Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 208 Malam pertama


__ADS_3

POV >>> VINA


"Selamat ya Sayang..... samawa... cepet dapat momongan.. dan bahagia selalu"


Ucap Nina, ketika bersalaman dengan ku diatas pelaminan, disusul teman- teman yang lain.


"Aamiin... mksh gemoy nya Aku... oh ya... pada tau gak kenapa Elza tiba-tiba pulang?"


Tanyaku cemas, membuat semua mata saling berpandangan.


"Nah,, itu dia yang mau kita sampaikan Vin,, Tadi mendadak Elza lemas, perutnya keram dan wajahnya juga sangat pucat,, apa dia mau melahirkan ya? tapi kan belum waktunya?"


Jawab Nina.


Deg!!


Jantungku tiba-tiba saja terasa berhenti berdetak, ingatanku tertuju pada sakit kanker yang di derita Elza, tak hanya itu, Aku juga mengingat permohonan terakhir nya padaku.


"Vin,, kamu oke??"


Dirga merangkul bahuku.


"Eh... Ehm.. iya,, Aku gak papa.."


ingin sekali rasanya kuceritakan semua yang sedang Aku cemaskan pada Dirga, namun sepertinya ini bukan saat yang tepat.


"Ehm... jadi,, apa kabar terbarunya? apa kalian sudah tau Elza saat ini berada dimana?"


kembali kutanyakan keberadaan Elza pada teman-temanku.


Nina menatap ponselnya,, lalu menarik nafas dalam-dalam, hal itu semakin membuat hatiku tak tenang.


"Update terbaru dari Daniel, katanya Elza masih dirumah sakit,, katanya keadaannya semakin memburuk"


"Ehm,, gini deh, pulang dari sini biar kita-kita yang menyusul kerumah sakit,, kamu fokus aja sama acara kamu ya Vin, Dir..."


Diki memberikan solusi yang tak serta Merta menenangkan kegelisahan yang tengah mendera hatiku.


"Iya,, besok pagi.. baru kita kerumah sakit ya.."


Dirga mengusap bahuku, mau tak mau Aku mengangguk menuruti Suamiku.


...****************...


Malam datang, banyak perasaan yang kini sedang menghias hatiku,, rasa bahagia dan haru karena kini impianku menjadi kenyataan, akhirnya malam ini akan kulewati berasama Dirga, cinta pertamaku,


Namun disisi lain,, bayangan wajah pucat Elza ketika menuturkan permintaan terakhirnya padaku kala itu,,


Ya Tuhan,, semoga Elza akan baik-baik saja..


batinku.


Klek!


suara pintu kamar dibuka, jantungku berdegup sangat kencang ketika sosok Dirga dengan senyum lembutnya melangkah menghampiriku.


tiba-tiba saja bulu romaku berdiri serentak,


Glek!


 mendadak Aku menelan Saliva, begitu Dirga duduk di sampingku, gemetar lututku tak bisa kusembunyikan dari Dirga yang terus saja menatapku dalam senyum penuh arti.


"Sayang.. kamu gemetaran?"


Tanya nya sembari mengelus paha lalu turun ke lutut hingga betisku.

__ADS_1


Aku yang sedang menggunakan lingerie merah yang masih tertutup kimononya semakin berkeringat.


"Hey.... kamu juga berkeringat? kamu cemas ya? atau... kamu belum siap? Hem??"


Dirga membelai rambutku dan menyelipkan dibelakang telingaku, kemudian tangannya mengusap dahi ku yang basah oleh keringat.


Aku menarik nafas panjang, lalu mengatup rapat bibirku.


"Sayang,, Aku paham... kalau misalnya kamu masih belum siap,, gak apa-apa kok kita tunda dulu sampai kamu benar-benar siap"


Dirga mendekatkan wajahnya lalu mengecup pelan bibirku kemudian keningku.


Dirga beranjak dari sisiku dan bersiap keluar kamar,


Dengan sigap segera ku tangkap lengannya, entah kenapa,, ada perasaan tak rela jika Dirga menunda menjamahku malam ini,, karena sesungguhnya jauh didalam hatiku Aku ingin sekali bermesra dengannya malam ini,, hanya saja Aku malu.


"Dir...."


Panggilku,


"Ya...."


Dirga menoleh.


"Kamu mau kemana? jangan pergi!"


Ucapanku dibalas senyum lebar oleh Dirga yang kemudian mengurungkan langkahnya lalu kembali duduk di tepi tempat tidur, tepat disebelah ku.


"Kamu yakin??"


Tanya Dirga dengan tangan menyusup dileher belakangku


Aku mengangguk.


Dirga memutar duduknya menghadapku,


Dirga melepaskan pagutannya,


"Kamu tau sayang.... malam ini,, Aku akan membawamu terbang melayang,, keatas puncak ternikmat kita"


Bisikan lembut yang mendesah di telingaku membuat adrenalin ku terpacu,, terlebih ketika sentuhan bibirnya seolah membelai daun telingaku,, menggelitik,, hingga menggigitnya manja.


Membuat mataku terpejam, menikmati setiap sentuhan yang Dirga berikan.


Kamar yang awalnya sejuk seketika berubah panas, ketika mulut dan jemari Dirga bekerja sama dengan sangat lincah memanjakan ku dalam sebuah permainan yang baru saja ku kenal malam ini.


Aku yang masih malu-malu tak banyak berkutik,, hanya diam menikmati gemulai lentik jari-jari Dirga yang mulai menggerayangi setiap jengkal tubuhku yang masih berbalut pakaian tidur berbahan satin tipis berwarna merah menyala.


"Sayang... kamu milikku,, dan Aku milikmu,, lepaskan semua yang kamu rasakan,, masuklah dalam permainan kita... nikmatilah setiap detiknya... lakukan apa yang mau kamu lakukan.. lepaskan... love you.. honey...."


bisikan Dirga di telingaku membuat Aku merasa semakin mabuk dalam buai asmara yang sedang ia tawarkan,


Aku sedikit menggeliat ketika bibirnya mulai menyerang belakang telinga, leher hingga puncak tertinggi milikku yang masih tertutup rapat.


perlahan tapi pasti, Dirga mulai melepaskan kimono yang tengah Aku pakai, hingga menyisakan lingerie merah sexy yang memang sudah kusiapkan sebelum pernikahan.


Tak sampai disitu, Dirga kembali melucuti satu persatu benda yang masih melekat di tubuhku, hingga polos tak tersisa, rasanya sulit untuk mengkontrol kesadaran ku lagi.


kata-kata manis dan romantis terus ia lontarkan setengah berbisik, membuat Aku benar-benar tak kuasa menahan diriku lagi.


Tak ada sejangkal saja bagian dari tubuhku yang terlewat dari permainan jemari dan bibir tebal milik Dirga.


Malam bahagia ini milik kami, ya... hanya kami.. indah,, dan sangat indah.


Detak jantung dan desah nafas terus berpacu, rasa sakit yang mulanya sangat mengejutkanku hingga nyaris berteriak, berganti dengan nikmat yang membuatku semakin berani mengimbangi permainan Dirga demi menggapai nikmat surga dunia yang kami impikan berdua,

__ADS_1


"Aaahhh... sayang,, ini sangat indah... bahkan rasanya Aku tak ingin mengakhirinya"


Pekik yang tertahan dari mulut Dirga, begitupun dengan Aku yang rasanya hampir lemas,


Dirga menjatuhkan tubuhnya di sampingku yang sudah terkulai, Dirga memiringkan tubuhnya, hingga kami berdua saling pandang dan tersenyum puas.


sebuah kecupan hangat mendarat di pipiku,,


"Makasih sayang.... untuk malam terindah ini.... kamu luar biasa..."


Puji Dirga,


Merasa tersanjung atas pujian itu, Aku yang kini sudah tak canggung lagi mengangkat kepalaku dan berbaring di lengan Dirga, membalasnya dengan kecupan manis di bibirnya.


"Sama-sama Sayang... kamu juga luar biasa... hebat"


Bisikku ditelinganya.


"Ah... apa?? Aku gak denger,, coba ulangi?"


Canda Dirga,,


"Ahh... kamu gitu deh,,"


"Seriussss,, Aku gak denger"


Ujarnya senyum-senyum.


"Iya... Kamu hebat!!"


Tegasku.


"Ahhh.... makasihhh sayang?? Kamu suka???"


Ledek Dirga dengan tangan nakalnya yang mulai kembali aktif.


"Dirga!!! geliii!!!,, "


Pekikku.


"Sstttt,, jangan berisik sayang... Nanti kalo ada yang denger gimana???


"Abisnya kamu genit!!"


"Mau lagi??"


Tatapan Dirga kembali seperti ingin memangsa.


"Kamu serius???"


Mataku terbelalak lebar.


"Siapa takut!!! "


Dirga Bangkit dan siap mengambil ancang-ancang.


Hal itu membuatku tertawa,, dan kembali berpetualang bersama Dirga, menghabiskan malam pengantin hingga sang fajar menyambut mesra, dan rasa lelah menghampiri dengan mata yang mulai sayu.


Terimakasih Tuhan,, atas bahagia yang sangat kuimpikan sejak dulu,, hidup bersama Dia orang yang kucintai sejak pandangan pertama..


dan cinta itu benar-benar abadi, SEABADI EDELWAIS.


Dan Elza,, kabar yang kuterima dari Nina,, beliau sudah membaik, dan sudah kembali kerumah,, hal yang kutakutkan tak terjadi...


semoga cinta mereka pun SEABADI EDELWAIS..

__ADS_1


Tamat***


__ADS_2