jawab,ehmmm....malu nya.."Batin ku.

__ADS_1


"Ehm...gak papa,"


Dengan cuek,aku menjawab sekali lagi dengan nada ketus.


"Kamu jutek dari pagi tadi,kamu juga cuek"


"Biasa aja"


"Kamu lagi gak biasa!"


Kali ini aku diam,lalu menunduk.


Diluar dugaan ku,Dirga memegang dagu ku,lalu menarik nya pelan,hingga muka ku dan muka nya saling berhadapan.


"Coba lihat aku!"


Perintah nya padaku.


Aku menatap matanya yang tajam ke arah ku.


"Apa aku yang kamu maksud,orang yang kamu rindukan selama libur?"


"Hah....Dirga merasa??,tapi kenapa?,bukankah Dia menganggap ku hanya sebagai sahabat?Lalu untuk apa dia ingin tau siapa yang aku rindukan?"


Pertanyaan- pertanyaan itu berputar-putar di kepala ku.


"Hei...haloooo"


Dirga melambai-lambaikan tangan nya tepat di depan muka ku,membuat aku tersadar dari segala macam fikiran ku.


"Eh..itu,,ehm...Nina..iya..aku selalu merindukan tingkah Nina"


Ahhh....kenapa justru kata- kata ini yang meluncur,ingin sekali aku jujur menjawab IYA.


Bodoh nya aku...


Aku terus menggerutu dalam hati.


"Oh....Maaf aku terlalu percaya diri"


Terlihat raut muka muram pada Dirga,


Hem...Dir...maaf aku berbohong😔.


"Ehm...Dir,,tadi kamu bilang,kamu selalu memikirkan seseorang selama libur,siapa?"


Aku mencoba bertanya dengan nada hati- hati.


Terdengar desah nafas panjang dari Dirga,diam-diam aku mencuri pandang,Dirga nampak melempar tatapan nya jauh lurus kedepan,lalu melipat tangan nya di dada.


"Iya,aku selalu memikirkan nya...bahkan saat ini pun aku tengah memikirkan nya,dia selalu merajai fikiran dan hati ku."


"Ehm...pasti seseorang itu sangat spesial ya?"


Tanya ku lagi.


"Tapi sayang...Dia malah tak pernah faham"


"Pacar mu ??"


"Ehm....Bukan"


Dirga menggeleng.


"Lalu??"


"Seseorang yang mungkin tak pernah memikirkan aku"


Ahhh...Dirga,,apa mungkin aku orang yang kamu maksud?,,tapi....kita cuma sahabat,,tak mungkin kamu memikirkan aku...


batin ku terus berkecamuk.


"Dir,,Salsa kok gak kelihatan?"


Aku mencoba mencairkan suasana.


"Oh....itu,dia pindah..Ayah nya di pindah tugas ke bandung."


"Ehm...."


Aku mengangguk kan kepala beberapa kali.

__ADS_1


Sampai pada akhir nya istirahat selesai.


"Yuk masuk!"


Dirga bangkit lebih dulu,lalu mengulurkan tangan nya di depan ku.


Aku menyambut nya,lalu berjalan beriringan menuju kelas.


Sepanjang koridor,kami saling diam,,sesekali mata kami saling tatap,lalu tersenyum tipis.


Di dalam kelas,seperti tak terjadi apa-apa,hingga waktu pulang tiba,


Aku sengaja berlama- lama menunggu saat kelas sepi baru akan melangkah keluar.


Aku melihat,Dirga pun seolah sedang sama fikiran nya dengan ku.


Saat aku melangkah melewatinya,


"Ervina...!"


Aku terkesiap lalu menghentikan langkah ku,


Panggilan itu...


Sejak kapan,Dirga memanggil namaku selengkap itu.


Aku memutar badan ku,terlihat Dirga masih duduk di bangkunya.


"Iya..Dirgantara..."


Aku menyahut dengan balas menyebut lengkap nama nya.


Dirga tersenyum lalu berdiri..menghampiri ku,


"Bareng..."


"Boleh"


"Tumben,memanggil lengkap nama ku"


"Pingin aja"


Aku tersipu malu.


Sesampai nya di depan gerbang,bis sekolah sudah tiba,


"Dir,aku naik ya..."


"Tunggu....Vin.."


Dirga,mencegat ku dengan menarik lengan ku.


Ehmm....Dirga,sepertinya menarik lengan adalah hobby nya.


"Ada apa??"


"Nich..."


Dirga menaruh sesuatu di telapak tangan ku,


lalu menggenggam kan nya.


Aku menerima nya dengan bingung.


lalu melambaikan tangan pada nya,ketika telah duduk di kursi bis.


Saat bis melaju,Aku perlahan membuka tangan ku,rasa penasaran ku pada apa yang diberikan Dirga.


selembar kertas yang di lipat,


Perlahan aku buka,,sebiji permen kopi,dengan kertas yang bertuliskan.


💓pengaruh mu padaku bagai permen kopi,


kecaplah..maka kau akan tau,


manis...saat kita berada dalam ruang canda dan cerita,lalu pahit...ketika kesalahpahaman sedang menyertai kita💓


ada getar hebat di hati ku,membaca nya.


Dirga...selalu dan selalu bisa memberi ku rasa yang tak biasa.

__ADS_1


Perlakuan manis,pesan manis,tingkah spontan dan segala ucapan nya..mampu membuat aku terbuai.


Bersambung**


__ADS_2