Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 172 Percaya diri


__ADS_3

Aku tertegun, lalu kembali menatap Dirga yang sama bingungnya denganku.


Bagaimana ceritanya, Agung bisa bersama Tari,, sedangkan Agung berada dikota Batam, apa itu artinya Tari selama ini ada dikota Batam,,? tapi bagaimana cerita mereka bisa bertemu,, sungguh.. Aku teramat sangat penasaran.


Batinku terus saja bertanya-tanya.


"Dan tadi sebelum Mama pulang,, Tari sempat menitipkan salam untuk kamu Vin,"


Ujar Mama menyadarkanku.


Aku hanya mengangguk, dengan pikiran yang terus memikirkan Tari dan Agung.


"Ehm... Vin, Aku pamit ya.."


Dirga beranjak dari kursinya dan berpamitan pada Kedua orang tuaku,,


Aku mengantar Dirga kedepan,


"Aku masih gak nyangka loh,, Agung akan menikah dengan Tari, sepertinya ini sulit dipercaya"


Ucapku sembari berjalan kearah mobil.


Mendengar celotehku, Dirga menghela nafas,


"Kamu kenapa sih? Masih gak rela Agung move on? Atau gak rela karena Dia sekarang sama Tari?"


"Gak... gak.. bukan gitu Dir....? cuma ya,, Aku penasaran aja gimana ceritanya mereka bisa ketemu dan dalam waktu singkat memutuskan untuk menikah,, bukankah ini terlalu buru-buru"


Jawabku mengerutkan dahi.


"Hem... ya biarin aja itu jadi cerita mereka,, gak perlu kita tau gimana jalan ceritanya,, toh yang mau ngejalaninnya mereka, jadi ngapain kamu pusing mikirin gimana mereka bisa bersama,, kecuali memang benar kamu sebenarnya gak rela kalau Tari yang bisa menyembuhkan patah hati Agung"


Dirga melipat tangan di dada dan menatapku sengit.


"Dirga.... kok ngomong gitu,, hehe.. kamu cemburu lagi ya? gak gitu loh Dir... cuma pengen tau aja.. gak lebih kok"?


Jawabku sembari tersenyum.


"Ya udah,, telpon aja sekalian Si Agung,, terus tanya....!! biar lebih memuaskan,, sumber terpercaya,, atau kalo masih kurang puas,, datangin mereka buat introgasi!!"


Dirga bersiap meninggalkanku hendak masuk kedalam mobil, wajahnya masam.


"Eh.. loh... loh... Dir,, ngambek?!"


Tanyaku kaget dengan perubahan raut wajahnya.


"Gak!!"

__ADS_1


Jawabnya ketus.


"Heii... heii... tunggu dulu...!"


Aku menarik lengan besar Dirga.


"Apa sih Vin? udah ya.. Aku mau pulang"


Jawab Dirga tak menatap wajahku.


"Tunggu dulu...."


Rengekku di depan wajah Dirga.


"Apa lagi?"


"Kamu marah?"


"Enggak!"


"Bohong!!"


"Apa sih... udah ah..!"


"Maafin Akuuuu yaaa... Pleaseeeee!!!"


Dirga menolehku sesaat kemudian duduk di belakang setir dan menyalakan mobil.


"Dirga..... Maafin Aku,, Aku janji... gak bahas Agung lagi!!"


Aku mengacungkan dua jari.


"Kamu gak pernah paham!! Selalu seperti itu!"


"Iya... iya,, Aku minta maaf.."


Aku mengelus pipi Dirga.


"Ehm... oke!! ya udah.. Aku pulang"


"Gak boleh!! sebelum kamu senyum dan tulus maafin Aku!"


Aku mencebik.


Dirga menoleh, menatapku hangat dan tersenyum tipis.


Melihat Dirga tersenyum sembari menatapku, Aku yakin sebentar lagi, Dirga akan kembali bersikap manis terhadapku.

__ADS_1


"Gak mungkin Aku gak maafin Kamu,, Aku cuma kesal bukan berarti Aku marah dan membenci kamu, Sini dekat!!"


Dirga memberi kode Agak aku mendekatkan kepala.


Dirga memegang pucuk kepalaku dan mengelusnya lembut, sebuah kecupan juga berlabuh sempurna dikeningku.


Membuat hatiku kembali hangat dan debaran yang berirama.


"Aku menyayangi kamu,, dan tak pernah bisa berhenti mencintai kamu,,"


Sambungnya lagi.


Mata kami saling pandang,


"Love yu...."


Ucap Dirga pelan,


"Love yu tu..."


Jawabku tak berkedip.


Tak lama,


Dirga beralih menatap kearah bibirku, membuat Aku benar-benar salah tingkah lalu menggigit bibirku sendiri, Dirga mendekatkan wajahnya,, didetik yang sama Aku memejamkan mataku,, lalu menarik nafas dalam-dalam.


Namun Aku tersentak begitu merasakan sebuah kecupan baru saja mendarat di pipiku,


Segera kubuka mata dan menelan ludah, kulihat Dirga tersenyum.


"Sabar ya... Nanti lebih dari itupun akan Aku berikan buat kamu.."


Ucapannya tentu saja membuat pipiku terasa panas dan yang pasti merah merona karena malu terlalu percaya diri Dirga akan mengecup bibirku.


"Ihh..Dirga!!"


Aku mengerucutkan bibirku membuang malu.


"Ya udah,, Aku pulang ya... kamu masuk gih.."


Dirga meraih tanganku dan mengecup punggung tanganku.


Aku mengangguk,


"Hati-hati ya...."


Aku melambaikan tangan seiring berlalunya mobil Dirga dari hadapanku.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2