
Sepanjang sisa jam pelajaran, sulit sekali bagiku untuk berkonsentrasi, pikiranku memecah belah antara pelajaran terakhir dan Dirga tentu saja.
Ada tanda tanya besar didalam hatiku tentang cerita Nina yang melihat Dirga di halte arah kerumahku kemarin.
Apakah mungkin Dia sedang menantikan Aku seperti yang dibilang Nina?
Adakah Dia juga merasakan rindu seperti yang tengah Aku rasakan?
Lalu kenapa Dia tak berusaha membalas suratku? tak berusaha menghubungiku? Bukankah itu hal yang sangat mudah, sebab Tari bisa menjadi penghubung yang cepat dan tepat buat kami.
Dan.... Bagaimana dengan pacarnya? kemana Dia? Bukankah menurut Tari, ia selalu bersama?
Ahh.... pertanyaan-pertanyaan yang membuatku pusing sendiri.
Teettttt.....!!
Akhirnya bel pulang sekolah tiba,
semua siswa berhamburan keluar.
Baru saja Aku melangkah keluar kelas, tiba-tiba saja langkahku terhenti, Aku ingat sesuatu, bukankah Agung mengajakku nonton bioskop dengan teman-teman siang ini.
"Ehmmm.... hampir saja Aku lupa, Ehhh... guysss.... bentar-bentar... jangan pulang dulu,"
Aku menahan Elza, Nina, Tari dan Daniel keluar meninggalkan kelas.
"Waduhh... kenapa nih..."
Nina menatapku bingung begitupun Elza, Tari dan Daniel.
"Gini, rencananya siang ini Aku sama Agung mau nonton, mau pada ikut gabung gak?? Kan seru tuh kalo rame-rame..."
Uhuk...!!! Uhukkk!!!
Daniel terbatuk-batuk, dan Aku tau itu semua hanya batuk buatan yang sengaja ia lakukan.
"Ahh... ntar malah kita ganggu quality time kalian?"
Elza mencolek daguku dan tersenyum genit.
"Ya enggak lah.... gimana?? bisakan? Tar, kamu ikut kan??"
Jawabku sembari memainkan Mata pada Tari.
"Liat ntar ya Vin... nanti Aku kabarin"
Tari seperti tak berselera ikut.
"Kalau Aku yang penting ditraktir makan Aku mauuuuuu"
Jawab Nina sambil cengar cengir.
"Kamu Gimana??"
Aku berbalik pandangan menatap Daniel.
__ADS_1
"Aku takut!!"
Ujarnya singkat.
"Takut? Takut apaan???"
Tanyaku bingung.
"Takut jadi obat nyamuk!!"
"Huuuuu.... Dasar!!!!"
Sorakan kompak Nina dan Elza menyambut jawaban Daniel.
"Ya udah, jam 3 kita ketemuan di 21 ya..."
tegasku sembari melambaikan tangan berlari meninggalkan mereka, setelah nampak panggilan dari Agung diponselku.
"Haii..... "
sapaku begitu sampai di depan gerbang.
"Haii cantikkk, gimana hari ini? Happy??"
Tanya nya sambil mengulurkan helm kearahku.
Aku mendekat, lalu seperti biasa Agung memakaikan helm itu dikepalaku.
"Kita langsung pulang ya??"
"Iya, kan katanya ntar mau pergi nonton, oh iya... Tadi Aku udah bilang ke teman-teman ketemuan di 21 jam 3"
Jawabku.
"Oke!!"
Agung mengacungkan 2 jempolnya kearahku dan motornyapun melaju.
Sepanjang perjalanan kami hanya diam, sampai pada akhirnya, hampir tiba di gerbang masuk perumahanku, mataku terbelalak lebar, seakan tak percaya dengan apa yang Aku lihat dengan mata dan kepalaku sendiri.
Seorang Laki-laki seragam SMA sedang duduk sendiri di halte tepat didepan gerbang perumahanku.
"Ya... itu Dirga, Aku tidak salah lagi.. itu benar Dirga"
Batinku.
Jantungku berdegup sangat kencang, darahku berdesir, hatiku bergejolak, masih sama seperti dulu setiap kali Aku melihatnya.
"Agung stoppp!!"
Dengan cepat Aku menepak pundak Agung, dan seketika itu pula Agung mengerem mendadak.
"Kenapa Vin??"
Tanya Agung cemas.
__ADS_1
Aku tak menjawab, mulutku terkatup rapat, mataku tak berkedip melihat seseorang diseberang jalan.
Dalam hitungan Detik, Dirga menyadari keberadaanku dan Agung di seberangnya.
Ingin sekali Aku tersenyum melambaikan tangan, tapi entah kenapa Aku seperti patung.
Tatap mata Dirga masih sama, sendu dan teduh namun hanya beberapa saat saja lalu berubah menjadi sorot yang tajam bersamaan dengan beranjaknya Dia dari bangku halte, dengan muka penuh amarah dan kebencian Ia telihat menatap kearahku tak berkedip, kini kami saling pandang tanpa ada keberanian untuk memanggil atau sekedar melambaikan tangan.
Hingga didetik-detik terakhir sebelum Dirga menaiki Bis yang berhenti tepat didepan Halte menjadi penghalang kami dan akhirnya kembali membawa Dirga menghilang dari hadapanku.
Aku menelan ludah, menunduk kecewa.
"Kenapa tidak kamu temui?"
Tanya Agung tak lama setelah Bis melaju.
"Untuk apa?! Dia juga tak memanggilku, malah kamu lihat sendirikan, Dia pergi begitu saja!"
Jawabku.
"Apa mungkin Dia pergi karena Aku?"
Deg!!!
Pertanyaan Agung barusan membuat Aku tersentak kaget.
"Astaga.... Kenapa Aku tak menyadari itu??"
Ujarku dalam hati.
"Udah ah, yuk pulang!"
Agung terdiam dan kembali memacu sepeda motornya.
"Vin, Aku pulang dulu ya... Nanti setengah 3 Aku jemput, oh ya... dandan yang cantik ya...."
Ujar Agung setelah tiba didepan rumahku.
"Ohh, gak mau nunggu disini aja?"
Tanyaku.
"Ehmm.. enggak ah, Aku ada yang ketinggalan juga dikost an. Aku pulang ya.... Bye.."
Agung berlalu dan Aku masuk kedalam rumah.
Selepas makan siang,
"Ma, Hari ini Vina sama teman-teman mau pergi nonton ya... sama Agung juga"
Ujarku sembari membereskan piring kotor di meja makan bekas Aku makan dan berniat mencucinya.
"Iya, hati-hati ya... "
Aku menoleh Mama mengangguk tersenyum.
__ADS_1
Bersambung**