Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 185 Ingin lebih dekat


__ADS_3

Hari pertama setelah orientasi, Aku sengaja datang lebih pagi alasanku cuma satu ingin cepat-cepat melihatnya dan lebih lama bertemu dengannya,,


3 menit sebelum bell masuk berbunyi,


kami duduk rapi di tempat duduk masing- masing menunggu apa yang akan di pelajari di awal masuk smp.


Tak berselang lama, seorang Guru cantik memasuki ruang kelas kami.


"Selamat pagi semua..."


Sapa nya.


"Pagi Buuuuuu"


Jawab kami kompak.


Terlihat guru tersebut meraih spidol hitam menuju ke papan tulis, kemudian menulis kan namanya disana.


"Perkenalkan anak-anak, nama Ibu YENI.. "


Ujarnya.


"Ibu adalah wali kelas kalian, untuk mata pelajaran Ibu akan memegang pelajaran Biologi"


Ibu yeni terlihat memandang kami satu persatu.


"Oke, Sebelumnya Ibu akan absen kalian terlebih dahulu"


Terlihat Bu Yeni mendekati kursinya dan duduk sembari membuka buku absen siswa.


Beliau memanggil nama kami satu persatu.


Setelah selesai, Bu Yeni kembali berdiri, sepertinya akan ada yang ia sampai kan lagi.


"Hari ini kita akan mengadakan pemilihan ketua kelas serta perangkat kelas lain nya"


Mendengar itu, ingin sekali Aku mencalonkan diri,, lagi-lagi alasanku cuma Vina,, Aku ingin terlihat dimata Vina,, dengan menjadi ketua kelas setidaknya Aku sedikit unggul dibanding semua laki-laki dikelasku.


Tapi entah kenapa rasanya malu sekali jika harus terlalu percaya diri untuk mengangkat tangan


"Adakah yang bersedia mencalonkan diri menjadi ketua kelas??"


Tanya Bu Yeni terhadap kami.


Hening beberapa saat,


Tak ada yang menyahut, semua hanya saling pandang.


5 menit menunggu akhirnya Bu Yeni memutuskan untuk memilih calon kandidatnya sendiri.


"Baik bagi kalian yang ibu tunjuk, harap kedepan"


Suasana menjadi agak tegang.


Dalam hati Aku hanya bisa berdoa agar Aku menjadi salah satu yang dipilih untuk menjadi ketua kelas.


Bu yeni menunjuk Rizwar, Hadi dan yang ketiga adalah Aku.


Kami diminta berbaris di depan kelas, lalu Bu Yeni terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


Sebuah kertas hvs, lalu mengguntingnya kecil-kecil kemudian membagikannya ke seisi kelas kecuali Aku, Rizwar dan Hadi


"Kelas ini berisi 28 siswa, berarti akan ada 25 suara disini"


Begitu ucapan Bu Yeni, setelah kertas selesai di bagikan.


Kami diminta untuk menuliskan 1 nama pada kertas tersebut, lalu mengumpulkannya di meja Guru.


Mataku tak lepas dari meja Vina dan si gendut Nina.


Sesekali terlihat mereka tengah bercakap diselingi candaan yang memantik senyum malu-malu dari Vina,,


Entah apa yang membuat Vina terlihat salah tingkah dengan godaan-godaan Nina.


Setelah semua terkumpul..


"Tolong kalian berdua bisa bantu Ibu?"

__ADS_1


Bu Yeni meminta Vina dan Nina maju kedepan untuk menghitung hasil Vote suara,


Senang sekali hati ini,, apalagi jika benar Aku menjadi ketua kelas,, dan kupastikan akan banyak sekali kesempatan untuk lebih dekat seperti ini.


Aku menoleh ke arah papan tulis,, sedikit kecewa ketika mengetahui ternyata Rizwar lebih unggul dariku,, namun sebisa mungkin kuatur nafas agar terlihat tetap tenang


"Selanjut nya..DIRGA !! DIRGA LAGI... DANNN YANG TERAKHIR... DIRGA LAGIII"


Semua bertepuk tangan..


Hufftthh....


Aku menghembus nafas lega, kulirik Vina yang mulai menghitung suara.


Ibu Yeni bangkit, dari tempat duduknya dan mendekati kami bertiga.


"Oke, berarti sudah deal ya, ketua kelas kita adalah Dirga dan Rizwar adalah wakil nya, untuk Hadi silahkan duduk."


Ibu yeni lalu memintaku untuk memilih sendiri perangkat kelas yang terdiri dari sekretaris, bendahara dan keamanan kelas.


Ahh,, ini yang kutunggu-tunggu.


Tanpa berpikir lama, segera kutunjuk Vina sebagai sekertaris, seketika sorak ramai dari dalam kelas tak bisa dihindari membuat Vina terlihat canggung dan malu-malu. Setelah memilih Vina sebagai sekertaris, lalu Adisti sebagai bendahara dan Adit sebagai keamanan.


Setelah Aku selesai memilih, Ibu Yeni kemudian bertanya,


"Dirga, kenapa kamu yakin memilih mereka sebagai perangkat? tolong kamu berikan alasan nya pada ibu''


"Baik bu!"


"Untuk sekretaris, Saya memilih Ervina. karena menurut Saya, Dia pantas, Saya melihat dari cara dan penampilannya yang rapi, Dia cocok menjadi sekretaris.


Aku menatap matanya yang ternyata diam-diam memperhatikan Aku.


mendengar kata-kataku,


Vina terperangah, pasti Dia tak menyangka Aku akan berbicara seperti itu,, dan andai saja hati ini bisa bersuara lantang selantang mulutku barusan,, pasti Dia akan berkata karena Aku ingin lebih dekat dengannya.


"Cieeeeee cieee....."


seisi kelas menyoraki, beruntung Bu Yeni dapat mengendalikan suasana agar kembali tenang.


"Untuk bendahara, Saya memilih Adisti, karena menurut Saya Adisti cermat dalam hitungan dan pengelolaan keuangan, Dia juga sangat teliti terlihat bagaimana Dia setiap hari selalu membuat pembukuan setiap ada pengeluaran uang dari dompet nya."


Seisi kelas kembali ramai, semua tertawa mendengar penjelasanku.


Termasuk Adisti yang tersipu malu sambil tertawa menutup mulut nya.


"Lalu untuk Adit, Saya melihatnya sebagai keamanan karena orang nya sangat mampu mengendalikan keadaan kelas terlihat saat dia menyuruh teman- teman diam untuk memperhatikannya ketika Dia ingin berbicara."


"Sekian penjelasan dari Saya, Saya berharap teman-teman dapat bekerjasama."


"Oke, karena pemilihan telah selesai maka kita akan memulai pelajaran."


Bu yeni mulai mencatatkan beberapa ringkasan, lalu menyuruh kami menyalin nya kemudian beliau menjelaskan.


Tak terasa 3 jam berjalan, saat bell di bunyikan. Itu tandanya saat istirahat telah tiba. Ruang kelas terdengar riuh.


Ibu Yeni yang masih berada di mejanya berdiri lalu meninggalkan kami yang sebelum nya telah mempersilahkan kami beristirahat.


Aku sudah tak sabar ingin menyapa Vina, sementara otakku terus berpikir alasan apa yang akan kugunakan untuk berbicara padanya.


Setelah kondisi kelas sudah mulai sepi,, segera kuhampiri Vina yang masih duduk tenang di bangkunya.


Seolah paham keadaan sigendut Nina memilih meninggalkan Kami berdua.


" Vin, Aku duluan ya ketempat tadi, nanti kamu nyusul"


ujar nya cempreng sambil membawa bungkusan besar ditangan.


Vina hanya mengangguk.


"Vin, nanti kamu coba buat struktur perangkat kelas ya, bisakan??"


Tanyaku pada Vina.


"Bi..bisa kok"

__ADS_1


jawabnya gugup.


"Iya nanti besok kasih ke Aku."


sambungku cepat.


Aku mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan Vina, kemudian berjalan kebangku Adisti.


Sementara Vina buru-buru keluar kelas.


Setengah jam yang sangat singkat,


Bell tanda istirahat berakhir,


Para siswa kocar-kacir berlarian masuk kedalam kelas.


Aku yang tengah mengobrol bersama Caca di depan pintu kelas menyaksikan wajah kesal itu lagi dari raut muka Vina.


Aku memandang Caca dan Vina bergantian,


Apa jangan-jangan Vina kesal karena Aku sedang berdua dengan Caca?


Apa iya Vina cemburu??


seketika rasa bangga hati menyeruak melebar di dada.


Vina melintas di depan kami sembari membuang muka.


Aku terus memperhatikan Vina, yang terus saja cemberut, bahkan ketika Aku masuk kedalam kelas, Vina berpura-pura tengah menulis sesuatu di buku.


Aku berjalan menuju bangku, namun belum sempat untuk duduk tiba-tiba,


"Dirga....!!!"


Pekik Nina


Aku mengurungkan niat untuk duduk, lalu menghampiri Nina.


"Ada apa??"


Tanyaku


Vina terdiam sesaat sembari menunduk, lalu menjawab.


"Gak tau nih Nina ada perlu apa?!"


Mencoba melemparkan masalah pada Nina.


"Ehhm.... Anu... Eng...Gak jadi deh Dir, tadinya mau nanya, siapa bendahara kita, tapi keburu tau duluan dari Vina"


Nina tertawa,


"Ohhh.."


Aku kembali ketempat duduk.


Pulang sekolah tiba,


Aku keluar lebih dulu, hanya ingin memastikan Bisa memandang Vina sebelum pulang.


Dia tengah duduk manis dihalte Bis


"Naik bis juga ya?"


Kuberanikan diri untuk mendatanginya dan menyapa, sembari duduk di sebelahnya.


Terlihat Vina begitu kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba.


Aku tersenyum kala melihat rona merah di pipinya


"Iya.."


Jawabnya singkat, lalu menunduk.


"Vin, jangan lupa struktur yang Aku minta tolong buat tadi ya.."


Ujarku kepadanya sesaat sebelum Ia menaiki Bis.

__ADS_1


Vina menoleh lalu mengangguk kemudian segera masuk kedalam Bis.


Bersambung***


__ADS_2