
Satu bulan berlalu sejak malam lamaran itu,
Sudah 2 hari ini Aku tidak masuk kantor, karena cuti yang kuajukan hingga 10 hari kedepan.
Dan sudah hampir satu minggu Aku tidak bertemu dengan Dirga.
Suasana rumah masih terlihat tenang dan santai,, meski keluarga besar Papa sebagian sudah datang sejak Dua hari yang lalu, tapi baik dari keluargaku maupun keluarga Dirga lebih memilih menyerahkan 100 persen segala urusan pernikahan pada Wedding Organizer terbaik pilihan Dirga, bukan ingin lepas tangan hanya saja kedua belah pihak keluarga menginginkan yang terbaik untuk pesta pernikahan kami yang akan digelar besok di Ballroom hotel ternama di Kotaku.
Aku dan kedua orang tuaku tengah berkemas, sesuai rencana, bahwa malam ini kami akan bermalam di hotel tersebut agar besok tidak buru-buru.
Saat tengah berkemas,
Panggilan telepon menghentikan aktifitasku,
Dirga menelpon,
"Halo Dir,,,"
"Iya... Vin, gimana kamu udah sampe hotel?"
"Belum, ini baru mau siap-siap"
"Oh.. ya udah,, hati-hati ya... ehm.. kalau bisa,, jangan Kamu atau Papa yang bawa mobil.. Aku agak khawatir,, minta dianter siapa gitu?"
"Ahh.. gak usah berlebihan,, gak papa... Katanya Papa yang mau setir sendiri.."
"Ehm.. ya udah deh,, hati-hati ya.. "
"Ya udah,, Aku tutup ya..."
"Ehh... Vin,, tunggu... tunggu! jangan tutup dulu!!"
Pekik Dirga, membuatku kaget.
"Kenapa Dir,,?!"
"Miss yuuu... "
"Miss yu Tuuuu"
"Vin,, sumpah Aku kangen banget sama kamu... Nanti di hotel kita ketemu ya...."
"Sabar ya.... besokkan kita ketemu"
"Rindunya sekarang,, bentaaarrr aja..."
"Sabarrrr"
"Pokoknya ketemu titik!!"
"Ya gak boleh,, "
"Bentar aja Vin...masak bentaran doang gak boleh sihh, udah di ubun-ubun"
"Tetep aja gak boleh!"
"kejam!!! ya udahh,, video call ya"
Gerutunya.
"Hemm... bukan gitu Dir,, ya udah nanti kita video call aja"
"Yess!!! Oke Vin, makasih yaa lumayanlah pelepas rindu"
Serunya girang.
Panggilan terputus dan Aku melanjutkan menyiapkan koper kecil yang akan kubawa ke hotel.
"Vin, udah siap?"
Tanya Papa dengan menjinjing tas ditangan kanannya.
"Udah Pa,,"
Aku menarik koper menghampiri Papa dan Mama yang sudah bersiap pergi.
Semua keluarga mengantar kami kedepan,
"Dek,, besok kalian jangan kesiangan ya... terus.. jangan lupa kunci semua pintu dan jendela,, dan kuncinya jangan dibawa,, taruh aja dibawah keset kaki.. takutnya kececer"
__ADS_1
Pesan Mama sebelum masuk kedalam mobil, pada salah satu Adiknya Papa yang bertugas sebagai kapten rumah yang bertanggung jawab mengurus keperluan orang rumah..
"Siap Mbak... tenang aja,, semua akan aman terkendali,, kalian hati-hati ya..."
Mobil berlalu meninggalkan rumah menuju Hotel.
Sampai di hotel,
Kedatangan kami disambut dan segera di antar menuju kamar.
"Vin, kamu ga mau lihat ruangan buat besok?"
Tanya Mama.
"Eng... enggak deh Ma,, Vina udah lihat dari foto dan rekaman Video yang dikirim Dirga"
Jawabku sembari berjalan menuju kamar.
Letak kamar Orang tuaku dan kamarku hanya bersebelahan saja.
Sementara Kamar Dirga dan keluarganya ada dilantai atas.
Sampai Dikamar,
Aku mengeluarkan ponsel dari dalam tas dan mencoba melakukan panggilan video pada calon suamiku,
"Hai sayang...."
Sapanya, terlihat tengah berbaring di atas ranjang hotel.
"Hai,,"
Balasku melambai.
"Udah sampai ya... syukurlah..."
"Iya,, kamu kenapa mukanya lesu gitu?Tanyaku sembari memperhatikan raut wajah Dirga.
"Ya jelas Aku lesu,, dah seminggu gak dikasih doping!!"
Ujarnya mencebik.
"Ha.. ha... ha...,, udah Ah,, kamu gak kan paham juga kalau Aku jelasin!"
"Apaan sih,, gak jelas... "
"Vin,, Aku gak sabar nunggu besok,, apalagi... nunggu malamnya"
"Iihh,, ngapain nunggu malamnya,, kan puncak acaranya siang"
"Iya,, puncak acaranya siang... tapi yang Aku tunggu puncak cinta kitanya..hehehe..."
Sesaat terdiam dan termenung,, dan pada akhirnya Aku faham maksud dari ucapan Dirga..
"Haha...hahah... Aku faham sekarang,,"
"Ya ampun,, Vina... baru nyambung..haha...haha.."
"Andai aja sekarang kamu dihadapanku,, dah Aku tarik hidung kamu,, Aku cubit pipi kamu!!"
"Yakiiiinnn,, mau tarik sama cubit,,??"
Pancingku.
"Aahhh,, Vina... jangan mancing-mancing ya....!!"
Obrolan ngalur ngidul bahkan ngelantur kemana-mana mewarnai sore ini di kamar masing-masing melalui sambungan video call.
Dan saat malam tiba, Aku memutuskan untuk tidur lebih cepat, agar kondisi badanku besok pagi fit dan wajahku terlihat segar tanpa kantung mata.
......................
Malam berlalu,
Masih pukul 4 subuh, Aku sudah bangun hatiku deg-degan bukan main, antara bahagia, cemas, tegang dan segala macam rasa bercampur baur hari ini, tinggal hitungan jam lagi Aku akan resmi menyandang gelar istri dari seorang Dirga.
Sebuah impianku sejak dulu.
Tak lama,
__ADS_1
"Vina...."
Panggilan lembut disertai ketukan pelan terdengar dari luar kamar.
Aku beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu.
"Mama sudah mandi?"
Tanyaku terkejut melihat Mama yang datang dengan penampilan yang sudah terlihat segar meski masih menggunakan piyama tidur.
"Iya,, kamu belum mandikan? baru bangun ya??"
Tanya Mama balik tak kalah terkejut, Aku mengangguk.
"Ya udah,, kamu jangan mandi, cuci muka aja buruan katanya habis subuh perias pengantin akan datang"
Aku tercengang mendengar kalimat Mama barusan,, apa mungkin Mama salah ucap?
"Ma, jangan mandi??"
ulangku, memastikan.
"Iya, jangan mandi...nanti hujan deras"
Jelas Mama.
"Loh Ma.. apa hubungannya mandi sama hujan deras?"
Tanyaku bingung.
"Katanya, ya gitu pengantin dilarang mandi.. nanti takut hujan deras,, kalu hujan deras tamu banyak yang gak datang, nanti pestanya sepi"
terang Mama lagi.
Hadeehhh,, ada-ada aja di zaman modern ini masih percaya Mitos.
Batinku.
"Tapi Ma.. kan gak enak kalau gak mandi,, "
"Gak apa-apa... kan kemarin juga kamu udah Betangas, jadi udah cantik,, udah bersih udah wangi juga.( Betangas adalah ritual adat Palembang bagi pengantin perempuan yakni mandi uap dengan rempah-rempah yang dilakukan calon pengantin 1 hari atau 2 hari sebelum prosesi acara pernikahan bagi pengantin palembang)
Aku akhirnya mengangguk menuruti perintah Mama,
Setelah sholat subuh, Mama yang sudah memesan sarapan lebih awal menyuruhku untuk segera makan sebelum Aku dirias.
Dan benar saja, belum selesai Aku menghabiskan sarapan,
Tok.. Tok... Tok..
"Assalamualaikum"
Mama berjalan mendekati pintu dan membukanya.
"Walaikum salam,,"
"Maaf Bu, Saya Ineke dan rekan-rekan dari rias pengantin.. ini kamarnya Mbak Vina benarkan?"
"Oh.. Iya... iya benar,, itu orangnya lagi sarapan... tunggu sebentar ya... silahkan masuk..."
ujar Mama mempersilahkan masuk penata rias beserta tim pasukannya yang berjumlah 3 orang.
"Iya,, makasih Ibu.. Iya gak apa-apa Mbak Vina nya lanjut aja sarapan dulu.."
Aku mengangguk tersenyum.
Selesai sarapan,
Aku kembali ke kamar mandi untuk sekali lagi mencuci muka dan menggosok gigi,, gak lucu aja kalau pas lagi senyum pada tamu tau-tau ada sesuatu yang nyelip😁
"Aku udah siap Mbak.."
Ujarku sembari mendekati Mbak Ineke yang tengah sibuk memilah milah perkakas tempur yang akan ia gunakan untuk meriasku.
"Oh.. Iya... sini Mbak.. kita mulai.."
Mbak Ineke mempersilahkan Aku duduk pada sebuah kursi yang sangat nyaman, menyuruhku bersandar rileks sedang Dia sendiri mulai sibuk bermain dengan aneka kuas, untuk mempercantik tampilanku hari ini agar cetar membahana.
Bersambung***
__ADS_1