Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 188 kesal!!!


__ADS_3

Semenjak melihat kedekatan Vina dan Ketua osis menyebalkan itu, Aku jadi seperti kehilangan semangat untuk berangkat sekolah,, padahal saat-saat ini hanya Vinalah alasanku semangat di pagi hari,,


Oh Tuhan.... kenapa nasibku tak seberuntung orang lain, dirumah ditinggal orang tua,, disekolah ditinggal orang yang Aku suka,,


Aku melangkah gontai menuju sekolah.


Sampai disekolah,


Suasana kelas yang masih sepi, membuatku memilih berdiri dibalkon memandang pintu gerbang berharap hanya menatap kehadiran Vina bisa sedikit mengobati patah hati ini.


Tapi lagi-lagi Aku salah,, menyaksikan kedatangan Vina malah membuat hatiku seperti diremas, bagaimana tidak.. langkah mesranya bersama Agung diselingi canda tawa sangat jelas kusaksikan dari atas balkon.


Perih Tuhan,, ditambah seperti tengah sengaja memanasi Aku, tiba-tiba saja Vina mendongakkan kepalanya ke atas,,


Seolah ingin menunjukkan padaku tentang kedekatan mereka yang sukses membuat Aku meringis kesal.


Kuatur nafas, mencoba berhitung dari satu hingga dua puluh demi menenangkan hatiku sendiri agar tak terlihat bahwa Aku sebenarnya sedang terbakar api cemburu melihat itu semua.


Setelah merasa cukup tenang, Aku memutuskan untuk kembali kedalam kelas, sengaja tak kulirik Vina sama sekali hingga jam istirahat tiba.


Vina masih betah di bangkunya sembari membaca buku, ada rasa ingin mendekatinya dan menyapanya namun itu urung kulakukan ketika dengan cepat sang ketua osis alay itu mendatangi bangkunya dengan senyum dan aksi tebar pesonanya ditambah kata-kata rayuan sok manis yang sangat jelas sekali masuk keliang telingaku membuatku seketika mual.


"Ohh,, pantas memilih tetap dibangkunya ternyata Dia janjian!! menyebalkan!!"


umpatku kesal dengan mata terus mengamati mereka.


"Serius kali baca nya vin?"


Sapanya pada Vina.


"Ngapain ke sini,,"


jawab Vina.


"Pengen ketemu kamu nona cantik"


Ucap nya gombal.


terlihat Vina tersenyum membuat Aku mendengus kesal.


"Lalu"


"Lalu mandangin kamu.hehheheh"


Aku semakin ingin muntah mendengarnya.


Terlebih ketika Agung duduk disamping Vina,, Ahhh... darahku seperti mendidih,, menyaksikan dua sejoli ini.


Tiba-tiba saja Aku ingat Salsa.


"Disti....bisa tolong aku??"


Pekikku pada Disti, memancing Vina menoleh kearahku.


"Apaan??" tanya mendekat.


"Tolong panggilin Salsa dong,, bilang di suruh Dirga ke kelas nya."


Aku berharap Vina menampakkan wajah cemburu, atau setidaknya memasang tampang kesal juga gak apa-apa.


"Oke"


Jawab Disti, segera berlalu.


Tak lama,


"Dir..."


Sapa Salsa dari ambang pintu.


"Sini duduk,,"


Perintahku, kemudian sekilas melirik Vina yang ternyata benar tengah memperhatikanku.


"Kenapa manggil?"


Tanya Salsa,


"Sini mendekat"


Ujarku sedikit berbisik, membuat Salsa mendekatkan telinganya padaku.


"Ca, Aku butuh kamu ngobrol dekat sama Aku sambil ketawa-ketawa,, nanti Aku jelasinnya,, pokoknya sekarang Akting dulu, oke!!"


Meski terlihat bingung, namun Salsa mengangguk dan mulai berakting.


"Hey...cantik,,kamu kenapa,,kok cemberut,,"


Aku menoleh mendengar suara Agung, kemudian tersenyum ideku sepertinya berhasil, Vina be-te!!


"Halooooo....cieeee,, lagi dua an"


Seru Nina ketika tiba di dalam kelas.


Tak kusangka, hal itu membuat Vina beranjak dari kursinya dan berlari keluar meninggalkan Agung.


Setelah Melihat Vina keluar,


"Ca,, kayaknya aktingnya cukup.. maksih ya... sekarang kamu boleh pergi..."


"Loh,, cerita dulu tadi itu Akting buat apa? dan kenapa?"


Tanya Salsa.


"Nanti... pasti Aku cerita tapi gak sekarang,, dah... dah... kamu keluar,, sekali lagi makasih!!"


Aku mendorong bahu Salsa.


"Uuhh... dasar!! awas ya!! kalau minta bantuan lagi,, sorrryyyy!!!!"


Serunya kemudian berlari meninggalkanku.

__ADS_1


Aku beranjak meninggalkan kelas yang seluruh penghuninya saat ini sebagian besar sedang pindah ke kantin.


Memilih berdiri di depan kelas, sembari menunggu Vina kembali.


Tak lama, Aku melihat Vina tengah menaiki anak tangga setelah sampai di depan kelas,


"Permisi,,"


Ujarnya padaku yang menghalangi jalannya.


Aku menatap matanya lekat, sembari menggeser tubuhku sedikit memberinya jalan.


Vina berjalan pelan, namun matanya tak berkedip menatapku.


Sebelum Dia menjauh, secepat kilat kutangkap pergelangan tangannya, lalu mencengkramnya kuat.


"Awww..."


teriaknya kemudian menolehku,


matanya menatapku kemudian mengerjap-ngerjap membuat Aku tak kuasa untuk melepaskan pandanganku pada manik hitam berkilau itu.


Sungguh... Aku semakin jatuh cinta,, dan tak rela Dia dimiliki Laki-laki lain terlebih ketua osis alay itu.


"Dirga...."


ujarnya setengah berbisik.


"A..a..ada aapa??"


tanyanya terbata, ketika Aku mendekatkan wajahku dan melepaskan cengkramanku.


Lalu Aku mengulurkan tangan padanya.


"Selamat ya...."


Ujarku singkat.


Vina menyambut tanganku,,


Ya Tuhan... seperti mimpi,, kini tanganku dan tangannya bertaut, jantungku memacu 2 kali lebih cepat, dadaku bergetar hebat.


"Untuk apa??"


Tanyanya menantang mataku.


"Untuk meresmikan hubungan kalian!!!


Jawabku ketus


"Kalian???kalian siapa?"


"Ya kamu dan si ketua osis itu"


Vina terbelalak,


"Hubungan?? hubungan apa??"


Belum sempat kujawab, keburu si ketua osis alay datang, Aku menoleh sekilas kemudian kembali menatap Vina.


"Tuch,, pangeran berkuda putih kamu datang!!"


Sembari menarik tanganku kemudian menyenggolkan bahuku pada bahunya lalu berjalan kembali ke mejaku.


"Ehmm...aku cariin ternyata kamu udah balik ke kelas,,"


"Kenapa mencari ku??,,"


Vina bertanya sembari menoleh ke belakang,,melihatku yang sengaja memberinya tampang masam.


"Ini,, Aku mau kasih kamu ini"


Agung menyodorkan dua batang coklat.


"Ehm...makasih ya..lain kali gak usah repot-repot"


Jawab Vina dengan senyum dan lagi-lagi Vina menoleh ke arahku,, kali ini Aku dengan cepat membuang muka.


Teeettt...teeettt...teeettt


Bel masuk berbunyi,,


"Ehmm,,ya udah,,aku masuk kelas ya,,bye.."


Pamit Agung yang berjalan mundur,,sambil melambaikan tangannya.


"Huhh... sok ganteng!!"


Umpatku kesal.


"Cieeee,, happy....yang baru dapet coklat"


Ledek Nina yang buru-buru ditarik tangannya Oleh Vina.


"Hah???,,emang nya kamu ulang tahun vin??..kok aku gak di kasih tau?"


Suara cempreng nina yang menggelegar membuatku menoleh ke arah mereka.


"Sstttttt,,pelan- pelan aja ngomong nya Nin"


Vina meletakkan jari telunjuk di depan bibir Nina,,


Terlihat Vina berbisik pada Nina.


"Apaaa???,,kalian udah jadian tapi gak traktir Aku??..bener- bener ya..."


Lagi-lagi Nina nyaris berteriak,,dia berdiri sembari berkacak pinggang.


Mendengar Vina jadian dengan Agung, hatiku ngilu, dengan spontan Aku berdiri dan,


"Hei,,berisik tau gak..!! "

__ADS_1


Hardikku pada mereka.


"Gak perlu di publikasi,,semua orang juga udah pada tau!!!"


sambungku,


"Apaan sih Dir? biasa aja donk,,mentang-mentang ketua kelas,, kenapa?kamu iri ya?? Tuch,,buruan jadian sama Salsa.. biar gak iri sama Vina"


Hah??


Apa Aku gak salah dengar?


Jadian sama Salsa? apa selama ini dugaanku benar kalau ternyata Vina nyangka Aku ada apa-apa sama Caca?


Aku memandang Vina yang menutup mukanya dengan kedua belah tangan,,kemudian menarik Nina,


"Udah donk Nin...apaan sich??..udah ya..."


pintanya pada Nina.


Namun Nina malah,,berjalan ke arahku,, kemudian,,


Braaakkk.!!!!


Nina menepak meja,


"Atau,, jangan-jangan.. kamu suka ya sama Vina,, trus kamu cemburu kalo kak Agung deket- deket sama vina??"


Nina mendekat kan wajah nya padaku, membuat Aku gugup bukan main, wajahku tiba-tiba terasa panas.


Vina mengejar nya,, kemudian menarik tangan Nina untuk kembali ke tempat duduk.


"Maaf ya Dir.."


Ucapnya padaku sebelum kembali ke mejanya,


Suasana kelas tiba-tiba hening,, seisi kelas menatap kami..


Tak lama setelah Vina kembali duduk,


"Selamat siang..."


"Siang buuuukkk"


Bu guru datang,,dan kami memulai kembali pelajaran sebelum jam pulang.


Tak terasa,,2 jam berlalu...


"Oke anak- anak,,sampai disini dulu pelajaran kita,,selamat siang..,,silahkan pulang,"


"Siang buuukkk"


seluruh siswa berhamburan meninggalkan kelas,,,,


Vina tengah membereskan buku-bukunya ketika manusia menyebalkan itu datang,


"Selamat siang cantik nya kakak"


"Ada apa kak??"


"Pingin pulang bareng,,boleh??"


"Loch,,bukan nya rumah kita beda arah ya??"


Vina bertanya sambil terus melangkah.


"Hehehe..iya,,maksud nya bareng keluar dari sekolah nya"


Agung menjawab sambil cengar- cengir.


Aku mengekor langkah mereka,


"Aku duluan ya..."


Ujar Vina yang segera menaiki Bis meninggalkan Agung yang


melambaikan tangan nya.


Kulihat Vina sudah duduk bersandar dan memejamkan mata,


Tanpa membuang waktu dari arah pintu belakang bis,, Aku naik dan duduk tepat di samping kursi Vina.


"Aku minta maaf..!!"


Ujarku tanpa basa basi dan permisi.


"Dirga.."


Ujar Vina syok dengan kedatanganku yang tiba-tiba sudah berada disampingnya.


"Kok kamu disini??"


Sambungnya.


Aku tak menjawab,,


malah mengulurkan tangan ke arahnya.


"Bisa maafin Aku??"ulangku lagi..


Vina terdiam..


"Tak bisa??!"


"E..ehm...a.."


Gagap Vina.


"Oke... Aku faham.. tak perlu berpikir lama, makasih"


Ujarku.. Lalu meninggalkannya, turun dari bis dengan perasaan kesal, dan kecewa bercampur baur menjadi satu.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2